Hancur Karena Puber Kedua Istriku

Hancur Karena Puber Kedua Istriku
Permintaan Maaf


__ADS_3

Semenjak pulang dari bertemu dengan Galang,  Sonia tak banyak bicara,  dia benar-benar masih merasa shock , dan perasaannya juga menjadi tak karuan.


Rasa bersalah kepada sang suami,  mendominasinya.


Walau tak dapat dia pungkiri,  jika dia tadi sangat menikmati kebersamaannya dengan Galang. 


" Mama...ayo kita berangkat...!" seru Dea tampak bersemangat.


Sonia segera memaksakan diri untuk tersenyum, dia tak boleh merusak kebahagian keluarga kecilnya, hanya karena kekhilafan nya.


" Ayo sayang.." sambut Sonia kemudian menyambut tangan putrinya itu.


Rayyan terlihat tengah memanas kan mesin mobilnya, sedangkan Aksa meminta gendong pada Faizah.


Setelah semua siap, mereka pun berangkat.


Sepanjang jalan anak-anak tampak riuh bernyanyi dibelakang  bersama Faizah. 


Rayyan dan Sonia hanya tersenyum mendengar celoteh kedua anaknya  .


" Kamu kenapa Mah? Tumben dari tadi diem aja??" tanya Rayyan merasa heran.


" Gak ada apa-apa Pah..mungkin karena kecapekan aja" Jawab Sonia berusaha tersenyum kepada suaminya itu.


Rayyan pun tak menanyakan lagi....kini suasana didalam mobil sudah senyap.


Rayyan melihat kebelakang lewat kaca spion nya.


Ternyata kedua anaknya sudah tertidur. 


Sedangkan Faizah tengah membaca buku kecil ditangan nya.


Sonia istrinya juga sudah terlelap.. Padahal biasanya,  istrinya itulah yang akan selalu ramai didalam mobil.


Rayyan tampak mendesah pelan, sungguh dia merindukan Sonianya yang dulu.


Tak terasa, kini mereka sudah sampai di villa.


Rayyan segera membangunkan istrinya itu.


Tampak pak Man dan bik Sarti pasangan suami istri yang bertugas menjaga kebersihan villanya sudah menunggu kedatangan Tuan nya di ambang pintu.


" Alhamdulillah,  sudah sampai Den...?" sambut pak Man segera menyalami dan membantu menurunkan barang bawaan.


Bik Sarti juga sudah menyiapkan aneka hidangan di meja makan.


Karena mereka yakin, keluarga majikan nya itu, pastilah sudah sangat lapar karena perjalanan yang cukup panjang.


Sonia yang biasanya sangat antusias untuk menyantap segala yang dimasak oleh bik Sarti, sekarang malah memilih untuk segera masuk kekamar dan tidur.


" Non Sonia kenapa Den?? Kok tumben.." terlihat mata kekecewaan dari binar mata tuanya yang tadi begitu senang menyambut kedatangan keluarga majikan nya itu.


" Dia hanya sedang lelah bik.." Jawab Rayyan kemudian segera duduk dimeja makan.


Faizah yang sedari tadi sibuk menata barang, kini tengah menemani Aksa dan Dea makan.

__ADS_1


Entah kenapa, Rayyan kini merasa, anak-anak juga sudah tak tergantung lagi kepada Mamanya.


Mereka kini lebih dekat kepada Faizah, yang menurut Rayyan sangat pendiam itu.


Entah kenapa kedua anaknya bisa dekat dengan pembantunya itu.


Padahal perempuan itu jarang sekali bersuara.


Didakam kamar, Sonia tampak sedang memainkan ponselnya.


Ada begitu banyak pesan dari Galang untuknya.


Semua nya hanya seputar permintaan maaf, sekaligus penyesalannya.


Namun Sonia tampak enggan membalasnya.


Segera dihapusnya semua pesan itu dengan mendengus kesal.


Sonia segera menuju jendela kamarnya, ini adalah kamar favoritnya di villa ini.


Kamar yang berada di lantai dua dengan balkon yang menghadap ke kolam renang dan panorama pegunungan di depan nya, mampu membuatnya betah berlama-lama duduk di balkon.


Tampak Dea dan Aksa tengah berganti pakaian dikolam renang dibantu oleh Faizah.


Dua anak itu, tampak tak ada lelahnya, baru datang langsung minta berenang.


Faizah terlihat sangat telaten melayani kedua anaknya itu.


Di saat dia memperhatikan kedua anaknya,  tiba-tiba ponselnya berbunyi..


' Pak Galang.. Mau apa lagi sih dia??' batin Sonia masih kesal.


Saat ini, dia hanya ingin sendiri dulu, untuk menenangkan hati serta pikiran nya.


Rayyan masuk kekamar dan segera menuju kamar mandi.


Setelah mandi biasanya dia akan mengajak istrinya itu untuk beristirahat bersama.


" Kamu kenapa sih Ma??" tanya Rayyan, begitu duduk disamping istrinya yang sedang duduk melihat area pegunungan di depan nya. 


" kenapa gimana maksud Papa?" tanya Sonia kemudian memandang wajah suaminya itu. 


Tampak dimatanya, wajah Rayyan yang kini sedikit suram.


Kumis dan cambangnya yang terlihat berantakan.


Padahal biasanya, dia lah yang akan selalu mengingatkan suaminya itu, dan membantu mencukurnya.


Sonia merasa sangat bersalah, karena suaminya sekarang terlihat tak terurus, karena memang Rayyan bukan lah tipe orang yang selalu memperhatikan penampilan.


Sonia segera mengusap cambang suaminya yang memenuhi pipinya, dan terlihat tak beraturan.


" Papa gak sempat merapikan nya Mah.." ujar Rayyan kemudian menangkap jemari tangan istri nya. 


" Ayo kita berenang Mah..." Ajak Rayyan ketika melihat dua anaknya terlihat asyik berenang dibawah.

__ADS_1


" Mama lagi malas Pah, mau tiduran dulu" ucap Sonia 


" Ya udah, Papa mau turun dulu, gapapa kan?" tanya Rayyan.


Sonia hanya menganggukan kepala nya .


Sepeninggal Suaminya, Sonia menyalakan kembali ponselnya. 


Banyak sekali pesan yang masuk...tentu saja itu adalah pesan dari Galang. 


Sonia memberanikan diri untuk membuka pesannya itu..


👨: Nia maafkan aku....sekarang aku sudah terkena karma karena sudah menyakitimu Nia..


Sekarang aku ada di rumah sakit karena kecelakaan... Sekali lagi,  maafkan lah aku Nia..


Nia membaca pesan yang terakhir kali dari Galang.. 


Sonia begitu terkejut,  karena Galang tiba-tiba saja mengalami kecelakaan. 


Khawatir dengan keadaannya,  Sonia segera melakukan panggilan video pada Galang. 


Galang segera menjawab telpon dari Sonia.


Layar ponsel Sonia segera di penuhi dengan sosok Galang,  yang tampak kacau, dengan wajahnya yang mendapatkan beberapa perban di kepalanya. 


" Pak Galang.. Kenapa bisa seperti ini??" tanya Sonia terlihat panik.


" Biarlah aku seperti ini Nia, aku memang pantas mendapatkan nya, karena sudah lancang menyakiti mu" ucap Galang sendu.


" Istri bapak apakah sudah tahu,  kalau bapak sekarang kecelakaan? ?" tanya Sonia lagi.


" Tidak ada orang lain yang tahu Nia, saat ini hanya kamu saja yang tahu kondisiku.." jawab Galang 


" Jangan seperti itu pak, Pak Galang harus segera mengabarkan pada keluarga tentang kondisi bapak sekarang" Kekeh Sonia 


" Sudahlah Nia, biarkan aku menjalani hukuman ini...rasa sakit ini tak sebanding, dengan rasa sakit hatiku, ketika melihat mu menangis tadi Nia...


Kamu mau kan memaafkan ku?? Tolong Nia, jangan diamkan aku lagi.." hiba Galang memelas pada Sonia.


Sonia pun akhirnya mengangguk..


" Saya sudah memaafkan bapak..tapi lain kali, jangan pernah lagi mengulanginya.." ucap Sonia.


" Baiklah Nia..aku tak kan pernah mengulanginya,  kecuali jika kamu sendiri yang memintanya..." ucap Galang tersenyum. 


" Jangan mimpi pak...! Aku takkan pernah meminta hal seperti tadi!!" ketus Sonia terlihat sebal.


"Iya iya...Nia, aku mengerti...jadi mulai sekarang aku sudah bisa terus menghubungimu lagi kan??" tanya Galang  sambil terkekeh. 


" Jangan Pak, aku masih liburan bersama suami ke Solo.." jawab Sonia melarang Galang untuk menghubunginya.


Sonia khawatir, jika nanti suaminya sampai tahu, habis lah dia....


" Oke baiklah, tolong segera kabari aku, jika kamu sedang free Nia.." 

__ADS_1


Nia hanya mengangguk, menanggapi ucapan Galang. 


Bersambung... 


__ADS_2