Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 8. Ratu Masakan


__ADS_3

Hari yang ditentukan pun tiba, berhubung sekolah libur setiap hari Sabtu dan Minggu, pagi ini aku tetap pergi ke sekolah untuk melihat - lihat Klub Extrakurikuler yang wajib di ikuti murid dan di berikan waktu selama seminggu untuk memilih yang berarti hari Senin besok adalah keputusannya.


Setelah dipikir - pikir aku bersekolah sudah hampir seminggu, aku pun segera memikirkan untuk mencari uang tambahan dengan bekerja sampingan untuk menambah uang jajanku karena uang dari orang - orang yang membantu ku saat itu hampir habis. Aku sangat bersyukur dengan bantuan mereka, yang bisa ku lakukan pada mereka saat ini hanyalah berterima kasih.


Sesampainya di depan gerbang sekolah, aku melihat seorang siswi sedang kerepotan membawa barang - barangnya. Aku pun segera datang membantu.


"Akan ku bantu..", ujarku sambil membawa sebagian barang - barang miliknya.


"Ah maaf, itu sangat membantu..", balasnya.


Aku pun berjalan sembari mengikutinya. Terlihat barang - barangnya terdapat sayuran. Aku berpikir apa yang akan dia lakukan dengan sayuran - sayuran ini. Dalam perjalanan kami tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Tiba - tiba ada seorang siswa berlari dengan cepat menuju ke arah ku. Saat semakin mendekat terlihat seorang siswa itu adalah Dion. Dia berlari sambil memelototi ku. Setelah sampai, Dion seperti sedang kecewa terhadapku.


"Woi Luk ! Siapa cewek ini ?! Aku pikir kita sahabat sejati, tapi kenapa kau sudah memiliki seorang pacar !! Dan lagi dia sangat cantik !", ungkapnya sembari menangis dan memegang kerah bajuku.


Aku pun cukup kesal dengan tingkah Dion, tapi bagaimana pun dia sudah menjadi teman pertama ku di sekolah. Sejenak aku menatap siswi itu, dan ternyata benar yang di katakan Dion bahwa dia sangat cantik. Tiba - tiba siswi itu memalingkan wajahnya tersipu malu. Siswi itu sadar kalau aku sedang menatapnya dan membuat ku tidak enak terhadapnya. Aku pun segera menjelaskannya pada Dion.


"Woi tenang dulu.. dia hanya seseorang yang sedang ku bantu.. kau nggak liat aku sedang apa ?", jelasku.


"Benarkah ?", balas Dion sembari melepaskan tangannya yang memegang kerah bajuku.


"Iya, dia membantu ku saat sedang kerepotan membawa barang - barang ini.. maaf sudah membuat salah paham..", balas si siswi itu.


"Oo begitu ya.. ternyata kita memang sahabat sejati.. tidak mungkin kau punya pacar selagi aku belum punya, ya kan ? Hahaha..", ujar Dion dengan wajah soknya.


"Ni anak sekali - kali minta di hajar..", gumamku dalam hati.

__ADS_1


"Ngomong - ngomong, boleh aku tau siapa nama mu ?", tanya Dion pada siswi itu dengan wajah sok gantengnya.


"Nama ku Liliana Anggita, kelas 2B..", jawabnya dengan malu.


"Ehhhhh.. kelas 2 ?!!", serentak aku dan Dion kaget.


"Perkenalkan namaku adalah Dion Putrawira, kelas 1C.. maaf atas ketidaksopanan ku tadi..", kembali lagi Dion memperkenalkan dirinya dengan wajah sok gantengnya.


"Ya ampun.. ni anak nggak ada jera nya soal cewek.. palingan kalau ada cewek cantik lainnya bakal noleh pergi..", gumamku dalam hati.


"I..iya, salam kenal", balas Liliana merasa terganggu.


Tak berapa lama, ada seorang siswi dari kejauhan memanggil dan melambaikan tangannya ke arah sini. Tetapi siswi itu sepertinya terlihat sangat kesal akan sesuatu.


"Hoi, liat kesana.. ada seorang siswi melambai ke arah sini..", ujarku kepada mereka berdua.


"Uh, dia manager klub sepak bola ku.. dia itu cantik, tapi dia terlalu suka memarahi ku.. dia merekrut ku karena dia bilang aku memiliki potensi untuk bermain sepak bola saat aku tidak sengaja melihatnya dan mengajaknya berkenalan.. tetapi saat aku sudah bergabung dia menyuruhku lari sepanjang hari dan mengatakan hal yang gila bahwa mereka akan menjuarai tournament - tournament yang akan datang, jadi aku kabur sejenak untuk beristirahat.. sepertinya waktu ku sudah habis, sampai jumpa di akhirat..", ungkap Dion dengan wajah putus asa.


"Ternyata karmanya sudah mulai terlihat..", gumamku sembari tersenyum jahat.


Saat itu juga aku melihat Dion di jewer dan di ceramahi. Aku merasa kasihan terhadapnya.


"Maaf soal tadi, dia memang seperti itu orangnya..", ujarku.


"Enggak apa - apa, saat ada yang mengajak ku ngobrol itu membuatku senang karena selama ini tidak ada yang mau mengajakku ngobrol selain ketua klub ku..", jawabnya dengan sedikit senyum kecil.


Kami pun melanjutkan perjalanan yang tertunda cukup lama. Sesampainya di depan sebuah ruangan, itu menjawab apa yang ada di pikiranku tentang sayuran yang ada di dalam barang - barang ini. Ruangan ini adalah sebuah klub untuk memasak.

__ADS_1


Aku pun di suruh untuk masuk, terlihat seisi ruangan yang bersih dan banyak perlengkapan dapur yang terawat dengan baik. Dia mengarahkan dimana barang yang mesti diletakkan. Setelah kami membereskan barang - barang tersebut, dia pergi sejenak ke ruang kecil dan mengatakan kepadaku untuk jangan pergi dulu. Aku pun menunggunya sambil melihat - lihat seisi ruangan tersebut kecuali satu ruangan kecil yang dia masuki tadi dan tak lama dia pun keluar.


"Maaf menunggu..", ujarnya keluar dengan menggunakan pakaian memasak.


"Ternyata di ruangan itu dia sedang berganti pakaian, apa dia tidak takut apabila aku mengintip ? Untung saja aku tidak berpikir untuk melihat ruangan kecil itu tadi..", gumamku dalam hati.


"Sebagai tanda terima kasih ku, aku akan memasakkan sesuatu buat mu..", ujarnya sembari menyiapkan perlengkapan memasak.


"Ah, tidak perlu repot - repot.. sungguh..", jawabku.


"Aku merasa tidak enak jika tidak membalas kebaikan mu, sepertinya kamu belum sarapan pagi ini.. tunggu saja..", jelasnya.


"Baiklah..", jawabku pasrah.


Aku pun menunggunya selesai memasak, lagian aku datang ke sekolah hari ini untuk memutuskan masuk ke klub mana yang akan ku pilih. Saat aku melihat cara dia memasak, aku terkesan akan keterampilannya. Sepertinya dia berlatih dengan sangat baik hingga memiliki keterampilan sebagus itu.


Setelah beberapa lama, tercium sebuah aroma yang sangat menggugah selera makan. Akhirnya dia pun selesai dan menghidangkan makanan tersebut. Terlihat masakannya adalah nasi goreng yang tidak biasa. Terdapat rempah - rempah dan hiasan tambahan yang tidak ku ketahui terhadap makanan hasil masakannya tersebut.


"Baiklah, kalau begitu akan segera ku makan.. selamat makan !", ucapku sembari melahap makanan tersebut.


Tiba - tiba aku keterusan makan makanan itu tanpa berhenti. Makanan itu benar - benar sangat enak, aku tidak bisa mengatakan hal lain selain enak. Akhirnya aku melahap semua makanan yang ada di piring itu tanpa sisa. Dia melihatku dengan senang saat aku menghabiskan masakannya, aku pun merasa malu.


"Maaf aku menghabiskannya dengan cepat, ini benar - benar sangat enak seperti menerima berkah dari seorang ratu..", ujarku.


"Tidak apa - apa, kamu berlebihan.. entah kenapa banyak yang memanggil ku dengan sebutan ratu, tapi aku senang kamu menikmatinya.. terima kasih..", balasnya dengan senyuman yang manis.


Aku senang bisa menikmati makanannya yang sangat enak, apalagi ditutup dengan senyuman manis darinya.

__ADS_1


__ADS_2