
" Mah.. Hari ini kita jalan jalan yuk.." ajak Rayyan ketika mereka tengah sarapan bersama.
" Horee.... Kita mau jalan jalan sama Mama!" teriak Dea girang.
" Mau kemana sih Pa?" Tanya Sonia sambil mengunyah makanannya.
" Mama kan libur tuh selama tiga hari... Gimana kalau kita pergi ke puncak..udah lama juga kan??" jawab Rayyan
" Iya juga ya Pah...Villa peninggalan Ayah kamu itu kan sudah lama tidak kita sambangi" ujar Sonia dengan antusias.
Ayah Rayyan memang mewariskan tiga Villa yang ada di puncak, dan itu sudah dibagi oleh beliau.
Satu milik Rayyan, terdapat di kota Solo Tawang mangu, satu lagi ada di Magelang, dan satunya ada di Yogya milik sang ibu.
Ayah Rayyan yang merupakan seorang pengusaha, dulunya sangat hobbi membeli properti properti yang berharga.
Bahkan sawah dan tanah kavling nya cukup banyak bertebaran.
" Maka dari itu Mah...bulan lalu, aku sudah suruh Joko buat renovasi Villa kita...jadi gimana kalau sore nanti kita berangkat..." ajak Rayyan lagi.
Sonia langsung menganggukan kepala nya.
" Tapi pagi ini Mamah boleh ke kantor sebentar kan Pah..gak lama kok Pah, habis dzuhur Mamah pasti pulang " ujar Sonia yang teringat dengan janjinya pada Galang, untuk bertemu.
Dan entah kenapa, hatinya seketika berdebar kala mengingatnya.
" Iya , tapi Mama apa tidak capek??" tanya Rayyan sambil memandang istrinya itu.
" Cuma sebentar kok Pah, dan lagian cuma di kantor aja kok..gak kemana mana " jawab Sonia sambil tersenyum pada suaminya.
Setelah sarapan Sonia segera bersiap...
" Mbak....!!" panggil Sonia pada Faizah
" Iya bu.." jawab Faizah yang tengah menjaga Aksa bermain.
" Setelah ini, kamu siapkan pakaian anak-anak untuk 3 hari ya..kita akan ke puncak sore nanti" perintahnya pada Faizah.
" Baik bu.." Jawab Faizah kemudian segera masuk kekamar anak-anak, sambil menggendong Aksa.
👨: Sonia..kamu sudah berangkat?
Hp Sonia berbunyi...segera dibalasnya pesan dari Galang.
👩: Ini lagi siap siap pak.
👨: Ok..nanti kita pakai mobil aku aja ya..mobil kamu ditinggal aja nanti di resto tempat kita bertemu.
Sonia tak membalasnya, dia segera berpamitan pada sang suami yang juga sedang bersiap untuk pergi ketoko.
Hari ini dia mengenakan gaun motif bunga selutut, dengan Cardigan panjang, yang membuat nya terlihat cantik mempesona.
Rambut sebahunya dia gerai, dengan memberikan cepitan rambut dengan aksen yang menawan.
Dilihatnya dirinya dikaca, Sonia tersenyum puas melihat kecantikan nya.
' Pasti nanti pak Galang akan semakin memuji kecantikan ku' batin nya senang.
Rayyan memperhatikan penampilan istrinya itu.
" Mama mau ke kantor dengan pakaian seperti ini??" tanya Rayyan sambil memegang baju istrinya itu.
__ADS_1
" Iya Pah...lagian kan Mama cuma mau kasih laporan aja, bukan mau dinas" jawab Sonia
" Tapi jangan pakai baju kayak gini juga Mah...baju kayak gini sih cocoknya buat ngedate..bukan ke kantor..." ujar sang suami terlihat tak suka, melihat istrinya memamerkan kaki jenjangnya dan juga kecantikan nya dengan pakaian seperti itu.
" Iihh...Papah kebiasaan deh...udah ah ..Mama udah kesiangan ini!" ketus Sonia kemudian mencium tangan suaminya untuk pamit.
Rayyan hanya dapat menatap penuh kesal pada istrinya itu.
' Lain kali aku bakar aja baju baju nya yang seperti itu ' geram nya.
Sonia segera mengemudikan mobil nya, menuju resto yang tak jauh dari kantor nya.
Begitu sampai, dia sudah melihat Galang dengan kemeja berwarna abu tua nya tengah duduk di parkiran, sambil memainkan ponselnya.
Sonia segera memarkirkan mobilnya.
" Pak Galang...! " sapanya, sehinggga membuat pria itu mendongakkan kepala nya dan memandang kagum pada wanita didepan nya.
" Kamu cantik sekali Nia.." pujinya kemudian segera bangun dari duduknya, dan membuka kan pintu mobil untuk Sonia.
" Silahkan duduk Tuan Puteri... " ucap nya sambil membungkuk kan badan nya, membuat Sonia tertawa terpingkal karenanya.
" Kita mau kemana Pak??" tanya Sonia pada Galang.
" Ada deh Sonia...., Kamu nikmati saja perjalanan nya ya..lagipula ini juga masih pagi kan..." jawab Galang sambil tersenyum.
Sesekali dilirik nya perempuan yang ada disebelah nya itu.
" Dulu ibumu kira kira ngidam apa waktu hamil kamu yaa??" tanya Galang sambil menoleh sekilas ke arah Sonia.
" Memang nya kenapa pak? " tanya Sonia merasa heran.
" Ya heran aja sih...kok putrinya bisa jadi secantik ini.." jawab Galang kemudian tertawa.
" Realita Nia..., kamu memang sangat cantik" ucap Galang sambil tetap fokus menyetir.
"Lihat pemandangan nya Nia...apakah kamu pernah main kesini?" tanya Galang kemudian membuka Sunroof yang ada di atap mobilnya.
" dilihat dari atas, akan lebih seru Nia" ucap Galang lagi ketika mereka sampai pada sebuah hutan bakau yang sangat indah.
Sonia segera berdiri dan melongokkan kepalanya ...
" Cobalah berteriak di situ dengan kuat Nia...itu akan membuat mu jauh lebih baik..!" seru Galang sambil melambatkan laju kendaraanya.
Nia pun berteriak dengan keras.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!" teriaknya kuat kuat...
Setelah itu dia duduk kembali dan tertawa.
" Iya pak...ternyata seru sekali ya pak..!" ucapnya sambil terkekeh
Galang tertawa melihatnya.
" Kalau kamu mau, aku bisa sering membawamu ketempat tempat yang menarik Nia..." ucap Galang.
" Beneran pak??" mata Sonia seketika berbinar.
Sonia yang selama ini sangat jarang bepergian bersama suaminya, karena kesibukan nya di toko, membuatnya benar-benar seperti burung yang lepas dari sangkarnya saat bersama Galang.
" Tentu Nia..kamu pegang janjiku yaa" jawab Galang kemudian mengulurkan kelingkingnya ke hadapan Sonia.
__ADS_1
Sonia segera menyambutnya dengan hati yang sangat senang.
Galang segera menghentikan mobilnya di tepi sebuah pantai yang sangat indah.
Tempatnya yang masih sangat asri dan dikelilingi oleh pohon Cemara laut, membuat tepian pantai itu terlihat rindang dan sejuk.
" Ayo turun.." ajak Galang kemudian membuka pintu mobilnya.
Mata Sonia berbinar senang...direntangkan nya tangannya menyambut angin pantai yang keras sehingga membuat gaun yang dikenakannya berkibar kibar diterpa angin.
Suara ombak tampak terdengar merdu di telinganya.
" Ayo kita kesana Nia..!" tunjuk Galang kesebuah gazebo yang terletak dibawah pohon cemara yang rindang.
" Kenapa ditempat seindah ini, sangat sepi ya pak??" tanya Nia sambil mengedarkan pandangan nya.
" Kamu ingat ini hari apa??, ini bukan hari libur Nia, makanya sepi...." jelas Galang.
" Oohh...jadi kalau libur disini ramai yaa.."
" Ya begitu lah... , kamu mau main ombak Nia??" tanya Galang kepada Nia yang tengah merapikan rambutnya dari terpaan angin.
" Nanti basah pak...aku gak bawa ganti" jawab Sonia.
Galang tampak bersenyum.
" Aku sudah siapkan pakaian ganti untukmu Nia....sebentar ya, aku ambil dulu" Galang kemudian berlari kecil menuju mobilnya.
Dengan cepat dia kembali lagi, dan membawakan sebuah paper bag ditangan nya.
" Ini, coba kamu lihat..semoga cocok ya.." ucap Galang kemudian mengulurkan paper bag itu kehadapan Sonia .
Sonia langsung membukanya, didalamnya ada kaus pendek tanpa lengan dengan celana pendek lengan dengan dalaman nya, yang terlihat masih baru semua.
" Saya pakai ini??" tanya Sonia sambil memandang wajah Galang.
" Ya itupun kalau kamu mau main pasir bersamaku Nia..." jawab Galang kemudian melepas pakaian nya dan menyisakan celana pendek dan kaus dalamnya.
Sonia tampak menelan ludahnya, antara ragu dan ingin bermain ombak.
Sudah sangat lama, dirinya tidak diajak kepantai oleh suaminya.
" Saya ganti dimana Pak?" tanya Sonia pada Galang..
" Ganti disini juga gak apa apa Nia..." Jawab Galang menggodanya...
Sonia langsung memukul bahu Galang pelan.
" Kamu ganti aja di mobil sayang... " ujar Galang sambil tersenyum menggoda.
Darah Sonia seketika berdesir, mendengar panggilan sayang dari Galang....
Sonia pun akhirnya segera beranjak ke mobil untuk mengganti pakaian nya....
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Yakin lah.... Kesenangan sesaat dengan mengedepankan ***** , itu tak kan pernah membawa hal baik untuk dirimu.
Jadi berhati-hatilah dengan segala godaan yang bisa menjerumuskan mu, pada lubang penyesalan yang tak berujung.......
Bersambung yaaa....
__ADS_1
Jangan lupa subscribe cerita ini, juga follow akun aku yaa....😘