
Selepas pulang dari sekolah, aku kembali menuju ke toko kue tersebut. Setelah sampai, aku pun masuk ke dalam. Terlihat banyak sekali bermacam - macam kue mulai dari jenis, bentuk dan ukuran yang di pajang.
"Selamat datang !", sambut seorang wanita dengan senyuman yang memanjakan mata.
"Ada yang bisa di bantu ?", sambungnya.
"Ah begini, saya melihat brosur yang terpasang di depan tentang mencari pekerja, jadi saya mau menawarkan diri..", ujar ku.
"Ah kalau begitu tunggu sebentar, saya panggilkan ayah saya..", ujar wanita itu sembari pergi ke dalam.
Aku pun melihat - lihat sekitar betapa menyegarkannya kue - kue yang terpajang membuat ku merasakan lapar yang begitu cepat datang. Tak lama kemudian wanita tadi datang kembali bersama dengan seorang lelaki tua.
"Jadi kamu yang ingin menawarkan diri bekerja di sini ?", tanya lelaki tua itu.
"Iya benar..", jawab ku.
"Begitu ya, perkenalkan saya Budi Ahmad pemilik toko kue ini, mari kita duduk di sebelah sana..", ujarnya sembari mengajak ku.
"Baik..", jawab ku sembari mengikutinya.
"Kalau begitu perkenalkan dirimu..", ujar Pak Budi.
"Nama saya Luki Sakti.. saya masih berstatus pelajar kelas 1 di SMA dekat sini dan tinggal sendiri di sekitar sini..", jelas ku.
"Salah satu putri saya juga bersekolah di sana dan yang tadi itu adalah adiknya yang masih SMP.." jelas Pak Budi.
"Masih SMP ?! Ternyata aku tak boleh melihat dari sampulnya.. saat pertama kali melihatnya, dia terlihat sangat bertanggungjawab dan dewasa.. apalagi dia cantik..", gumam ku dalam hati melirik ke arah wanita itu.
"Lalu bagaimana dengan orang tua mu ?", ujar Pak Budi.
"Orang tua saya sudah tiada, makanya saya sedang mencari pekerjaan sembari bersekolah..", jelas ku.
"Begitu ya, pasti berat..", balas Pak Budi.
"Baiklah, kamu akan saya terima.. mulai besok kamu sudah bisa bekerja di sini, kamu bekerja mulai dari pukul 16.50 sore sampai pukul 22.15 malam setiap Senin sampai dengan Jum'at.. Apakah kamu sanggup ?", jelas Pak Budi.
"Saya sanggup !", tegas ku.
"Mira ! Kemari sebentar..", teriak Pak Budi.
"Iya ayah..", saut wanita itu datang.
"Dia adalah Mira, jadi dia akan menjelaskan semua yang akan kamu kerjakan.. kalau begitu saya akan kembali ke dapur..", ujar Pak Budi beranjak pergi.
"Perkenalkan, Mira Cintya..", ujarnya.
__ADS_1
"Cintya ?! Kayak pernah dengar, tapi di mana ya..", gumam ku dalam hati.
"Saya Luki Sakti, mohon bimbingannya..", balas ku.
"Enggak perlu formal, dari pembicaran yang aku dengar, aku lebih muda dari Bang Luki.. Bang Luki bisa manggil Mira aja..", ujarnya sambil tersenyum.
"Baiklah, Mira..", balas ku.
Kemudian Mira menjelaskan semua yang akan aku kerjakan, terutama nama dari kue - kue yang di pajang. Pekerjaan yang aku terima adalah menjadi seorang Kasir, sedangkan Mira yang melayani para pembeli. Aku merasa Mira memang sangat cocok bila saling berkomunikasi bersama pembeli karena sikap dan tutur bahasanya sangat menarik. Terlihat pada bagian dapur, di kerjakan oleh Pak Budi yang membuat setiap kue. Saat aku sedang mendengar penjelasan, setiap waktu selalu ada pembeli datang. Walaupun ukuran toko ini terbilang sedang, tetapi peminatnya begitu banyak. Mira menjelaskan apa yang di perlukan sembari melayani para pembeli, aku pun mendadak langsung ke tahap praktek karena pembeli yang datang cukup banyak.
"Baik, penjelasannya cukup di sini aja.. tadi Bang Luki terbilang mahir saat berhadapan langsung sama pembeli.. apakah Bang Luki ada pertanyaan ?", ujar Mira terlepas dari para pembeli.
"Ah makasih, untuk sekarang sih enggak ada..", ujar ku.
Waktu pun sudah menunjukkan 17.40 sore, aku pun bersiap - siap untuk pulang.
"Bang Luki, mau ikut makan malam bersama ?", ajak Mira.
"Makasih ajakannya, mungkin di lain waktu..", ujar ku.
"Kalau begitu ini kue buat Bang Luki..", ujar Mira sambil menyuguhkan sekotak kue kepada ku.
"Eh tapi ?! Enggak perlu repot - repot..", saut ku.
"Enggak apa - apa, anggap aja sebagai imbalan udah bantu - bantu tadi, ini sangat enak lho..", jelas Mira.
"Lho Luki ? Ada apa ?", tanya Hana.
"Ini, ada sedikit cemilan buat kamu..", ujar ku sembari menyuguhkannya pada Hana.
"Kue ?! Uwahhh.. kelihatannya sangat enak, makasih..", balas Hana terlihat senang.
"Oh iya, ayo masuk ke dalam Luki, kita nikmati bersama..", sambung Hana sembari menarik ku ke dalam.
"Eh tapi ?!", saut ku.
"Enggak ada tapi - tapian..", balasnya.
Aku pun masuk ke dalam dan Hana menutup pintu rumahnya. Hana pun menyuruh ku untuk duduk dan dia pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan kue nya. Tak lama kemudian Hana pun datang dengan membawa kue tadi dan minuman. Hana pun meletakkannya di meja dan ikut duduk di sebelah ku.
"Ayuk dimakan, apa perlu di suapin ?", ujar Hana dengan lugu.
"Dengan senang hati..", balas ku tanpa pikir panjang.
"Ehh ?! Tadi cuma bercanda..", ungkap Hana dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Ah kalau begitu enggak usah aja..", saut ku.
"Jangan ! Ini..", balas Hana sembari menyuguhkan sesendok kue pada ku.
Aku pun mulai melahapnya, terlihat wajah Hana memerah dan kami pun sejenak saling menatap. Tak lama kami pun tersadar dan Hana pun memalingkan wajah merahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.
"Ba.. bagaimana kue nya ?", tanya Hana.
"Enak..", balas ku.
Hana pun mulai ikut memakan kue tersebut, namun sedikit terburu - buru. Aku pun melanjutkan memakan kue tersebut. Setelah beberapa saat, aku menoleh ke arah Hana.
"Hana..", saut ku sembari mengarahkan tangan ku ke wajahnya dan mengusap di sekitar pinggiran bibirnya menggunakan ibu jari ku dengan lembut.
"Eh ?!", kejut Hana.
"Ini.. ada sisa kue menempel..", ungkap ku sembari memakan sisa kue yang ada di ibu jari ku dari sekitar pinggiran bibirnya tadi.
"Ehh.. ehhhh ?!!", kejut Hana dengan wajah yang makin memerah.
"Ah sial, aku spontan melakukan nya..", gumam ku dalam hati.
Suasana pun sejenak jadi canggung setelah kejadian barusan. Aku berusaha mencari topik pembicaraan untuk menghilangkan suasana yang sedang canggung ini namun tak terpikirkan sama sekali.
"Ah soal kuenya, dimana kamu membeli kue seenak ini ?", ujar Hana duluan.
"Fiuh, melegakan udah ada topik untuk di bahas..", gumam ku dalam hati.
"Ini enggak ku dapat dari membeli, tapi di berikan dari toko kue tempat ku mulai bekerja besok..", ungkap ku.
"Eh, kamu akan bekerja ?", balas Hana.
"Iya.. itu di lakukan mulai sore hari dari hari Senin sampai dengan hari Jum'at.. untungnya pekerjaannya enggak terlalu berat dan enggak memerlukan tenaga besar, jadi aku masih sanggup.. soalnya aku harus memenuhi kebutuhan sehari - hari..", jelas ku.
"Begitu ya.. jangan terlalu memaksakan diri..", ujar Hana.
"Tentu, makasih..", balas ku.
"Ngomong - ngomong di mana tempatnya ?", tanya Hana dengan rasa penasaran yang cukup tinggi.
"Hana enggak tau juga enggak apa - apa kan..", saut ku.
"Di mana ?!", saut Hana sembari memandang ku dengan tajam.
"Di toko kue sepanjang jalan menuju ke sekolah, itu satu - satunya toko kue di sekitar sini..", jawab ku dengan pasrah.
__ADS_1
"Baiklah.. sesekali aku akan mampir..", ujar Hana seketika kembali senang.
Setelah berbincang dan menikmati kue bersama - sama, aku pun pamit dan beranjak pulang. Aku yang cukup lelah hari ini segera pergi mandi dan menyiapkan makan makan. Kemudian selepas semuanya selesai, aku pun bergegas tidur untuk melanjutkan kegiatan pada esok hari.