Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 17. Keluarga


__ADS_3

Muncul seorang wanita yang berparas cantik keluar dari dalam rumah. Tiba - tiba dia tersenyum pada ku dan sejenak aku pun terpesona padanya.


"Apa mungkin kamu Luki ?", ujarnya.


"Ah, iya benar..", jawab ku sembari kebingungan karena mengetahui nama ku.


"Pasti mau menjenguk Putri ya.. masuklah terlebih dahulu.." ujarnya sembari mempersilahkan ku untuk masuk ke dalam rumah.


"Baiklah, permisi..", jawab ku sembari masuk.


"Duduklah.. Putri sedang pergi keluar mencari udara segar, padahal tadi dia sedang tidak enak badan.. mungkin sebentar lagi dia kembali.. jadi tunggulah..", ujarnya sembari pergi ke bagian dalam rumah.


"Baiklah..", jawab ku.


"Dia benar - benar sangat cantik, apakah dia kakak atau sepupunya Putri ya..", gumam ku dalam hati.


Aku pun menunggu Putri kembali. Setelah menunggu sekitar 10 menitan, pintu depan pun terbuka.


"Aku pulang !", ujar Putri.


"Selamat datang..", saut wanita itu sembari membawa segelas minuman dan menyuguhkannya kepada ku.


"Ehh Luki ?! Kenapa kamu ada di sini ?", saut Putri terkejut melihatku.


"Tentu saja aku datang untuk menjenguk mu..", balas ku.


"Benar, dia sampai datang untuk menjenguk mu loh..", ujar wanita itu sembari duduk tepat di sebelah ku.


"Mama !! Menjauh dari Luki !", teriak Putri.


"Ehhh Mama ?! Aku pikir dia adalah kakak atau sepupu mu karena terlihat masih sangat muda..", saut ku dengan sangat terkejut.


"Ya ampun, makasih banyak.. kalau begitu perkenalkan, aku adalah Mamanya Putri, Dhina Anastasya..", ujar Mamanya Putri sembari menempel pada ku.


"Mama, berhentilah menggoda Luki !", saut Putri dengan kesal.


"Iya.. iya baiklah..", saut Mama Dhina sembari menjaga jaraknya.


"Salam kenal.. Saya Luki Sakti..", ujar ku.


"Sudah tau.. Putri selalu membicarakan mu terus..", ujar Mama Dhina.


"Mama ?!!", teriak Putri dengan kesal dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Ayo kita pergi ke kamar ku aja !", ujar Putri sembari menarik ku untuk ikut bersamanya.


"Kalau begitu nikmati waktu kalian..", saut Mama Dhina.


Aku pun mengikutinya menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar Putri, aku terkejut melihat kamarnya yang di hiasi dengan banyak boneka.


"Kenapa kamu melamun begitu ? Duduklah di mana kamu suka..", ujar Putri.


"Ah, tentu..", balas ku.


Suasana pun menjadi hening, aku sekarang berada di dalam 1 ruangan bersama seorang wanita dan membuat ku sedikit gugup.


"Makasih udah mau menjenguk ku..", ujar Putri.


"Sama - sama, syukurlah kamu udah terlihat baik - baik aja..", balas ku.


"Tadi itu benar - benar mengejutkan.. aku tak menyangka dia adalah mama mu..", ujar ku.


"Ah ini pertama kalinya kamu melihatnya ya.. walaupun saat SMP kamu udah beberapa kali main ke rumah ku yang dulu, orang tua ku selalu tidak ada di rumah.. dia saat ini sedang mengambil cuti..", ujar Putri.


"Begitu ya..", balas ku.


"Aku juga ingin berterima kasih saat kamu berada di rumah ku kemarin, repot - repot membuatkan ku sarapan pagi dan juga membersihkan seisi rumah.. sepertinya aku benar - benar terlelap dalam tidur..", sambung ku.


"Bagaimana makanannya ?", tanya Putri.


"Tentu saja sangat enak..", jawab ku.


"Syukurlah..", balasnya lagi.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Putri pun membukakan pintu tersebut dan ternyata itu adalah Mama Dhina.


"Luki, bagaimana kalau kamu ikut makan malam bersama kami ?", ajak Mama Dhina.


"Jika tidak merepotkan, dengan senang hati..", jawab ku.


"Kalau begitu aku akan membantu Mama ku, kamu tunggu saja di sini..", ujar Putri.


"Baiklah..", balas ku.


Aku pun menunggu di kamar Putri. Terlihat beberapa novel, sembari menunggu aku pun membaca salah satu novel miliknya. Aku terkejut dia menyukai kisah tentang seorang pahlawan. Setelah cukup lama menunggu, Putri pun kembali dan memberitahukan bahwa makanannya sudah siap.


Sesampainya di ruang makan, terlihat cukup banyak makanan yang di sajikan. Aku pun segera ikut duduk. Kami pun berdo'a dan mulai menyantap makanan - makanan tersebut.

__ADS_1


"Emm ini sangat enak..", ujar ku dengan lahap menyantap makanan - makanan tersebut.


"Syukurlah, hampir semua makanan ini buatan Putri.. Putri selalu mengatakan bahwa kamu sangat menyukai makanan buatannya..", ujar Mama Dhina.


"Mama ?! Jangan membuat ku malu..", saut Putri dengan wajah memerah.


"Itu benar, mau berapa kali saya makan tetap saja sangat enak..", ujar ku.


Kami benar - benar menikmati makan malam tersebut. Setelah selesai dan membereskannya, aku dan Putri menuju ke ruang tamu. Terlihat masih terdapat minuman yang di suguhkan oleh Mama Dhina, aku pun meminumnya.


"Aku hampir lupa, ini cemilan yang ku bawa..", ujar ku sembari memberikannya pada Putri.


"Baiklah, makasih.. akan aku makan nanti..", ujar Putri.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.40 malam, aku pun bersiap - siap untuk pamit pulang. Tak lupa Putri mengantarkan ku ke depan rumah.


"Sampai besok..", ujar ku.


"Sampai besok juga..", balas Putri.


Aku pun beranjak pergi dari rumah Putri. Tak ku sangka akan bertemu dengan salah satu orang tuanya.


"Makan malam bersama keluarga ya.. aku merindukannya..", gumam ku dalam hati.


Saat dalan perjalanan, terlihat bintang - bintang bersinar dengan sangat indah di langit. Aku pun sejenak melihat keindahan tersebut untuk menutupi kesendirian ini. Tak lama kemudian aku pun bergegas kembali. Sesampainya di rumah, aku pun segera mandi dan memutuskan untuk langsung pergi tidur.


Keesokan harinya, aku berangkat ke sekolah seperti biasanya. Terlihat Hana sudah berangkat lebih dahulu. Aku sangat ingin berjalan berdua dengannya, tetapi jam bangun ku tak bisa lebih cepat lagi. Jika aku bangun terlalu awal, kemungkinan terbesar aku akan sangat mengantuk saat jam pelajaran berlangsung.


Saat dalam perjalanan, aku melihat brosur di sebuah toko kue yang sedang mencari pekerja sambilan. Dalam brosur tersebut, tertulis mencari seorang pekerja laki - laki untuk menjadi kasir dan untuk info lebih jelas bisa di tanyakan langsung kepada pemilik toko. Tetapi berhubung waktu tak mencukupi, aku pun memutuskan untuk melanjutkannya selepas pulang sekolah.


Sesampainya di sekolah, terlihat Dion sudah menunggu ku. Kami berdua pun masuk bersama - sama.


"Luki, hari Minggu nanti kau ada waktu luang ?", tanya Dion.


"Untuk sekarang sepertinya ada, kenapa ?", saut ku.


"Aku ada pertandingan persahabatan dengan sekolah lain, datanglah untuk menonton ku..", ujar Dion.


"Tentu, kenapa tidak..", balas ku.


"Wuohh, tak ku sangka akan menerima jawaban 'iya' secara langsung tanpa hambatan.. ini baru sahabat sejati ! Aku akan memenangkannya !!", saut Dion terlihat bersemangat.


Tak lama kemudian bell pun berbunyi dan kami kembali ke kelas masing - masing. Saat aku memasuki kelas, terlihat Putri sudah berada di kelas. Aku senang melihatnya sudah kembali masuk ke sekolah. Kami pun memulai jam pelajarannya.

__ADS_1


__ADS_2