HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 15


__ADS_3

Semua orang melintasi Ella satu persatu. Kini hanya tersisa Ella dan beberapa murid yang masih memiliki kepentingan di sekolah. Ella menyapu pandangannya ke arah jalan sambil mencengkram kedua tali tas yang menggantung di bahunya. Terik matahari membuat keringat membanjiri wajah cantiknya.


"Ehem," seseorang berdehem, spontan Ella menoleh ke samping. Terlihat Mike yang tengah tersenyum sambil memutar-mutar kunci mobilnya.


"Panas-panas gini kayaknya enak ya beli es krim? La, ikut gue, yuk?" ajak Mike.


Ella mengerjap beberapa kali. Ini beneran Mike? Kok dia nggak marah? "Sejak kapan lo di sini?" tanya Ella berusaha bersikap normal.


"Sejak lo bilang, kalau lo sayang sama gue tuh bukan pura-pura." jawab Mike tersenyum manis.


Mendengar jawaban Mike, Ella tersenyum lebar dan memalingkan wajahnya. Seolah melupakan kata-kata yang baru saja Mike ucapkan. Tiba-tiba saja Mike meraih tangan Ella dan mengajaknya untuk menaiki mobilnya.


"Mike, kita mau kemana?"


"Ke Paris." Jawab Mike asal yang membuat Ella terkejut.


"Ha?! Gila lo Mike!" Protes Ella.


"Kita mau ke kedai es krim, lo mau kagak?" ucapan Mike membuat mata Ella berbinar.


"Oh my god Mike. Mau... Lo emang sahabat gue yang paling baik." ucap Ella, cewek itu kegirangan seperti anak kecil.


Mike mengacak rambut Ella gemas lalu mengajaknya menaiki mobil. Ada sedikit perasaan asing di sudut hati cowok itu ketika Ella mengatakan bahwa dirinya adalah sahabat Ella. Astaga! Kenapa Sekarang Mike menjadi sebaper ini?


-000-000-


Ella dan Mike duduk di sebuah kedai es krim. Sekilas tidak terlihat seperti kedai-kedai biasanya. Tempat itu terbilang cukup kecil, unik dan nyaman, background dengan perpaduan antara cafe dan resto membuat kesan elegan bagi yang berkunjung ke tempat tersebut. Lukisan beraliran pop art dan retro tampak menghiasi dinding. Beberapa foto menu es krim berjejer di sekitarnya, menambah kesan indah area bersantap. Selain itu, pengunjung pun dihibur oleh alunan musik klasik, membuat siapa pun yang berkunjung ke sana betah berlama-lama.


"Selamat siang. Mau pesan apa?" sapa seorang pelayan wanita kepada Mike dengan tatapan memuja. Ella memutar bola matanya malas saat melihat pelayan itu memberikan senyuman mautnya.


"Lo mau pesen apa, La?" tanya Mike yang membuat Ella tersadar dari pemikirannya.


"Gue pesen es krim Truffle aja Mike."


"Oke mbak, es krim Truffle satu, sama Capannari-nya satu, ya."


"Ada lagi mas?"


"Itu aja." balas Mike tersenyum manis yang membuat pelayan itu tersipu malu.


Begitu sang pelayan pergi membuat pesanannya, Ella mengernyitkan dahinya, "Lo peka nggak sih, Mike?" Tanya Ella dengan nada sebal. Mike mengangkat sebelah alisnya bingung. "Maksud lo? Peka gimana?"

__ADS_1


"Ya lo peka nggak liat pelayan genit tadi. Dia tuh ngeliatin lo mulu kayak baru ngeliat cowok ganteng aja." Mike tertawa pelan mendengar ucapan Ella, "Emang gue ganteng, ya? Ngaku aja kalau gue emang ganteng." Mike menoel hidung Ella yang membuat cewek itu memukul pelan lengan Mike.


"Tau ah, terang." Ella membuang muka ke sembarang tempat.


"Emang kalau dia ngeliatin gue, apa masalahnya? Lo cemburu?" Sudut Mike sekali lagi.


"Hah? N-nggak lah. Ngapain coba gue cemburu? Malah menurut gue lo cocok sama dia." Jawab Ella yang hanya mendapat anggukan dari Mike.


Mereka berdua hanyut dalam berbagai obrolan ringan. Hingga akhirnya pesanan yang mereka pesan sudah sampai. Mike menyuap sesendok es krim ke dalam mulutnya. Tiba- tiba Mike tersedak melihat kemunculan Carissa yang tengah berdiri di samping Mike bersama ke lima temannya. Cepat-cepat Ella menyodorkan sebotol air mineral dan Mike meminumnya hingga tersisa setengah botol saja.


"Nggak usah kaget gitu kali Mike. Pasti lo nggak pernah liat bidadari tiba-tiba dateng, kan? "


"Gue kaget! Karena baru kali ini gue liat setan menampakkan wujud aslinya. " jawab Mike ketus.


Carissa menyeringai, "Empat hari lagi perlombaan itu bakal di mulai. Dan sebelum hari itu tiba, gue pengin lo dateng ke sekolah gue untuk membuat sebuah perjanjian. Lo nggak lupa sama janji lo kan Mike? So, gue tunggu lo di SMA Venus." Tanpa ba-bi-bu ke enam wanita menyebalkan itu pun pergi meninggalkan Mike dan Ella tanpa pamit.


"Mereka siapa sih, Mike? Tampangnya nyebelin banget! Rasanya pengin gue bejek-bejek, gue tarik panjang-panjang mulutnya yang kompor itu, terus gue lepasin biar makin gede tuh mulut." ucap Ella penuh amarah.


"Dia Carissa anak SMA Venus. Saingan terberat SMA Tunas Bangsa di ajang lomba festival nanti. Udah beberapa kali gue ngalahin dia, tapi baru kali ini gue liat dia nafsu banget pengen ngalahin gue. Tapi nggak usah lo pikirin karena cuma ngebebanin otak lo doang. Mending sekarang kita pulang." ucap Mike seraya beranjak dari tempat duduknya. Lalu Ella mengikutinya dari belakang.


-000-000-


“Lepasin!” teriakan itu menggema keras. Carissa persis seperti anak buangan diantara teman-temannya.


Salah satu teman ceweknya mendorong Carissa kasar, terdengar benturan keras antara punggung dan dinding.


“SELAMA LO BELUM BISA NGALAHIN MIKE COWOK *** ITU, HIDUP LO BAKAL TERUS KITA KEKANG! NGERTI!” teriak si cewek itu sekali lagi, tatapannya penuh amarah. Puas melepas kebencian, ia mengomando temannya agar meninggalkan aula, menyisakan gadis kasihan itu seorang diri. Carissa menangis tertahan, kebahagiaan yang selama ini ia pamerkan hanyalah semu dan palsu.


Dari balik dinding seorang cowok mengurut pelipisnya bingung. Ke tidak sengajaan ini membuatnya tahu akan sebuah rahasia besar.


Mike datang ke SMA Venus karena ingin bertemu Carissa dan menyetujui kesepakatan yang mereka buat. Namun siapa sangka akhirnya akan begini. Mike tak menyangka Carissa sehina itu. Cowok itu berbalik arah dan mengurungkan niat.


-000-000-


Ella menyipitkan mata memandang ke arah Mike. Aneh Dan membingungkan! Seharian cowok itu menghabiskan waktu dengan berdiam diri, mematung, dan tak jarang Ella melihat Mike melamun.


“Mike ada masalah apa, ya?” Ella berpikir keras. But nothing. Menerka-nerka bukan ide yang baik.


“Ehem.” cewek itu kini telah tepat di samping Mike. Hening, tak ada respon. Sepertinya lamunan Mike kali ini tingkat akut. Bahkan bidadari bumi pun ia acuhkan.


Ella menatap mata Mike, posisi mereka sekarang tepat berhadap-hadapan. Kontan saja Mike terlonjak kaget, “Gue pelototin dari tadi kok lo ngelamun mulu sih, Mike? Lo ada masalah?"

__ADS_1


“Gue cuma lagi Mikir kenapa pipi lo kayak bakso.” Mike mencubit pipi Ella dengan gemas. Sedangkan cewek itu pasrah pipinya kembali jadi tumbal ke isengan Mike.


-000-000-


“Cintaku klepek-klepek sama dia... Sayangku klepek-klepek sama dia...” Suara toa dari Anna dan Rara sukses menghancurkan seisi kelas. Dua biduan kembar itu konser dengan ala-ala dangdut. Sesekali mereka bergoyang diikuti sorakan riuh para cowok. Sebaliknya, Ditto malah mendengus kesal. 'Kenapa cewek itu tidak bisa terlihat kalem sekali saja?' Rutuk Ditto, matanya tak henti mengawasi Anna.


“Uuy, Ella sini gabung!” ajak Anna sambil bergoyang gaya bang jali.


Ella memutar bola matanya, “Ngeliat kalian bikin gue laper!”


“Kuy ngebakso-lah kita!” Rara menghentikan aktivitasnya.


“Eitts wait!” Anna merentangkan tangan menghalau jalan Ella. Cewek itu memiringkan senyum dengan tatapan mengerikan, “Gue traktir lo makan bakso dua mangkok, dengan satu tantangan.”


“What the challenge?” Ella melipat kedua tangan dengan badan menyender ke dinding.


“Lo sama Rei duet nyanyi lagunya Rizki Febrian kesempurnaan cinta.”


Ella meneguk ludah. Ditolak sayang, di terima mengerikan. ‘Kenapa harus Rei?’ Cewek itu melirik ke arah Mike, wajahnya terlihat memerah.


“Tantangan macam tuh?! Nggak jelas banget. Lo mau ngebakso? Sini ikut gue! Gue bayarin.” Mike menarik tangan Ella tiba-tiba.


“CIEEEEEE YANG LAGI CEMBURRUU.” sorak Anna dengan semangatnya.


-000-000-


“Wooy!” ganggu Rara sembari menggebrak meja. Ia menarik satu kursi dan duduk di atasnya. Dalam satu meja ini lengkap sudah di tempati oleh nano-nano cekrek. Ditto menopang dagu sambil mendecak sebal. Moodnya hari ini sukses dirusak oleh cewek itu.


“To, muke lu kek onyed nggak laku tau nggak! Ngapa sih?” Rara mulai peka dengan keadaan.


“Talk to my hand.” jawab cowok itu sinis sambil membentangkan telapak tangan.


“Wooh parah! Astaga, To lo ketularan sindrom cueknya Mike.” Anna histeris dengan wajah pura-pura panik.


Mike menatap tajam ke arah para nyai lampir. Mereka telah mengusik ketenangan cowok itu. Spontan Mike menyumpal mulut Anna dengan gumpalan tissue. Bidikan yang pas.


“Mumpung Mike lagi nraktir, kuy pesan sepuasnya.” perintah Rara.


Mike menaikkan sebelah alis dengan tatapan sinis, “Gue nggak nraktir kalian. Only Ella you know!”


“Kita adalah separuh jiwa Ella.” Sambar Anna masa bodoh kemudian berlari ke arah ibu kantin.

__ADS_1


Mike mendesis dengan nada malas. Terkadang punya teman gila memang sangat melelahkan.


__ADS_2