
Lagu Nobody’s Better dari penyanyi Z featuring Fattywap berdering di dalam kamar Mike. Cowok itu yang baru saja selesai mandi dan sedang membersihkan rambutnya yang basah dengan handuk langsung meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya. Mike pun menekan tombol hijau.
"Halo."
"Halo Mike. Lo masih inget sama gue?"
Spontan Mike melihat layar ponselnya dan melihat nama Carissa di sana, “Ngapain lo telepon gue? Ada yang penting?"
"Ada yang mau gue omongin sama lo. Gue minta lo keluar, karena sekarang gue ada di depan rumah lo."
"Shit!" Mike menekan tombol merah dan melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur. Cowok itu pun bergegas keluar menemui Carissa.
-000-000-
Mike memasang muka tergarangnya. Cowok itu kini tengah berdiri di hadapan Carissa sambil menenggelamkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Santai aja kali Mike. Gue kesini bukan mau ngebunuh lo. Gue cuma ngasi penawaran sama lo. Gue minta lo mundur dari sekarang atau lo bakalan menyesal!"
Mike menyeringai, "Apa yang bakal gue sesalin? Bagi gue tawaran lo itu sangat tidak penting! Mending sekarang lo pulang. Ini udah malem, nggak sepantesnya cewek dateng ke rumah cowok tengah malam kayak gini."
"Gue nggak peduli! Lo harus inget baik-baik, acara lomba festival ini menyangkut nama baik sekolah, dan lo tau kan apa akibatnya kalau lo kalah? Nama baik sekolah lo bakalan tercoreng, dan yang pasti lo bakalan jadi loudzer. Sekarang gue tantang lo, siapa pun yang menang di perlombaan nanti, dia berhak memberikan hukuman apa pun kepada yang kalah!" Carissa menyeringai sebari mengangkat sebelah alisnya.
"Lo liat aja nanti, karena sampai kapan pun gue nggak akan pernah ngebiarin cewek ular kayak lo menang. "
"Oke. See you Mike. " Carissa pergi meninggalkan Mike, menyisakan tatapan sinis.
-000-000-
Sial! Gue telat!
Mike menggigit bibir bawahnya kesal saat melihat gerbang sekolah telah tertutup rapat. Cowok itu memutar bola matanya mencari cara agar bisa masuk ke dalam. Mike menyeringai, ia ingat akan sesuatu. Gedung samping belakang! Kontan Mike memutar arah dan dengan cepat ia sudah berdiri di depan tembok besar yang dipenuhi oleh kawat-kawat dan potongan kaca.
"Shit!" Umpat Mike. Mau tidak mau ia harus memanjat tembok yang telah dihiasi dengan ratusan ranjau.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Brugh!
Mike melompat kencang, untung saja kakinya nggak patah. Bisa the end acara lomba festival kalau sampai kaki Mike kenapa-napa. Kini cowok itu berjalan menyusuri koridor dan masuk ke dalam kelas. Ternyata belum ada guru yang memulai mata pelajaran. Sukurlah kalau begitu, itu tandanya Mike selamat!
Mata Mike menyapu ke setiap sudut ruangan, dahinya mengernyit. Tak ada tanda-tanda cewek pencinta novel itu duduk di bangkunya.
"To, si Ella kemana?" tanya Mike, ia menggendong tasnya dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya masuk ke dalam saku celananya.
"Telat kali Mike. Lo tunggu aja, entar juga dateng." balas Ditto.
"Hai guys." Tiba-tiba terdengar suara seorang cewek yang menggema ke seluruh ruangan. Dan ternyata cewek itu adalah Ella! Ia melambaikan tangannya ke arah Dito, Anna dan Rara sambil menyunggingkan senyum.
Ella berjalan ke arah Dito, namun belum sampai cewek itu menyapa Ditto, Mike menarik rambut Ella, membuat cewek itu meringis kecil.
"Mike... Sakit gila!" Ella memukul dada Mike pelan.
Mike tersenyum puas karena sepagi ini telah membuat Ella kesal. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia senang, karena hari ini Ella bakal latihan dance. Dan tentu saja akan menjadi momen yang di nanti oleh Mike.
__ADS_1
-000-000-
Ella memperhatikan Mike dengan fokus. Matanya mengikuti setiap gerakan yang cowok itu ajarkan. Langkah Mike beraturan sesuai irama.
“Well! nggak terlalu sulit, gerakannya sederhana namun tetap terlihat elegan.” gumam Ella dalam hati.
Mike menghentikan gerakan. Cowok itu membalik arah dan melirik ke arah Ella sambil menyunggingkan kedua belah bibir.
“So, gimana menurut lo?”
“Not bad, tapi gue punya gerakan yang lebih kece dari ini.”
Ella menyetel musik dan mulai menari. Lagi-lagi Mike terpesona oleh pemandangan ini. Kenapa cewek itu bisa terlihat sangat keren?
Ella meliukkan badan dengan lihai, memainkan kaki juga tangan dengan hebatnya. Bahkan Mike rela tak berkedip demi untuk menikmati setiap detik keindahan yang ia lihat.
“Menurut lo Carissa bisa lebih hebat dari ini?” Ella melipat kedua tangan sambil memiringkan senyum.
“Um... Jangan kebanyakan nyombongin bakat. Sehebat apa pun itu. Kita tetep harus rajin latihan. Karena kekompakan adalah prioritas utama.” sergah Mike dengan pandangan lurus ke depan.
“Ya, ya, ya.” ucap Ella dengan muka sebal.
Kedua manusia itu kembali menari di depan kaca besar. Sehingga gerakan mereka berdua terlihat di sana.
Satu jam.
Dua jam.
Tiga jam.
Mike dan Ella asik menari. Tak terasa mereka telah menghabiskan waktu begitu lamanya. Mike menyapu wajahnya dengan handuk. Badannya basah bermandikan keringat. Spontan Ella menyodorkan sebotol minuman kepada sahabat kecilnya itu.
Ella mengangguk sambil membetulkan ikat rambutnya. Cewek itu terlalu serius dalam latihan sampai-sampai ia tidak memperhatikan penampilannya. Spontan Mike menatap Ella, ia mengelap buliran keringat di wajah cewek itu. Beberapa detik mereka saling menatap. Terpaku akan kecanggungan masing-masing.
“Nggak usah GR, geregetan gue liat muka basah kek gitu, makanya lain kali kalo latihan bawa handuk.”
“Siapa juga yang minta dielapin. Dasar modus.” sergah Ella. mulutnya monyong lima senti saat mengatakan 'modus'.
Apakah cowok itu mempunyai kepribadian ganda? Beberapa saat ia bisa terlihat sangat baik, dan beberapa saat juga ia bisa berubah menyebalkan.
"What Ever. Gue gerah mau mandi. So, gue pulang. Bye!”
Ella tertatih mengejar Mike.
“Mike tunggu gue!” napas cewek itu tersengal dan, Bruk! Tanpa sengaja Ella menabrak batu.
“Uhhh, Mike.” cewek itu meringis kesakitan.
Mike memutar badan kemudian memutar bola matanya.
“Ella, bisa nggak sih lo nggak ngerepotin gue?”
“Shit! Mike lo kok jadi nyebelin gini sih. Nggak usah pegang-pegang! Gue bisa sendiri.” Ella bangkit namun malah membuat tubuh cewek itu oleng. Hap! Ella jatuh dipelukan Mike. Dan adegan tatap-tatapan itu kembali terulang.
“Nggak butuh bantuan?” Mike menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum sinis.
“Keadaan darurat tau!” Rutuk cewek itu dalam hati.
__ADS_1
Mike melepaskan rengkuhannya. Ia memegangi Ella seperti anak kecil yang sedang membantu seorang nenek menyeberang jalan. Cowok itu memapah Ella ke parkiran menuju motor miliknya.
Ella menatap punggung Mike yang terlihat fokus mengendalikan motor.
"Naik La." perintah Mike.
"Oke." Tangan Ella mencengkram bahu Mike dengan kuat. Ia memang suka naik kendaraan dengan kecepatan maksimum namun tidak untuk kali ini.
“Please gue bukan tukang ojek. Kenapa lo harus megang gue kayak gitu?” omel Mike dalam hati. Ia menambah kecepatan dan sengaja Mike membuat aksi rem mendadak. Membuat tangan cewek itu beralih ke pinggang milik Mike. Cowok itu tersenyum simpul.
“Astaga! Gue kenapa sih?” Mike tersadar, hari ini ia benar benar-benar aneh.
Cowok itu melirik ke arah spion, pantulan wajah Ella terlihat jelas di sana.“ La, lo laper nggak?” Mata cewek itu membulat sempurna, ide bagus! cacing di perutnya saat ini memang sedang demo.
“Hooh Mike, lemes gue sumpah. Traktir gue makan.” rengek Ella manja.
"Oke, kita cari makan. Pegangan lo yang kuat gue mau ngebut." Mike memutar kunci motor dan menggas kencang kendaraannya.
Kendaraan roda dua itu melesat cepat. Membuat gedung-gedung di belakangnya terlihat seperti bayangan. Cengkeraman tangan Ella di pinggang Mike pun semakin kuat. Membuat sensasi tersendiri bagi Mike yang merasakannya.
-000-000-
Ella menikmati makanannya dengan rakus tanpa peduli orang di sekitar. Ia seperti tarzan yang baru bertemu dengan makanan manusia.
Mike menggeleng. “Anggap aja ini balesan karena lo mau bantuin gue ikut lomba, kita harus menang! Jangan biarin cewek iblis itu yang menang.” Mike mengoceh panjang seputar dunia dance dan hanya dibalas dengan anggukan acuh dari Ella, cewek itu tetap fokus dengan makanannya. Kesal merasa diabaikan, Mike merebut mangkuk bakso milik Ella membuat cewek itu mengaum, “Mike rese ih! Balikin gue laper.”
“Kagak! Lo udah ngabisin tiga mangkok. Entar lo gendut. Susah gerak dan dance kita jadi berantakan.”
“Bilang aja lo takut isi dompet lo berkurang.”
“Whatever.”
“Bakso gue...” Ella terkulai lemas seakan Mike mengambil dua ratus juta dollar miliknya.
-000-000-
Ella menghempaskan badannya ke tempat tidur. Hari yang melelahkan! Di sela-sela rasa kantuknya, bayangan saat mereka latihan tadi membekas di pelupuk mata Ella. Jujur saat dirinya berada di pangkuan Mike, ia tak bisa mengontrol perasaannya. Cewek itu meraih ponsel dan menyentuh layar. Ella membuka galeri dan melihat peristiwa indah apa saja yang telah tersimpan di dalamnya. Semakin Ella memperhatikan semakin membuat dirinya terjerumus dalam jurang perasaan.
“Shit! Gue kenapa sih.” Ella mengacak rambut sambil meletakan kembali ponselnya. Cewek itu memejamkan mata dan berharap hari esok jauh lebih indah.
-000-000-
Tiiittt....
Suara klakson mengusik sarapan Ella, cewek itu bergegas keluar dan mendapati sosok Mike dengan motor ninjanya.
Ella tersenyum simpul “Mike? Tumben, ngapain lo pagi-pagi ke rumah gue?"
“Lo pikir pake seragam sekolah mau apa? Buruan pake sepatu lo? Sebelum gue berubah pikiran.”
Ella berbinar dan mengambil langkah seribu, kembali ke rumah mengambil tas dan memakai sepatunya
“Mah... Ella berangkat dulu!” teriak cewek itu dari kejauhan.
Kini posisinya telah benar-benar di atas motor Mike.
Cewek itu menatap Mike dari kaca spion, "Gila! Kenapa nih detak jantung berdetak cepat kayak gini?" batin Ella.
__ADS_1
“Apaan lo lirik-lirik gue?"
“Dih! GR! orang gue lagi ngaca. Benerin rambut. Naik motor lo bikin rambut gue berantakan.” jawabnya sambil memainkan rambutnya.