Hancur Karena Puber Kedua Istriku

Hancur Karena Puber Kedua Istriku
Penggerebekan


__ADS_3

Paginya Sonia tampak sibuk menyiapkan sarapan didapur, suatu pekerjaan yang sudah sangat jarang di lakukan nya.


Sonia menyuruh Faizah untuk pergi ke pasar dan berbelanja.


Karena kebetulan,  banyak persediaan bahan makanan yang sudah kosong.


Hari ini , Sonia memutuskan untuk tak berangkat kerja, untuk menutupi rasa bersalah dirinya kemarin, karena telah bercumbu dengan Galang hingga larut malam.


Rayyan pagi-pagi sekali sudah berangkat ke toko dengan membawa laptopnya.


Dia bahkan sudah memasang gps pada mobil milik istrinya itu malam tadi, disebuah bengkel mobil yang buka 24 jam.


Rayyan benar-benar bergerak dengan cepat,  karena dia tak mau kecolongan lagi.


Sonia yang semenjak bangun tadi tak menemukan suaminya, segera menelepon suaminya itu, untuk mengajaknya sarapan bersama.


" Hallo Mas, Kamu dimana?  Ayo kita sarapan bersama" ucap Sonia, begitu panggilan telepon nya tersambung.


" Maaf, aku ada keperluan di luar, sarapan saja dulu.." jawab Rayyan berusaha setenang mungkin.


Sonia tampak sangat kecewa..." Padahal aku sengaja ijin dari kantor, supaya bisa sarapan bersama sama... " keluhnya kecewa.


" Sayang sekali,  lain kali saja ya, sudah dulu, aku harus segera pergi" putus Rayyan nenutup sambungan telepon nya. 


Sonia tampak mendesah kecewa. Akhirnya mau tak mau , dia kembali ke meja makan, untuk menemani 2 anaknya sarapan.


" Kenapa rasa ayam ini tidak terlalu enak yaa??" ucap si sulung kemudian meletakkan ayamnya kembali, di piring.


Aksa sang adik juga mengangguk, dan melakukan hal yang sama.


Sonia yang masih terlihat kecewa, bertambah kesal dengan perilaku dua anaknya itu. 


" Maksudnya tidak enak bagaimana? ?"tanya Sonia memandang kesal pada 2 anaknya itu. 


" Lebih enak bikinan nya mbak Faizah!!" seru Aksa sambil manyun.


" Ya sudah, kalau begiti gak usah makan masakan Mama!!" seru Sonia kemudian mengambil makanan yang sudah tersaji di piring anaknya, dan menuangkan nya ke tempat sampah.


Faizah yang baru datang dari pasar, terlihat heran melihat tingkah majikan nya.


Ditambah Dea dan Aksa terlihat menangis, karena melihat Mamanya yang marah.


Hati Sonia benar-benar sakit, karena anak-anak nya lebih menyukai masakan pembantunya.


Faizah segera menghampiri kedua anak itu, dan menenangkan nya.


Sonia bertambah kesal melihat kedatangan Faizah, yang disambut dengan pelukan oleh kedua anaknya itu.


Merasa bete berada dirumah, Sonia akhirnya pergi kekamar dan bersiap untuk keluar.


" Bilang ke Bapak kalau sudah datang, saya pergi kantor!!" ketus Sonia ketika melewati Faizah yang sedang sibuk meracik bumbu di dapur.


Tanpa menunggu jawaban dari pembantunya, Sonia langsung keluar dan berangkat.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan,  Sonia uring-uringan,  rasanya percuma saja dirinya meluangkan waktu ambil cuti, demi menghabiskan waktunya bersama keluarga. 


Sonia kemudian berhenti dan segera menghubungi Galang...


"Bisa ketemu gak? " tulis Sonia kemudian mengirimkan nya kepada Galang. 


" Bisa donk sayang.." dengan cepat,  Galang langsung merespon pesan Sonia.


" Lagi bete banget..." tulis Sonia lagi.


" Ya udah, kita ketemuan ditempat biasa, setelah ini aku jemput kamu" tulis Galang. 


" Dijamin,  bete kamu bakalan hilang,  setelah bertemu dengan ku nanti.." tulis Galang lagi.


Sonia tersenyum membaca pesan dari Galang,  Lelaki itu memang selalu mengerti apa yang dibutuhkannya,  tak seperti Rayyan, suaminya.


Sonia segera mengemudikan mobilnya, menuju sebuah rumah makan, tempat biasa mereka ketemuan. 


**********


Ditempat lain,  Rayyan tampak sedang mengamati percakapan istrinya dengan lelaki yang menjadi duri dalam rumah tangga nya, melalui laptop yang tadi dia bawa.


Rayyan segera mengaktifkan Gps yang sudah dia pasang malam tadi.


Bergegas, Rayyan memacu mobilnya, menuju tempat istri nya berada.


' Rumah makan??' batin Rayyan ketika sampai di lokasi, mobil istri nya berada. 


Tak lupa masker berwarna hitam juga dia pasang.


Sebelum masuk ke rumah makan, Rayyan mengamati posisi istrinya terlebih dahulu dari luar.


Tiba-tiba,  tampak seorang lelaki yang baru datang, kemudian menghapiri istrinya.


Mereka terlihat mengobrol sebentar, kemudian setelah itu, lelaki itu menggandeng tangan istrinya dengan mesra, menuju mobil yang ternyata bukan milik pria itu .


Tak membuang waktu, Rayyan segera masuk kemobilnya, untuk mengikuti kemana sang isteri akan pergi.


Dengan menjaga jarak, Rayyan terus mengikuti arah mobil yang di naiki isterinya. 


Dan kini mobil itu berhenti disebuat tempat wisata pantai,  yang menyediakan banyak Cottage di dalamnya.


Dada Rayyan bergemuruh, kala mendapati isterinya itu,  memasuki sebuah Cottage bersama pria itu dengan bergelayut manja.


Tak membuang waktu,  Rayyan segera menemui pihak pengelola cottage itu, dan meminta kunci cadangan. 


Awalnya semuanya berjalan dengan sangat alot, karena pihak Manajemen tidak mau mengambil resiko. 


Tapi setelah Rayyan menunjukkan surat nikah dan kk yang dia miliki, juga foto-foto dirinya bersama sang istri, masih ditambah ancaman akan melaporkan pihak cottage, yang mengizin kan pasangan zina masuk kesana, pihak pengelola pun akhirnya menyerah,  


Tapi dengan syarat,  tidak membuat keonaran di tempat itu.


Rayyan menyanggupi, kemudian dia meminta salah satu pekerja disana, untuk menemaninya masuk.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Rayyan pun segera masuk, setelah pegawai di tempat itu,  membukakan pintu.


Suasana di dalam cottage sangat sepi. Cottage dengan kelas menengah ke atas itu, terlihat begitu menyenangkan, jika digunakan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan. .


Hati Rayyan terasa perih, namun dia harus kuat, untuk menyaksikan pemandangan yang sebentar lagi akan dia lihat.


Rayyan segera menuju kamar yang tertutup rapat, dan segera menyalakan perekam video pada ponselnya.


Dengan perlahan dan tanpa menimbulkan suara, Rayyan membuka pintu kamar itu sedikit. 


Tempat tidur yang membelakangi pintu, membuat Rayyan dengan mudah, mengambil video sang istri yang sedang bercumbu dengan kekasih gelap nya.


Karena terlalu asyik bercumbu mesra, kedua pasangan itu, sampai tak menyadari kedatangan Rayyan dibalik pintu.


Hati Rayyan sangat panas, kala mendapati istrinya, rela menanggalkan pakaian nya, demi lelaki itu.


Dengan penuh amarah, Rayyan segera menendang kasar pintu itu hingga terbuka. 


Sonia yang terkejut,  segera menutupi tubuhnya yang sudah setengah telanjang dengan selimut.


Rayyan segera menarik rambut Galang, dan memukuli pria itu hingga babak belur.


Dengan tergesa-gesa,  Sonia segera memakai pakaian nya, dan menjerit-jerit,  melerai suami dan juga kekasihnya. 


" Sudah Pa!!! sudah...!!!..cukup!!" teriak Sonia tampak berusaha melindungi Galang yang sudah berdarah-darah dari pukulan suaminya.


Rayyan tampak tersenyum sinis, melihat sang istri lebih membela kekasihnya itu.


Dengan mata nanar, ditatapnya wajah wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya,  dan memberikan dua anak untuknya.


" Baiklah..,  " ucap Rayyan dengan suara yang bergetar.


" Jika memang ini pilihan mu, aku ikhlaskan kamu untuknya.. Kita akan segera bertemu di pengadilan.. " 


Sonia tampak terkejut dengan ucapan sang suami, karena sesungguhnya bukan ini yang dia inginkan.


Dia masih sangat mencintai suaminya, juga keluarga kecilnya...


" Tidak Mas...aku tidak mau berpisah Mas..!!" pekik Sonia menangis.


Rayyan meraup nafas sebanyak-banyaknya,  untuk mengisi rongga dadanya yang terasa  sesak.


" Sonia binti Johanis,  aku talak kamu saat ini juga... Segeralah pulang,  setelah itu, aku akan mengantarmu pulang ke rumah orangtua mu.." ucap Rayyan menahan riak dalam dadanya.


Matanya yang terasa panas, karena air mata yang sudah memenuhi pelupuk matanya, membuat Rayyan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Dia tak ingin terlihat menangis di hadapan isterinya... 


Dia tak mau, dianggap sebagai lelaki lemah..., 


Dengan kecepatan penuh, Rayyan segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumah...


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2