
" Mas Rayyan..mbak Sonia sekarang ada dimana??" tanya Fathiya adik perempuan Rayyan satu-satunya sore itu melalui telepon.
" Dia sedang dikantor Fat...memangnya ada apa? ? Kok tumben?" tanya Rayyan heran pada adiknya itu.
Fathiya adik perempuan Rayyan sudah menikah, dan sekarang ikut bersama suaminya di kota sebelah.
Walau begitu, setiap satu minggu sekali, Fathiya akan pulang untuk menjenguk ibunya.
" Beneran lagi dikantor??" tanya Fathiya lagi
" Iya Fath...memangnya ada apa sih? Kalau memang penting, kamu telpon aja langsung mbak mu itu.." jawab Rayyan
" Bukan begitu Mas..aku cuma mau mastiin aja...berarti Mbak Sonia gak ada izin donk sama Mas...
Karena tadi aku lihat mbak Sonia ada di daerah wisata pegunungan lo Mas...
Kebetulan aku sama teman -teman tadi juga ada acara disitu...
Terus aku lihat mbak Sonia sama Lelaki, pas mau aku samperin, ehh si Bella nangis, jadi kehilangan jejak aku nya..." jelas Fathiya panjang lebar.
Rayyan tampak tercenung dengan ucapan adiknya itu...
Dia sangat tahu, siapa Fathiya...tidak mungkin Fathiya akan berkata bohong.
" Coba deh, sekarang Mas telpon mbak Sonia..tanyakan, sekarang lagi ada dimana.
Tapi ingat Mas,..Mas pura-pura tidak tahu saja ya...semoga saja dugaan ku tidak benar ya Mas...
Karena mbak Sonia terlihat sangat mesra dengan lelaki itu.." jelas Fathiya tampak sangat berhati-hati dalam memilih kata.
Rayyan segera memutus panggilan dari Fathiya..
Dengan cepat dipencet nya kontak nama istrinya itu..
Beberapa kali télpon nya tak juga di angkat oleh Sonia.
Rayyan tak menyerah...dadanya terasa bergemuruh...
" Hallo Mah...! " panggil Rayyan begitu telepon nya tersambung.
" Ada dimana sekarang?" tanya Rayyan berusaha setenang mungkin.
" Mama ya lagi di kantor lah Pa.." jawab Sonia
" Ooh...jadi masih di kantor ya.., bisakah Mama pulang sekarang juga? " tanya Rayyan dengan nada biasa saja.
" Iihhh ya gak bisa lah Pa.., Malahan Mama sepertinya pulang sampai malam, karena ada tugas lapangan mendadak ini..." jelas Sonia.
Dada Rayyan tak berhenti berdegup dengan kencang...
Mungkinkah istri nya sekarang sedang berbuat curang dibelakangnya??
Batin Rayyan berkecamuk.
" Pah...sudah dulu ya..nanti Mama telpon lagi" ucap Sonia kemudian memutus panggilan nya begitu saja.
Rayyan kembali menelepon adiknya...
" Gimana Mas??" tanya Fathiya tampak tak sabar...
" Kata Mbak mu, dia sekarang sedang ada dikantor.., dan rencananya akan pulang sampai malam, karena nanti ada tugas lapangan.. " ujar Rayyan terlihat tak bersemangat.
" Mas...Coba sekarang Mas cek dulu Mbak Sonia di kantornya...
Dan tanyakan, apakah benar mbak Sonia ada tugas lapangan? Buruan Mas.." perintah Fathiya yang juga tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.
Dia sangat hafal dengan wajah kakak iparnya itu.
Jadi rasanya tidak mungkin jika penglihatannya tadi salah.
Rayyan segera menuruti intruksi Fathiya.
Segera dihidupkan nya mobil yang biasa dia pakai, dan melaju menuju Kantor tempat Sonia bekerja.
" Permisi Pak " ucap Rayyan kepada seorang satpam yang sedang berjaga.
" Ya pak..Apakah ada yang bisa kami bantu?" ucap satpam itu sopan.
" Saya mau tanya, Apakah bu Sonia nya ada??" tanya Rayyan.
" Wahh..seluruh pegawai tadi pulang lebih awal Pak..jam 10 tadi, semua sudah pulang, karena memang hari ini hanya rapat untuk laporan bulanan saja" jawab Satpam itu menjelaskan.
__ADS_1
" Emm tapi mungkin bu Sonianya ada lembur, atau tugas lapangan gitu??" tanya Rayyan sekali lagi, untuk memastikan.
" Ya tidak mungkin lah Pak..., saya sangat tahu jadwal para pegawai Pak..." jawab satpam itu.
" Ooh..kalau begitu terimakasih atas infonya Pak..., saya permisi dulu.." Pamit Rayyan kemudian nenaiki mobilnya lagi.
Rayyan tampak mencengkeram setir mobil itu dengan kuat.
Kemudian segera meraup wajahnya kasar...
" Astaghfirullah...!!" bisiknya sambil memejamkan mata nya.
Tak lama Fathiya kembali menghubungi dirinya.
" Gimana Mas??" tanya Fathiya.
Rayyan segera menceritakan, apa yang sudah didapat kan nya..
" Dia membohongi Mas Fat.." ucap Rayyan lirih.
" Mas yang sabar yaa..., Mas harus tegar, demi mengungkap semuanya.." ucap Fathiya tampak trenyuh dengan nasib rumah tangga kakaknya.
" Apa yang harus Mas lakukan sekarang Fat.." tanya Rayyan dengan nada putus asa.
" Mas.., Mas harus segera kumpul kan bukti..dan cari tahu, sejauh mana hubungan mbak Sonia dengan lelaki itu..
Nanti aku ajari caranya Mas..." ucap Fathiya.
" Baiklah.. Mas sekarang mau pulang dulu.. " ucap Rayyan kemudian melajukan mobilnya kembali, untuk pulang.
Sesampainya dirumah, terlihat dua anaknya sedang bermain dengan Izza pembantu nya.
Tanpa mengucapkan apapun Rayyan segera masuk ke kamar nya.
Dia sudah tak sabar, menunggu isterinya segera pulang.
Rayyan masih berharap, jika Sonia tidak seperti yang tengah dia pikirkan sekarang.
Rayyan memang merasakan, jika akhir-akhir ini, Sonia istrinya itu mulai berubah.
Sonia yang biasanya begitu hangat dengan nya dan juga anak-anak, kini terkesan cuek, seolah tak peduli dengan apapun...
" Mas..jika Mbak Sonia tidur nanti, Mas coba lacak ponselnya..
Terutama aplikasi chat nya, dengan menggandakan akun nya menggunakan laptop.
Supaya Mas bisa tahu, apa sebenarnya yang tengah dilakukan mbak Sonia " tulis Fathiya yang baru saja Rayyan terima.
Rayyan tak dapat berpikir sekarang...
Dia sangat mencintai istrinya itu...dia tak ingin sampai terjadi perpisahan diantara mereka.
Untuk menenangkan dirinya, Rayyan segera mengambil air wudlu, untuk melaksanakan sholat Maghrib.
Setelah sholat, Rayyan mencoba menghubungi istri nya itu.., tapi ponsel nya tak aktif.
Pikiran Rayyan menjadi kalut, Rayyan berharap, Sonia tak melakukan hal bodoh yang bisa membuat rumah tangga mereka kandas begitu saja.
Suasana rumah sudah sepi...
Setelah makan malam tadi, anak-anak langsung kekamar untuk belajar kemudian tidur dengan ditemani oleh Izzah..
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam...
Tapi Sonia istrinya, masih belum juga pulang.
Rayyan sengaja menunggu istrinya itu, sambil berbaring di sofa depan.
Tepat pukul 11 malam, suara mobil berhenti dihalaman rumahnya, sengaja pintu pagar memang tidak ditutup oleh Rayyan.
Rayyan segera bangun dari berbaringnya..
Tampak Sonia masuk dengan wajah nya yang sudah kusut.
" Pah...kok belum tidur.." sapanya sambil tersenyum menatap suaminya.
" Bagaimana aku bisa tidur, sedangkan istriku masih ada di luar dan tak bisa dihubungi?!!" Jawab Rayyan ketus.
Sonia menatap suaminya heran...
' Tak biasanya mas Rayyan marah seperti ini.. ' Batin Sonia mulai terlihat gentar.
__ADS_1
" Maaf Pa...kerjaan begitu menumpuk.., jadi terpaksa Mama harus segera selesai kan.." jawab Sonia beralasan.
" Baiklah.. Sekarang istirahat lah!!, besok kita bicarakan lagi ini semua!" ucap Rayyan kemudian masuk ke kamar.
Sonia segera masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Karena tubuhnya yang lelah..Sonia segera terlelap, setelah menyambungkan ponselnya ke pengisi daya.
Rayyan yang berpura-pura tidur, segera memastikan istrinya sudah benar-benar terlelap atau belum...
Begitu yakin, jika istri nya sudah tertidur, Rayyan segera mengambil ponsel istri nya itu, dan menghidupkan nya.
Layar ponsel terkunci dengan sidik jari.
Dengan perlahan lahan, Rayyan mencoba menempelkan jari istri nya satu persatu ke ponsel.
Dan akhirnya ponsel terbuka, begitu Rayyan menempelkan jari telunjuk istri nya itu.
Rayyan segera menuju ruang kerjanya, kemudian menghidupkan laptop, seperti yang sudah diajarkan oleh Fathiya adiknya.
Begitu laptopnya tersambung dengan aplikasi chat istrinya itu...
Rayyan segera memeriksa semua chat yang masuk.
Tiba-tiba ada banyak pesan masuk kedalam aplikasi chat istrinya itu.
' Galang??' bisik Rayyan membaca nama pengirim nya.
Rayyan segera membuka nya, dan membaca semua riwayat percakapan mereka.
Rayyan tampak mengepalkan tangannya dengan marah....
Segera di screen shot percakapan itu, kemudian mengirimkan ke ponsel nya sendiri...
' Kurang aj**!!! ' Maki Rayyan begitu selesai membaca seluruh riwayat perpesanan itu, yang memang tidak dihapus oleh Sonia.
Dan pesan terakhir yang dikirim kan oleh lelaki yang bernama Galang itu, benar-benar membuat darah Rayyan mendidih....
Tapi Rayyan berusaha meredamnya....karena dia ingat pesan adiknya.
Untuk megikuti dulu permainan mereka, dan kemudian menangkap basah mereka.
Setelah selesai membaca seluruh isi pesan milik Sonia, Rayyan segera kembali kekamar tanpa mematikan laptopnya, dan segera mengembalikan ponsel itu ke posisi nya semula.
Rayyan tak dapat memejamkan matanya...
Dia segera bangkit, kemudian menuju ruang kerjanya kembali.
Di periksanya kembali Wa web milik istrinya itu.
Rayyan seakan tak percaya, jika istrinya tega mengkhianati nya seperti ini.
👨: Terima kasih Sonia..karena sudah memberikan sedikit waktu mu untuk ku...
Aku jadi tak bisa tidur Nia...karena terbayang dengan kebersamaan kita tadi...
Bibir manismu bagaikan sebuah candu untuk ku Nia...
AKu harap esok kita masih bisa mengulang kebersamaan seperti tadi...
Kini aku sungguh merindukan hangatnya tubuhmu...
Wangi tubuhmu bahkan masih membekas pada bajuku , sehingga aku enggan untuk mengganti pakaian ku...
Niaaa....aku bisa gila karena terus memikirkan mu...
Tulis Galang pada aplikasi milik Sonia.
Rayyan segera meng klik foto profil pria itu..
Akan dia ingat ingat wajah itu..., wajah orang yang sudah berani mengusik sesuatu yang berharga miliknya
Harga diri Rayyan serasa di injak injak oleh istri dan juga selingkuhan nya.
Tunggu saatnya Sonia....
Aku tak kan berlaku kasar padamu...karena aku masih menghargaimu yang telah memberikan ku dua anak yang sangat aku sayangi.
Tapi aku tak bisa pastikan, apa yang akan aku lakukan pada pria brengsek itu..
Rayyan tampak mengepalkan kedua tangan nya dengan kuat...
__ADS_1