
1 tahun yang lalu...
Di suatu malam, tepatnya pukul 20.34 malam di tahun 2024, terjadi sebuah kebakaran besar yang menghanguskan setidaknya 21 bangunan rumah padat penduduk dan korban jiwa yang sangat banyak. Banyak orang yang tidak percaya apa yang terjadi pada malam itu sesaat semua orang sedang tertidur. Tiba - tiba langit begitu terang berwarna merah seperti di neraka, semua berpikir apakah kiamat sedang terjadi. Jeritan dimana - mana dan semua orang di sekitar berbondong - bondong memadamkan api itu dengan susah payah.
Pagi hari pun tiba, semua yang berwarna - warni berubah menjadi hitam. Sejauh mata memandang hanyalah padang yang hitam. Petugas yang dibantu oleh warga sekitar kejadian mencari korban yang selamat. Mereka berpikir kemungkinan yang selamat sangatlah kecil, tetapi kemungkinan kecil itu benar - benar terjadi. Terdapat seorang anak remaja yang berhasil selamat dengan kemungkinan kecil itu. Ya, anak remaja itu adalah aku dan ini adalah kisah hidupku !
Kembali ke waktu sekarang...
"Ikut saya ke ruang konseling !" , kata guru itu dengan tegas.
"Eh.. ? Eeehhhhhhh.. ?!", jawabku sambil terkejut kebingungan.
"Tunggu dulu bu.. apa saya melakukan sebuah kesalahan ?", ujarku berkata.
"Tentu saja ! Kamu ribut sendiri dan menoleh kebelakang saat upacara sedang berlangsung, memangnya saya tidak lihat ?!", saut guru itu sambil membusungkan badan dan wajahnya ke arahku.
"Uwahhh.. jika dilihat dari dekat dia benar - benar sangat cantik.. dia berada di posisi yang tepat di bawah wajahku", gumamku dalam hati sembari terpesona melihatnya.
Terlihat jelas perbedaan tinggi kami yg hanya berbeda 10 cm saja.
"Tinggi ku saat ini sekitar 181 cm, berarti dia kurang lebih 171 cm. Untuk ukuran seorang wanita dia benar - benar ideal..", masih dengan gumamanku dalam hati.
Mata kami berdua saling menatap selama kurang lebih 8 detik dan tiba - tiba matanya perlahan menoleh ke arah samping. Terlihat wajahnya sedikit demi sedikit memerah.
"Jangan terlalu lama melihatku dong..", gumamnya dengan nada rendah sembari menahan malu.
Deg~
"Ah.. ini.. soalnya ibu terlihat sangat cantik..", jawabku sambil salah tingkah.
"Ehh.. ahh.. emm makasih..", sautnya sembari memperbaiki rambutnya dan tersenyum dengan lembutnya.
Deg~
Entah apa yang merasuki pikiranku, tiba - tiba...
"Ibu guru ! Jadilah pacarku !!", teriak ku dengan keras.
"Ah sial.. aku keceplosan..", kataku dalam hati dengan pucatnya.
Suaraku pun terdengar sepanjang lorong dan terlihat seluruh siswa disekitar kaget dan menyoraki ku.
"Buset tu anak berani nembak guru, apalagi guru yang paling cantik di sekolahan ini..", salah satu siswa berbisik - bisik.
"Iya gila banget, dia anak kelas 1 kan..", bisik siswa lainnya.
Bisik~
Bisik~
Bisik~
"Aaaaa.. berakhir sudah masa mudaku.. !" , gumamku dalam hati.
Aku pun segera sadar dan melihat ibu guru yang masih berada di depanku.
__ADS_1
"Eh..", sejenak aku kembali terpesona.
Saat ini terlihat dengan sangat jelas wajah merahnya sembari menahan sesuatu. Hanya aku yang saat ini benar - benar melihat wajahnya yang sangat cantik itu sedang menatapku. Kemudian dia pun tiba - tiba berbalik dan berlari pergi ke arah kantor.
"Apakah dia bidadari di dunia ini ?", gumamku.
"Tentu saja iya..", saut seseorang dari belakang berbisik ke telingaku.
Sejenak bulu kudu ku kembali merinding yang menandakan firasat buruk. Dan ternyata benar saja, orang yang belum ku kenal pada saat mengobrol di upacara tadi.
"Yo.. !", sapanya.
"Yo gundulmu..", sautku.
"Hahaha.. tadi itu keren sekali !", balasnya.
"Keren dari mana !?", sautku kembali.
"Aku pikir kau orang yang membosankan, tapi ga ku sangka di hari pertama sekolah kau membuat kehebohan seperti ini.. hahaha..", jawabnya.
"Benar.. aneh sekali ! Tiba - tiba aku mengatakan sesuatu seperti itu saat melihat guru itu, sepintas dalam pikiranku bahwa aku benar - benar ingin memilikinya.. hancur sudah masa mudaku..", jawabku dengan murung.
"Sudahlah.. ini juga bagian dari masa muda.. hahahaha.."
"Oh kita saat upacara belum saling kenal, namaku Dion Putrawira, aku di kelas 1C..", balasnya sambil mengulurkan tangannya.
"Ah.. namaku Luki Sakti, aku di kelas 1A..", balasku sambil menjabat tangannya.
"Wuihh liat ke arah kantin ada kakak kelas cantik banget..", kata Dion sambil melepas jabat tangan kami.
Ding, Dong~
Bunyi bel pun terdengar dan mengakhiri pembicaraan kami berdua. Kami pun bergegas kembali ke kelas masing - masing dan memulai pelajaran. Saat di kelas kami semua memperkenalkan diri, tentu saja aku sempat ditertawakan oleh teman - teman kelasku karena kejadian tadi pagi. Tetapi guru di depan keheranan dengan apa yang ditertawakan. Aku berpikir apakah akan terjadi masalah, ternyata tidak terjadi apa - apa sehingga pelajaran pun berlanjut tanpa kendala.
Selama pelajaran aku tidak melihat guru wanita itu terlihat masuk ke kelasku. Menurutku dia mungkin adalah guru bimbingan konseling makanya dia tidak ada masuk pada jam pelajaran.
Dong, Ding~
Setelah melewati beberapa kejadian, jam sekolah pun berakhir tepat pukul 14.20 sore. Kami di beritahu bahwa siswa wajib mengikuti klub extrakurikuler, jadi aku melihat - lihat sejenak klub sekolah yang ada.
1 jam kemudian...
"Uwahh udah jam segini, aku terlalu lama buat melihat - lihat klub sekolah..", sembari kembali ke dalam kelas untuk mengambil tas.
Aku bergegas pulang untuk kembali membereskan sisa barang - barang pindahan yang belum selesai aku rapikan.
Sesaat menuju gerbang sekolah...
"Yo Luki !", Dion berteriak memanggilku dari kejauhan.
"Oi, ad apa ?!", sautku.
"Mau ikut kumpul bareng kami ngga ?!", balasnya.
"Sorry ! Aku ada urusan jadi ngga bisa ikut kumpul !", balasku.
__ADS_1
"Ohh yaudah ! Sampai jumpa besok !!", sambil Dion melambai tangannya.
"Oke sampai jumpa juga !!", balasku dengan lambaian juga.
"Woah liat kakak - kakak kelas itu, deketin yuk !", Dion mengajak kawan sekitarnya.
"Gila tu anak.. liat cewe cantik dikit cepet nolehnya.." gumamku dalam hati keheranan.
Aku pun kembali melanjutkan perjalanan pulang dan tak lupa singgah ke mini market terdekat untuk sedikit membeli cemilan di jalan.
"Sepi juga ya jam segini ke arah rumah..", gumamku dalam hati.
Beberapa saat kemudian...
Guk, guk, guk~
Tiba - tiba dalam perjalanan aku mendengar suara anjing yang menggonggong dengan keras di Taman Kecil tak jauh dari rumahku. Aku sempat merasakan perasaan yang tidak enak dan segera mendekat ke arah suara anjing itu. Sesaat aku hampir mendekati suaranya, terlihat 3 ekor anjing sedang menggonggong ke satu arah dan aku terkejut ada seorang wanita yang ketakutan duduk menutupi kedua telinganya dengan tangan.
Segera aku bergegas menuju ke arahnya sembari melihat kanan kiri mencari sesuatu untuk mengusir anjingnya.
"Hush.. hush.. !!", akhirnya aku mencoba mengusirnya dengan tangan kosong.
Guk, guk, guk~
Guk, guk, guk~
Tiba - tiba kedua anjing melompat bersamaan menyerangku dan aku berhasil menangkis salah satunya, tetapi satunya menggigit tangan kananku.
"Aduh.. sakit !!", sautku menahan sakit sembari melepas gigitannya.
Emosiku pun memuncak dan segera bersiap untuk bertarung.
"Sini..! Sini kalian.. ! Kalo berani ayo sini maju.. !" gumamku dalam hati sambil mataku memelototi ketiga anjing itu.
Guk, guk, guk~
Sesaat ketiga anjing itu mundur perlahan seperti merasakan aura menakutkan dari dalam diriku dan lari pergi. Ya, aku tidak heran karena aku memiliki mata yang terbilang menakutkan. Aku pun berbalik untuk melihat keadaan wanita itu.
"Kamu ngga apa - apa nona ?"
"Apakah ada yang terluka ?", perlahan berbicara kepadanya sembari khawatir apabila terjadi sesuatu.
Kemudian wanita itu perlahan menunjukan wajahnya ke arahku, terlihat air matanya keluar.
"Eh.."
"Bu.. bu guru ?!", sambil ku terkejut setelah melihat wajahnya.
Bruk~
Tiba - tiba bu guru memelukku hingga membuatku sedikit terdorong kebelakang dan dia pun segera melepaskan tangisannya.
"Huwaahh.. huwaaa.. aku takut..", sautnya sambil mengusap - usap wajahnya yang cantik itu ke badanku.
"Yosh.. yosh udah ngga apa - apa sekarang.. udah ngga ad yang perlu ditakuti lagi..", sambil tangan kanan ku mengelus kepalanya untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Huwaaa.. huwaaa..", lanjut tangisannya.