
Semenjak kejadian semalam, Mike merasa Ella seperti berusaha menghindarinya. Entah karena malu atau apa? Namun sebenarnya sama seperti apa yang sedang ia rasakan saat ini. Mike tidak ingin menatap Ella karena malu. Kejadian kemarin malam terus berputar-putar di pikirannya. Karena hal itu ia harus mencium Ella untuk pertama kali dalam hidupnya. Mungkin begitu pula dengan Ella. Ini bisa di sebut, first kiss.
"Eh, fake friend! Kalian tau nggak?" Rara tersenyum miring.
"Mana gue tau. Elo kan belum cerita." Respon Anna.
"Taraaa..." Rara memperlihatkan layar ponselnya. Semua sahabatnya terkejut melihat apa yang ada di dalam ponsel Rara. Khususnya Mike dan Ella.
"Itu kan foto pas Mike kasih napas buatan ke Ella? Gila lo, Ra. Fotonya keren abis."
"Banci lo, Ra! Sini nggak?!" Mike mencoba merebut ponsel Rara namun Rara sudah menaruhnya ke dalam saku seragamnya.
"Ambil aja, sih. " ucap Rara tertawa meremehkan.
Mike menggeram kesal! Sangat tidak mungkin jika dia mengambil sendiri tepat di bagian, ergghh!
"Haaaa!" Teriak Ella yang berhasil mendapat ponsel Rara di dalam sakunya. Langsung saja ia menghapus foto sialan itu.
Mike tersenyum kecil, ia sangat malu untuk bertindak lebih kepada Ella.
"Tempe basi lu, La." ledek Rara.
Ditto dan Anna hanya tertawa melihat kelakuan mereka bertiga.
"Eh, bay the way pulang sekolah kita ke mall, yuk. Tebel nih gue. " seru Anna sambil menepuk nepuk saku belakang celananya.
"Asik-lah yang lagi cair. Apalah daya gue yang masih beku." Sindir Rara.
"Nyelow aja sih, gue yang traktir. " jawab Anna sembari mengaduk-aduk jus alpukatnya.
"Gila, singkong basi jadi tape semut makan gajah gue nggak percaya kalau lu sebaik ini, Na! " Kagum Rara yang menampakkan muka idiotnya.
"Biasa aja kali muka lo jangan kayak orang gila gitu. Gue pengen muntah liatnya. Pantesan lo nggak laku sampe sekarang! " ledek Mike panjang lebar yang berhasil mendapat tatapan sinis dari Rara.
“Gue nggak salah denger, Mike? Lu sendiri apa kabar? Udah punya pacar?" Sindir Rara yang tidak mau kalah. Sekakmat! cowok itu terdiam kaku. Ia tak tau harus menjawab apa.
"Pacar gue? Ada kok. Tuh, Ella." jawab Mike tanpa menatap ekspresi Ella.
"Oh my god, Mike! Lebih tepatnya pacar pura-pura kali ya?" sambar Anna yang sedari tadi diam. Rara mengacungkan kedua jempolnya kepada Anna. Tanpa sepengetahuan mereka, Ella terenyuh mendengar ucapan Anna tadi ' Hanya pacar pura-pura.' batin Ella.
__ADS_1
-000-000-
Di sepanjang koridor perjalanan pulang kuping Mike terasa sangat panas. Bisikan seluruh penggemarnya terngiang-ngiang ditelinga seperti ingin membuatnya menjadi gila detik itu juga. Cowok itu memasang earphone agar tidak mendengar bisikan mereka. Ia mempercepat langkahnya. Dampak dari kejadian semalam sangat besar. Semua penggemarnya terus bergosip tiada henti. Bahkan seluruh mading penuh dengan foto mereka berdua. Persetan dengan tanggapan mereka tentang foto itu. Akhirnya cowok itu melihat sahabat-sahabatnya yang sudah berada di parkiran. Mike mengeluarkan kunci mobil yang di berikan Anna, ia langsung masuk ke dalam tanpa menyapa sahabatnya lagi.
Kontan Mike menegang ketika melihat Ella yang ternyata duduk bersamanya di depan. ‘Biasanya Ditto, kemana dia? Shit!’ umpat Mike dalam hati.
"Mike lu kenapa nggak ada bacot gitu? Kerasukan jin apaan lu, Mike? " Tanya Rara sambil menguyah permen karetnya.
"Nggak pa-pa.” jawab Mike. Ia langsung menancap gas dan berjalan melewati kerumunan siswa SMA Tunas Bangsa.
Mike merasa risi dengan keadaan ini, begitu pun juga bagi cewek yang ada di sampingnya. Lawakan Rara bahkan terasa hampa dan sunyi bagi mereka berdua. Kadang Ella dan Mike hanya saling melirik, sehingga menimbulkan rasa canggung dan terkesan kaku.
"Astaga! Ini benar-benar asing!" Umpat Mike membatin. Bagaimana pun harus diselesaikan!
-000-000-
Mike menahan tangan Ella ketika semua sahabatnya sudah keluar.
"Mike lo apaan, sih? " Ella menarik tangannya yang dicekal, namun cowok itu tidak menghiraukannya.
"Guys gue mau ngomong empat mata dulu sama Ella. Kalian bisa pergi duluan." Mike memerintah.
"Oh my god Mike! Enam matalah biar incess bisa ikutan." ucap Anna yang berhasil mendapat tatapan sinis dari Ditto.
Anna memutar bola matanya malas. Cewek itu mengerti dengan ekspresi Ditto, ia menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam mall yang diikuti oleh Rara dan Ditto.
-000-000-
"La, gue minta maaf," ucap Mike yang memecahkan keheningan. Tubuhnya bergetar, wajahnya memucat, ia tidak berani menatap mata Ella. Entahlah ia menjadi cowok lemah untuk hari ini.
"Bu-buat apa, Mike? " Jawab Ella gugup.
"Gue udah ngambil first kiss lo. " ungkap Mike memberanikan diri untuk menatap Ella. Tatapan mereka bertemu setelah lama tidak saling bertatap lagi.
"G-gapapa, sih, Mike. Lo lakuin itu juga kan demi gue. Dan gue nggak anggap itu sebagai first kiss. Menurut gue, cuma sepasang kekasih yang saling jatuh cinta yang bisa ngelakuin itu. " Ella mencoba untuk menetralkan suaranya namun ia tidak berhasil.
"Oh gitu, jadi maksud lo, lo mau first kiss sama gue secara nyata dan terang-terangan? Pantes lo ngejauh dari gue? "
Ella terdiam, ia tidak tau apalagi yang harus dikatakan. Mike menyandarkan kepalanya disamping jendela sedangkan Ella menggigit bibir bawahnya sambil sibuk memainkan jari kukunya yang dihias cat kuku berwarna pink.
__ADS_1
"Gue minta maaf ." kalimat itu terungkap bersamaan. Mereka berdua saling tatap, dan kontan tertawa renyah. Rasanya beban di kedua bahu mereka mendesir hilang begitu saja. Ini yang diharapkan oleh keduanya, bersuara tanpa ada rasa tidak enak.
"Tapi lo udah nggak apa-apa, kan La? Lo baik-baik aja? Jujur gue khawatir."
"Iya, gue baik-baik aja, kok. Khawatir kenapa, lo? Takut kehilangan gue?"
Mike mengacak-ngacak rambut Ella pelan, cowok itu membuka pintu mobil tanpa memberikan jawaban.
-000-000-
Mike berputar-putar mengikuti Ella yang sedang mencari novel di toko buku. Ia terus berdoa agar benda sialan itu tidak jatuh ketangannya lagi.
"Mike, novel yang kemarin gue kasi udah lo baca?"
Mike tersedak liurnya ketika mendengar pertanyaan Ella. "Belum gue baca dan nggak akan pernah gue baca, La."
Ella menganggukkan kepala, "Gue tau lo nggak akan baca Mike. Tapi gue nggak akan nyerah buat nyuruh lo baca novel cinta, titik! nih ambil dan baca di rumah!"
Mike menghembuskan napasnya kasar. Entah sudah berapa banyak koleksi novel di rak bukunya. Tanpa sengaja Mike melihat anak kecil meloncat-loncat mencoba meraih buku yang tidak bisa digapainya. Mike tertawa kecil dan menghampiri anak itu. "Biar kakak bantu, ya?" Mike menggendong tubuh mungil anak itu membantunya meraih buku yang di inginkan.
"Wajah tampanmu mengingatkan kakak akan sesuatu, kau tidak sendirian kan adik kecil?" Mike memegang kedua bahu anak itu.
"Angela," Mike menoleh bersamaan dengan anak itu. Ketika mendengar suara seseorang memanggil. Angela. Angela? Kebetulankah? Itu adalah nama panggilan sayang dari sang Ayah untuk Julian. Untuk beberapa detik Mike terhenyak. Apa-apaan ini? Kenapa Mike harus bertemu dengan tua bangka keparat ini. Dan demi tuhan! ini gila! Dia memiliki keluarga. Jashon tampak tersenyum manis bersama anak wanita yang sebaya dengannya. Entah siapa wanita itu. Yang jelas wanita itu sama keparatnya. Sial! Mike harus melarikan diri dari situasi rumit ini. Sebelum mereka benar-benar menghampirinya.
“Mike...” Jashon memanggil lirih.
"Argghhh..!" Mike mengerang kesal.
Wajahnya merah padam, dadanya terasa sesak. Samar-samar ia mendengar suara Ella yang memanggilnya. Persetan dengan itu semua! Saat ini Mike hanya butuh pergi dari tempat ini.
'Menjauh sebisa kemampuanmu. Lupakan masa lalu, lupakan kehidupan kelam itu. jangan pernah menoleh ke belakang atau kau akan benar-benar terluka.'
''Gue nggak peduli! Bukan urusan gue!" Mike berteriak, tanpa suara. Hanya batinnya yang memberontak dan terus bergejolak. Perasaan ini akan membunuhnya. Rasa sakit dengan apa yang baru saja ia saksikan. Bisa-bisanya dia melakukan semua itu. Apakah itu yang ia maksud dengan maaf. Persetan! sampai mati pun nggak akan pernah gue maafin!
-000-000-
Seperti biasa, ketika hatinya sedang sakit seperti sekarang ini. Mike akan pergi ke rumah pohon untuk menenangkan dirinya. Bayang-bayang wajah Jashon bersama adik tirinya itu membuat Mike prustasi. Ia membenci Jashon melebihi apa yang namanya cinta! Cowok itu kembali merasakan perihnya ditinggal oleh seorang Ibu. Dan sekarang Jashon malah meninggalkan Mike dan Julian berdua demi wanita jalang! Mike semakin tidak percaya dengan cinta. Baginya cinta itu menyakitkan dan membodohkan tuanya.
__ADS_1