
Sonia pun segera mengganti pakaian nya dengan kaus dan celana pendek yang sudah dibawakan oleh Galang.
Seumur umur, Sonia tak pernah memakai pakaian seperti ini, walau didepan suaminya.
Entah kenapa sekarang dia merasa tertantang untuk memakainya, dia seolah haus dengan pujian, yang selalu di lontar kan oleh Galang.
Kaos hitam tak berlengan dan juga hot pant itu sangat pas dibadan nya, sedikit ketat tentunya.
Dengan malu-malu, Sonia berjalan menyusul Galang yang sudah asyik bermain ombak dan berenang.
Begitu melihat kedatangan Sonia, Galang segera menepi dan menyongsongnya.
" Sungguh.. Aku pikir tadi ada seorang bidadari kahyangan yang turun dari langit ." ucap Galang sambil memandang lekat pada Sonia.
Sonia merasa malu, tapi sekaligus senang dengan pujian dan perlakuan Galang yang selalu membuatnya merasa tersanjung.
"Ayo.." Ajak Galang kemudian menarik tangan Sonia untuk ikut bermain ombak bersama nya.
Mereka tampak bercanda dan tertawa bahagia layak nya pasangan yang tengah kasmaran.
Galang pun juga tampak makin berani kepada Sonia.
Sesekali dipeluknya Sonia dari belakang, dan di gendong nya Sonia dengan mesra.
Sonia juga tampak menikmati semua itu, ada perasaan baru yang menggelanyar dalam hatinya.
Setelah cukup lama mereka bermain dengan ombak, mereka pun kemudian menepi dan duduk di gazebo, karena terik matahari yang semakin menyengat.
" Capek ??" tanya Galang pada Sonia yang tengah mengurut kedua betisnya.
" Cuma agak kram pak" jawab Sonia.
Tanpa diminta , Galang segera mengurut kaki Sonia dengan lembut.
Tubuhnya yang basah dan lengket membuat Sonia merasa risih...
" Kita bersih bersih dimana ini pak?" tanya Sonia .
" Nanti dulu Nia, kamu semakin terlihat cantik seperti ini... "
Ucap Galang dengan suara parau.
" Tahukah kamu Nia, kamu terlihat Sangat seksi mengenakan pakaian seperti ini " ucap Galang sambil terus mengurut kaki Nia hingga ke pahanya.
" Apaan sih pak... Sudah yuk, ini sudah mau dzuhur, setelah ini saya harus pulang" ucap Sonia dengan nafas yang mulai terasa berat karena perlakuan Galang.
" Kenapa harus terburu-buru Nia...aku masih ingin berlama-lama sama kamu " bisik Galang ditelinga Sonia, sehingga membuatnya berjengit geli.
Sonia pun segera bangun..dia tidak mau terbawa suasana dan juga perasaannya.
" Ayo pak.." ucap Sonia berlari kecil menuju mobil.
Dengan berdecak kesal, Galang pun akhirnya mengikuti langkah Sonia.
Galang segera mengeluarkan alas plastik dari bagasinya.
__ADS_1
" Gunakan ini Nia..supaya tidak basah, setelah ini kita cari kamar mandi, disini tidak ada soalnya. " ujar Galang kemudian segera menjalankan mobilnya.
Mereka kemudian berhenti di sebuah pom bensin yang menyediakan toilet umum.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
" Kamu mau langsung pulang Nia?? Kita makan dulu yaa?" ajak Galang kepada Sonia setelah selesai mandi dan berganti baju.
" Gak usah deh pak, saya terburu soalnya, takutnya mas Rayyan marah" tolak Sonia kepada Galang.
"Nia...emm boleh aku meminta sesuatu??" tanya Galang tampak ragu.
" Minta apa Pak??" tanya Sonia kemudian menatap pria itu.
Galang segera menepikan mobilnya.
" Tapi janji dulu, kamu gak akan marah " ucap Galang.
" Ya terhadap sih...emang apaan sih..?" tanya Sonia merasa penasaran.
" Sebenarnya, aku sudah menahan ini mulai kita sering jalan berdua Nia, sampai sampai, kepala ku ini pusing jika memikirkannya " ucap Galang tampak menghela nafas nya berat.
" Bolehkah aku minta sedikitt saja Nia...aku ingin mencium pipi mu.." ucap Galang tampak bersemu merah.
Sonia tampak menelan ludahnya, dia tak menyangka jika ternyata Galang menyimpan perasaan seperti itu kepadanya yang sudah bersuami.
" Aku mohon Sonia.." hiba Galang dengan tatapan nanarnya.
Jujur , Sonia pun mulai merasakan perasaan yang lain terhadap seniornya itu.
Sikap nya yang selalu membuatnya nyaman, membuat Sonia juga merasa betah berlama-lama berada di sisinya.
Galang langsung tersenyum senang.
" Tunggu Nia, jangan disini, disini terlalu ramai" ucap Galang kemudian melajukan kembali mobilnya.
Setelah sampai di tempat yang sepi, Galang segera menepikan mobilnya kembali.
Dia pun beringsut mendekat ke arah Sonia.
Dengan hati yang berdebar keras, diraihnya jemari tangan Sonia, kemudian diciuminya.
Sonia yang sudah tampak pasrah hanya diam.
Galang segera menurunkan sandaran tempat duduk Sonia, sehingga membuat Sonia setengah berbaring.
Di kecupnya perlahan pipi Sonia, sehingga membuatnya memejamkan mata.
Merasa tak ada perlawanan dari Sonia, Galang mencium lembut bibir Sonia, Sonia juga tampak terhanyut dengan perlakuan Galang yang begitu lembut...
Mereka berpagutan cukup lama, Galang tampak dengan rakus menggiti bibir lawannya itu. Sehingga membuat bibir Sonia tampak sedikit bengkak.
***** Galang sudah tak terkendali, dengan tangan satunya Galang meraba punggung Sonia, dan mencoba untuk membuka kaitan bra yang dipakai oleh Sonia.
Setelah berhasil, dengan berani Galang menyingkap gaun Sonia dan berusaha meraup gundukan didalamnya.
__ADS_1
Sonia segera tersadar dan mendorong keras tubuh Galang.
' Tidak..ini semua salah.. ' Teriak hati Sonia, bayangan anak dan suami nya, tampak hadir di pelupuk matanya.
Sonia kemudian menangis terisak.
Galang tampak ketakutan dan khawatir.
" Nia...Maafkan aku Nia...aku....aku..tak kuat menahan hasratku tadi, tolong maafkan aku" ucap Galang berusaha menenangkan Sonia.
Sonia tak menggubris permintaan maaf Galang.
Segera diraihnya tas yang ada disebelahnya, kemudian Sonia segera turun dari mobil.
Dengan cepat tangan nya menyetop taksi yang kebetulan lewat didepan nya.
Galang merasa frustasi. Dia terus berteriak mengejar taksi yang di naiki oleh Sonia.
Tapi taksi itu terus melaju dengan cepat.
Tak dapat mengejar pujaan hatinya, Galang kembali ke mobil dan memukul-mukulkan tangan nya ke mobil .
Galang merasa kesal sekaligus takut, jika setelah ini, Sonia akan menjauhinya.
" Aarrggghhhhh!!!!!! " teriak Galang kemudian segera melajukakan mobilnya untuk pulang.
Sesampainya dirumah, tampak sang istri tengah sibuk mengurus ke empat anaknya.
Ada rasa iba dihatinya, istrinya yang tengah hamil besar, masih saja direpotkan dengan segala urusan rumah tangga.
Walaupun sebenarnya mereka juga mempunyai pembantu untuk meringankan beban nya, tapi tetap saja, apalagi ada 4 anak kecil yang harus mereka urus.
" Sudah pulang mas??" tanya Sarah istri dari Galang. Sambil memegangi perutnya yang sudah mulai membesar.
" Hem" jawab Galang kemudian segera masuk kekamar nya.
Sarah menatap heran pada suaminya itu. Bukankah tadi pagi dia berangkat dengan begitu ceria...
Kenapa pulang pulang terlihat murung seperti itu??
Setelah menyerahkan anak-anak nya untuk dijaga oleh pembantunya, Sarah langsung menyusul suaminya itu kekamar.
Dilihatnya sang Suami tengah tidur tengkurap, tanpa mengganti pakaian nya...
" Ada apa Mas??Apakah mas Galang sakit??" tanya Sarah sambil mengelus lembut punggung suaminya itu.
Galang segera berbalik dan memandangi wajah Istrinya yang terlihat sayu...
Sarah adalah perempuan penyabar dan juga lembut.
Berbanding terbalik dengan dirinya yang selalu ingin dimanja dan sedikit kolokan.
Galang segera meletakkan kepalanya ke pangkuan istri nya.
" Ada apa sih mas?? Kok kayak cowok yang lagi patah hati aja.." goda sang istri membuat Galang menjadi tersentil.
__ADS_1
🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋
Bersambung yaaa.....