
Get Nice Day!
Please come in my BIRTHDAY PARTY
Date: Tonight, 08:00 P.M
Place: In my beautiful house
Hopefully your participant, and enjoy the day.
(Love Bella)
"Guys, sini deh merapat." ajak Anna dengan wajah campur aduk, seperti ada tarikan magnet. Mereka menurut karena rasa penasaran mereka terpancing.
"Baca, deh! Ada undangan dari Bella." ucap Anna. Ella menanggapi dengan datar sambil mengangguk. "Oh itu, udah tau gue."
"Mana? Mana? Kok gue nggak ada. Dia ngundang di mana?" Rara berkomentar.
"Ih kalo dapet notifikasi tuh baca yang bener. Liat grup WhatsApp. Dia ngundang di grup SMA TUNAS BANGSA, otomatis dia ngundang semua anggota grup dodol."
Rara meng-scrool layar handphonenya ke atas mencari undangan itu. Mungkin efek Rara yang tak peduli dengan grup, jadi ia selalu ketinggalan berita. Bahkan gosip terheboh pun yang membuat sekolah gempar pun ia tak tahu.
"Ditto sama Mike udah liat belum, ya? Ini momen yang pas buat Mike nunjukkin ke para fans gilanya itu, kalo ternyata kalian berdua pacaran. Tunjukin secara nyata. " Anna menyenggol bahu Ella sambil mengedipkan mata.
Di saat Anna dan Rara asik berimajinasi apa yang akan terjadi nanti malam. Ella malah uring-uringan memikirkan pesta itu. Ia tahu Mike pasti akan mengajaknya, lalu bergandengan, melakukan hal romantis. Ah kisah klasik drama akan ia lakoni. Tapi sanggupkah?
"Ella, lo harus dandan yang cantik."
"Whatever."
Anna meraih wajah Ella, memperhatikan setiap garis wajah itu dengan detail.
"Harus gue rombak." Anna membatin.
"Woy Na, ada balesan nih dari Ditto."
Anna mengernyitkan dahi. Ditto? Apa hubungannya.
"Pesan dari Ditto perwakilan Mike. Nanti malem katanya mereka berdua stand by depan rumah Ella."
Anna manggut-manggut sambil mengacungkan jempolnya. Di balas senyum miring oleh Rara.
-000-000-
"Dasar cewek! Nggak konsisten waktu. Bilangnya jam tujuh udah siap. Lah udah setengah jam kita nunggu. Masih aja belum keluar, bikin ngenek." Ditto mulai meracau tak karuan, dalam hal waktu ia memang paling tak sabaran. Berbeda dengan Mike yang adem ayem nunggu sambil memainkan handphonenya. Entah apa yang dilakukannya. Tapi sepertinya benda itu bisa membuatnya tenang.
"Yaelah Mike lo malah main game!" Ditto melirik ke layar ponsel Mike.
"Daripada mondar mandir nggak jelas kayak elo!" Mike menatap Ditto sambil menyipitkan mata.
__ADS_1
"Kenapa pada berantem, sih. Ayo berangkat." ucap Anna.
Akhirnya, setelah sekian lama para Nyai lampir itu keluar juga.
Mike termangu. Ia memandangi Ella dari ujung kaki sampai ujung kepala. Untuk yang pertama kalinya cowok itu melihat Ella seperti melihat bidadari.
"Ayo berangkat." ajak Ditto.
"Nggak seru banget sih kalian berdua, nggak ada komen atau kesan kita cantik atau apa kek! Kita udah dandan susah begini. Udah kek bidadari kita, nih" rutuk Anna sebal.
"Iya kalian cantik." ucap Ditto. Namun tidak dengan Mike yang masih terpesona dengan kecantikan Ella tapi ia memilih diam.
-000-000-
Mike memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah disiapkan oleh sang pembuat acara. Semua orang sudah ramai menghadiri acara ulang tahun Bella. Semua orang datang dengan pasangan mereka masing-masing. Tapi ada juga yang datang bersama teman mereka. Mike membuka sabuk pengamannya begitu pun juga Ditto yang duduk di depan bersama Mike. Mereka keluar dari mobil dan siap berpesta hari ini.
"Lo cantik hari ini." bisik Ditto tepat ditelinga Anna. Spontan Anna menoleh ke arah Ditto yang memasang ekspresi seperti tidak terjadi apa-apa.
"Oh my god Ditto! gue udah cantik dari brojol kali. So, lo nggak usah pake bilang juga sih." teriak Anna yang membuat teman-temannya menoleh ke arah cewek itu, begitu pun juga Ditto. Cowok itu menatap Anna dengan tatapan bingung, "Lo kenapa, Na? kapan gue bilang kalo lo cantik?" Ditto mencoba **** senyumnya.
"Heh, Na! kalau emang lo nggak ada yang muji jangan segitunya juga kali. Malu hoi!" Ledek Mike. Anna menggertakkan gigi-giginya. Ia menatap Ditto dengan tatapan sinis namun Ditto hanya memasang tampang datar, datar sekali. Seperti pakaian yang habis disetrika ratusan kali.
"Udahlah, ayo cepet keburu mulai nih acaranya. " perintah Ella yang melirik jam hitam kecil yang melingkar indah di tangan kirinya. Spontan Mike mengambil tangan kiri Ella dan menggandengkannya di tangan kanannya. Kontan detak jantungnya bekerja lebih cepat ketika Mike menggenggam tangannya. Bisa-bisa sebentar lagi jantung Ella meledak dan meloncat keluar. ‘Ada apa ini?’ batinnya dalam hati.
Kini Mike meraih pundak Ella dengan tangan kanannya yang mendekatkan jarak diantara mereka berdua dan tangan kirinya masuk ke dalam saku celana. Lagi-lagi jantung Ella berdegup kencang, kedua pipinya sudah memerah akibat perlakuan Mike padanya. Tapi cowok itu? Hanya santai seperti di pantai.
Semua orang dibuat kagum karena pesona dari Mike dan Ella. Mereka berdua bergandengan layaknya pasangan kekasih. Mike yang menggunakan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja berwarna merah yang senada dengan gaun panjang yang Ella gunakan.
"Happy birthday Bella, Happy Birthday Bella, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Bella.”
Semua orang bertepuk tangan dan menyanyikan lagu Happy Birthday ketika Bella mulai meniup lilinnya dan memotong sebuah kue besar bergambarkan Hello Kitty. Satu potong kue diberikan kepada ibunya dan satunya lagi untuk ayahnya. Mike tersenyum miris melihat kebahagiaan keluarga Bella. Bahkan cowok itu sendiri lupa rasanya bagaimana berbahagia bersama keluarga. Mike menarik tangan Ella berlari dari pemandangan yang mengingatkannya pada sebuah keluarga.
"Lo kenapa? Acaranya kan baru aja di mulai." tanya Ella yang bingung ketika Mike membawanya ke belakang para tamu yang sedang melihat bagaimana bahagianya keluarga Bella.
Mike menghela napas panjang, ia memijit pelipisnya. "Gue cuma nggak suka sama yang rame-rame, engap gue." jawab Mike berbohong, sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan mukanya agar terlihat jika dirinya tidak sedang berbohong.
Ella memanyunkan bibirnya dan membuang muka ke sembarang tempat, “Hidup lo penuh dengan ke tidak sukaan Mike." Ella merungut sebal. Mike hanya terdiam dan tidak mempedulikan perkataan Ella.
Tiba-tiba terdengar suara pembawa acara menggema ke seluruh ruangan memberitahukan bahwa para tamu dipersilahkan untuk mengambil makanan yang telah disediakan. Seluruh tamu yang mendengar itu langsung berjalan menuju kolam renang, termasuk dengan pasangan kita malam ini. Mike dan Ella.
Mike mengangkat alisnya ketika melihat Rara memberikan kode yang tidak dimengerti oleh cowok itu.
Lihat cewek tomboy itu, ia terus saja menyatukan kedua telunjuknya sambil matanya yang bergantian menatap Mike dan Ella yang sedang menikmati hidangan. Mike menganggukkan kepalanya, seperti sudah mengerti apa yang dikodekan oleh Rara. Cowok itu berjalan menghampiri Ella dan langsung meraih pundak Ella mendekat pada dada bidangnya.
"Mike, kenapa lo? "
Untuk ke sekian kalinya cowok itu mengagumi kecantikan Ella. "Lo cantik hari ini." spontan kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Mike. Dia masih setengah sadar.
__ADS_1
"Lo bilang apa, Mike? " tanya Ella memastikan.
Mike menggigit bibir bawahnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Nggak, cuma tadi Rara bilang kita harus kayak orang pacaran biar mereka pada percaya. " jawab Mike gugup yang diiringi oleh anggukan kepala oleh Ella.
"Ehhm, La. gue ke toilet bentar, yah " Izin Mike, tanpa persetujuan Ella ia langsung berlari sambil sedikit merapatkan kakinya.
Ella membuang napasnya dengan kasar. Bagaimana bisa cowok itu meninggalkannya sendirian di sini? Rara, Anna dan Ditto juga nggak tahu kemana. Cewek itu mengambil minuman di atas meja.
"La, pacar baru lo kemana? " tanya Bella yang tiba-tiba berdiri di samping Ella. Hampir saja minuman yang ada di genggaman Ella tertumpah di gaun biru tua milik Bella.
"Siapa?"
Bella berdecak sebal dan memutar bola matanya malas, " Ya Mike Angelo, lah! " Jawab Bella.
"Dia lagi ke toilet."
Bella hanya menganggukkan kepalanya mendengar respon dari Ella. Cewek itu tersenyum sinis seperti memikirkan sesuatu yang jahat. Tangannya meraih tangan Ella dan ...

'Byurrr '
Bella mendorong Ella ke kolam renang yang tidak jauh dari mereka. Ella yang tidak ada keahlian dalam berenang hanya berteriak ' Tolong '. Semua orang hanya menatap khawatir tanpa berniat untuk menolong. Entahlah, di mana sahabat-sahabatnya saat ini? Bella hanya tersenyum penuh kemenangan saat melihat Ella yang kesusahan.
"Ella!" teriak seseorang dari kejauhan. Dan ternyata seseorang itu adalah Mike yang baru menyelesaikan pekerjaannya di toilet. Ia membuka jasnya dan menggulung kemejanya sebatas siku.
'Byurrr'
Tubuh cowok itu ikut masuk ke dalam kolam, kaki dan tangannya bergerak lincah untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak tenggelam. Tangan kanannya memeluk tubuh Ella untuk di bawa ke atas. Mike memangku tubuh Ella yang tidak sadarkan diri. Seluruh badanya basah dan wajahnya keliatan pucat.
Cowok itu menggeram emosi. Ia tahu ada seseorang yang sengaja untuk menyelakai Ella. Siapa lagi kalau bukan salah satu dari penggemarnya yang tidak suka dengan hubungannya dengan Ella.
“Siapa yang sengaja lakuin ini?! " Bentak Mike pada semua orang.
Mereka hanya terdiam, namun tidak dengan Bella. Ia kesal karena Mike menyelamatkan Ella.
"Mike, kasih napas buatan. " ucap Ditto yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya. Begitu pun dengan sahabatnya yang lain.
Mike menatap ragu, namun ia harus melakukan ini agar Ella segera sadar.
"Maafin gue, La. " ucap Mike lirih.
Cowok itu mendekatkan wajahnya pada Ella. Mike mengeluarkan napasnya dari paru-paru, ia mengesampingkan kepala Ella, dan dalam waktu satu menit Mike membekap mulut cewek itu dengan mulutnya dan mengaliri napasnya ke dalam mulut Ella.
"Uhuk... Uhuk."
Mike tersenyum ketika melihat Ella sudah sadarkan diri. Cowok itu langsung menggendong Ella dan membawanya keluar dari pesta yang diikuti oleh Ditto, Rara dan Anna.
__ADS_1