Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 14. Malam Yang Panjang (2)


__ADS_3

Setelah menikmati makanan tersebut, aku pun membereskan piring dan gelas untuk di bawa ke dapur. Putri pun ikut membawa piring dan gelas miliknya. Sesampainya di dapur, aku berniat mencuci piring dan gelasnya. Akan tetapi, Putri menolak dan ingin mencuci miliknya sendiri.


"Kamu udah membuatkan makanan yang enak ini buat ku.. jadi setidaknya piring dan gelas ini biarkan aku yang mencucinya..", ujar Putri sembari memulai untuk mencucinya.


"Baiklah, makasih..", balasku sembari membiarkannya mencuci piring dan gelasnya sendiri.


"Kalau di ingat - ingat, dulu aku hampir sering main ke rumah mu ya..", sambungku lagi.


"Kenapa tiba - tiba mengatakan hal seperti itu ?", balas Putri sembari melirik ku.


"Soalnya dulu setiap kali aku main ke rumah mu, yang ku nantikan adalah memakan makanan buatan mu yang sangat enak itu.. aku jadi ingin memakannya lagi..", ujarku sembari membayangkan memakan makanan - makanan yang sangat enak itu.


"Hah ?! Jangan membuat ku malu !", saut Putri sembari menyipratkan air keran ke arah ku.


"Hei pakaian ku nanti jadi basah ni..", sautku sembari menghindari cipratan air darinya.


"Biarin.. hmmph !", balasnya dengan wajah yang terlihat kesal.


"Apakah segitu inginnya kamu memakan makanan ku itu lagi ?", gumamnya dengan suara yang kecil.


"Tentu saja, itu benar - benar sangat enak.. aku sampai tak bisa melupakan rasanya.. bikin kangen..", balasku berharap bisa menikmati rasanya lagi.


Entah kenapa dia terdiam dan memperlihatkan senyum kecilnya itu. Setelah kami menyelesaikannya, kami kembali ke ruang tamu.


"Ah benar, apa kamu udah memberitahukan ke orang tua mu soal ini ?", tanya ku hampir kelupaan.


"Ah.. soal itu enggak perlu khawatir.. kedua orang tua ku saat ini sedang berlibur ke luar kota..", ujarnya.


"Apa itu mengganggu mu kalau orang tua ku tak mengijinkannya ? Tenang aja.. kalau pun harus ku beritahu, aku bisa mengatakan kalau aku bakal menginap ke rumah teman sesama cewek..", ujarnya lagi dengan sangat tenang tanpa masalah.

__ADS_1


"Ya bukan seperti itu juga maksud ku..", balas ku.


Kami pun melanjutkan untuk menonton televisi. Kemudian aku mencoba mencari channel yang menarik untuk di tonton pada jam - jam segini. Saat pencarian, setiap channel yang aku pilih berisi tentang adegan pasangan yang sedang bermesraan. Aku pun terus mencari dan mencari tetapi hasilnya tetap saja tontonan seperti itu. Aku mulai keringat dingin dan kemudian memutuskan untuk mematikan televisi tersebut.


"Ada - ada saja tontonan malam ini, jadi aku matikan ya..", ujar ku.


Aku pun menoleh ke arah Putri karena dari tadi dia tidak merespon. Tak di sangka, wajahnya memerah karenanya. Aku pun mencoba mengalihkan pandanganku.


"Padahal hujan tapi kenapa panas ya..", ujar ku untuk mencairkan suasana tapi malah membuatnya jadi semakin canggung.


"Be..begitulah..", balas Putri.


Tak terasa waktu benar - benar sudah larut malam, aku pun memberitahu Putri untuk segera tidur ke kamar ku berhubung ruang kamar lainnya tak memiliki tempat tidur selain ruang kamar milik ku.


"Lalu kamu akan tidur dimana ?", tanya Putri.


Putri pun beranjak dari sofa menuju ke kamar ku. Saat aku akan kembali menonton televisi, tiba - tiba Putri memanggilku. Aku pun menoleh, terlihat dia berhenti tepat di tengah anak tangga.


"Mau tidur bareng ?", ujarnya dengan tiba - tiba.


"Apa ini ?!", gumamku dalam hati sambil tertegun.


Putri pun berlari menaiki sisa anak tangga tersebut. Sesaat setelah melewati semua anak tangga tersebut, dia pun kembali turun.


"Bercanda !! Weeee..", ujarnya sambil menjulurkan lidah dan kembali menaiki anak tangga tersebut.


"Dasar.. bisa - bisanya dia mengatakan hal seperti itu di saat seperti ini.. aku benar - benar berpikir dia serius dengan perkataannya.. ah bukan berarti aku berharap bisa tidur bareng dengannya..", gumamku dalam hati merasa kesal.


"Aku akan mengunci pintu kamar mu untuk berjaga - jaga supaya kamu enggak macam - macam !", teriak Putri dari arah kamar ku.

__ADS_1


"Dasar.. lagi - lagi.. memangnya aku ini laki - laki apaan..", gumamku lagi.


Aku pun kembali menonton televisi. Setelah beberapa lama tak terdengar lagi suara darinya. Kemungkinan besar dia sudah tertidur. Waktu pun sudah menunjukkan dini hari, suasana sudah semakin dingin. Hujan pun belum ada tanda - tanda akan mereda.


Aku yang sudah mulai mengantuk pun memutuskan untuk segera tidur. Tak lupa televisi ku matikan. Pikiran ku jadi campur aduk dengan candaan yang dia berikan tadi, sampai pada akhirnya aku pun mulai terlelap dalam tidur.


Keesokan harinya aku pun terbangun. Saat terbangun aku terkejut sedang menggunakan selimut. Kemudian di meja depan ku terdapat sepiring makanan dan minuman yang masih hangat. Aku pun melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.52 pagi. Sepertinya Putri yang menyiapkan makanan dan minuman ini sebelum dia pergi. Saat bertemu di sekolah nanti aku akan berterima kasih padanya. Aku pun melihat ada selembar kertas terlipat yang terselip pada gelas minuman tersebut. Kemudian aku mengambil dan membukanya.


"Silahkan menikmati ! Dari Putri."


Aku pun tersenyum membacanya dan segera memakan makanan buatannya yang sudah lama tak ku rasakan itu.


"Sudah ku duga, masakan buatannya tetap saja masih sangat enak..", gumamku dalam hati sambil menikmatinya.


Setelah menghabiskan makanan tersebut, aku pun beranjak dari sofa menuju ke dapur dan mencuci piring dan gelas tersebut. Setelah itu aku menuju ke kamar ku. Terlihat kamar ku sudah tersusun rapi dan pakaian basah yang ku letakkan di keranjang sudah tidak ada. Aku pun menuju ke kamar mandi untuk memeriksanya. Benar saja, pakaian ku yang basah itu dan pakaian yang di kenakan olehnya semalam sudah tercuci. Berhubung aku masih merasa ngantuk, aku pun kembali memutuskan untuk tidur di sofa.


Ting, Tong~


Ting, Tong~


Tiba - tiba terdengar suara bunyi bell yang membuatku terbangun. Aku pun kembali melihat jam dinding dan waktu sudah menunjukkan pukul 13.10 siang. Bunyi bell tersebut tetap tak mau berhenti, aku pun bergegas beranjak dari sofa untuk melihat siapa yang datang bertamu.


Saat sudah berada di pintu, aku pun melihat dari layar cctv mini dan tiba - tiba membuat mata ku segar seketika. Aku pun segera membukakan pintu tersebut.


"Hana ?!", ujar ku.


"Selamat siang, Luki..", sapa Hana dengan senyuman.


Tetapi senyum itu berubah, Hana yang sedang memegang kantung belanjaan tiba - tiba menjatuhkannya dan tampak terkejut. Aku yang berada tepat di depannya kebingungan. Lalu Hana pun mengambil kembali kantung belanjaannya dan menarik ku masuk ke dalam rumah, tak lupa aku menutup pintunya. Kemudian dia membawa ku ke sofa dan menyuruhku untuk jangan bergerak. Setelah itu dia pergi menuju ke dapur. Aku tak tahu apa yang akan dia lakukan, jadi aku pun menurutinya.

__ADS_1


__ADS_2