Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!

Guruku Yang Cantik Itu, Tetanggaku ?!
Bab 5. Dua Jalan


__ADS_3

Keesokan harinya, aku merasa lebih baik. Aku pun segera bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah. Mengingat kejadian semalam, aku berusaha supaya tidak terlalu memikirkannya. Setelah selesai bersiap - siap aku pun keluar dari rumah. Kemudian hal tak terduga terjadi, dia pun juga keluar dari rumahnya tepat bersamaan denganku. Kami pun saling memandang, tapi aku segera memalingkan wajah dan bergegas pergi.


Dalam perjalanan, terpintas perasaan tidak enak karena tiba - tiba aku langsung pergi tanpa menyapa. Tak lama aku pun hampir sampai di sekolah. Terlihat seorang laki - laki menungguku di gerbang. Saat mendekat ternyata orang itu adalah Dion sesuai dengan perkiraanku.


"Yo.. !", sapanya.


"Pagi sekali kau datang.. ah pasti kau sedang mencari pemandangan para cewek kan ?", balasku.


"Wow hebat ! Bagaimana kau tau ?! Padahal kita baru kenal..", jawabnya sambil terkejut.


"Terlihat jelas dari sifat kau..", ujarku.


"Hahaha.. sepertinya kita akan jadi sahabat yang sangat dekat..", sautnya sambil merangkul ku.


"Jangan membuat bulu kudu ku merinding karenanya..", balasku.


"Hahaha..", tawanya sembari berjalan menuju kelas bersama - sama.


"Ngomong - ngomong kenapa kau tidak masuk kemaren ?", tanyanya penasaran.


"Kemaren aku demam..", jawabku.


"Padahal ku pikir kau tidak akan pernah sakit terlihat dari tubuh kau yang fit itu..", balasnya.


"Aku juga manusia yang bisa sakit.. bahlul..", balasku.


"Lalu perban yang ad di tangan kanan kau itu apa ?", tanyanya lagi.


"Ah ini, ada deh..", jawabku.


"Jangan - jangan luka memperebutkan cewek ya.. ? Hahaha..", ujarnya.


"Ah benar isi pikiran kau cuma cewek semua.. lupa aku..", sautku.

__ADS_1


"Hahaha..", tawanya lagi sedikit lebih lantang.


Ding, Dong~


Bel pun berbunyi dan kami pun berpisah masuk ke kelas masing - masing. Saat akan memulai pelajaran, guru kami mengatakan bahwa akan ada siswi pindahan. Aku berpikir kenapa tidak mendaftar masuk saja daripada pindah sekolah karena berhubung ini masih hari ketiga. Kemudian guru itu pun memanggil siswi pindahan itu untuk masuk.


Beberapa saat siswi pindahan itu pun masuk, di waktu yang sama siswa laki - laki berteriak dengan gembira dikarenakan siswi pindahan itu terlihat anggun dan berparas cantik. Guru pun mempersilahkan siswi pindahan itu untuk memperkenalkan diri. Sesaat sebelum memulai memperkenalkan diri, siswi pindahan itu menatapku sambil tersenyum dan aku pun terkejut penasaran apa maksud dari senyumannya itu.


"Perkenalkan, namaku adalah..", sebutnya belum selesai berbicara.


Aku pun sontak berdiri dari kursi, terlihat para teman sekelas ku melihat ke arahku dan aku teringat bahwa siswi pindahan itu adalah orang yang sangat - sangat aku kenal. Siswi pindahan itu pun kembali tersenyum kepadaku dan melanjutkan perkenalannya.


"Aku ulangi.. Perkenalkan, namaku adalah Putri Anastasya.. untuk 3 tahun kedepan mohon kerja samanya..", ujarnya.


Kemudian guru itu pun menunjuk ke arah meja kursi yang kosong tepat 2 baris di depan ku. Saat Putri menuju ke tempatnya, dia sempat tersenyum lagi kepadaku dan spontan aku mengalihkan pandangan ku. Tidak ku sangka bahwa sesuatu seperti ini bisa terjadi. Guru pun memulai kembali pelajarannya hingga tiba waktunya jam istirahat.


Saat jam istirahat, si Putri mulai di kerumuni oleh siswa dan siswi lain. Aku pun segera menuju ke kantin karena kerumunan itu benar - benar berisik dan buat sesak. Disaat akan menuju keluar kelas, aku sempat sedikit melirik si Putri dan ternyata si Putri sedang melihatku. Tetapi aku acuhkan saja dan bergegas pergi.


Sesampainya di kantin, aku pun bergegas membeli makanan dan minuman karena sebentar lagi jam istirahat sudah hampir selesai. Biasanya aku selalu membawa makanan dan minuman ini ke kelas, tetapi berhubung di kelas sedang ramai jadi aku memilih memakannya di tempat lain.


Setelah ku cari - cari akhirnya aku menemukan tempat yang bagus. Saat akan duduk tiba - tiba muncul guru cantik itu yang juga ingin duduk di situ.


"Ah..", saut kami secara bersamaan saat berpapasan ingin duduk.


"Luki juga mau duduk ?", tanyanya.


"Iya..", jawabku.


"Kalau begitu, bagaimana jika duduk bersama ?", ajaknya dengan wajah berharap.


"Ah.. baiklah, dengan senang hati..", jawabku.


Kami pun memakan makanan yang masing - masing kami bawa. Setelah menghabiskan makanan dan minuman tersebut, suasana menjadi hening.

__ADS_1


"Anu..", ujarku.


"Ya..?", sautnya.


"Saya ingin meminta maaf soal kejadian tadi pagi saat kita saling berpapasan di depan rumah dimana saya langsung pergi tanpa menyapa..", ujarku lagi.


"Ah yang tadi pagi ya, itu sedikit membuat kecewa karena kamu pergi dengan raut wajah yang terlihat kesal.. apakah ada yang mengganggu pikiranmu ?", balasnya dengan wajah cemberut.


"Soal itu, saat malam hari saya melihat seorang laki - laki yang memberikan serangkai bunga kepada ibu dan ibu pun terlihat sangat senang.. saya berpikir apakah dia itu mungkin.. ahh yang tadi itu lupakan saja.. kalau begitu saya pamit kembali ke kelas dulu..", balasku sembari akan segera pergi.


Tiba - tiba dia meraih tangan kanan ku dan mengatakan hal yang tidak terduga.


"Apa..apakah kamu..... cemburu ?", tanyanya.


Ding, Dong~


Bel tanda berakhirnya jam istirahat pertama pun berakhir. Saat itu aku benar - benar merasakan perasaan yang tidak karuan. Jantungku berdegup lebih cepat.


"Ah maaf..", lanjutnya sembari melepaskan tangannya dari tanganku.


"Jika ingin tau.. iya, itu benar..", jawabku.


Dia tidak berkata apa - apa lagi dan hanya terkejut mendengarnya. Aku pun pergi meninggalkannya dan kembali ke kelas. Saat aku tinggalkan, dia hanya menatap sembari melamun. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Lagi - lagi aku lupa menanyakan namanya.


Saat akan memasuki kelas, terlihat belum ada guru yang masuk. Tetapi terlihat ada si Putri yang sedang berdiri di depan pintu kelas seperti menunggu seseorang. Aku pun mengabaikannya dan melewatinya. Sesaat setelah melewatinya, dia mengatakan hal yang tidak terduga.


"Temui aku sepulang sekolah di Taman Kecil dekat dari sini..", bisiknya kepadaku tanpa terdengar oleh murid - murid di kelas.


Aku benar - benar terkejut mendengar itu dan kembali ke bangku ku. Dia pun menyusul duduk ke bangkunya. Tak lama guru pun datang dan memulai pelajarannya. Aku berpikir apa yang akan terjadi jika aku datang, apa yang akan dia lakukan kepaku. Rasa trauma ku seperti akan muncul kembali.


Pelajaran demi pelajaran pun selesai dan sudah waktunya pulang sekolah. Terlihat si Putri pergi duluan. Aku masih ragu dengan apa yang akan terjadi dan masih memikirkannya kembali. Setelah beberapa waktu, akhirnya aku putuskan untuk pergi ke tempat yang telah di tentukan itu.


"Baik atau buruk, akan aku hadapi !!", gumamku dalam hati sembari pergi.

__ADS_1


__ADS_2