
"Ella masih pacaran sama Mike?"
"Eh, bukannya Ella udah putus yah?"
"Astaga! Mike diselingkuhin!"
"Si Ella kan sekarang sama Rei anak baru itu."
Bisikan-bisikan itu terdengar di sepanjang koridor sekolah. Semakin lama suaranya semakin kencang. Bukan menjadi sebuah bisikan lagi, melainkan bicara terang-terangan. Sepagi ini Mike dan Ella sudah menjadi buah bibir. Dan semua ini karena Bella! Cewek itu mengompori semua penghuni SMA Tunas Bangsa dengan mengatakan bahwa Ella tukang selingkuh! Masalahnya hanya karena Bella melihat Ella duduk di kantin bersama Reinan, dan dengan sengaja Bella mengambil gambar mereka berdua. Gosip itu seperti spageti mushroom yang begitu nikmat disantap oleh mereka.
Ella melirik Mike yang berjalan di sampingnya. Cowok itu terlihat santai melewati sindiran-sindiran panas para penggemarnya. Entahlah, mungkin Mike tidak mendengar atau pura-pura tidak peduli dengan apa yang diributkan. Namun lama-kelamaan Ella pun melihat Mike mendengus dan mempercepat langkah kakinya. Dahi Ella berkerut samar seolah bertanya, 'Kenapa Mike meninggalkannya?' Ella hanya diam dan kembali berjalan. Bibirnya terasa kelu ketika ingin memanggil Mike. Ella merasa Mike mendengar apa yang digosipkan hari ini dan membuat semuanya terasa menjadi tidak enak.
"Hi, La." Tiba-tiba saja Reinan muncul dari sisi kanan cewek itu. Membuat Ella terperangah untuk sesaat. Entah sejak kapan cowok berbau khas permen karet itu berada di sampingnya. Dan lihatlah! Semua orang di sekitar saling memberi tatapan tidak suka ketika Reinan datang menghampiri Ella.
"Tadi Mike, sekarang Reinan." Sindir salah satu siswi sambil memberikan tatapan sinis. Ella terlihat seperti wanita murahan yang mengambil dua cowok keren sekaligus.
“Lo mau ke mana?" Ella mendongak ke arah Reinan yang postur tubuhnya jauh lebih tinggi.
"Ya mau ke kelaslah."
.
"Ke kantin dulu yuk, jam masuk masih lama kok." Ajak Reinan. Ella menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil mempertimbangkan ajakan Reinan.
"Udah jangan kebanyakan mikir." Reinan langsung menarik lengan Ella menuju kantin dan yang ditarik hanya pasrah saja.
-000-000-
Ella membasahi bibirnya yang terasa kering, cewek itu meminum segelas milk shake strawbery untuk menghindari kecanggungannya. Cewek itu mengedarkan pandangan ke sekitar kantin yang tidak begitu ramai.
"Lo pacarnya Mike?" Reinan bersuara dan membuat Ella tersentak. Ella menatap Reinan sambil meneguk ludah tenggorokannya yang terasa kering. Dan pertanyaan apa ini? Haruskah Ella menjawab jujur bahwa sebenarnya Mike bukan pacarnya?
"Bukan, Mike bukan pacar gue." Kalimat itu terungkap begitu saja. Baiklah, ini akan menjadi perbincangan yang panjang.
"Jadi?" Tanya Reinan penasaran. Lagi-lagi Ella meneguk ludahnya. “Gue cuma pura-pura aja sama dia. Karena Mike cuma pengen fansnya ngejauh dari dia. And see? Dampaknya itu kelihatan banget. Fansnya Mike sekarang udah berkurang karena patah hati prince mereka udah gue embat." Jelas Ella sambil menyeruput minumannya.
Reinan menganggukkan kepala kemudian tersenyum senang.
"Kenapa lo senyum-senyum gitu?" Tanya Ella heran.
"Nggak, gue seneng aja lo masih kosong. So, gue bisa daftar kali yah?"
"Gue bogem lo."
Reinan tertawa sedangkan Ella berdecak sebal melihat Reinan menertawakan dirinya.
-000-000-
"Asik nih yang habis ke kantin berdua." Goda Rara ketika melihat Ella dan Reinan masuk ke dalam kelas. Mike hanya melihat mereka sekilas dan kembali mengajarkan Ditto yang sedang bertanya soal Matematika padanya.
"Mike, ini dapet 220 dari mana?" tanya Ditto.
__ADS_1
"Panas. nih." jawab Mike pelan.
"Hah? ruangan dingin begini lo bilang panas? Nggak waras lo Mike." Ucap Ditto yang mengetuk kepala Mike menggunakan pulpennya. Namun meski pun begitu, Mike masih menatap kosong ke arah soal Matematika.
"Bukan, hati gue yang panas." Jawab Mike. Ditto mengerutkan keningnya. Ada apa dengan Mike? 'Asik nih kalo dikerjain' batin Ditto bersuara.
"Wah kenapa tuh Mike hati lo panas?" Ditto sambil menahan tawanya.
"Ngeliat mereka."
"Siapa tuh mereka?"
"Hah?"
"Siapa mereka?"
"Kenapa?"
"Lo bilang hati lo panas ngeliat mereka."
Mike menggosok mukanya dengan kasar,
“Astaga! emang tadi gue ngomong gitu?!" Bisik Mike yang mulai khawatir ucapannya yang sedang tidak sadar didengar oleh semua orang apalagi didengar oleh Ella.
"Iya." Jawab Dito santai dan kembali fokus dengan bukunya.
"Siapa aja yang denger?" Tanya Mike lagi.
"Astaga! buang muka gue ke Segitiga Formosa buruan!" ucap Mike seraya menangkup seluruh mukanya menggunakan kedua tangannya. Kontan Ditto tertawa ngakak setelah melihat respon Mike yang terlihat malu bukan main. Hingga seluruh kelas termasuk nano-nano cekrek menatap Ditto dan memberikan muka bingung kenapa Ditto tertawa keras. Ditto hanya melambaikan tangannya pertanda tidak ada apa-apa.
"Emang lo kenapa sih Mike?" Tanya Ditto. “
“Nggak, semalem gue abis nonton drama Korea makanya ke bawa pikiran." Bohong Mike.
Ditto mencibir, “Ah masa? Sejak kapan lo suka drama Korea?" Tanya Ditto tidak percaya.
"Y-ya kan Juli suka tuh drama Korea, jadi gue ikutan nonton." Jawab Mike berbohong lagi.
"Alah.. lo kan bisa ke kamar." Ditto menyikut lengan Mike seraya menahan tawanya.
"Lo kek nggak tau Juli aja dah. Dia kan nggak mau nonton sendirian."
"Oh... gitu? Jadi bukan panas gara-gara pasangan baru kita pagi ini, ya?"
"Siapa?"
"Ella dan Reinan."
"O..ohh nggak-lah." Jawab Mike dengan suara yang senetral mungkin. Mike melirik sekali lagi ke arah Ella dan Rei. Dan astaga! Nyesek!
Entah kerasukan apa Rei bisa selancang itu di hadapan Mike. Semakin Mike berusaha acuh, tingkah Rei membuat dada Mike memanas. Lihat saja, Rei duduk di hadapan Ella sambil menopang kedua dagu, tertawa, tersenyum, dan Gila! Tatapannya, sangat menjijikkan. Bisa-bisa sebentar lagi akan keluar semburan api dari mulut Mike. Semoga saja Mike bisa menahan rasa kesalnya, karena kalau sampai Mike ngamuk-ngamuk, bisa habis Rei digebukin Mike dan karir Mike sebagai cowok ter-cool di sekolah akan tamat, bubar, the end, requiescat in pace.
__ADS_1
-000-000-
Mike mengitari perpustakaan dengan pikiran kosong. Cowok itu mondar-mandir seperti petugas siskamling.
“Si Mike kenapa, sih?" tanya Anna.
“Tau tuh, galau kali dia gara-gara Ella deket sama tuh anak baru." Balas Rara.
"Hoi Mike! Gabung sini. Kita-kita kagak ngerti tugasnya nih.” panggil Ditto.
Mike tersentak mendengar panggilan itu. Cowok itu menoleh sambil mengacak rambut
“Come on Mike. What's wrong with you? Its okay.” ucap Anna dengan gaya centilnya.
“Mike!” panggil Ella pelan dari belakang.
“Apa?” jawab cowok itu cuek, tatapannya datar.
“Issh muka lo kenapa kayak bebek nggak laku aja sih Mike?” Ella jengkel dengan sikap Mike yang belaga mengabaikannya
Cewek itu mendekat dengan jarak sangat dekat. “Astaga Mike! Kok gue ngeliat ada kobaran api sih? Jangan, jangan...”
“Jangan-jangan apa? Gue nggak cemburu sedikit pun sama tuh makhluk kutu kupret! Dan lo nggak usah kepedean jadi orang paling berharga.” Mike langsung menyerocos tanpa ada rem.
Ella menahan tawanya. “Apa sih Mike? Siapa yang bilang lo cemburu? Lo lagi PMS? Gue beliin Kiranti empat botol yah?”
“Serah lo.” Mike memajukan langkah dan kembali ke bagian kelompok.
Ella memutar bola matanya. Aneh! Hari ini cowok itu bersikap tak biasa.
-000-000-
"Kacau! Latihan hari ini berantakan! Lo tuh jangan egois. Coba ngimbangin gerakan gue. Kalo kayak gini percuma! Capek -capek latihan nggak ada hasil! Bisa kalah kita!” Mike mengomel tak karuan.
“Mike lo kenapa, sih? PMS lo parah, ya? Apa Kiranti empat botol nggak cukup?"
Mike menatap tajam, “Gue serius. Kalau lo nggak bisa serius ya udah nggak usah latihan! Sana ngedate sama cowok lo si modal idung!"
“MIKE!” suara Ella mulai meninggi. “Gue nggak ngerti yah apa yang lo omongin. Tapi sumpah gue sedih lo kayak gini sama gue.” wajah Ella berubah sayu, sebisa mungkin ia menahan air matanya untuk tidak jatuh di hadapan Mike.
Nggak ada hujan, nggak ada topan tiba-tiba saja Mike memeluk Ella, “Gue nggak suka lo deket sama cowok lain.”
BARR.
Unek-unek cowok itu akhirnya tumpah.
“Tapi kenapa? Bukannya lo nggak peduli sama gue?” tanya Ella dengan suara tertahan. Rasanya perih, hangat, tapi nyaman.
“Gue cuma pengin lo jadi Ellanya Mike, bukan yang lain. Gue nggak paham. Tapi semua itu nyakitin gue."
Ella terdiam.
__ADS_1