Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 23. Pertandingan Sepak Bola (3)


__ADS_3

"Ter.. Tertangkap !!!", teriak komentator pertandingan.


Hening~


Hening~


"Maju !", teriak ku sembari melempar bola dengan cepat.


"Sungguh tidak di sangka.. bola yang seharusnya di tendang barusan itu hampir mustahil untuk di jangkau, tapi siapa sangka bahwa kiper itu mampu menangkapnya dengan mudah.. tendangan itu adalah tendangan pemain andalan yang selalu mencetak gol selama berada di pertandingan tingkat nasional tahun lalu.. terlihat para pendukung dari tim pemain andalan mereka hanya terdiam karena tendangan yang seharusnya mencetak gol di tangkap dengan mudahnya..", ujar komentator pertandingan.


"Gila, berhasil ?! Aku sendiri sampai terkejut, adrenalin ku memuncak !", gumam ku dalam hati tak sanggup menahan raut wajah senang.


Kali ini adalah serangan balasan dari tim ku. Aku hanya berharap mereka sanggup mencari celah tim lawan. Jika kami tak mendapatkan satu pun gol, maka aku tak tahu sampai kapan stamina ku sanggup untuk menahan tendangan mereka. Terutama kedua pemain penyerang tim lawan, mereka dengan mudahnya menerobos pertahanan tim kami semudah itu.


"Kali ini bola kembali di rebut, serangan cepat kembali datang.. apakah kali ini si kiper sanggup ?!", ujar komentator pertandingan.


"Sial.. mereka datang !", gumam ku dalam hati.


Berjarak sekitar 10 meter, mereka datang dengan cepat tanpa hambatan dari lini pertahanan kami. Drible yang sangat baik dan kombinasi yang cantik. Entah kenapa aku merasakan sensasi senang saat berhadapan dengan mereka, seperti rintangan yang wajib untuk ku lewati. Kedua penyerang tim lawan berada tepat di kiri dan kanan sisi gawang milik ku. Sebuah ayunan kaki mulai di gerakkan.


"Ini.. umpan ke sisi kiri !", gumam ku dalam hati dengan sigap mengamati pergerakannya.


"Sebuah umpan silang yang cantik !! Kali ini apakah akan berbuah sebuah gol ?! Lesatan sudah di tembakkan !!", teriak komentator pertandingan.


Hening~


Hening~


"Ter.. Tertangkap ?!! Lagi - lagi tertangkap !! Siapa kiper itu ?! Peluang yang tersia - siakan ! Si kiper sama sekali tak terkecoh oleh umpan silang yang sangat baik itu.. ini adalah kali kedua pemain andalan itu di buat tak berkutik.. sebuah duel 2 lawan 1, namun hasil yang terbalik..", ujar komentator pertandingan.


Sorak~

__ADS_1


Sorak~


"Hmmm ? Woi maju !!! Kenapa kalian ikut - ikutan bengong ?!!", teriak ku pada rekan setim ku.


Aku pun kembali melempar bola bersamaan dengan tim ku yang berlari maju. Selama penguasaan bola, tim kami kalah. Terlihat tim kami kesusahan untuk merebut bola. Bola demi bola yang menuju ke arah gawang ku, mampu aku tangani. Anehnya, aku seperti sedang meluapkan sesuatu yang menahan ku selama ini.


Priiiit~


"Kali ini pertandingan babak pertama telah berakhir.. para pemain keluar lapangan untuk beristirahat.. siapa sangka score pada pertandingan babak pertama ini adalah 0:0.. walaupun ini hanya pertandingan persahabatan, sulit sekali di bayangkan kalau pertandingan ini sangat menegangkan untuk di saksikan.. kita sendiri menyaksikan bahwa performa kiper itu yang mampu menahan tendangan demi tendangan dari kedua pemain andalan.. apakah di babak kedua nanti akan terjadi sesuatu ?! Mari kita nantikan sesaat lagi..", ujar komentator pertandingan.


"Ugh sial.. padahal baru babak pertama, tapi aku udah kelelahan seperti ini ?! Nafas ku tak teratur.. membaca pergerakan lawan benar - benar sungguh menguras pikiran dan membuat ku lebih cepat kehabisan stamina.. gawat..", gumam ku dalam hati.


Tiba - tiba rekan setim ku berkumpul di hadapan ku yang sedang duduk. Terlihat wajah mereka sangat serius. Aku pun menghela nafas dengan perlahan - lahan beberapa kali. Setelah itu aku pun berdiri di hadapan mereka. Aku sangat mengerti apa yang mereka inginkan. Ya, mereka ingin aku untuk mengatakan sesuatu kepada mereka dengan lantang. Kata - kata yang sangat mereka butuhkan.


"Apakah hanya ini kemampuan kalian ?!! Di mana kepercayaan diri kalian saat mengatakan akan mencetak gol ?!! Jika tujuan kalian adalah ke tingkat nasional, maka menangkanlah pertandingan ini walaupun hanya pertandingan persahabatan !!! Selama kalian belum mencetak gol, maka tak akan ada satu pun gol yang akan ku berikan pada tim lawan !!! Sekarang lampauilah batasan kalian !!!", teriak ku dengan lantang.


"Ohhh !!!", saut mereka bersamaan.


"Kenapa Kak Na senyum - senyum begitu, apa selucu itu perkataan ku ?", tanya ku.


"Hmph ! Enggak juga..", ujar Kak Na dengan tawa kecilnya.


"Ngomong - ngomong coba kamu lihat di bangku tim lawan..", ujar Kak Na.


"Memangnya kenapa ?", ujar ku sambil menoleh.


"Pufffttttt ?!! Me.. Mereka..", kejut ku saat melihat mereka.


"Benar, mereka terlihat kesal karena mendengar perkataan mu barusan dengan sangat percaya diri..", ujar Kak Na dengan tawa kecilnya lagi.


"Ugh sial, aku malah menyulut api yang tak seharusnya..", gumam ku dalam hati.

__ADS_1


"Sudahlah, lakukan saja dengan cara mu..", ujar Kak Na sembari mengelap wajah ku dari keringat.


Cuit, Cuit~


Cuit, Cuit~


Terdengar cuitan dari rekan setim ku saat melihat Kak Na sedang mengelap wajah ku dari keringat. Tiba - tiba wajah Kak Na memerah. Saat itu juga sebuah pukulan mengarah ke perut ku dengan keras.


"Huekk..", saut ku menerima pukulan itu.


"Hmph ! Jangan salah paham..", saut Kak Na sembari mengalihkan pandangannya.


Setelah berakhirnya sesi istirahat, para pemain kembali ke lapangan. Kali ini tim kami yang akan membawa bola. Terdengar penonton kembali bersorak dengan keras. Kemudian peluit tanda di mulainya pertandingan babak kedua sudah di bunyikan.


Tim kami memulainya dengan baik, selangkah demi selangkah untuk maju. Dion mulai bersiap, rekan setim ku yang sadar memberikan umpan terobos. Dion pun berhasil mendapatkan bolanya. Dia mencoba menggiring bola sedekat mungkin dengan goal box. Posisinya sudah terbilang sangat nyaman untuk menembak.


"Ya kali ini adalah sebuah serangan balasan.. tanpa sedikit pun halangan sebuah lesatan tembakan yang keras di arahkan ! Apakah gol ?!", teriak komentator pertandingan.


Dung~


"Ah sayang sekali membentur tiang gawang.. bola memantul tepat di kotak penalti.. siapakah yang akan mendapatkannya ?! Bola melambung tepat di tengah - tengah kerumunan pemain yang sedang berusaha mendapatkan bola.. beberapa pemain mencoba melompat untuk meraihnya.. bola di sundul dan ?!!", ujar komentator pertandingan.


"Yeah Dion mendapatkannya !", gumam ku dalam hati.


"Sebuah sundulan mengarahkan bola ke sudut gawang !! Apakah gol ?!", ujar komentator pertandingan.


"Tertangkap !!!", ujar komentator pertandingan.


"Sudah ku duga, tak semudah itu untuk mencetak gol ke gawang mereka..", gumam ku dalam hati.


"Yah sayang sekali masih terjangkau oleh kiper.. para pemain mulai kembali ke posisinya.. tendangan keras di lancarkan oleh si kiper menuju ke tangah lapangan.. kali ini kembali di terima oleh pemain andalan.. dengan cepat berlari menggiring bola menuju kotak penalti..", ujar komentator pertandingan.

__ADS_1


"Mereka datang !", gumam ku dalam hati bersiap untuk kembali menghadapi mereka.


__ADS_2