
Pukul dua siang.
Setelah bel pulang sekolah, Mike bergegas menuju parkiran untuk mengambil motornya. Sengaja hari ini ia tidak membawa mobil karena menghindari macet. Mike berencana datang lagi ke SMA Venus untuk menemui Carissa. Semenjak kejadian itu, saat Mike melihat Carissa dibully oleh teman-temannya, Mike mulai berpikir bahwa bertaruh dengan seorang wanita bukan-lah hal yang dibenarkan untuk seorang cowok seperti dirinya.
"Mike, gue nebeng, ya." ucap Ella yang tiba-tiba telah berada di samping Mike sambil menyunggingkan seulas senyum.
Mike menatap Ella ragu, bukan kebiasaannya menolak permintaan Ella, namun untuk hari ini ia harus melakukannya.
"Sorry, La. Hari ini gue ada urusan, lo pulang bareng Ditto aja, ya. Bye. La " jawab Mike dengan nada terburu-buru.
Ella mengernyit. ‘Mike kenapa, ya?Nggak biasanya tuh cowok mendadak bersikap aneh' batin Ella.
Mike menggas motornya kencang, motor itu melaju meninggalkan halaman sekolah bersamaan dengan pandangan Ella yang melihat kepergian Mike, hingga bayangan cowok itu menghilang dari pandangannya.
-000-000-
Motor Mike berhenti tepat di parkiran gedung sekolah SMA Venus. Cowok itu melepaskan helm dan mengunci ganda motornya, kemudian ia berjalan menyusuri koridor menuju gedung aula mencari sosok yang ia cari. Siapa lagi kalau bukan Carissa? Mike yakin kalau hari ini Carissa sedang latihan dance untuk mempersiapkan perlombaan yang akan di senggarakan dua hari lagi.
Baru beberapa langkah Mike berjalan, sesuatu menarik perhatiannya. Cowok itu berhenti dan menyaksikan dengan saksama. Lagi? Dahi Mike berkerut samar begitu melihat Carissa sedang dibully oleh teman-temannya. Seorang cewek bertubuh tinggi, berambut panjang sebahu, dan berkulit coklat, sedang menjambak rambut Carissa, gadis yang satunya mencoret-mencoret wajah Carissa dengan lipstik, sedangkan dua orang lainnya mengambil gambar. Mike berlari menghampiri manusia-manusia keji itu.
"STOP!" teriak Mike, "Jadi ini kelakuan kalian yang ngakunya hebat dan berprestasi?!" Mike menatap wanita-wanita itu dengan nanar.
"Ngapain lo ke sini?! Cowok ***! Nggak usah ikut campur urusan gue! Mending lo persiapin aja diri lo untuk menerima kekalahan, karena gue nggak akan ngebiarin lo menang! " Teriak salah satu cewek di depan muka Mike.
'Cih' Mike tertawa sinis. Sorot matanya penuh ejekan.
"Gue nggak peduli! Ambil tuh kemenangan! Sekarang kalian pergi atau gue laporin kelakuan kalian yang nggak bermoral itu ke kepala sekolah!" teriak Mike lagi.
"***!" jawab cewek itu sambil menendang kursi. Mereka menatap Mike penuh dendam. Daripada memperpanjang masalah akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi menyisakan Mike dan Carissa di sana.
Mike memandangi si gadis kasihan itu, perlahan air mata cewek itu pun tumpah di hadapan cowok yang selama ini ia anggap sebagai musuhnya.
__ADS_1
Mike mengambil sapu tangan di belakang saku celananya. Ia menatap Carissa ragu, namun akhirnya ia memberanikan diri membersihkan wajah Carissa yang penuh dengan coretan. "Ternyata cewek ular kayak lo bisa nangis juga? Muka lo udah kayak badut gini, terus lo nangis kayak anak kecil, sempurna! Untuk hari ini lo bikin gue ngenek." ucap Mike masih sambil membersihkan wajah Carissa.
Carissa menatap Mike speechless, dimatanya saat ini Mike bukan seperti musuh. Tapi seperti pangeran yang menyelamatkan hidupnya dari para penyihir jahat.
"Biar gue aja." Carissa memegang tangan kanan Mike yang tengah mengusap lembut wajahnya.
Satu detik.
Dua detik.
Mike melihat tatapan Carissa yang penuh kontradiksi. Lantas ia pun memberikan sapu tangannya pada Carissa. Membiarkan cewek itu membersihkannya sendiri.
Keadaan tadi memang sangat memalukan. Mike yang notabenenya adalah musuh bebuyutan Carissa di SMA Venus, justru malah menyelamatkan ia dari serangan manusia-manusia jahat.
Mike menyandarkan tubuhnya didinding sambil melipat kedua tangannya. "Gue ke sini cuma mau bilang sama lo, kalau gue nggak tertarik dengan tawaran lo. Menang atau kalah itu hal biasa buat gue. So, lo nggak usah repot-repot mikirin hukuman apa yang bakal gue terima kalau seandainya gue kalah. Bagi gue tantangan lo nggak laki! Lagian ngapain gue bertarung sama cewek-cewek salon kaya kalian. Dan satu lagi, Lo tuh cantik! Sayang kalau kecantikan yang lo punya dibarengin sama kelakuan busuk. So, be your self." ucap Mike lalu melipir keluar kelas meninggalkan Carissa seorang diri.
"Mike... " teriak Carissa, Mike menoleh melihat cewek itu menghampirinya. "Thanks lo udah nolongin gue, gue minta maaf atas sikap gue sebelumnya sama lo. Kita bisa berteman?" Carissa menatap Mike ragu.
"Rumah lo di mana?" tanya Mike dengan muka datar.
"Ru-rumah gue di geger kalong." jawab Carissa terbata-bata.
"Naik." Mike memerintah.
"A-apa?" Carissa mengerjap.
"Lo mau nginep di sekolahan? Gue bilang lo naik ke motor gue." perintah Mike gemas.
"Ta-tapi,"
"Nggak usah mikir yang aneh-aneh. Gue cuma mau pastiin lo selamat sampai rumah."
__ADS_1
Carissa menatap Mike ragu, namun akhirnya cewek itu menurut dan naik ke atas motor cowok itu dengan perasaan yang campur aduk.
Mike memakai helmnya. Lalu motor itu melaju cepat membelah jalan raya. Gedung-gedung terlihat berlarian mengejar, lalu tertinggal jauh-jauh di belakang.
-000-000-
Dua puluh menit berlalu, motor Mike berhenti di depan rumah Carissa. Rumah yang sangat besar. Bangunannya tinggi dan lebar, cat rumahnya bernuansa serba putih.
"Mike, klakson motor lo tiga kali." perintah Carissa.
Mike menurut dan mengklakson motornya tiga kali, lalu terlihat-lah gerbang besar yang perlahan terbuka lebar.
"Makasih Pak Adi." ucap Carissa pada seseorang yang membukakan gerbang tersebut.
Memasuki halaman rumah Carissa, Mike mematikan mesin motornya. Lantas Carissa pun turun dari motor Mike, dan memberikan seulas senyum manis pada cowok itu.
"Mike, masuk dulu, yuk?" ajak Carissa.
"Nggak usah, lain kali aja. Gue buru- buru." Jawabnya.
"Carissa kamu sudah pulang?" ucap seorang lelaki tua yang tengah berdiri di muka pintu. Spontan Mike menoleh. Mata cowok itu melebar menatap lelaki itu. 'Ini benar-benar gila? Skenario jenis apa ini? Kenapa gue harus dipertemukan lagi dengan manusia kejam itu? Dan kenapa juga Carissa masuk ke dalam kisah ini? Shit! Ini benar-benar nggak masuk di akal.' batin Mike.
"Ma-Mike, " Jashon mengerjap pelan. Pria itu menghampiri Mike dan Carissa.
"Ayah, kenalin ini teman Carissa namanya Mike.''
Begitu mendengar Carissa memanggil Jashon dengan sebutan ‘ayah’ Mike gemetaran di tempat. Seperti baru saja disambar petir tepat di ubun-ubun, Mike merasa sebentar lagi akan ambruk dan tergolek tanpa nyawa di lantai. Seluruh suara yang ada mendadak lenyap, kecuali debar jantungnya sendiri. ‘Damn! Cewek yang selama ini jadi musuh bebuyutan gue ternyata dia punya hubungan darah sama gue?’ Batin Mike.
"Sorry, kayaknya gue harus pulang." dengan cepat Mike menyalakan mesin motornya dan menggas motornya kencang-kencang. Pak Adi yang melihat motor Mike akan keluar, dengan sigap membukakan gerbang.
Dengan perasaan yang campur aduk Mike melesat cepat, menyisakan Jashon dan Carissa yang melihatnya tak biasa.
__ADS_1