Hancur Karena Puber Kedua Istriku

Hancur Karena Puber Kedua Istriku
Kerinduan Rayyan


__ADS_3

Hari ini Sonia mengabarkan kepada suaminya,  bahwa malam nanti dia akan sampai kerumah. 


Rayyan terlihat sangat senang mendengarnya. 


Ya, hari ini genap seminggu sudah, Sonia keluar kota.


Rayyan kemudian memerintah kan kepada Faizah, untuk membersihkan kamarnya, dan mengganti bed cover miliknya.


Aksa dan Dea juga terlihat senang begitu  mendengar nya.. Mereka berjingkrak jingkrak senang.


💥💥💥💥💥


Sonia tampak tengah merapikan pakaian pakaiannya kedalam koper miliknya dengan bahagia.


Sonia sendiri juga sudah rindu pada suami dan juga anak-anaknya. 


Galang tampak memperhatikan Sonia dengan pandangan sendu.


Rasanya dia masih belum ingin berpisah dari Sonia.


Didekatinya Sonia kemudian menepuk pelan bahunya.


Sonia langsung menoleh pada seniornya itu.


" Semangat banget yang mau pulang " ucap Galang sambil tersenyum tipis.


" Iya lah pak...sudah kangen banget sama anak-anak" ujar Sonia tanpa mengalihkan pandangan nya dari baju baju yang sedang di tatanya.


" anak anak,  atau Ayahnya anak??" goda Galang lagi sambil terkekeh. 


" Ya pasti semuanya lah...pak Galang sendiri emang nya gak kangen apa sama istri tercinta...? " balas Sonia.


" Entah lah Sonia...kalau ke anak-anak,  pasti kangen lah..tapi kalau ke istri, entahlah..!" jawab Galang dengan pandangan menerawang. 


Kehidupan dengan istrinya memang tengah berada pada titik jenuh, yang membuatnya kemudian tertarik pada Sonia yang terlihat lebih menggoda dan segar.


Sonia kemudian duduk di pinggiran ranjangnya.


" Kok bisa sih pak?" tanya Sonia merasa heran.


" yah bisa aja sih Sonia..memangnya kamu tak pernah merasakan jenuh pada suamimu??" tanya Galang sambil memandang wajah Sonia yang terlihat sangat cantik, ditambah rambutnya yang terlihat basah, membuat Sonia semakin terlihat segar,  Galang menjadi semakin tak dapat menahan hatinya, untuk ingin terus bersama dengan rekan nya itu.

__ADS_1


"  Yah terkadang sih pak..., tapi mau bagaimana lagi,  ada anak-anak yang harus saya pertimbangkan,  jika terus merasa jenuh pada Papah nya anak-anak. " Jawab Sonia.


" Kenapa kamu begitu cantik Nia..." bisik Galang di telinga Sonia, sehingga membuat Sonia berjengit geli .


" Apaan sih pak..gak usah gombal deh.." ujar Sonia berusaha menjauh dari seniornya itu.


" Kok gombal sih..beneran Nia..andai kamu tidak ada yang punya, aku rela meninggalkan semuanya untuk kamu " ujar Galang sambil menatap sendu ke arah Sonia.


" Gak usah macam-macam deh pak...ingat anak istri dirumah.. Mereka sudah menunggu kedatangan bapak sekarang " ucap Sonia lalu menenteng kopernya untuk keluar.


Galang pun akhirnya mengikuti Sonia untuk cek out. 


Selama perjalanan mereka hening tak membicarakan soal apapun. 


Hingga akhirnya mereka pun sampai didepan rumah Sonia.


Sonia segera turun dan mengucapkan terima kasih kepada seniornya itu. 


Galang hanya mengangguk dan segera melajukan mobilnya kembali. 


Melihat itu, Sonia sedikit merasa aneh dengan tingkah seniornya itu. 


" Mama..!!" teriak Dea kemudian segera berlari memeluk Mamanya itu. 


Aksa juga melakukan hal yang sama, mengikuti sang kakak. 


Sonia segera memeluk dan mencium kedua anaknya. 


Dia pun juga merasakan rindu yang sangat terhadap dua anaknya itu.


" Oh iya..Papa mana??" tanya Sonia pada Dea.


" Papa bilang,  tadi mau ke toko sebentar.." ujar Dea masih tak melepas pelukan nya dari sang Mama.


" Silahkan di minum teh hangatnya bu" ujar Faizah, sambil meletakkan secangkir teh hangat untuk majikannya itu.


Sonia tampak menelisik gadis dihadapan nya itu.


" Kamu pembantu baru disini itu?" tanya Sonia kepada Faizah yang wajahnya masih tertutup dengan maskermya.


" Iya bu..nama saya Faizah" jawab Faizah dengan sopan. 

__ADS_1


" Ya sudah, kamu boleh lanjutkan pekerjaan mu" ucap Sonia kemudian masuk ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju.


Ketika sedang mengganti pakaiannya,  Rayyan tiba-tiba masuk kekamar. 


dan langsung memeluknya...


" Papa Kangen" bisiknya dengan nafas menderu...


Paham dengan keinginan suaminya, Sonia pun segera mengunci pintu, untuk melayani suaminya.


💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥


" Papa darimana tadi? Mama cariin kok gak ada " tanya Sonia sambil memeluk suaminya yang terlihat kelelahan. 


" Dari toko sebentar Mah, mastiin pak Dion buat jaga toko.." jawab suaminya kemudian menghadap ke arah istrinya.


" Papa pikir, Mama akan datang malam...?" tanya Rayyan sambil mengecup hidung istrinya itu. 


" Ternyata selesai lebih awal Pah..jadi Mama langsung pulang " jawab Sonia.


" Lain kali jangan keluar kota terlalu lama lagi Ma..." bisik Rayyan pada istrinya itu.


" Aku gak kuat terlalu lama berjauhan " ucapnya lagi kemudian mencium pipi istrinya itu.


Sonia hanya mengerjap ngerjapkan matanya, dan mengangguk samar.


" iya Pah..." jawabnya kemudian, 


" Tidurlah... Mama pasti capek banget kan??" tanya Rayyan kemudian membetulkan selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu.


Setelah itu Rayyan pun bangkit , kemudian masuk kedalam kamar mandi. 


Ketika keluar dari kamar mandi nya, Sonia terlihat sudah tertidur dengan pulas.


Senyum Rayyan terbit begitu saja...badannya terasa lebih segar sekarang, setelah lama tak menuntaskan hasratnya.


Rayyan pun kemudian keluar dari kamarnya,  jam sudah menunjukan pukul 3 sore, sudah 2 jam ternyata dia menghabiskan waktu bersama istrinya tadi.


Dilihatnya anak-anak masih asyik dengan tontonan serial tv nya.


Sedangkan Faizah terlihat sedang memasak untuk makan nanti.

__ADS_1


__ADS_2