HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 14


__ADS_3

Ella duduk di atas rumah pohon. Angin sepai-sepoi menyapa lembut sebagian wajahnya hingga membuat rambut cewek itu berayun-ayun. Ella memasang headset di kedua telinga, kemudian ia menyalakan play music pada layar handphone dan memutar sebuah lagu dari By2 yang berjudul Because Of You.


Mendengarkan alunannya lagunya, ia jadi teringat dengan apa yang Mike ucapkan. Saat cowok itu mengatakan 'putus' dan membebaskan ia untuk mencintai siapa saja. Rasanya perih bukan main, sepeti ada ratusan pisau yang ditikam secara bersamaan. Sakit dan berdarah-darah. Separah itu kah? Ya, tentu saja. Ella menyadari bahwa perlahan ia mulai menyayangi Mike, bukan sebagai teman atau pun sahabat. Tapi dengan rasa yang berbeda. Bukan tanpa alasan jika Ella terus memaksa Mike untuk membaca novel dan belajar memahami makna cinta. Tapi karena ia tahu betul bahwa Mike telah kehilangan rasa cintanya terhadap apa pun, terkecuali dance. Rentetan kejadian di masa kecil pun berputar-putar di kepala Ella. Ia mengenal Mike sejak usia delapan tahun, saat itu Ella baru saja pindah rumah bersama ayah dan ibunya. Mike adalah satu-satunya orang yang mau berteman dengan Ella. Meski Mike tahu betapa menyebalkannya Ella, gadis kecil yang selalu mengganggu Mike jika ia sedang tertidur. Dan selalu saja, Mike akan terbangun dengan wajahnya yang penuh dengan coretan spidol. Setelahnya, Mike akan membalas dengan menyembunyikan boneka kesayangan Ella.


Mengingat itu, Ella tersenyum getir. Anak kecil yang selalu ceria kini berubah menjadi cowok dingin yang tak mau menyapa apa itu cinta.


Ella tahu bahwa Mike kehilangan ibunya. Dan ia juga tahu betapa sedihnya Mike saat itu, bahkan untuk mengembalikan keceriaan Mike membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga saat ini ia bisa tersenyum lagi. Meski hanya sesekali.


Maka dari itu Ella berniat melanjutkan perjuangannya membawa Mike pada atmosfer cinta. Bagaimana pun Mike harus kembali pada kenyataan, bahwa cinta selalu punya alasan untuk menjadikan kehidupan ini lebih baik dan lebih indah dari sebelumnya.


"Wooy, La. Lu ngapain bengong di sini. Si Mike kutu kupret kemana? Tumben tuh anak kagak nongol, dari tadi pas di sekolah juga gue kagak liat. " cerocos Rara membangunkan Ella dari lamunannya.


Ella melepaskan headset dan menatap teman-temannya satu persatu dengan wajah lesu. Seperti orang kehilangan gairah hidup.


"Napa lu, La? Muka lu kek kesemek. Kagak sedep amat. " ucap Rara.


"Guys, gue sama Mike udah putus."


"Apa...?! Lo sama Mike putus? " spontan Anna tertawa keras. Membuat Rara, dan Ditto terheran-heran.


"Lo kenapa ketawa? Emang ada yang lucu apa? Orang gue lagi sedih juga. " ucap Ella lemas.


"Ya lucu-lah! Gue heran deh sama lo, La. Lo sama Mike kan udah temenan dari kecil, masa lo nggak tau si Mike kayak apa sih. Dengerin gue, kalau Mike bilang putus karena lo deket sama Reinan itu tandanya dia cemburu. So, lo keep calm okay. " Anna memainkan ujung rambutnya.


"Justru karena gue kenal banget siapa Mike, makanya gue nggak pernah liat dia ngomong serius kayak gitu,"


Ditto merangkul bahu Ella, cowok itu sepertinya paham dengan apa yang Ella rasakan. " La, lo denger gue baik-baik. Yang namanya sahabat itu sampai kapan pun nggak akan pernah putus. Walau pun kita sering berantem, tapi lo liat sendiri kita bakal tetep sama-sama. Jadi lo jangan terlalu dengerin omongannya Mike,"


"Iya sih, tapi sekarang gue bingung harus bersikap kayak gimana sama Mike. Tuh cowok kadang baik, perhatian, tapi kadang juga ngeselin marah-marah nggak jelas. Gue kan jadi galau, " wajah Ella berubah sendu.


"Menurut gue sih, La. Kayaknya lu harus langsung panah si Mike ke titik pusatnya. " Rara menyeringai.


"Maksud lo? ke titik pusat apaan? Ngomong pake bahasa manusia aja sih. Otak gue lagi nggak bisa di ajak translate. " jawab Ella.


"Lu tau kan si Mike itu sebel banget sama yang berbau cinta? Pepatah mengatakan bahwa setiap penyakit itu ada obatnya. Dan gue rasa lu obatnya La."

__ADS_1


"Aduh! Sumpah gue nggak ngerti maksud lo, Ra."


"Maksud gue elu nembak si Mike buat jadi cowok lu. Kalian pacaran beneran. Bukan cuma pura-pura, karena gue yakin sebenernya Mike itu suka sama lo." ucap Rara ngotot.


"Apa?! Gue nembak Mike? Gila lo Ra. Apa kata kalangan bidadari, seorang Ella nembak cowok duluan. Ogah! Gue nggak mau!"


"Terserah lu aja gue mah. Itu sih saran dari gue, gimana menurut kalian? Rara menunjuk Ditto dan Anna dengan dagunya.


"Setuju!" jawab Ditto dan Anna serempak.


-000-000-


To: Mike Angelo


Mike, gue pengen ngomong sesuatu sama lo. Penting! Gue tunggu lo jam 5 di cozy field. Bye.


Pesan itu terkirim satu menit yang lalu. Tak lama muncul sebuah balasan.


Kalau penting sekarang aja! Nggak usah nunggu jam 5, kelamaan. Gue sibuk.


Enggak bisa! Pokoknya lo harus dateng, titik!


Tring! Ada balasan lagi.


Jangan bilang lo kangen sama gue. Lo lupa kita udah putus?


Ella mengerang kesal, cewek itu mengacak rambutnya frustasi. "Liat aja Mike, gue bakal bikin lo nggak berkutik!" batin Ella. Kemudian ia membalas lagi pesan dari Mike.


"TERSERAH LO! POKOKNYA GUE BAKAL NUNGGU LO."


Tak ada lagi balasan dari Mike. Entahlah... yang jelas Ella akan tetap menunggu Mike sampai titik darah penghabisan.


-000-000-


Sore itu Ella datang ke kafe cozy field pukul 16:45. Sengaja ia datang lebih awal supaya Mike nggak ngomel-ngomel. Karena Ella tahu kalau Mike tipikal cowok yang nggak suka ngaret. Alias telat! Janjian jam berapa dateng jam berapa. Makanya Ella ngebela-belain berangkat jam empat sore dari rumah, supaya bisa datang lebih awal. Meskipun harus bertarung dengan lampu merah. Maklum, kota Bandung yang terkenal dengan jutaan lampu merahnya itu, membuat Ella harus menunggu tiga puluh menit melewati antrian kendaraan yang berjejer padat.

__ADS_1


Ella membuka layar ponselnya, tak ada pesan apa pun dari Mike. Cewek itu menghela napas panjang dan tetap menunggu dengan tenang.


Satu Jam.


Dua Jam.


Mike belum juga muncul. Kilatan cahaya dari jendela tak tertutup tirai mengalihkan perhatian Ella . Di luar sana sudah gelap gulita. Tak ada cahaya apa pun selain cahaya lampu gedung-gedung dan kendaraan yang berlalu lalang. Kilatan itu muncul lagi. Asalnya dari suatu sudut di langit sana, dan itu bukan pertanda bagus.


Ella membayar minuman yang ia pesan. Cewek itu berjalan keluar, matanya menyapu seluruh penjuru jalanan, tak ada tanda-tanda Mike di sana.


Rintik hujan mulai membasahi bumi. Mungkin Mike memang tidak akan datang. Wajah Ella berubah sendu, hatinya diliputi rasa kecewa, dan kesal. Bisa-bisanya Mike membuat Ella menunggu hingga berjam-jam seperti ini. Apa memang Mike sudah tidak peduli? Setidaknya hargai Ella sebagai teman kecilnya.


Hujan semakin deras. Ella berdiri dalam diam di bawah rintikkan air hujan. Hatinya diliputi rasa sedih, kesal dan kecewa. Ia teringat dengan kata-kata Rara dan Anna bahwa Mike menyukainya. Rasanya itu mustahil!


Ella memutuskan bahwa mulai hari ini ia tidak akan peduli apa pun lagi tentang Mike. Semuanya omong kosong!


" Shiella Allycia..." sayup-sayup terdengar suara seseorang memanggil. Ella menoleh ke samping kanan, tidak ada siapa pun yang memanggilnya.


" Shiella Allycia..." teriakan itu terdengar jelas. Meski teredam suara hujan tapi Ella tahu betul siapa yang memanggilnya.


Ella mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dilihatnya Mike berdiri di ujung seberang jalan sana sambil memegang sebuah payung. Cowok itu berjalan ke arah Ella.


"Lo ngapain hujan-hujanan? Lo mau mati kedinginan?" Mike mengomel khawatir.


"Lo yang apa? Gue di sini dua jam nunggu lo. Dan sekarang lo malah nanya gue ngapain?"


"Gue kan udah bilang, gue sibuk. Harusnya lo ngerti."


"Selama ini gue ngertiin lo Mike, lo yang nggak pernah ngertiin gue. Oke, mungkin gue terlalu berharap lo berubah. Berharap lo mau mengenal cinta dan tau apa makna Kasih sayang. Gue emang bodoh! Karena nyatanya, seorang Mike itu nggak akan pernah berubah! Sampai kapan pun lo akan tetap jadi Mike yang nggak pernah mau ngerti perasaan cewek."


" La, sorry gue nggak maksud bikin lo nunggu. "


"Terserah lo, mulai hari ini gue nggak akan peduli apa pun lagi sama lo." ucap Ella. Air matanya jatuh bersama hujan yang membasahi seluruh tubuhnya. Cewek itu melangkah pergi meninggalkan Mike.


Mike terdiam.

__ADS_1


__ADS_2