
Sonia merasa bingung...kira-kira suaminya akan mengizinkan atau tidak.
Tadi malam saja, suaminya sudah protes, karena dirinya tak bisa melayani sang suami dengan baik seperti biasanya.
" Eng..Pak, kalau saya di gantikan dengan orang lain saja bagaimana? " tanya Sonia pada seniornya itu.
Galang langsung menoleh pada Sonia.
" Memang nya bu Sonia kenapa? Jarang jarang lo bu, pegawai baru bisa ditunjuk dan diberi kepercayaan seperti ini? " ucap Galang berusaha meyakinkan Sonia.
" Iya sih pak, tapi saya takut suami saya tidak mengizinkan" ujar Sonia dengan raut ragu.
" Tapi ini tugas bu...jika tidak ada halangan yang benar-benar mendesak, sebaiknya jangan menolak tugas bu Sonia" ujar Galang dengan nada serius.
" Dicoba saja dulu ijinnya, nanti setelah jam makan siang kita berangkat" ujar Galang lagi.
Sonia hanya terdiam, sungguh pikirannya kalut sekarang, berkali-kali sudah dia mengecewakan suaminya itu.
'Atau aku turuti saja keinginan Mas Rayyan untuk ku berhijab ya?' batin Sonia.
Tapi dia juga masih belum sanggup,.
' Ah..apa kata nanti sudah...semoga saja mas Rayyan mau mengerti' bisiknya lagi.
Galang tampak mengetuk ngetukkan jari tangan nya ke kemudi, sambil mengikuti irama lagu favorit nya yang sedang dia putar.
Sambil sesekali, matanya terus melirik ke arah Sonia.
__ADS_1
Tak beberapa lama, mobil mereka pun akhirnya sampai dikantor.
Mereka kemudian masuk ke ruang masing-masing.
Sonia masih merasa tak tenang, sungguh dia berat jika meninggalkan suami dan anak-anaknya selama satu minggu, karena acaranya memang berlangsung selama satu minggu.
Sonia pun kemudian menelepon suaminya, dan menceritakan tentang tugas mendadak yang harus dia lakukan.
Rayyan menyimak ucapan istrinya itu, dan dia tahu, kalau isterinya tengah bimbang antara pergi dan tidak.
" Apakah itu acara yang wajib kamu datangi Ma?" tanya Rayyan juga tampak kurang setuju.
" Kata atasan Mama sih iya Pa, apalagi ini merupakan tugas pertama Mama keluar kota" jawab Sonia lirih.
" Kapan berangkat? " tanya Rayyan
"Ckk...semendadak itu??" tanya Rayyan gusar.
" I iyaa Pah.." Sonia tampak takut mendengar nada gusar dari suaminya itu.
Setelah terdiam beberapa lama, Rayyan kemudian berkata pada istrinya itu.
" Ya sudah kalau gitu Mah...biar nanti anak-anak menginap di rumah Eyangnya " ucap Rayyan mengalah.
" Terimakasih ya Pah...sudah mau mengerti Mama" ucap Sonia terlihat senang.
" Gimana bu Sonia? Bisa ikut kan ke Semarang? " tanya Pak Galang tiba-tiba sudah berada di depan nya.
__ADS_1
" Iya pak...nanti saya mau pulang dulu, untuk ambil perlengkapan dan kembalikan mobil kerumah" ucap Sonia .
Galang tampak tersenyum penuh kemenangan.
" Kalau begitu bu Sonia lansung pulang sekarang saja, nanti langsung saya jemput" saran Galang kepada Sonia.
" Iya Pak..kalau begitu saya pulang dulu" pamit Sonia segera berkemas.
' Yess!!' pekik hati Galang bersorak senang.
Entah kenapa, semenjak pertama kali melihat Sonia, hatinya begitu tertarik pada perempuan itu.
Padahal dirinya sendiri sudah punya istri yang sedang mengandung anak ke empatnya.
Tapi dia masih saja belum bisa menjaga hatinya hanya untuk sang istri.
Tak dipungkiri, dulu dia menikah dengan sang istri karena perjodohan dari orang tua nya.
Padahal kala itu dia sudah mempunyai kekasih.
Galang sempat sangat kecewa dan marah pada orangtua nya, yang memintanya untuk menikahi putri dari sahabat mereka.
Maya istri Galang juga merupakan perempuan yang cantik, walau tak secantik Sonia.
Hanya saja entah kenapa Galang tak pernah bisa mencintai istrinya itu dengan sungguh-sungguh.
Sehingga sekarang , Galang merasakan rasa jatuh cinta yang begitu menggebu terhadap Sonia.
__ADS_1