
Ella menatap wajahnya di balik kaca wastafel kamar mandi, cewek itu membasuh mukanya sekali lagi lalu beranjak menuju meja belajarnya.
Ella meraih laptop dan mulai memainkan jari manisnya di atas keyboard.
Ia merangkai kejadian hari ini dengan sebuah sajak dan kata indah.
Jujur saja, ia sangat senang. Karena sikap Mike kemarin telah membuatnya bahagia. Ungkapan demi ungakapan yang cowok itu katakan seperti pelangi yang muncul setelah hujan reda. Bewarna dan mengindahkan.
Drrt... Drttt...
Suara getar hape di atas meja mengalihkan perhatiannya. Cewek itu membuka pesan dan melihat nama Mike Angelo di sana.
"***La, nanti sore gue tunggu lo di BIP, ya. See you***."
Ella tersenyum setelah membaca pesan dari Mike. 'Apakah ini sejenis ajakan kencan pertama? Atau... Enggak... Enggak...
Enggak... Nggak mungkin Mike nembak gue, secara dia kan sebel sama yang namanya cinta. Tapi maksud permintaan dia supaya gue memulai untuk jatuh cinta itu apa?" batin Ella. Cewek itu membuang napas kasar.
--000-000--
Mike menghentikan mobilnya di halaman parkir Bandung Indah Plaza. Cowok itu turun dari mobilnya lalu menatap gedung yang berdiri angkuh di hadapannya.
"Mike, menurut lu si Ella bakal nyium bau rencana kita nggak?" tanya Rara yang berdiri disebelah Mike.
"Lo tenang aja, Ella nggak bakal tau sama apa yang kita rencanain."
"Tapi gue jadi nggak tega sama Ella, deh. Secara kalau kemana-mana, kan kita pasti jemput Ella. Terus nanti kalau Ella kenapa-napa di jalan gimana? Arghh... Ella I'm sorry." Anna meringis seperti anak kecil.
Ditto berdecak sebal, cowok itu memutar bola matanya malas. "Ella udah berapa lama sih tinggal di Bandung? Tenang aja, dia nggak bakal ilang."
Mike menyeringai mendengar komentar teman-temannya. Cowok itu memasang kaca mata hitamnya.
"Come on guys." Mike memerintah. Ia berjalan layaknya aktor papan atas. Menebar pesona dan karisma ketampanannya.
-000-000-
Ella membuka layar handphone dan mencari kontak nomer bernama Mike Angelo. Lantas cewek itu pun menekan tombol "Call".
"Mike, gue udah di BIP, nih. Lo di mana? "
"Lo tunggu di depan bioskop empiere. Gue ke sana sekarang."
"Oke."
Ella menekan tombol merah dan mematikan ponselnya. Cewek itu berjalan menuju bioskop empiere.
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
Ella sampai di tempat yang Mike perintahkan. Cewek itu mengedarkan pandangannya mencari orang yang akan ia temui. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ella merogoh kantung tasnya dan ternyata ada pesan singkat dari Mike.
"La, lo pesen tiket aja dulu. Nanti gue nyusul masuk ke dalem. Pilih film yang lo suka."
"Lo sebenernya di mana sih, Mike? Gue nggak mau tau, pokoknya lo harus cepet ke sini!"
Ella memutar bola matanya kesal. Cewek itu memasukan ponselnya lalu berjalan menuju kasir.
"Berhubung Mike nyuruh gue nonton film yang gue suka, so gue bakal nonton film cinta. Awas aja kalau sampai dia nggak dateng!"
__ADS_1
Tiket film telah ditangan. Ella pun masuk ke dalam. Semua lampu sudah dipadamkan. Namun belum ada tanda-tanda kehadiran Mike.
Ella mulai gelisah ketika filmnya sudah di putar beberapa menit yang lalu.
"See. Mike boongin gue? Oke Ella, lo jangan ngarepin lagi Mike buat datang. Sekarang lo nonton dengan tenang." batinnya.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Ella baru saja menenangkan hatinya yang kalut marut karena Mike yang tidak kunjung datang. Namun tiba-tiba saja seseorang menyodorkan sebungkus popcorn. Cowok itu masih memakai kaca mata hitam. Pandangannya fokus ke depan layar, yang besarnya sebesar tembok Cina.
"Mike?"
Mike membuka kaca matanya lalu memberikan seulas senyum.
"Sorry gue telat."
Ella tersenyum simpul begitu melihat Mike telah duduk di sampingnya. Untuk pertama kalinya cowok itu mau menonton film yang bertemakan cinta. Dan ini adalah sebuah keajaiban dunia. Karena seorang Mike telah kembali ke dunia yang semestinya. Yaitu dunia merah jambu.
Selama di dalam, Ella tak berhenti memandang Mike yang terlihat serius menonton film di depannya. Sampai ia tersadar, spontan kedua pupil itu pun saling bertabrakan. Cukup lama memang mereka saling menatap begitu. Seperti ada pancaran merah jambu dari keduanya.
“Kenapa sekarang cowok langka seperti Mike, akhir-akhir ini bersikap aneh?" batin Ella.
-000-000-
"Mike, sumpah ceritanya keren banget! See? Cinta nggak semenjijikkan yang lo kira, kan?" Ella tertawa penuh kemenangan seakan film tadi benar-benar hal yang bisa mengskakmat Mike.
Mike tersenyum. Ya, hanya tersenyum. Senyuman yang ampuh membuat Ella terbeku sesaat. Satu hal yang baru Ella sadari, senyuman Mike berdampak buruk pada jantungnya.
-000-000-
Bernapas saja aku bahagia..
It's beautiful life...
Beautiful day...
Ku ingin hidup dalam ingatanmu
Beautiful life... Beautiful day...
Tetaplah kau bersamaku.
Ella memejamkan mata, menghayati lagu yang ia dengar lewat headset. Sudah lebih dari sepuluh menit Ella duduk di samping cowok yang masih fokus menyetir.
Dan ini bukan lagi area yang ia kenal. Cewek itu menatap dari balik kaca, langit jingga mulai menghiasi sore.
" Mike, kita mau kemana?" Ella menepuk bahu cowok itu.
Mike memamerkan wajah teduhnya. Cowok itu pun menghentikan mobilnya di samping lautan rumput hijau.
"Mike, kita ngapain ke sini?" tanya Ella sedikit terengah menanjak bukit yang tidak terlalu tinggi. Ella memperhatikan sekitar, pengunjung tidak terlalu ramai.
Mike menjulurkan tangan menyuruh Ella untuk meraihnya. Dan hap! Kini mereka telah berada di puncak.
Mike merebahkan dirinya di atas rerumputan. Ia menatap lensa hitam milik Ella, kemudian tersenyum manis.
Ella ikut berhadapan dengan langit. Ia menumpu kepalanya dengan kedua tangan.
__ADS_1
Beberapa detik, ia menikmati waktu.
" La, gue punya kejutan buat lo."
"Kejutan apa Mike?"
"Ikut gue."
Mike bangkit kemudian ia menarik lembut lengan Ella."
Begitu telah sampai di tempat yang ingin Mike tunjukkan. Kontan Ella terperangah melihat hamparan rumput yang telah dihias oleh lilin-lilin kecil berbentuk love, dan di sana tertulis "Happy Birthday Shiella Allycia. I will always with you."
Happy birth day Ella...
Happy birth day Ella...
Happy birth day...
Happy birth day...
Happy birth day Ella...
Anna, Rara dan Ditto tiba-tiba saja muncul sambil membawa sebuah cake. Sejenis black forest yang dihiasi lilin kecil juga beberapa hiasan strawberi di atasnya.
Kejadian malam ini sukses membuat cewek itu kehilangan kata-katanya.
"Astaga! Kalian? Ini keren banget."
"Ya dong! Kita kan sebagai sahabat lo nggak mungkin ngelupain ulang tahun lo, La." satu tangan Anna merangkul bahu Ella.
"Dan yang terpenting, yang perlu lu tau nih ya. Semua ini tuh yang nyiapin si Mike kutu kupret. Hebat kan dia? Bisa nyiapin surprise keren kek gini?" ucap Rara.
Ella tersenyum bahagia. Seperti langit gelap yang memberikan banyak bintang. Cahaya hitam itu kini mulai memberikan sinar dan pancaran yang indah. Begitu hal nya dengan Mike. Entah sejak kapan cowok itu bisa seromantis ini. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah Ella duga sebelumnya.
" Mike, thanks ya lo udah nyiapin ini semua buat gue."
Mike tersenyum manis. Kemudian, " La, gue-" ada jeda, hingga tiba-tiba Mike mendekatkan wajahnya ke wajah Ella.
Dengan jarak sedekat ini membuat Ella menahan napas, kemudian ia menutup matanya, tak ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Mike.
CUP.
Mike mendaratkan ciumannya di kening Ella. Cewek itu membuka sebelah matanya.
Astaga! Tadi itu apa? Kontan Ella membeku. "Barusan Mike nyium gue? Astaga?! Gue yakin ini pasti mimpi!" batin Ella memberontak.
Huuuuuuu... Anna, Rara dan Ditto berteriak serempak.
"Eh Mike, tanggung amat sih lu. Nyium di kening. Nyium tuh di sini, nih!" Rara menujukkan bibir dengan telunjuknya.
"Ini tuh namanya ciuman persahabatan. Tanda Kasih sayang. Kalau udah dibibir itu tandanya udah cinta. Lo mau gue cium juga, Ra?"
"Idih...ogah! Lu nyium gue? Udahnya gue kudu mandi pake kembang tujuh rupa." jawaban Rara membuat semuanya tertawa ngakak.
Dan untuk hari ini, Mike telah membuat Ella bahagia akan semuanya.
"Mungkin untuk hari ini lo cuma memberikan ciuman sayang seorang sahabat. Tapi suatu saat gue yakin, lo akan memberikan sebuah ciuman sepasang kekasih yang saling mencintai. First Kiss." ucap Ella membatin.
__ADS_1