HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 10


__ADS_3

“Wooy Mike! Lu ngelamun? Dah kek orang yang banyak utang aja lu." Rara melambaikan tangan ke wajah cowok itu.


Mike tersentak dari lamunannya, “Lo nanya apa tadi, Ra?”


"Gue tanya lu ngelamunin apa?"


"Oh... gue lagi mikirin Ella." ucap Mike keceplosan.


Spontan Ella tersedak, tenggorokannya seperti tercekat. Sadar dengan kata-katanya Mike pun mencoba mengalihkan perasannya. “Lo nggak usah GR gitu La. Gue cuma lagi mikir kenapa muka lo mirip banget sama Simpanse."


"Rese banget sih lo Mike! Bukannya itu saudara lo."


Entah apa yang sedang Mike rasakan. Sampai-sampai ia keceplosan mengakui dirinya sedang memikirkan Ella.


"Ayolah Mike, ini momen bahagia yang nggak boleh diganggu gugat. Plis! singkirin segala sesuatu yang bisa mengganggu kebahagiaan ini." ucap Anna, ia menatap spagettinya dengan malas sambil menopang dagunya.


"Katanya momen bahagia, tapi kok lo kayak nggak doyan gitu, Na! Sini buat gue." Mike merebut sepiring penuh spaghetti milik Anna, membuat cewek itu melolong bagai serigala kecolongan mangsa.


Mike berhasil mengembalikan suasana, acara makan mereka pun kembali berisik.


"MIKE BALIKIN MAKANAN GUE!" teriak Anna. Sedang keempat temannya hanya menggeleng kepala melihat tingkah Mike.


"Sini spaghetti gue!" Anna berhasil merebut kembali saat Mike lengah. Anna pun membuat benteng pertahanan dengan kokoh. Ia menjaga piringnya dengan was-was.


"Ngomong-ngomong gue jadi ngiler sama sushi tuna punya lo Mike. Suapin gue dong."

__ADS_1


Deg! Kini gantian perasaan Mike berubah dag-dig-dug. Jantungnya seperti bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Ella membuka mulut, sedangkan Mike masih termangu dengan kecanggungan ini. Ia tak menyangka tiba-tiba Ella bisa semanja ini.


"Ck! gila Mike itu muka kenapa kek udang rebus?" Dito tertawa geli melihat perubahan wajah Mike yang tersipu malu. Cepat-cepat Mike memasang wajah datar, “Ogah ini makanan kesukaan gue. Masalah makanan favorit gue nggak bisa bagi-bagi." Mike memeluk piringnya seolah sedang menjaga emas dari pencuri. Mike mengoceh memberi seribu alasan ia tak ingin memberi Ella sushi tuna miliknya, geram mendengar ocehan Mike yang bak kompor meleduk, cewek itu menyumpal mulut Mike dengan Bakso. Membuat Mike kehilangan kata-katanya.


-000-000-


Liburan Ella dan ke empat sahabatnya masih berlanjut. Kini mereka tengah mengantre tiket di taman hiburan, tepatnya di Dufan. Sepanjang persahabatan mereka, inilah pertama kalinya Mike dan Ella berlibur. Bagi Mike momen seperti ini adalah hal yang paling membahagiakan. Cowok itu tetap fokus dengan kameranya. Ia memotret kesana-kemari bak seorang fotografer.


"Ini baru namanya liburan! Seru! asik! Gue pengen naik kora-kora, ah." ucap Ella bersemangat.


"Lo jangan naik itu, La. Entar kalau lo pingsan, gue juga yang berabe." Mike protes sebari memutar fokus kameranya ke arah Ella.


"Issh.. sejak kapan lo khawatirin gue kayak gitu? Emang gue pernah pingsan apa? Lagian kalau pun gue terkapar kenapa mesti lo yang berabe?"


Mike menutup lensa kameranya, kemudian, "Karena kalau sampai lo kenapa-napa, gue orang pertama yang bakal nyelametin lo." Mike menatap Ella dengan kesungguhan. Sepertinya ia serius dengan kata-katanya. Kini merapa saling menatap dalam diam. Dari jutaan kata-kata yang pernah Mike lontarkan, hanya kalimat itulah yang membuat Ella merasa seperti berharga.


"Ya-ya udah kalau gitu gue ke situ aja, deh." jawab Ella gugup. Ia menunjuk wahana rumah kaca lalu meleos masuk ke dalam. Mike pun membuntuti cewek itu. Dan saat mereka masuk, terlihat-lah kaca-kaca persegi panjang memenuhi seluruh ruangan.


Ella menggigit bibir bawahnya, bodoh! Kenapa cewek itu masuk ke wahana rumah kaca? Padahal ini kali pertamanya Ella ke tempat ini. Dua puluh menit mereka berjalan penuh kecanggungan mengitari wahana tersebut. Mike hanya membuntuti Ella dari belakang dalam diam.


Ella berhenti. Cewek itu menghembuskan napas kasar dan membalik badan menatap ke arah Mike, “Mike gue nggak tau arah. Kayaknya kita nyasar." ucap Ella penuh penyesalan.


"Iya, gue udah nyadar dari sepuluh menit yang lalu."


Mungkin bagi yang pernah ke tempat ini akan mudah menemukan jalan keluar, tapi tidak untuk mereka yang pertama kali.

__ADS_1


"GPS!" Ella menjentik jari sambil tertawa senang.


Mike membalas dengan senyum tipis, "Batre gue abis."


Ella memutar bola matanya dan merogoh ponsel di saku celananya. Ia menyentuh tiga kali layar touch, dan ternyata nasib handphonenya sama dengan Mike.


"Shit! Hape gue juga mati." ucap Ella lemas. Ini semua salahnya. Kenapa ia bisa melarikan diri ke rumah sial ini. Sudah hampir pukul lima, tak ada satu pun pengunjung yang bisa menyelamatkan mereka dari tempat itu. Begitu juga dengan Ditto, Rara, dan Anna. Mereka bertiga pasti sedang panik mencari Mike dan Ella. Semoga saja mereka dapat menemukan manusia menyedihkan itu.


Ella terkulai lemas sambil menghentakkan kaki bagai anak kecil yang minta di belikan ice cream, “Gue pengin pulang. Nangis kejer sumpah kalo kek gini."


Mike menyandarkan bahu didinding kaca sambil memainkan gantungan handphonenya.


“Kita tunggu aja ya, La. Siapa tau nanti Dito, Rara sama Anna ke sini nyariin kita.”


Ella menganggukkan kepala dan memilih duduk, Mike pun menemani Ella duduk di sebelahnya. Terlalu lama menunggu akhirnya rasa kantuk pun menyerang Ella. Seolah memaksa ia untuk tertidur. Kepala cewek itu pun terjatuh di bahu Mike. Mike menyadarinya, ia merengkuh kepala Ella dan mengusap rambut cewek itu lembut. Dipandangnya wajah Ella yang sedang tertidur pulas, Mike merasakan lagi jantungnya kembali berulah. Ada degup yang tak bisa ia artikan, bayangan saat Ella yang selalu tiba-tiba memeluknya, dan saat ia memberikan napas buatan berputar di kepala Mike. Mengingat itu Mike tersenyum, secara sengaja ia mencium kening Ella dan mengusap lagi rambut cewek itu dengan kelembutan.


"ELLA... MIKE..." terdengar teriakan yang menggema di seluruh tempat. Anna menemukan mereka.


“Kalian berdua ngapain duduk di sini? Kita tuh keliling nyariin kalian tau nggak?” ucap Anna mengomel.


Mata Ella mengerjap perlahan, ia terbangun dari tidurnya. Begitu melihat Dito, Anna, dan Rara. Spontan Ella beranjak dari duduknya dan memeluk Dito secara tiba-tiba. Seakan ia baru saja di selamatkan dari peristiwa yang mengerikan. “Ya ampun, Dito. Untung lo dateng.” ucap Ella, kemudian ia melepaskan pelukannya. Melihat itu, raut wajah Mike, dan Anna terlihat kesal. Sikap Ella yang tiba-tiba memeluk Dito membuat dada Mike terasa sesak.


“Lo berdua nyusahin! Bukannya pulang malah asik berduaan di sini!" omel Rara sambil memasang wajah sebal.


"Siapa juga yang mau kesasar di tempat kayak gini.” Ella berceloteh tak ingin kalah.

__ADS_1


"Udah stop! Mending sekarang kita pulang." Dito menarik tangan Mike dan Ella bersamaan bagai ibu yang memapah anaknya menyeberang jalan.


__ADS_2