
Klentak~
Hal yang tak terduga pun terjadi, aku dan Hana terkejut melihatnya. Kaleng yang terkena lemparan terakhir dari ku itu tidak jatuh dan hanya terangkat sedikit dengan di sangga oleh sebuah paku.
"Oi Paman !! Apa maksudnya itu ?!", teriakku dengan kesal sembari menunjuk ke arah kaleng tersebut.
"Soal apa ? Aku tak mengerti maksud mu..", jawabnya sambil memalingkan wajahnya dan bersiul.
"Dasar ni orang.. sudah ku duga dia bakal melakukan sesuatu agar aku tak mendapatkan boneka itu..", gumamku dalam hati.
"Hana, ayo pergi..", ujarku sembari menggenggam tangannya kembali.
"Silahkan datang lagi !", teriak si Penjual itu dengan senang.
Aku yang mendengar itu benar - benar membuat ku sangat kesal dan bergegas pergi.
"Maaf aku enggak berhasil mendapatkan boneka itu.. Paman itu benar - benar licik..", ungkapku dengan kecewa.
"Enggak apa - apa.. tadi itu sangat menyenangkan.. makasih..", jawab Hana sembari tersenyum dengan gembira.
Aku yang melihat itu merasa senang tapi di sisi lain juga kecewa karena tak berhasil mendapatkan boneka itu. Saat aku menggenggam tangan Hana, entah kenapa rasa kecewa tadi menghilang dan kembali membuatku tenang dan nyaman.
"Luki ! Bagaimana kalau kita mencoba itu ? Dari kecil aku sangat ingin mencoba masuk ke situ..", ajak Hana sembari menunjuk ke arah Rumah Hantu.
"Ini kesempatan !! Kemungkinan Hana bakal ketakutan dan memeluk ku.. ini tak boleh terlewatkan !", gumamku dalam hati dengan penuh semangat.
"Baiklah.. ayo !", ajakku.
Kami berdua pun menuju ke Rumah Hantu tersebut dan membeli tiket masuknya. Setelah membeli tiket, kami pun masuk ke dalam.
Tak berapa lama kemudian kami pun keluar.
__ADS_1
"Loh ?", gumamku dalam hati.
"Ternyata di dalam Rumah Hantu sangat menyenangkan ya..", ujar Hana dengan senangnya.
"Oi.. oi.. oi.. bukankah seharusnya menakutkan ?!", gumamku lagi dalam hati.
Beberapa saat yang lalu ketika kami mulai memasuki ke dalam Rumah Hantu tersebut, kami di kejutkan dengan Hantu Wanita yang cukup menyeramkan.
"Nah sekarang.. saat ini Hana pasti ketakutan !", gumamku dalam hati sembari melihat ke arahnya dan berharap Hana akan langsung memelukku.
Hal yang tak terduga terjadi, harapan ku hanya tinggal sebuah harapan. Terlihat Hana sama sekali tidak ketakutan melainkan matanya berbinar - binar melihat hantu tersebut.
"Uwaah.. ternyata hantu itu seperti ini.. lucunya..", ungkap Hana terlihat menikmatinya.
Si Hantu tersebut pun kebingungan dan melihat kostumnya apakah sudah benar atau belum. Si Hantu merasa tak ada yang salah dengan kostum yang di kenakannya. Kemudian si Hantu kembali berteriak dan memasang wajah yang cukup menyeramkan, namun sayang Hana hanya tertawa dan bertepuk tangan.
Setelah apa yang dilakukan Hana terhadap si Hantu tersebut. Kemudian si Hantu tersebut melihat ku dengan mata yang sudah tak sanggup membendung air matanya.
"Huwahh..!! Jahat sekali, aku enggak menyeramkan sama sekali !!", teriak si Hantu tersebut berlari pergi menjauh sembari menangis.
"Oi.. oi.. oi.. aku seharusnya yang bertanya begitu..", gumamku dalam hati.
"Ayo kita lanjutkan !", saut Hana yang sudah tak sabar.
"Baiklah..", balasku sembari kecewa karena harapanku untuk dapat di peluk olehnya telah sirna.
Kami pun melanjutkan melewati ruangan yang ada di dalam Rumah Hantu tersebut. Setiap hantu yang muncul tiba - tiba di hadapan Hana, mereka semua pergi dengan menangis. Terlihat Hana benar - benar menikmatinya di sepanjang jalan yang kami lewati. Itulah yang terjadi di dalam Rumah Hantu tersebut.
Saat berada di luar, aku benar - benar sedih dan merasa kasihan melihat hantu - hantu itu. Pekerjaan mereka untuk menakuti orang lain yang lewat, namun tak berhasil pada wanita ini.
"Kenapa kamu terlihat sedih ? Apakah tadi itu enggak menyenangkan buat mu ?", tanya Hana dengan khawatir.
__ADS_1
"Ahh bukan begitu, aku senang melihat mu senang.. cuman aku enggak menyangka aja kalau ternyata kamu enggak merasa takut..", ungkapku.
Aku tidak dapat mengatakannya langsung bahwa aku ingin Hana memelukku saat dia ketakutan berada di dalam Rumah Hantu tadi. Sejenak Hana terdiam, aku pun ingin mengajaknya kembali mencoba wahana permainan lain. Tiba - tiba dia lebih mendekat ke arah ku dan gandengan tangan yang kami lakukan berupa sentuhan telapak tangan dengan telapak tangan berubah menjadi pelukan pada lenganku.
"Ha..Hana ?", ujarku terkejut.
"Maaf, seharusnya saat berada di dalam Rumah Hantu tadi aku ketakutan..", ungkapnya dengan wajah memerah.
Saat itu juga aku merasa dia mengerti maksudnya, karena itu dia sekarang melakukan hal seperti ini untuk menggantinya. Aku benar - benar sangat senang dengan sikapnya. Kami pun melanjutkan perjalanan untuk menikmati yang terjadi malam ini.
Suasana pun mulai dingin, kami mencari minuman dan makanan yang hangat - hangat. Tiba - tiba terdengar bunyi dering nada Hp dari dalam tas milik Hana. Hana pun membuka tasnya dan segera mengangkatnya.
"Hehh ?! Baiklah, Hana segera ke sana..", ujar Hana saat mengobrol dengan seseorang dari Hp tersebut.
Tak berapa lama kemudian Hana menutup Hp tersebut dan terlihat sedikit kecewa.
"Luki.. aku harus pergi ke Bandara.. Kakek, Ibu dan Ayah ku sebentar lagi tiba di Bandara.. Kakak Sepupu ku sudah dalam perjalanan menuju ke sini untuk menjemputku.. Mereka berada di sini hanya sebentar, jadi mau tidak mau aku harus ke sana malam ini..", ungkapnya.
"Begitu ya, enggak apa - apa, lain kali kita lanjutkan..", balasku.
"Bisakah kita tetap bergandengan seperti ini sampai ke pintu keluar ?", tanyanya dengan manja.
"Baiklah..", jawabku sembari mengusap kepalanya.
Kami pun pergi menuju ke pintu keluar. Waktu yang kami habiskan malam ini benar - benar terasa singkat. Sesampainya di Pintu Keluar, Hana pun perlahan melepaskan pelukannya pada lenganku. Tak berapa lama, Kakak Sepupunya tiba dan Hana pun pergi.
Setelah mereka pergi, aku pun berencana ingin pulang. Terlihat suasana terasa semakin dingin seperti menandakan akan turun hujan. Aku pun melihat jam di Hp ku. Waktu menandakan pukul 20.28 malam dan aku teringat akan sesuatu.
"Gawat !! Aku lupa kalau aku dan Putri akan bertemu pada pukul 19.20 malam..", gumamku dalam hati sembari lari menuju pintu masuk.
Sesampainya di depan pintu masuk, aku pun melihat sekeliling dan tak melihat adanya Putri. Aku berpikir bahwa dia pasti sudah pulang berhubung aku sudah telat selama 1 jam lamanya. Saat itu juga kemudian terlihat di pojokan tempat parkir kendaraan, ada beberapa laki - laki sedang berkumpul mengelilingi seorang wanita. Sepertinya mereka sedang merayu wanita tersebut dan tak di sangka mereka mulai membentak dan memaksanya.
__ADS_1
Aku yang melihat itu dari kejauhan pun mendekat dan ingin menolongnya. Saat akan mendekati mereka, wajah wanita itu pun terlihat dengan sangat jelas dan sedang ketakutan. Tak ku sangka apa yang ku lihat di depan sana.
"Itu kan Putri !", gumamku dalam hati dan bergegas berlari menuju ke tempatnya.