Hancur Karena Puber Kedua Istriku

Hancur Karena Puber Kedua Istriku
ART Baru


__ADS_3

Hari ini pembantu baru yang diminta Rayyan sudah datang.


Perempuan yang bernama Faizah itu ternyata terlihat masih muda, mengenakan pakaian yang sangat tertutup dan juga terus memakai maskernya. 


Rayyan segera menunjukkan kamarnya dibelakang,  kemudian menjelaskan apa saja yang harus dia kerjakan juga menunjukkan ruangan-ruangan yang ada di rumah itu.


Faizah hanya diam dan mengangguk tanda mengerti, ketika Rayyan menjelaskan semuanya sambil terus mengikuti majikan barunya itu dibelakang nya.


" Sudah paham semua kan?" tanya Rayyan 


" Iya pak " jawab Faizah pendek. 


" Kalau begitu,  saya tinggal dulu , silahkan mulai bekerja" ucap Rayyan kemudian segera pergi meninggalkan Faizah.


Rayyan hari ini ingin mengajak kedua anaknya, untuk pergi berjalan jalan, semenjak Mamanya sibuk, mereka hampir jarang pergi jalan jalan keluar. 


Aksa dan juga Dea begitu riuh karena senang akan jalan jalan. 


Sedangkan Faizah terlihat sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya. 


Gadis itu terlihat sangat pendiam, tapi walau begitu, Rayyan sangat puas dengan hasil pekerjaan nya.


Baru tiga hari dia disini, kedua anaknya sudah terlihat menyukainya.


Seperti tadi pagi contohnya, Dea dan Aksa begitu lahap memakan sayur sop dan ayam goreng yang dimasak oleh Faizah.


Aksa yang biasanya sangat rewel dengan orang baru, bocah itu tampak begitu manut pada gadis itu. 


Setelah berpesan kepada Faizah, untuk tidak membukakan pintu pada orang asing, Rayyan pun segera berangkat bersama dua anaknya, yang mulai tadi sudah merengek ingin ke sebuah permainan di mall dekat rumah mereka.


Rayyan terlihat berusaha menghubungi Sonia istrinya, sambil menjaga dua anaknya bermain.


Tapi tak kunjung ada jawaban dari Sonia.


' Kemana Sonia? Ini sudah sore, apakah dia masih belum selesai juga dengan pekerjaan nya.?' batin Rayyan sedikit merasa gusar.


Tak dapat dipungkiri oleh Rayyan, 3 hari tak bertemu,  membuat dirinya sangat merindukan istrinya itu.


Mereka yang selama ini tak pernah saling berjauhan, karena pekerjaan Sonia yang padat, akhirnya membuat nya mau tak mau seperti ini.

__ADS_1


Waktu sudah beranjak gelap, sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib. 


Rayyan segera mengajak kedua buah hatinya,  untuk pulang.


Dea dan Aksa yang masih terlihat asyik bermain, tampak sangat berat dengan ajakan Ayahnya.


Setelah dibujuk berkali kali,  akhirnya mereka pun pulang. 


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Ditempat lain. 


Sonia dan Galang,  terlihat baru saja keluar dari ruang pertemuan.


Dengan wajah lelahnya, mereka pun segera kembali ke kamar hotel.


Sonia segera masuk kekamar mandi setelah itu segera berbaring untuk menghilang kan penat.


Galang juga baru saja selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi,  hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaus oblong nya.


Wajahnya terlihat segar, dengan rambut nya yang terlihat basah.


Galang tampak menghampiri Sonia, dan duduk di bibir ranjangnya.


" Kamu capek Nia?" tanya Galang sambil menatap wajah Sonia, yang tengah berbaring dan memainkan ponselnya.


" Ya sedikit pak" Jawabnya kemudian segera duduk.


" Kalau capek, tidur aja" ujar Galang.


" Masih jam segini, nanggung lah pak" jawabnya.


" Emm, kalau kamu mau, aku bisa pijat betis dan juga telapak kaki mu, itu akan sangat mengurangi penatmu" tawar Galang kepada Sonia.


" Enggak lah pak, terima kasih banyak " tolak Sonia dengan wajah yang terlihat rikuh.


"Kamu malu Nia?? Gak usah malu lah..anggap saja aku ini tukang pijat bayaran.." ujar Galang, kemudian langsung meraih jemari kaki Sonia dan memijatnya lembut.


Bagai tersengat aliran listrik..Sonia diam membeku, tak menolak pijatan dari seniornya itu.

__ADS_1


" Gini gini, saya itu pintar memijat Nia..Nenek ku dulu tukang pijat " jelas Galang sambil terus memijat kaki Sonia hingga ke betisnya yang terlihat putih dan halus tanpa cela. 


Galang tampak menelan ludah melihatnya, tapi dia tidak mau bertindak sembrono, dia terus memijat kaki Sonia dengan lembut.


" Gimana? ? Terasa lebih segar kan?" tanya Galang kemudian menyudahi pijatan nya.


Sonia hanya mengangguk kemudian mengucapkan terimakasih. 


" Terimakasih banyak ya pak.. " ujar Sonia, kemudian membenahi roknya yang sedikit tersingkap, menampilkan kakinya yang jenjang dan mulus.


" Sama-sama  .." jawab Galang kemudian segera bangkit dan menuju ke tempat tidurnya sendiri dan menyalakan tv.


Sesekali diliriknya Sonia, yang kembali membaringkan tubuhnya.


Jam baru menunjukan pukul 7 malam. Karena lelah, Sonia dan Galang hanya memesan makanan ke kamar.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Rayyan dan putra putrinya tengah menikmakti makan malam yang telah disajikan oleh Faizah.


" Semenjak ada Mbak Faizah, kita bisa makan enak lagi ya Pah.." ujar Dea sambil menikmati ayam saus teriyaki yang dibuat oleh Faizah.


Faizah yang tengah mencuci perabotan yang kotor hanya diam mendengarkan.


Aksa juga tampak sangat menikmati makanannya, hingga jari jari tangannya yang penuh dengan saus itu di **** **** dalam mulutnya. 


" Kamar Dea sekarang juga bersihh banget lo Pah..udah gitu baju baju Dea juga wangi dan rapi" tutur anak itu kepada ayahnya .


Tak dapat Rayyan pungkiri, gadis itu memang sangat teliti dalam mengerjakan tugasnya.


Rumahnya sekarang terlihat sangat rapi dan bersih.


Anak-anak juga terlihat dekat padanya,  walaupun sejauh ini, Rayyan jarang srkali mendengar gadis itu bicara....


Tapi Rayyan juga sedikit heran, karena sudah hampir 4 hari bekerja, dia belum pernah sekalipun melihat wajah gadis itu, karena terus tertutup masker yang dipakai nya.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦


BERSAMBUNG.... 

__ADS_1


__ADS_2