Hanamizuki, Karena Bunga Tak Hanya Indah

Hanamizuki, Karena Bunga Tak Hanya Indah
Chapter 24: Epilog


__ADS_3

“Wah, kalian sangat membantu sekali, terima kasih banyak ya!”


Riri tersenyum cerah saat melihat ruangan peralatannya yang tadinya berdebu, berantakan dan tak terawat kini sudah lebih rapi. Buku-buku di raknya juga sudah tersusun rapi. Alstromeria, Elder, dan Typha tersenyum.


“Tidak sensei, kamilah yang harusnya berterima kasih padamu.”


Kata Elder menundukkan kepalanya. Riri yang melihatnya memiringkan kepalanya.


“Aku? Ah...aku gak melakukan apa-apa sama sekali, Camelyum malah terus melarangku, ahahaha—”


“Bukan karena itu! Sensei telah berjuang keras melatih kami agar bisa melaju dan menjadi pemenang dalam turnamen sihir antar kelas. Kami yang dari kelas E ini selalu berpikir pesimis, karena tak pernah sekalipun berhasil...”


“Uh...yah...aku tak banyak mengajarkan hal-hal penting untuk kalian...tapi aku senang jika kalian berhasil.” “...Riri-san...walaupun aku dan Alstromeria-san adalah pengawas keamanan, kami juga sering memperhatikan kelas E semenjak kedatanganmu. Menurut penglihatanku, kelas E sekarang ini jauh lebih baik saat bersamamu.”


Riri hanya mengelus leher belakangnya canggung.


“Riri...-sama...”


“Hei sudah kubilang jangan pakai -sama—”


“Kalau saja semua orang di kota Laurel mengetahui kehebatanmu yang sebenarnya, mereka pasti akan sangat menghormatimu...”


Riri hanya tersenyum, dia menepuk kepala Alstromeria dengan tangan kanannya.


“Aku tidak perlu hal-hal seperti itu, menjadi guru kalian saja sudah cukup merepotkan. Ahaha—”


“Riri-sama!”


“Ah ngomong-ngomong, aku akan memasak, kalian bisa pakai kamar mandinya untuk membersihkan diri selagi aku bersiap-siap!”


“T-tidak sensei! Kami kesini untuk membantu dan melayanimu seharian penuh, biar kami saja yang memasak! Benar kan Typha-chan? Alstro-san?”


Keduanya mengangguk bersamaan.


“Daripada itu, sensei bisa menunggu sambil membaca manga terbaru Mahou Shoujo Eriri-chan ini! Bagaimana?”


Dengan terang-terangan, Typha mengeluarkan satu buku komik dari balik bajunya yang masih tersegel alias edisi terbaru yang belum sempat Riri beli tempo hari.


“W-uaaaa!!!! K-k-kau *-*-*-Typha...k-k-kenapa kau bisa—”


“Tidak perlu malu, Riri-san, seorang pria wajar kok menyukai hal seperti ini. Benar kan Elder-san, Alstro-san?”


Alstromeria dan Elder mengangguk kaku. Kedua pipi mereka memerah yang menggambarkan ekspresi “tak kusangka ternyata sensei suka Mahou Shoujo”.


Riri hendak menerima buku dari tangan Typha dengan ragu. Namun dia langsung menahannya.


“Tidak! Kalian tetap tamuku, biar aku yang memasak, kalian bisa gunakan kamar mandi di lantai 3. Ayo cepat pergilah bersihkan diri kalian!”


Riri mendorong Typha, Elder, dan Alstromeria ke arah tangga dan meminta mereka naik. Tidak bisa menolak lagi, akhirnya mereka bertiga naik meninggalkannya. Melihat buku komik Mahou Shoujo Eriri-chan yang tadi dipegang Typha tergeletak di meja, Riri langsung mengambilnya secepat kilat.


“Akhirnya akhirnya akhirnya akhirnya!”


“Kau tidak keberatan rahasia memalukan itu ketahuan mereka bertiga?”


Tanya Camelyum yang memegang sebuah sapu di tangan kanannya. Riri sibuk membuka plastik pembungkusnya dan langsung berbinar-binar saat melihat isinya.


“Pokoknya, aku mau baca dulu 5 menit. Tenang sajalah! Camelyum tolong siapkan alat-alat masak di dapur sambil menunggu si dua gak akur yang kusuruh belanja kembali, ok!?”


Camelyum hanya tersenyum melihat punggung Riri yang menuju ke ruang baca disamping perpustakaannya.


“Dimengerti, Master...”


***


“W-woah...”


“Ini sih...”


“Ini sih bukan kamar mandi lagi namanya! Ini kolam renang pribadi!!”


Seru Alstromeria kaget bukan main saat membuka pintu di lantai 3 yang bertuliskan “kamar mandi”. Saat mereka masuk kedalamnya, uap panas langsung menyambutnya yang berasal dari kolam air panas di sebelah kanan. Ada kolam air dingin juga di sebelah kirinya. Ada juga shower mandi dan ruang ganti di sebrangnya. Lantai marble berwarna keemasan dan dinding berwarna putih bersih membuat atmosfirnya terasa nyaman.


“K-kalau begitu tunggu apalagi! Ayo kita membersihkan diri sepuasnya seperti yang diperintah Riri-sama!”


Seru Alstromeria langsung melepas handuknya hingga tubuhnya telanjang bulat, dan melompat ke kolam air dingin.

__ADS_1


“K-kita tidak bisa menolak permintaan Riri-sensei selama seharian ini kan?”


Begitu juga dengan Elder yang langsung memasukan kakinya ke kolam air hangat. Pipinya langsung bersemu merah saking nyamannya.


“Aku juga ikut!”


Typha dengan tubuh kecilnya langsung melompat ke kolam air dingin bersama Alstromeria.


“Aku masih tak menyangka Riri-sama tinggal dirumah sebesar ini sendirian.”


“Riri-san tinggal bersama Camelyum-san...”


“Eh i-iya ya benar juga...hanya berdua...”


“Berdua...”


“Seperti suami istri saja ya...”


“Eeeh berhentilah berpikiran yang tidak-tidak!!”


***


“A-apa yang kalian...”


Iris dan Amaryliss hanya saling membuang muka, dengan pipi yangmemerah.


“Kenapa kalian beli ayam utuh begini? Ini sih kebanyakan!”


“T-tidak apa-apa kan! Untuk...untuk persediaan!”


“Dan...apa ini? Kenapa beli ginseng jepang? Yang tertulis di daftar belanjanya ginseng korea kan? Selain itu, dimana jahenya?”


Iris dan Amaryliss hanya diam dengan muka memerah.


“Kenapa juga kalian membeli daun bayam? Dimana daun kemanginya?”


“Wah-wah...sepertinya kalian benar-benar gak bisa belanja ya? Apa kalian benar-benar seorang gadis?”


Kata Alstromeria diikuti Elder dan Typha yang sudah selesai mandi. Tanpa menanti jawaban pun, raut wajah Iris dan Amaryliss menggambarkan semuanya.


“Ah b-baik sensei...”


“Sedangkan Alstro dan Typha, kalian siapkan saja meja makan ya, aku akan mulai memasak”


Kata Riri sambil memasang apron coklat dibadannya. Diikuti dengan Camelyum yang mengenakan apron putih.


“B-biar kami saja yang memasak, Riri-sama!”


“Kamilah yang harusnya melayanimu seharian ini!”


“Kalian tetap tamuku. Jadi duduk manis saja disana, ok?”


Tak bisa menolak, Alstromeria dan Typha pun menuju meja makan dan mempersiapkan segalanya.


“2 anak itu benar-benar gak bisa belanja ya...dari daftar belanja, hanya beli ayamnya saja yang benar, itupun satu ekor utuh...? “Yah...daripada itu, biar kusulap semua ini jadi hidangan yang lezat.”


***


“Terima kasih banyak bantuan kalian hari ini ya! Aku benar-benar sangat tertolong.”


“Kami senang bisa membantumu, sensei!”


“W-walaupun Nona Carnation memaksa kami mengenakan pakaian maid begini...”


“Tapi yang penting, Riri-sensei senang kan?”


“Riri-sama, tolong beritahu kami jika terjadi sesuatu!”


“Ya, Riri-san!”


“Saat di akademi besok, aku akan memberikan pelajaran yang lebih berat lo!”


Alstromeria langsung tersentak.


“R-Riri-sama! S-sebaiknya jangan berangkat ke akademi dulu sementara ini!”

__ADS_1


“Loh kenapa? Lagipula aku baik-baik saja...”


“Uh...a-anu itu—”


“Nona Carnation meminta sensei untuk libur sementara dari tugas mengajar kelas kami! Begitu juga dengan kami! Iya kan!?”


Jawab Iris dan semuanya langsung mengangguk setuju. Sejauh ini masih belum ada informasi apakah stadium besar yang mengalami kerusakan sudah pulih atau belum, Carnation sudah berpesan untuk tidak membiarkan Riri ke akademi sampai stadiumnya selesai diperbaiki.


“Huh? Kok tiba-tiba begitu? Wanita aneh itu lagi mengigau apa ya...”


“Po-pokoknya nikmati saja waktu istirahatmu Riri-sensei!”


Seru Elder. Riri menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Hmmh ya udah deh, kalau begitu kalian segera pulanglah, jika hari mulai gelap, kalian akan tersesat disini.”


“T-tersesat?”


“Si wanita aneh itu memasang gerbang sihir baru di rumah ini, hingga dari luarnya gak bakal kelihatan apa-apa, hanya hutan belantara. Orang biasa gak akan bisa melihatnya, kecuali yang mempunyai sensor sihir.”


Ke-5 gadis itu langsung hening sejenak. Mereka cukup mengerti kenapa Carnation memasang gerbang sihir baru.


Agar tak ada lagi yang bisa menyerang Riri.


“K-kalau begitu kami pamit, Riri-sensei.”


“Ah, tunggu sebentar, aku akan memakai teleport untuk kalian agar bisa langsung sampai lagi di Laurel sebelum gelap.”


“S-sensei!?”


Ctakk.


Setelah Riri menjentikkan jarinya, ke-5 anak gadis maid itu langsung hilang.


“W-woaa!!”


Tiba-tiba saja mereka berlima sudah berada di kota Laurel lagi dalam hitungan detik. Normalnya, lokasi rumah Riri yang sengaja berada di perhutanan jauh dari kota Laurel, membutuhkan waktu sekitar 45 menit ke dalam sana.


“R-Riri sensei benar-benar menggunakan teleport pada kita...”


“Tetapi jika kita tadi berjalan kaki sampai sini, hari memang akan makin gelap, lihat itu.”


Elder menunjuk matahari yang memang sudah terbenam di ufuk barat. Langit pun perlahan mulai gelap.


“Riri-sensei itu...”


“P-pokoknya, ayo segera bereskan semua kekacauan di akademi tempo hari sebelum sensei kembali!”


“Ya!”


Ke-5 anak gadis itu pun berlari, menuju akademi Hanatarou dengan pakaian maidnya. Namun kali ini tidak begitu banyak orang yang memperhatikan mereka karena tepat pukul 6 petang, suasana kota Laurel akan menjadi sepi, dan ramai kembali saat pukul 7 keatas.


“Gadis-gadis maid yang imut. Hmm...cocok tidak ya jadi pelayan pribadiku?”


Sesosok bayangan hitam melesat dari pohon ke pohon. Seolah tengah memperhatikan ke-5 gadis maid yang berlarian. Namun lenyap seketika.


***


"Kenapa kau memakai teleport juga, Master?”


“Carnation-nee membuat rumahku ini jadi makin jauh dari kota Laurel. Benar-benar membuat repot saja.”


“Bagaimana kau tahu?”


“Hanya melihatnya sekilas sih, dan juga aku merasa sihir penghalangnya juga sudah diganti. Benar tidak-”


“Uh yah...mungkin—Master!?”


Kalimat Camelyum terpotong saat melihat tubuh Masternya terhuyung, dan dengan sigap, dia menahannya dengan kedua tangannya sebelum ambruk ke lantai.


“M-Master!? Riri!? Bertahanlah!!”


Namun sang Master tidak merespon pertanyaan roh bunganya, karena kedua kelopak matanya kembali tertutup rapat.


\=Hanamizuki, karena bunga tak hanya indah, selesai\=

__ADS_1


__ADS_2