Hancur Karena Puber Kedua Istriku

Hancur Karena Puber Kedua Istriku
Pergi dari rumah


__ADS_3

Sarah masih terus memeriksa ponsel suaminya, segera dia catat nomor perempuan yang sudah ia anggap mengganggu suaminya itu.


Tak lupa, ia screenshot semua percakapan mesra antara suaminya dengan perempuan yang di beri nama rekan kerja oleh suaminya. 


Merasa penasaran, dengan hubungan sang suami bersama wanita itu, Sarah terus men scroll isi percakapan, yang ternyata tidak di hapus sama sekali oleh Galang. 


Selama ini memang Sarah tak pernah sekalipun, mengganggu ponsel milik suaminya, jadi pasti Galang merasa yakin, jika istrinya, takkan pernah membuka ponsel nya.


Selama ini,  Sarah memang sudah memberikan kepercayaan penuh pada suaminya itu, dia sangat yakin, jika sang suami akan terus setia kepadanya. 


Apalagi, selama ini dia sudah banyak berkorban, dan kini sedang mengandung buah cinta mereka yang ke empat.


Sarah terus membaca percakapan milik suaminya itu, hingga kemudian dia menemukan sebuah percakapan,  yang menyatakan sesuatu yang sangat jorok dan menjijikkan,  hingga membuat perutnya terasa sangat mulas.


Bukan hanya percakapan, Sarah bahkan mendapatkan sebuah video yang direkam oleh suaminya sendiri, ketika sedang bercinta dengan selingkuhan nya itu.


Sambil menahan nyeri di perutnya, Sarah segera mengirim semua itu, ke ponselnya, kemudian segera menghapus jejaknya, supaya sang suami tak curiga. 


Sarah berusaha menahan suara tangis isakan nya yang mulai pecah, karena tak tahan dengan rasa sakit di dadanya. 


'Setelah 15 tahun, menjalani hidup berumah tangga, kenapa sekarang harus mendapatkan ujian seberat ini?' 


Sarah kemudian segera meletakkan ponsel suaminya itu, ke tempat nya kembali.


'Aku tidak mungkin mempertahankan pezina sepertinya, sebagai suamiku' geram Sarah sembari meremas dadanya, yang terasa begitu sakit.


Sarah adalah putri seorang pemuka agama yang cukup di segani di kotanya.


Sarah yang merupakan bungsu dari 5 bersaudara dari ke empat kakaknya, yang semuanya laki-laki, dan semuanya menjadi orang yang sangat di segani di kotanya, tentu akan merasa sangat malu dengan kenyataan ini.


Sarah masih bingung,  kira-kira apa yang harus ia katakan,  kepada kedua orangtuanya, juga seluruh keluarga besarnya?


Tapi walau bagaimana pun, mau tak mau, keluarga nya harus tahu tentang semua ini.


Jadi besok pagi-pagi, Sarah akan pulang ke rumah orangtuanya, dan menceritakan semuanya, untuk meminta pendapat mereka.


Karena malam semakin larut, Sarah pun akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar anak-anak. 


**********


"Mas, pagi ini, aku dan anak-anak akan kerumah Abi, mungkin kami akan menginap" ucap Sarah ketika sedang sarapan bersama.


Galang seketika menatap wajah istrinya, yang terlihat sembab itu.


"Memangnya ada apa sayang? Kok tiba-tiba? " tanya Galang heran.


"Tidak ada, aku hanya sedang merindukan mereka" jawab Sarah tanpa menatap wajah suaminya. 


Galang sedikit merasa heran, karena isterinya bersikap tak seperti biasanya. 


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Galang terlihat sedikit cemas. 


"Hem, aku baik-baik saja kok Mas" jawabnya, kemudian segera menyelesaikan sarapannya.


Anak-anak juga terlihat sedang menikmati sarapan mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Galang berbunyi.


Setelah menerima panggilan itu, Galang tampak panik, dan segera menemui istrinya, yang sedang memasukan baju-baju nya, ke dalam sebuah koper, dibantu oleh pelayan nya.


"Sayang, maafkan Mas ya, Mas tidak bisa mengantarkan mu dan anak-anak,  karena ada pekerjaan yang sangat penting" ucap Galang,  menyentuh bahu istrinya, yang sedang duduk di pinggiran ranjang, sambil melihat baju.


"Tidak apa Mas, aku bisa pergi bersama pak Romi sopir kita" jawab Sarah tanpa menoleh. 


Setelah mendapat jawaban dari isterinya, Galang pun segera melesat, untuk berangkat. 


Sarah tampak tersenyum getir, melihat kepergian suaminya itu.


"Bik, tolong siapkan semua baju anak-anak,  masukkan semua ke koper, jangan ada yang terlewatkan satupun. 


Karena kami tak akan lagi kembali ke rumah ini" perintah Sarah pada Bi Retno,  yang tampak tercengang,  dengan perintah majikannya itu.


"Bawa juga semua pakaian Bibi, kita akan pindah ke rumah kedua orangtuaku" perintah Sarah. 


Tak mau membantah, Bik Retno pun segera beranjak, untuk melaksanakan perintah majikannya. 


Sarah segera membuka laci meja riasnya,  dan memasukan semua barang berharga miliknya, ke dalam koper.


Surat-surat penting, yang semuanya adalah atas namanya, termasuk mobil, yang sekarang di gunakan oleh suaminya, juga ia ambil, dan ia masukkan tas, surat-surat tanah, dan rumah yang mereka tinggali sekarang, tak luput dari perhatian Sarah, dan segera mengamankan nya.


'Kita lihat Mas, seberapa lama kamu bisa bertahan, dengan selingkuhan mu itu' batin Sarah pilu.


Setelah merasa tak ada lagi yang ketinggalan, Sarah kemudian mengajak anak-anak nya untuk masuk ke mobil. 


Mobil Alphard berwarna hitam, telah terparkir di halaman, dan sudah siap untuk berangkat.


Anak-anak terlihat sangat senang, karena mereka akan pergi menginap kerumah Kakek Neneknya.


Surti juga pembantu dirumahnya, tapi rumah Surti tak jauh dari sini, Surti biasa naik sepeda kayuh setiap harinya, untuk pergi ke rumahnya. 


Sedangkan bik Retno, wanita paruh baya itu dari kota sebelah, makanya Sarah akan membawanya turut serta, karena dia juga yang paling dekat dengan anak-anak. 


Surti tampak bertanya-tanya, namun ia tak cukup berani, untuk bertanya banyak, pada majikannya itu.


************


"Nia, jangan lakukan itu Nia!!"teriak Galang, saat melihat Sonia kekasih gelapnya itu, berusaha menaiki sebuah jembatan tinggi, menghadap sungai besar, dengan arus yang sangat deras.


"Hidupku sudah hancur Mas!!" teriak Sonia sambil menangis. 


Galang berlari, dan mencoba menyelamatkan Sonia, yang terlihat sangat berantakan pagi itu.


Galang segera menangkapnya, dan memeluk kekasihnya itu erat.


Sonia seketika menangis dengan keras, dalam pelukan Galang. 


"Jangan berbuat bodoh Nia, Mas janji, akan segera menikahi mu, setelah Mas meminta izin pada Sarah" ucap Galang, mengusap punggung Sonia lembut.


"Istrimu pasti takkan mengizinkan Mas!!" teriak Sonia takut..


"Aku tetap akan menikahi mu, dengan ataupun tanpa izin darinya sayang" jawab Galang menenangkan. 

__ADS_1


"Benarkah Mas?" tanya Sonia terlihat putus asa.


Galang segera mengangguk, walaupun sebenarnya dia ragu, apakah Sarah akan menyetujuinya atau tidak. 


"Ayo, sekarang Mas antar pulang ya" ajak Galang, segera membimbing kekasih gelapnya itu, menuju mobil.


"Aku tidak mau pulang Mas" tolak Sonia, masih menangis.


"Terus maunya kemana sayang?" tanya Galang terlihat bingung. 


"Bawa aku kemana saja Mas, pokoknya aku tidak mau pulang" jawab Sonia terisak.


Galang bingung, harus membawa kekasihnya itu kemana, karena dia sekarang sedang tidak membawa dompet, dan bahkan belum mandi.


'Sarah sudah berangkat belum ya?' batin Galang, entah kenapa, dia ingin membawa Sonia untuk ke rumahnya saja.


"Ya udah, ayok ikut Mas pulang saja ya. Kebetulan istri Mas sedang berlibur ke rumah orangtuanya" ajak Galang, segera menstater mobilnya.


Sonia pun hanya manut, setelah pagi-pagi tadi, dia pergi diam-diam dari rumah,  tanpa memberitahukan pada siapapun. 


Dia begitu tertekan berada di rumah ibunya sendiri. Sang ibu dan seluruh keluarga nya, terus saja menyindirnya, hingga membuat nafasnya terasa sesak, berkumpul disitu.


Apalagi, kini mereka semua sudah tahu, tentang kesalahan besar, yang telah dia lakukan. 


Ibu yang biasanya begitu menyayangi dan memanjakan nya, terus saja mengumpat dan menyalahkan nya.


Sonia bisa memaklumi itu, karena selama ini, ibunya memang begitu dekat dengan Rayyan suaminya.


Apalagi, suaminya memang sangat royal kepada seluruh keluarga nya, oleh karena itulah, kini dia jadi di musuhi, di tengah keluarga nya sendiri.


Hal itu tentu saja membuat dirinya yang sedang terpuruk, menjadi semakin rapuh.


Dan tak ada jalan lagi dalam pikirannya, kecuali meminta Galang, untuk membawanya pergi, menjauh dari keluarganya sendiri... 


"Sudah sampai sayang" ucap Galang, ketika dia memarkir mobil di luar halaman. 


"Kamu tunggu disini dulu sebentar, Mas akan periksa situasi nya dulu" ucap Galang lagi, segera membuka pintu mobil nya, dan berlari masuk ke halaman rumah nya.


Tak lama, ia kembali lagi, dan segera memasukkan mobilnya ke dalam. 


"Ayo turun, di rumah sekarang tak ada siapapun, jadi sekarang kita bisa bebas, mau ngapain aja" ajak Galang, menyunggingkan senyuman nya.


Sonia segera turun, dan masuk ke rumah Galang, yang ternyata lebih megah dari rumahnya. 


"Ayok, ini kamar Mas" tunjuk Galang, kemudian membawa masuk Sonia, ke sebuah kamar yang paling besar dan terlihat cukup mewah di dalamnya. 


Walaupun kamar dia dan Rayyan dulu juga sangat mewah, tapi ternyata, selera Galang dan istrinya, juga sangat bagus.


Kamar mewah bernuansa gold itu, membuat Sonia, seperti sedang berada dalam kamar seorang raja.


Di tambah tempat tidurnya, yang menyerupai sebuah tempat tidur seorang putri, yang terlihat besar dan megah, dengan aksen emas di ujung-ujungnya, dengan selambu berwarna putih bersih,  yang menyelimuti tempat tidur itu.


"Kamarnya bagus sekali Mas!" seru Sonia, seakan lupa terhadap kesedihannya tadi.


"Iya sayang, sekarang kamu lah yang akan menjadi ratu, dalam rumah ini" jawab Galang tersenyum...

__ADS_1


Bersambung... 


  


__ADS_2