HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 27


__ADS_3

Teeetttt...  teeettt... teeettt.


Bunyi bel terdengar sebanyak tiga kali, itu adalah pertanda bahwa pelajaran hari ini telah usai. Anak-anak menyandang tasnya dan berhamburan keluar.


Carissa  melihat Mike yang berjalan terburu-buru. Karena penasaran akhirnya cewek itu pun mengejar Mike saat cowok itu telah tepat berada di parkiran.


“Kak Mike. Mau kemana?”


Deg! Ada perasaan aneh saat Carissa  memanggil Mike dengan sebutan kakak, entah kenapa ada secercah rasa bahagia.


“Gue mau ke rumah sakit liat ayah.” cowok itu membuka helmnya agar bisa melihat Carissa dengan jelas.


“Gue ikut ya kak.”


Mike mengangguk dan mempersilahkan adiknya untuk naik. Baru kali ini Mike merasakan yang namanya adik, dulu ia memang sangat mendambakan itu, entah kenapa melihat Carissa membuatnya ingat dengan angannya dulu.


Kali ini Mike tak ingin ada kata benci, cowok itu ingin serius menerima semuanya karena ia yakin hal itu adalah anugerah tuhan yang tersembunyi.


-000-000-


 


Di bawah gedung pencakar langit ini Mike memberhentikan motor ninjanya. Orang-orang berpakaian serba putih berlalu lalang, seakan memperjelas di mana mereka sekarang.


Sebelum melangkah Mike ingin mengatakan sesuatu yang serius. Ia harus mengakhiri semuanya, cowok itu ingin menyudahi semua kesalahan buruk yang ia lakukan.


“Dek!” Mike sedikit canggung mengatakan hal itu, rasanya seperti aneh sekali, tapi menyenangkan.


Kontan Carissa melirik, cewek itu tersenyum ramah.


“Gue minta maaf kalau selama ini udah nyakitin lo. Maafin kakak, ya.”  Ungkap. Mike.


“Semenjak ayah sakit gue sadar kalau sikap gue itu salah. Jujur sebenernya gue seneng punya kakak kayak lo, apalagi hobi kita sama, gue juga minta maaf kalau selama ini udah jahat sama lo. Kita kan keluarga, jadi harus saling menyayangi. Mulai sekarang jangan ragu buat nerima perhatian dan kasih sayang dari gue yah?” jawab Carissa meyakinkan Mike.


Senang mendapat respon baik, Mike pun merangkul Carissa dan mengajaknya masuk ke dalam gedung itu.


 


-000-000-


 


Julian tak tahu harus berkata apa begitu melihat sang ayah terbangun dari tidur panjangnya. Setelah mendapat panggilan dari dokter bahwa Jashon sadarkan diri, Julian adalah orang pertama yang meyaksikan sebuah keajaiban itu. Yang jelas sekarang Julian bertambah yakin bahwa keajaiban memang benar-benar ada.


Kebahagiaannya kini tak dapat diungkapkan oleh kata. Yang ia lakukan kini hanyalah menangis terharu karena tuhan telah mendengar jeritan hatinya. Berulang kali ia mengucapkan rasa syukur.


“Ayah,” Julian terisak dalam dekapan ayahnya. Hal itu berlangsung sampai tiba-tiba mereka sadar akan kehadiran seseorang.


“Mike.” Janshon menatap berbinar. Tentu saja Mike langsung menyahut panggilan itu, dengan cepat ia menyambar rangkulan sang ayah, Carissa yang tak kalah bahagia pun turut serta dalam adegan ini.


Rasanya melebihi apapun, ia tak pernah merasakan sebahagia ini. Mendapati ayah yang kembali sadar adalah hal yang paling menakjubkan.


Di ruangan serba putih ini isak tangis bahagia memecahkan segalanya. Air mata bahagia itu mengalir deras. Baru kali ini Mike merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Semuanya berubah, dunia kembali menjadi bewarna, cowok itu benar-benar merasa hidup. Mike tak mau melepaskan pelukannya dalam naungan sang ayah. Sungguh keajaiban yang di nanti telah datang. Kebahagiaannya kini tak dapat di ungkapkan oleh kata-kata. Rasa itu melebihi apapun.


“Maafin Mike yah, Mike pengen kita mulai semuanya dari awal.” suaranya terdengar berat, Mike tak ingin lagi terlihat cengeng. Seberusaha mungkin Mike menyembunyikan tangisnya.


 


-000-000-


 


Pak Yudin berdiri ganas di hadapan para murid X IPA 2. Guru killer itu menurunkan sedikit kacamatanya ke bawah. Ia menatap satu persatu murid-muridnya. Tentu saja membuat seisi kelas menegang.


“ANGKAT KEPALA KALIAN!” ucap Pak Yudin. Suaranya menggelegar.


“SAYA SUDAH BILANG,  SAYA BENCI DENGAN MANUSIA TIDAK PUNYA TUJUAN! KALIAN PIKIR SEKOLAH INI TAMAN BERMAIN?!”


PakbYudin sangat murka dengan ketidakseriusan siswanya, bagaimana mungkin ia bisa membiarkan mereka bersantai ria sedangkan ujian kenaikan kelas tinggal beberapa hari lagi, sebagai wali kelas ia tak ingin anak didiknya mendapat prestasi buruk.


“UJIAN KENAIKAN KELAS TINGGAL BEBERAPA HARI LAGI, SAYA TIDAK MAU MELIHAT ANGKA MERAH DI RAPOR KALIAN, JANGAN PERNAH MEREMEHKAN OMONGAN SAYA SEBELUM KALIAN MENYESAL. KARENA SATU SAJA ADA YANG MERUSAK PEMANDANGAN MATA SAYA SAAT MENGISI RAPORT! JANGAN HARAP KALIAN BISA NAIK KE JENJANG SELANJUTNYA! MENGERTIII!”


Sepanjang ucapannya guru itu tak henti-hentinya berteriak, membuat gendang telinga mereka berdenyut-denyut.


"NGERTI PAK...  " ucap para murid serempak sambil menganggukan kepala.


-000-000-


“Pak Yudin keterlaluan banget sih! Dia lupa apa ini telinga masih di pake. Gak usah teriak juga kedengeran kali, bikin ngerusak organ jantung gue aja. Rasanya pengen muncrat ini jantung.” Umpat Anna tak henti-henti saat jam pelajaran guru itu telah usai.


“Durhaka lo sama guru.” Ditto menimpali ucapan Anna.


“Ambil hikmahnya aja sih,Na.” Ella mulai bersikap bijak.

__ADS_1


“Tau! Daripada mikirin itu mending lo mikirin gimana caranya biar nilai lo bisa bagus, UKK tinggal dua hari lagi, lo mau merdeka dari guru nyebelin itu kan? So, lo berlajar yang rajin.” Mike ikut menimpali, ia rasa omongannya adalah betul.


Hufftt.. Anna mendengus. Kenapa gak ada yang ngebela dia sih?


Dia maunya kesamaan hati, eh malah dapet tambahan ceramah dari temennya.


“Pokoknya UKK kali ini nilai kita harus bagus! SEMANGAT NANO-NANO. CEKREK!” seru Ditto mengajak keempat temannya.


“SEMANGAT... !” jawab mereka serempak.


 -000-000-


 


Anna menengok ke kanan dan kiri. Kenapa suasananya mencekam seperti ini? Muka-muka serius itu menatap lembaran putih dengan saksama. Anak-anak berandal pun seketika terlihat seperti jenius. Lumrah sih, jika ujian seperti ini manusia-manuia itu berubah rajin. Setiap hari mereka harus berkutat dengan ilmu-ilmu pelajaran. Mereka berusaha semaksimal mungkin, karena mereka percaya keberhasilan tak mungkin di capai tanpa usaha.


Anna memelototi angka-angka hitam diantara lembaran putih. Otaknya semaksimal mungkin bekerja memahami rumus-rumus membingungkan itu.


“Gue harus bisa! Gue gak boleh kalah sama ini rumus. Manusia yang ciptain rumus ini? So, gue gak boleh takut atau gugup!” ucap Anna menyemangati diri.


Selain Anna, personel nano-nano cekrek lainnya pun berjuang keras, mereka mempunyai satu Misi yang harus di raih,


Yaitu 'SUKSES BERSAMA'


 


 


-000-000-


“Wohoooo... ” Nano-nano cekrek menjerit kesenangan, terlebih Anna. Mereka mencapai prestasi masuk  dalam  kategori sepuluh besar. Bahkan kini cewek petakilan itu tak henti-hentinya mengucap syukur.


“Ra, gue rangking sembilan gila.” Anna menangis terharu, mendengar kabar baik pastinya tak luput dari ucapan selamat.


“Kita adek kakak ya. Gue rangking sepuluh.” Rara senyum simpul. Mereka tos ala-ala alay.


“Nano-nano cekrek! Yuuyy Semepre yeeaaay.” Duo lampir itu melantunkan yel-yel genk mereka.


"Aduduhhh...  temen gue seneng banget kayaknya.” sindir Ella yang baru saja muncul, walaupun sudah di umumkan juara tiga, tetap saja ia menerima rapor di akhir, karena tau sendiri huruf abjadnya P, pasti selalu di ke belakang kan?


Melihat Ella, buru-buru dua manusia itu mendekat. Siapa lagi kalau bukan Mike dan Ditto. Mereka pamer kebahagiaan masing-masing.


"Gitu dong. Ini baru nano-nano cekrek.”


“Betewe guys, liburan kali ini asiknya kemana nih?” Ditto mulai membawa topik menyenangkan.”


“Kita ke luar negeri yuk? Kapan lagi mengenal dunia luar?" sahut Anna.


“Cih bahasanya dunia luar, berarti dunia gaib dong.” kini Mike ikut pembicaraan, ia menertawakan kekonyolan temannya itu.


“Terus kemana dong?” jawab Anna.


“Seoul yuk! Gue pengen ketemu Oppa Sehun.” Ella menyambar, ide Anna menurutnya sangat brilian.


Anna dan Rara pun tak kalah setuju, soalnya mereka bertiga itu kan satu genre, yaitu K-popers.


"Gue boleh ikut nggak,  kak?" tiba tiba saja Carissa muncul.  Suasana yang tadinya berisik berubah hening.


Ternyata sedari tadi Carissa mengikuti Mike dan mendengar semua obrolan nano-nano cekrek.


Melihat kehadiran Carissa,  Mike pun merangkul adiknya itu dengan senyum hangat. "Lo boleh ikut kok. Bagaimana pun dia itu adik gue satu-satunya,  so mulai sekarang kalian harus bersikap baik sama dia.  Okay?"


"Iya. Lo tenang aja, Carissa boleh ikut kok.  Iya kan guys?" Ella melempar senyum manis kepada ketiga temannya.


"Iya Mike, lu boleh ajak Carissa." Rara menyetujui ucapan Ella.


Mereka pun saling melempar senyum hangat. Baiklah, kesepakatan sudah bulat. Mereka harus bersiap-siap meluncur ke negeri para pangeran.


 


-000-000-


Di bawah langit kota Seoul, lampu-lampu gedung berkerlap-kerlip. Ella,  Mike,  Ditto,  Anna,  Rara dan Carissa menikmati udara dingin musim gugur dengan bermain runwhell. Bunga-bunga  bermekaran seakan memberi ketenangan, membuat suasana malam ini terasa indah.  Hari-hari gelap,  masalah-masalah berat telah mereka lalui bersama.  Kini saatnya mereka menikmati  kebahagiaan.  Kebahagiaan yang sempat tertunda dengan begitu lamanya.


“Guys gue laper!” Rara mengemukakan perasaan perutnya.


“Ikut gue, gue tau restoran enak di sini.”


“Tau dari mana lo, To?”


“Browsing di internet.” jawab cowok itu singkat.


Nano-nano cekrek berjejer di belakang mengikuti Ditto layaknya itik. Untunglah tempat makan tersebut tak jauh dari sini. Sesampai di sana mereka berhenti sejenak di depan palang restoran, mereka ingin membaca nama tempatnya namun tak bisa karena restoran ini bertuliskan huruf hangeul. Baiklah tak penting nama restoran yang penting kenyang! Itu menurut pendapat Anna.

__ADS_1


Kini masing-masing memesan makanan. Anna, Carissa dan Rara menikmati  steak, Ditto dengan sashiminya, sedangkan Ella dan Mike tak pernah beralih dari sushi tuna.


Ditto memejamkan mata, meresapi setiap gigitan yang ada,“Gila! Ini rasanya original banget, enak! Gue sampe gak tega abisinnya. Serius, ini bukan lebay ataupun udik!” cowok itu memberi penegasan di akhir kalimat, kalau sudah ngotot begitu, teman-temannya hanya bisa mengangguk setuju.


“Iya, steak gue juga enak! Punya lo gimana Ra?” Anna menyambar daging di piring Rara, Membuat cewek itu melotot tajam.


“ANNA!” hardik Rara murka. Please! sekali saja cewek itu tidak menyebalkan bisa?


Anna meringis, tertawa jail. “Uhh... Gue kenyang banget nih guys! habis ini enaknya balik hotel terus ngebokep” Anna menepuk-nepuk perut, jangan pada ngeres ya! Maksudnya itu bobo cakep.


“Yaiyalah lu kenyang, udah pesen dua porsi, punya gue juga diembat.” Rara mengumandangkan protes.


“Kalian berisik banget sih! Mending sekarang kita balik ke hotel.” Ditto akhirnya membuka suara, tak tahan dengan suara rombeng sahabat- sahabatnya.


 


-000-000-


 


Malam semakin larut. Tapi entah kenapa Ella belum juga bisa memejamkan mata. Rasanya sayang sekali menyia-nyiakan waktu sebeharga ini. Mau bagaimana pun ia tidak akan pernah puas menikmati negeri ginseng yang menurutnya sangat menakjubkan. Ella pun memutuskan untuk menikmati malam kota Seoul seorang diri. Cewek itu berjalan-jalan menyusuri taman yang dihiasi bunga-bunga yang baru merekah. Sangat indah. Seindah perasaannya saat ini.


Satu... dua... tiga...


Kenapa tiba-tiba semua mendadak gelap. Ella merasakan sesuatu menutupi matanya. Ia meraba tangan Itu, “Anna!” Cewek itu membalik badan dan menemukan sosok seseorang yang ternyata bukan sahabatnya Anna.


“Mike?” Ella mengernyit.


Mike tersenyum santai sambil mengunyah-ngunyah permen karetnya. Cowok itu menarik tangan Ella dan mengajaknya duduk di salah satu bangku. Jemari Mike tak lepas menggenggam tangan cewek itu. Seketika Ella tidak lagi merasakan dingin malam yang menusuk merasuki tulangnya. Hangat, tenang, dan nyaman.


Spontan Ella menatap takjub. Menara Namsan memang sangat indah jika dikunjungi malam hari,  semakin malam tempat ini malah semakin ramai.


Mike menarik tangan Ella lagi untuk naik ke atas.  "Mike!  Sumpah ya ini tuh keren banget!” ungkap Ella.


Mike tersenyum manis melihat ekspresi Ella. Dari atas sana Seoul memang terlihat lebih jelas.  Lautan lampu menghampar luas di hadapan mereka.


"Lo percaya nggak sama keajaiban gembok ini?"


Ella menggidik bahu antara percaya dan tidak. Karena dia sendiri belum pernah membuktikannya.


"Kata orang,  kalau kita pasang gembok ini bersama orang yang kita sayang,  cintanya akan abadi.  Lo gak mau coba?"


Deg!  Maksudnya apa?  Ella mendadak bego.


Mike merapatkan diri ke arah Ella, membuat jantung cewek itu kembali berulah.


"Gue mau jujur sama lo," ucap Mike.  Kemudian,  Mike merogoh saku dan mengeluarkan gembok biru dari sakunya.  Entah sejak kapan cowok itu memiliki barang tersebut. Semuanya seperti telah disiapkan.


"Jujur, lo udah merubah semua pemikiran gue tentang cinta. Lo itu kayak bulan. Menerangi kehidupan gue yang gelap. Lo udah ajak gue masuk ke dunia cinta dan sekarang gue udah ngerasain sendiri gimana rasanya hidup  penuh cinta dan kasih sayang. Ayah, Carissa, sahabat, dan elo adalah orang-orang yang berarti dalam hidup gue. Gue mau kita pasang gembok ini sama-sama." ungkap Mike.


Lagi-lagi kata-kata Mike membuat cewek itu berhenti berkedip. Sungguhkah ini sosok Mike yang ia kenal? Sampai kapan pun Ella tidak akan pernah melupakan momen seindah ini.  Dan sampai pun Ella juga tidak akan pernah meninggalkan Mike. Sekarang atau pun nanti.


Mereka berdua akhirnya memasang gembok cinta bersama-sama. Setelah itu Mike melempar kuncinya ke bawah.


“I love you.” Tiba-tiba Mike mendekap. Mengaliri setiap rasa yang ada. Dan Ella hanya bisa menikmati rasa itu, rasa yang teramat tak biasa, rasa yang selama ini selalu ia sembunyikan.


“I love you more.” Ella terlihat sangat tulus, ia berkata hampir seperti bisikan. Cewek itu hanya ingin meyakinkan bahwa ia mencintai Mike melebihi apa pun.


Mike meregangkan pelukannya. Cowok itu  menatap Ella hangat, kemudian ia meletupkan permen karetnya dan spontan melekatkan gelembung manis itu di bibir Pink Ella. Ia semakin mendekatkan dan menekan, hingga dua pasang mulut itu tak memiliki jarak. Mereka hanya dibatasi selaput tipis dari permen karet Mike. Keduanya saling memejamkan mata dan mencurahkan setiap perasaan yang dimiliki.


Kamu adalah sahabat yang selalu ada diperjalananku


Menjadi bagian saat senyum merekah dibibir ini


Mendukungku dengan hangat


Menjadi pundak saat gundah dan tersiksa


Kamu adalah bagian hidupku


 Orang yang selalu aku ingat dalam keadaan apapun


sesosok yang sangat aku kagumi


Kamu adalah sahabat terbaikku


Tetapi hati selalu mengetup-ngetup seakan ingin berkata sesuatu


 Dan benar! Cinta memang harus memutuskan. Ia harus jatuh kepada siapa dan meninggalkan siapa?  Tidak seperti bait yang menyedihkan bahwa mencintai sahabat sendiri adalah hal yang menakutkan.  Karena faktanya, mencintai sahabat sendiri justru adalah hal yang paling membahagiakan.


-Mike-


 

__ADS_1


__ADS_2