
Sesampai nya ditempat tujuan, mereka segera bertugas seperti biasa.
Hari sudah menjelang sore, tugas mereka baru saja selesai.
Sonia yang mengenakan seragam panjangnya, tampak sudah sangat gerah sore itu, walau pun dia tak mengenakan hijab.
Sebenarnya Rayyan sudah berkali-kali menyuruh istrinya itu untuk berhijab, karena dia ingin istrinya itu menutup aurat secara sempurna.
Tapi dengan alasan belum siap, Sonia hingga sekarang masih belum mau berhijab.
Walau begitu, pakaian yang dikenakan nya, selalu tampil sopan dan tertutup.
Rambutnya yang panjang sebahu, segera digelungnya keatas karena gerah, sehingga menampakkan leher jenjangnya yang putih bersih.
Pak Galang sudah menunggunya di mobil.
Dia tampak terkesima ketika melihat rekannya itu, terlihat makin cantik dengan rambut yang di gelung seperti itu.
" Mau langsung pulang, atau kita mampir buat makan dan mandi Sonia?" tanya Galang kepada rekan nya itu.
Sonia tampak menoleh, dia sedikit heran, karena biasanya pak Galang akan memanggilnya bu Sonia.
Tak mau menanggapi lebih jauh, Sonia lansung menjawab ..
" Langsung pulang aja deh pak, pengen segera istirahat " ujar Sonia sopan.
Pak Galang hanya mengangguk atas jawaban Sonia.
Sonia yang lelah, tak lama mobil berjalan, dia sudah tertidur di kursinya.
Berkali kali Galang tampak melirik rekan nya itu melalui kaca spion depan nya.
' Kenapa dia begitu cantik ya..?' batin Galang sehingga membuat jakun nya naik turun.
Galang berusaha fokus dengan kemudinya, walaupun matanya berkali-kali tergoda untuk terus melirik wanita disampingnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mereka pun sampai dikantor.
__ADS_1
" Bu Sonia mau saya antar sampai rumah?" tawarnya begitu melihat Sonia sudah terbangun dari tidurnya.
" Tapi saya bawa mobil sendiri pak, biar saya pulang sendiri aja" tolak Sonia
" Kan bisa diambil besok bu, saya lihat bu Sonia sudah terlihat capek banget lo, takutnya nanti gak fokus buat nyetir mobilnya" tawar Galang lagi bersikeras.
Sonia tampak berpikir,..
" Ya udah deh Pak...tapi ini gak merepotkan bapak kan??" tanya Sonia ragu.
" Ya enggak lah bu" jawab Galang mengulas senyum.
Akhirnya Sonia pun diantar sampai rumah nya.
" Jadi ini rumah bu Sonia??" tanya Galang ketika berhenti di depan sebuah pagar rumah yang cukup megah.
" Iya pak...mungkin pak Galang mau mampir??" tawar Sonia pada seniornya itu.
" Terimakasih bu, Kapan-kapan saja, saya pasti mampir" jawab pak Galang kemudian segera berpamitan.
Kondisi rumahnya yang tampak berantakan, membuatnya bertambah pusing karena capek.
Dea dan Aksa segera menyambutnya...
"Mama....." teriak mereka berdua ingin segera memeluk Mamanya itu.
" Ehh..stop dulu, " Tahan Sonia, ketika putra putrinya hendak memeluknya.
" Mama masih kotor dan bau..Mama mandi dulu sebentar yaa" ucapnya kemudian segera masuk ke kamarnya dan segera mandi.
Tampak Rayyan tengah membereskan beberapa mainan yang berserakan di lantai.
" Biar aja Pah...nanti biar Mama yang bereskan..sekarang Mama mau masak dulu" ucap Sonia kemudian menuju ke dapur.
" Gak usah masak Mah..tadi Ibu membawakan banyak makanan ketika aku jemput Aksa" seru suaminya kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Oohh..." Ucap Sonia, kemudian segera memeriksa meja makan nya.
Tampak dua rantang makanan, yang berisi berbagai sayur dan lauknya.
" Papa udah makan?" tanya Sonia merasa tak enak hati, karena melihat suaminya yang hanya duduk diam di sofa ruang tengahnya.
" Sudah sama anak-anak tadi, Mama makan aja dulu, setelah itu ada yang mau Papa bicarakan" ucap Rayyan memandang lekat pada istrinya.
Sonia kemudian mengangguk, dan segera duduk untuk makan.
Setelah makan, dia pun segera duduk di sebelah suaminya, sedangkan Dea dan Aksa asyik menonton serial kesukaannya.
" Papa mau ngomongin apa?" tanya Sonia pada suaminya yang sedang sibuk dengan ponsel nya.
Rayyan segera meletakkan ponselnya, kemudian di tatapnya wajah istrinya itu.
" Mobilnya mana? Kok gak ada?" tanya Rayyan
" Ooh..tadi Mama dianter sama pak Galang Pah..karena capek banget tadi" jelas Sonia pada suaminya itu.
Rayyan hanya mengangguk,
" Papa berencana mengambil Asisten rumah tangga disini, karena Papa gak sanggup Mah, kalau harus seperti ini terus, kasihan anak anak juga" ucap Rayyan sambil memandang wajah istrinya itu.
Sonia merasa sangat bersalah, karena harus menuruti keinginan nya, suaminya menjadi repot seperti ini.
" Kalau memang sangat dibutuhkan, ya udah Pah, Mama setuju.., Terus Papa udah dapet?" tanya Sonia yang akhirnya mau tak mau harus setuju dengan keputusan suaminya itu.
" Udah Mah, tadi Papah tanya ke ibuk..terus kata Mbok Nah, keponakannya di kampung, lagi butuh banget sama pekerjaan " jawab Rayyan
Sonia hanya mengangguk setuju, karena dia juga tidak dapat berbuat banyak untuk membantu suaminya itu.
Mau mengundurkan diri dari pekerjaan nya juga tidak mungkin, dia baru saja di lantik...
Lagi pula dia juga menikmati pekerjaan nya..
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
BERSAMBUNG....
Jangan lupa subscribe dan follow akun aku..Share juga ceritaku ini ke media sosial kalian ya Mak...😘😘🤗