
" Hati-hati kamu disana Mah..jaga diri baik-baik " Nasihat Rayyan pada istrinya kala berpamitan.
" Iya Pah...Papa juga ya.." balas Sonia kemudian memeluk suaminya itu.
Mobil jemputan sudah datang, tampak seorang wanita yang masih cukup muda membantu Sonia memasukkan barang barang bawaanya ke dalam mobil.
Setelah mencium putra putrinya, Sonia pun berangkat.
Kali ini yang menyetir mobil adalah asisten Galang dikantor, namanya Rena.
" Jadi nanti kamu ikut juga kan Ren ke Semarang?" tanya Sonia pada gadis itu .
" Enggak bu, ini saya cuma disuruh jemput ibu sama pak Galang, karena beliau sedang meeting tadi dengan Pak Cabdin." ujar Rena sambil tetap fokus menyetir.
Sonia hanya ber 'oh' saja menanggapi jawaban dari Rena.
Sesampai di depan kantor, terlihat Galang sudah menunggu sambil menjinjing koper kecilnya.
" Nah itu, pak Galang sudah siap bu" ucap Rena kemudian menghentikan mobilnya disebelah Galang berdiri.
Rena pun segera turun dari mobil, dan berpamitan pada Sonia.
" Oke, terimakasih Ren.." ucap Galang
" Sama-sama Pak , semoga perjalanannya lancar" ujar Rena.
Galang pun segera masuk dengan wajah yang terlihat segar, rambutnya tampak sedikit basah, dan aroma parfumnya yang maskulin, segera menguar di dalam mobil.
Entah kenapa Sonia menjadi sedikit gugup, hanya berduaan saja dengan seniornya itu, dalam perjalanan yang cukup jauh.
" emm, Kita gak bawa supir pak?" tanya Sonia kepada Galang yang tengah memutar arah kemudi mobilnya.
" Gak perlu lah bu, saya juga masih kuat kalau cuma nyupir ke Semarang " jawab Galang sambil tersenyum.
Sonia pun diam, dan kemudian sibuk dengan ponselnya.
" Rasanya kok canggung sekali ya, kalau lagi berdua seperti ini, saya memanggil ibu" ucap Galang memecah kesunyian.
Sonia tampak menoleh ke seniornya itu.
" Boleh kan kalau saya panggil Nia aja, biar lebih simpel " tuturnya kembali tersenyum.
" Terserah bapak saja" jawab Sonia pendek.
__ADS_1
Galang kembali terkekeh.
" Oh iya Nia, gimana suami kamu? Gak marah kan?" tanya nya lagi.
" Enggak sih Pak, cuma sedikit gusar juga, karena begitu mendadak " jawab Sonia.
" Jadi gak bisa kasih itu dulu yaa??" ujar Galang tertawa.
"Maksudnya??" tanya Sonia tampak tak mengerti.
" Ya kasih bekal Nia...biar suaminya gak pusing" ucap Galang kemudian tertawa lebar.
Nia yang kemudian paham dengan maksud dari seniornya itu, merasa sedikit risih mendengar kelakarnya.
" Jangan cemberut donk Nia..saya kan cuma bercanda " ucap Galang begitu melihat wajah Nia berubah sedikit jutek.
" Jadi makin cantik lo, kalau lagi marah gitu" goda Galang lagi.
" Apaan sih Pak " ucap Sonia mulai mencair.
" Kan iya Nia, saya aja tadi malam dikasih bekal dulu sama istri saya " ucap Galang lagi.
" Iih...pak Galang ini..sempat sempat nya"
Selama perjalanan mereka terus bercanda dan bercakap.
Bahkan kini, Pak Galang sudah tak canggung lagi membahas hal hal yang bersifat pribadi pada rekan nya itu.
" Istriku itu orangnya pendiam Nia, dan juga monoton" ungkap Galang ketika mereka sedang berhenti istirahat di rest area.
" Kan enak pak, jadi gak ada yang ngomelin kan?" jawab Nia sambil tertawa.
" Yah...bukan hanya itunya saja, bahkan sewaktu di ranjang pun, dia hanya diam tak ada perlawanan " ungkap Galang lagi.
Nia sebenarnya risih mendengar itu, tapi karena pak Galang nya terlihat biasa saja, akhirnya Sonia pun menanggapi nya dengan biasa.
" Kalau kamu gimana Nia?" tanya Galang kemudian.
" Apanya pak?" tanya Sonia pura-pura tak tahu.
" hmm gak usah pura-pura deh!, kalau kamu gimana sama suami kamu ketika di ranjang?" tanya Galang lagi.
Sonia ingat, dulu sewaktu dia mengikuti pengajian, sang penceramah mengatakan, untuk tidak mengumbar masalah hubungan ranjang dengan orang lain.
__ADS_1
" Itu sih rahasia donk pak!" ujar Sonia tak mau menjawab.
" Aah..kamu gak seru Nia!" ujar Galang kemudian segera bangkit dan menuju mobilnya.
Sonia pun segera mengikutinya.
" Kamu ngantuk Nia?" tanya Galang ketika melihat Sonia menguap berulang kali.
" Iya pak, " jawab Sonia.
Galang kemudian menepikan mobilnya, dan segera membantu mengatur tempat duduknya, supaya menjadi lebih nyaman untuk tidur.
" Tidurlah, nanti saya bangunkan kalau sudah sampai" ucapnya kemudian.
Melihat perlakuan pak Galang yang selalu penuh perhatian dan juga suka memujinya, membuat Sonia menjadi tersanjung.
Karena dia sangat jarang mendapatkan perlakuan yang manis seperti ini dari suaminya.
Memang suaminya juga orang yang baik, tapi dia terlalu kaku dan hampir tak pernah memujinya.
Nia pun tertidur setelah itu.
Saat dia bangun, ternyata mereka sudah sampai di lokasi.
Mereka mendapatkan layanan penginapan dari acara yang akan mereka ikuti, disebuah hotel bintang empat di kota itu.
" Ini Pak kunci kamarnya.." ucap petugas, ketika mengantarkan mereka ke kamar.
" Loh pak...kita jadi satu kamar?" tanya Sonia tak percaya.
" Iya Nia, biasanya memang seperti itu, tapi di dalamnya double bad kok" jelas Galang kemudian membuka pintu kamarnya.
Kamar itu cukup luas, dengan dua tempat tidur didalam nya.
Sonia tampak sungkan untuk masuk.
" Loh..kenapa bengong disitu??Ayo masuk" ujar Galang kemudian meraih koper yang ada ditangan Sonia.
" Tapi pak, Apa saya sewa kamar lagi aja ya?" ucap Sonia merasa tak nyaman jika harus sekamar dengan lelaki lain yang bukan suaminya.
" Udahlah Nia, kelak kanu juga akan terbiasa, lagipula aku juga gak bakalan ngapa-ngapain kamu..tenang aja" bujuk Galang.
Setelah cukup lama dibujuk, akhir nya Sonia pun melangkah masuk kedalam kamar.
__ADS_1
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
BERSAMBUNG...