
3 hari sudah Rayyan dan keluarga nya berlibur...
Dan hari ini mereka harus kembali kerumah, karena pekerjaan sudah menunggu.
Pagi itu, Sonia tampak sudah tak sabar untuk segera berangkat ke kantor...
Malam tadi, Galang sudah menghubunginya, jika hari ini, kantor hanya akan ada rapat sebentar, setelah itu mereka free.
Jadi Galang yang baru sembuh dari sakitnya, ingin mengajak Sonia untuk berjalan jalan ke suatu tempat.
Sonia yang selama beberapa hari ini selalu berhubungan secara intens dengan Galang melalui video call dan pesan, merasakan rindu juga kepada Galang untuk bertemu.
" Langsung masuk kerja Mah??" tanya Rayyan kepada istrinya.
" Iya Pah...nanti mungkin Mama bakalan pulang telat, karena harus lembur , ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan." jelas Sonia..
" Baiklah.. hati hati dijalan" ucap Rayyan melepas istrinya yang segera menaiki mobilnya.
Sesampainya di Kantor, tampak Galang sudah rapi berdiri dipintu masuk kantor.
Dia sengaja menunggu Sonia datang...Karena hatinya sudah begitu merindukan kekasih dalam angan nya itu.
Sonia segera tersenyum manis pada Galang yang segera menyambutnya.
" Sudah tadi pak Galang? " tanya Sonia.
" Barusan kok bu.." jawab Galang sambil menyapa teman-temannya yang lain.
Mereka pun kemudian segera masuk ke dalam kantor, untuk segera melakukan rapat bulanan.
Dirapat bulanan, biasanya mereka akan melaporkan hasil kerja mereka selama satu bulan.
tepat pukul 10 pagi, rapat sudah selesai...
Biasanya para pegawai akan berkumpul untuk makan makan.
Namun Galang dan Sonia memilih untuk pamit, dengan alasan acara keluarga.
" Ahhh gak seru nih..kalau gak ada Pak Galang " seru bu Sesil yang merupakan staff admin di kantor itu.
" Aduhh..maaf ya teman teman... saya sudah terlanjur janji sama keluarga.. " jawab Galang kemudian bergegas, karena Sonia sudah berangkat lebih dulu, dan menunggu di suatu tempat.
************
" Maaf, agak lama ya Nia??" tanya Galang begitu duduk di depan Nia yang tengah meminum jus Alpukatnya.
Sonia hanya tersenyum menanggapi permintaan maaf Galang.
" Jadi kita mau kemana Pak??" tanya Sonia
" Kemanapun yang kamu inginkan Nia..aku pasti akan membawamu" jawab Galang sambil tersenyum jahil
" Dihhh....bawa ke surga, bisa???" tanya Sonia tergelak.
" Bisaa...asal kamu mau saja Nia.." jawab Galang sambil mengedipkan sebelah mata nya.
__ADS_1
Mengerti maksud perkataan Galang, Sonia segera mengalihkan pembicaraan mereka.
" Ayo Nia..keburu siang, " ajak Galang setelah membayarkan minuman yang dipesan Sonia.
" Seperti biasa.. pakai mobil aku saja yaa...supaya nyaman aku nyupirnya.." ucap Galang segera membukakan pintu untuk Sonia.
Mobil pun segera melaju dengan cepat menuju daerah selatan...
Karena Sonia pernah berkata, bahwa dia belum pernah pergi ke daerah itu.
" Nanti kamu pakai jaket itu Nia.., karena kita akan menuju kesebuah daerah pegunungan
Cuaca nya sangat dingin disana...jadi aku sudah sediakan jaket untukmu.." ucap Galang sambil menunjuk ke sebuah paper bag di jok belakang.
" Makasih Pak.." ucap Sonia yang merasa sangat tersanjung dengan segala perlakuan Galang kepada dirinya.
Setelah cukup lama berkendara..Kini mereka sampai di sebuah area pegunungan yang sangat indah pemandangan nya .
" Ini daerah apa namanya Pak??" tanya Sonia yang begitu takjub dengan deretan sawah yang bertingkat, dan rumah-rumah yang bersusun susun....
" Kamu lihat panorama nya...seperti di daerah Nepal kan??" ucap Galang yang kemudian menghentikan laju kendaraanya.
" Iya ..., oohh jangan jangan, ini yang dinamakan dengan Nepal van java itu yaa??" seru Sonia tampak bersemangat.
" Ya...kita nanti akan menyaksikan indahnya matahari terbenam.., aku juga akan mengajakmu menyaksikan bintang bintang dari sini...indah pokoknya Nia..." jelas Galang, kemudian menjalankan kembali mobilnya.
Kini mereka sudah sampai pada tempat istirahat yang di sediakan oleh pihak wisata.
Karena ini masih siang, sekarang kita istirahat dulu, sekaligus makan siang.." ajak Galang kemudian mengajak Sonia turun.
" Unik ya pak..tapi bagus banget.." seru Sonia begitu mereka memasuki penginapan itu.
" Nah..ini dia kamarnya Nia.., " ucap Galang membuka sebuah kamar yang tak terlalu besar dengan panorama menghadap ke gunung sumbing yang terlihat sangat jelas...
" Ya ampun Pak..., bagus banget ini pemandangan nya..." seru Nia lagi kemudian membuka jendela itu lebar.
Sedangkan Galang hanya tersenyum hangat, melihat Sonia yang tampak antusias.
" Kamu mau makan dulu, atau istirahat disini Nia?? atau kita pesan makan suruh bawa kesini??" tanya Galang.
" Terserah pak Galang aja deh.." jawab Sonia yang kemudian menuju tempat tidur yang tak terlalu lebar, dan terbuat dari bambu juga, dengan di lapisi kasur yang cukup nyaman...
" Sumpah ini bagus banget Pak..." ucap Sonia lagi tak dapat menahan rasa bahagianya.
" Syukur lah kalau kamu suka Nia..., lain kali aku akan mengajakmu ke tempat tempat menarik yang belum pernah kamu datangi.." ucap Galang kemudian duduk di tepi ranjang.
Sedangkan Sonia tampak asyik duduk didekat jendela, sambil menikmati pemandangan dari situ.
Tak lama makanan pesanan mereka datang...
Galang segera mengajak Sonia untuk makan.
" Sudah kenyang gini, malah jadi ngantuk ya Pak.." ujar Sonia setelah bebersih ke kamar mandi, yang sudah tersedia didalam kamar.
" Tidurlah Nia..nanti aku bangunkan.." tawar Galang yang kemudian menyesap rokoknya sambil duduk di tepi jendela.
__ADS_1
Sonia yang sudah membawa pakaian ganti, sudah mengganti seragam dinas nya, dengan sebuah gaun tanpa lengan selutut, yang dilapisi dengan Cardigan panjang berwarna krem.
" Jika berpakaian seperti itu, kamu tak terlihat seperti perempuanyang sudah menikah Nia...
Kamu terlihat seperti masih Abg..." ucap Galang sambil memandangi tubuh Sonia yang terlihat seksi menurutnya.
" Mulai dehh gombal nya.."
" Siapa yang menggombal Nia..., kamu memang sangat cantik..., apalagi waktu malam itu...yang kamu habis perang..." ucap Galang kemudian terkekeh..
" Apaan sih Pak Galang ini..." ucap Sonia tersipu malu..
" Punggung kamu pasti pegal Nia..., istri aku aja, jika setelah melayaniku, selalu mengeluh punggungnya pegal..." tutur Galang kembali tertawa.
" Ya pasti pegal lah Pak.." jawab Sonia yang sudah mulai terbiasa dengan candaan Galang.
" Benarkah?? Aku bisa menghilangkan rasa pegal itu Nia..kamu mau coba??" tawar Galang kemudian membuang puntung rokoknya keluar.
" Emang gimana Pak??" tanya Sonia
" Kemarilah Nia..Sini duduk.." Ajak Galang di tepi ranjang.
Sonia segera menurut, dan duduk membelakangi Galang.
Galang segera mengurut punggung Sonia dengan lembut.., pijatan nya yang memang enak, membuat Sonia merasa nyaman.
" Kalau duduk seperti ini, kurang enak Nia..coba sekarang tengkuraplah.., aku akan mengurut mu.
bagai terhipnotis, Sonia menurut, dan segera tidur tengkurap.
Galang kemudian naik ke atas ranjang dan mulai mengurut punggung Sonia.
" Maaf Nia...Tangan ku boleh masuk kan?? Karena sulit jika mengurut masih terhalang kain seperti ini..."
" Tapi Pak.." jawab Sonia tampak ragu.
" Kamu tenang saja, aku janji, tidak akan berlaku macam macam jika kamu tidak mengizinkan Nia..." rayu Galang meyakinkan Sonia.
Akhirnya Sonia pun mengangguk.
Galang segera menyelusupkan tangan nya, melalui rok bawah Sonia...dan segera mengurut pinggang Sonia yang terasa sangat lembut dan halus di tangan Galang.
Sonia juga tampak menikmatinya...sehingga dia diam saja ketika Galang juga meremas bagian bokongnya.
Gerakan Galang terus naik turun menyusuri tubuh belakang Sonia...
Sonia tampak menahan nafasnya, menikmati pijatan dari Galang..
walau terkadang Galang dengan nakal melambatkan pijatan nya di bagian bagian tertentu..
Tapi Sonia membiarkan nya...
" Gimana Sonia?? sudah merasa nyaman kan??" tanya Galang
" Iya Pak Galang Terimakasih banyak yaa" ucap Sonia kemudian bangun dan segera duduk..
__ADS_1
" Sama-sama Nia..kapanpun kamu mau aku pijat, aku pasti bersedia.." jawab Galang tersenyum.