Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 12. Hujan


__ADS_3

"Menjauh darinya !!", teriak ku sesampainya di tempat sembari menarik Putri dari mereka ke dekapan ku.


"Lu..Luki ? Aku sangat takut..", ungkap Putri sembari menangis dan memelukku dengan erat.


"Maaf membuatmu menunggu lama di sini sendirian.. sekarang sudah enggak apa - apa..", jelasku sembari menenangkannya.


"Woi ! Siapa kau berani - beraninya mengganggu kami ?!", saut salah satu laki - laki itu.


"Serahkan wanita itu ! Kami duluan yang menemukannya, jangan ikut campur !", saut laki - laki lainnya.


Aku pun menghitung jumlah mereka untuk membuat sebuah rencana, terlihat hanya 3 orang saja dan aku berpikir masih sanggup mengatasinya untuk sementara waktu. Kemudian aku mundur sedikit demi sedikit untuk menjaga jarak aman agar Putri tidak kenapa - kenapa. Setelah mendapatkan posisi yang cukup aman aku pun melepaskan pelukan Putri.


"Putri.. tolong sementara bersembunyilah dan jaga jarak aman di belakangku..", bisik ku pada Putri.


Putri pun segera pergi ke belakang, saat itu juga salah satu laki - laki itu menyadarinya dan ingin mengejarnya. Aku pun dengan sigap menghalangi laki - laki itu.


"Jangan coba - coba mengejarnya..", tegasku sembari menatap mereka dengan tajam.


"Lalu ap ?!! Kau hanya seorang diri, hajar !!", teriaknya sembari mendatangi ku dengan teman - temannya.


Mereka mulai untuk menghajarku, salah satu dari mereka mendekati ku dengan cepat dan mengayunkan sebuah pukulan mengarah ke bagian wajahku. Aku yang menyadari itu dengan sigap menunduk untuk menghindarinya, seketika itu juga aku mengayunkan satu pukulan di bagian perutnya dan di lanjutkan dengan pukulan di bagian wajahnya. Kedua orang lainnya pun datang menyusul, dikarenakan mereka berdua datang secara bersamaan, aku pun berpindah ke lain sisi dan memancing supaya mereka tidak mendekati ku secara bersamaan.

__ADS_1


Kemudian yang ku rencanakan berhasil, salah satu dari mereka berdua terpancing dan mendekat sendirian. Dia mulai mengayunkan beberapa pukulan beruntun ke bagian tubuhku dan aku pun berada dalam mode bertahan dengan kedua tangan ku. Tak berapa lama kemudian, dia mulai mengayunkan tangannya lebih dalam dan membuat jeda saat akan memukul. Aku yang menyadari itu pun memanfaatkan celah tersebut dan seketika mendekat tepat di depan wajahnya. Dia pun terkejut dan tak pikir panjang aku pun mulai membalas dengan pukulan beruntun di bagian perutnya. Dia yang menerima pukulan ku tersebut mulai kehilangan nafas dan di saat itu juga ku akhiri dengan pukulan di bagian wajahnya.


Orang terakhir pun datang dan sudah mengayunkan tangannya. Aku dengan sigap kembali bersiap untuk melawannya dan hal tak terduga pun terjadi. Saat tangannya sudah hampir mendekati ke arah wajahku, telapak tangannya terbuka dan mengeluarkan pasir. Pasir tersebut pun mengenai wajahku, terutama mataku. Aku pun tak bisa melihat dan seketika itu juga aku di pukul beberapa kali yang membuatku terjatuh.


"Hoi kalian berdua.. cepat pegang dia !! Kali ini kita hajar habis - habisan..", ujarnya sembari tertawa.


Aku yang terjatuh pun di datangi kedua orang lainnya dan menahanku agar tak dapat bergerak. Kemudian orang yang melemparkan pasir tersebut mulai menghajar bagian wajah ku. Pukulan demi pukulan aku terima dan tiba - tiba terdengar sebuah teriakan dari belakang.


"Luki !!", teriak Putri dengan keras.


Aku yang mendengar suaranya membuatku mengingat apa yang terjadi saat SMP. Kejadian dimana aku berpisah dengannya karena ketidakmampuan ku saat itu. Aku melatih fisik ku selama berada di Rumah Sakit agar kejadian yang pernah terjadi dulu tak terulang kembali.


"Liat wanita itu, dia bersembunyi di sana rupanya.. aku segera ke sana !", ujar laki - laki yang memukulku itu pergi menuju ke arah Putri.


"Kalian berdua, cepat habisi dia ! Aku akan bermain - main dengan wanita itu..", ujar laki - laki itu lagi masih menuju ke arah Putri.


"Bo..Boss..!", saut kedua laki - laki yang sudah menahanku tersebut.


"Ck !! Berisik sekali, ada apa ?!", ujar laki - laki yang ke arah Putri tersebut sembari berbalik dan terkejut melihat ku sudah bersiap melepaskan sebuah pukulan yang berada tepat di hadapannya.


Saat itu juga aku melepaskan pukulan tepat mengenai wajahnya dengan sekuat tenaga. Dia pun seketika tumbang, tak selesai sampai di situ aku tetap memberikannya berbagai macam pukulan di wajahnya. Tiba - tiba lengan ku di peluk seseorang saat akan kembali memukul, ketika ku lihat ternyata itu adalah Putri.

__ADS_1


"Udah cukup..", pintanya padaku.


Aku pun kembali tersadar dan melihat laki - laki yang ku pukul tersebut sudah tak berdaya. Tak berapa lama security pun datang. Security tersebut di beritahu oleh saksi mata di sekitar kejadian bahwa sedang ada perkelahian. Kami pun memberitahukan apa yang sudah terjadi. Kemudian ketiga orang tersebut di bawa untuk di berikan hukuman karena sudah melakukan tindak kejahatan dengan unsur pemaksaan dan kekerasan. Aku dan Putri tidak di bawa karena kami adalah korban yang membela diri.


Setelah apa yang terjadi, aku dan Putri pergi duduk di bangku sekitar yang tersedia. Di dekat bangku tersebut terdapat mesin minuman, Putri pun membelikan minuman untuk ku.


"Ini..", ujar Putri sambil memberikan minuman tersebut padaku.


"Makasih..", balasku sembari mengambil minuman tersebut dan langsung meminumnya.


"Seharusnya aku yang berterima kasih, maaf udah ngerepotin, kamu jadi kena pukul seperti ini..", ujarnya.


"Aku baik - baik aja.. kalau saja aku enggak terlambat, kejadian ini enggak bakal terjadi.. dengan ini kita enggak akan berpisah seperti saat SMP dimana dulu aku enggak mampu melawan..", ungkapku sembari tersenyum padanya.


"Makasih.. aku benar - benar takut.. hiks.. hiks..", ujar Putri tak sanggup menahan air matanya lagi dan mendekapkan dirinya padaku.


Aku pun mengusap kepalanya untuk menenangkannya. Setelah beberapa lama, Putri pun sudah kembali tenang. Tetapi dia belum mau lepas dari dekapanku. Aku pun kembali menunggunya sampai dia benar - benar tenang.


Aku sangat bersyukur Putri tidak kenapa - kenapa. Aku sempat sangat takut apabila aku tak sanggup melindunginya. Sejenak aku berpikir kalau latihan ku selama di Rumah Sakit hampir sia - sia karena kelicikan mereka dengan melemparkan pasir ke mataku. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk kedepannya. Aku sangat tertolong saat dia berteriak memanggil namaku. Walaupun seandainya dia tak berteriak, aku akan tetap berusaha melindunginya bagaimana pun caranya.


Tiba - tiba tetesan air mulai berjatuhan dari atas dan tak berapa lama kemudian terjadi hujan deras. Hujan yang begitu derasnya membuat aku dan Putri langsung basah kuyup dan tak sempat mencari tempat berteduh. Terlihat di lokasi Pasar Malam orang - orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Aku pun melihat Putri sudah kedinginan. Segera aku menanyakan alamat rumahnya agar dapat ku antar pulang, namun ternyata alamat rumahnya berlawanan dan terbilang cukup jauh. Tak sanggup melihatnya kedinginan, akhirnya aku mengambil langkah yang tak terduga.

__ADS_1


"Menginaplah di rumah ku..", ajak ku.


"Iya..", jawabnya tanpa pikir panjang.


__ADS_2