
...Hari itu kamu meninggalkan hati. Jejak rasa yang tidak mau pergi. Dan senja membiarkan kamu hilang bersama harapan yang telah kamu ikat dengan ketidak pastian....
Jari jemari Ella menari di atas keyboard, cewek itu menulis kata demi kata hingga terangkai-lah sebuah sajak yang mengungkapkan perasaannya.
Entah kenapa Ella merasa perih saat mengingat Mike menarik tangan Carissa. Rasanya seperti kehilangan belahan jiwa. Sakit dan hampa.
Ella kalut marut memikirkan semua itu, ia sendiri bingung kenapa Mike bisa tiba-tiba berubah baik. Yang Ella tahu, Mike dan Carissa adalah musuh bebuyutan. Tapi apa benar yang dikatakan Jeniffer? Bahwa Mike menyukai Carissa?
'Enggak.. Enggak.. Enggak..' Ella menggeleng cepat.
"Dari pada gue mikir yang aneh-aneh, mending gue nagih janji sama Mike. "
Ella meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja, cewek itu mengklik nama 'Mike Angelo ' di sana.
"Mike, lo masih inget perjanjian kita, kan?"
"Perjanjian? Maksud lo apa, La?" balas Mike.
"Perjanjian kalau elo bakalan baca novel gue sampe habis, setelah gue nerima tawaran lo ikut festival dance."
"Iya gue inget!"
"Bagus! Lo udah cek noveltoon gue?"
"Belum. Judulnya apa emang?"
"HANDSOME SPOTTED!"
-000-000-
Mike menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Cowok itu membuka layar handphone. Telunjuknya gemetar menekan aplikasi bertuliskan Noveltoon. Ia memicingkan mata usai mengetik tulisan HANDSOME SPOTTED.
"Kok, perasaan gue tegang gini yah?"
Mike menjarakkan handphone dari mukanya, ia melirik ke arah layar, sedetik kemudian membuang muka. Keadaan itu berulang sebanyak tiga kali.
"Ayolah Mike! ini nggak seburuk yang lo bayangin." batin cowok itu ikut berbicara.
Mike menarik napas dan akhirnya dengan penuh keberanian ia mulai membaca sinopsis cerita tersebut.
Awesome! Entah kenapa Mike merasa senang melihat cover novel itu adalah foto dirinya. Mike melanjutkan bacaan. Really? Kenapa ceritanya kisah nyata?
__ADS_1
Mike memutar ingatan lagi saat ia berseteru dengan Ella tentang novel. Jika di lihat-lihat ceritanya sangat lucu. Seorang Mike yang anti baca novel beginian akhirnya kalah oleh seorang cewek? Ella benar-benar luar biasa.
Mike terlarut dalam kisah dan bahkan kini pikirannya ikut menerawang. Ia merasa alur hidupnya kembali berputar. Ada kalanya cowok itu terkekeh dan ada kalanya jantungnya berdegup. Hal itu sesuai dengan bagian cerita yang ditulis.
Muka Mike tiba-tiba memanas saat membaca adegan memberi napas buatan untuk Ella. Bagi Mike napas buatan itu seperti first kiss. Karena jujur saja ia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Tanpa sadar Mike membaca dua puluh chapter dalam semalam, hingga membuat cowok itu jatuh tertidur.
-000-000-
Kring-kring-kring.
Alarm menghentakkan Mike dari tidur nyenyaknya. Ia menatap tangannya yang masih menggenggam handphone.
Astaga! Mike merungut melihat kantung hitam di matanya. Demi menyelesaikan janjinya Mike bahkan rela tidur hanya satu jam? It's amazing!
Nggak masalah sih, rasa penat itu terbayar oleh hati yang berbunga -bunga. Bahkan sekarang ia nggak sabar nunggu kelanjutan cerita Ella.
Gila! Tinggal bagian ending? Gimana gak deg-degan coba?
Mike beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Dan ia siap berangkat ke sekolah dengan perasaan senang.
-000-000-
"Sama! I hate this! Gue enggak terima sama sikapnya Mike, dia rela ninggalin kita demi cewek cabe-cabean kayak Carissa." timpal Anna.
"Selama ini Mike nggak pernah bersikap baek sama cewek selain kita, dan sekarang tiba-tiba tuh anak perhatian sama cewek? Menurut lu mungkin nggak kalau Mike naksir sama tuh cewek?"
"Mungkin aja, Ra. Lagian Carissa cantik, pinter, jago ngedance lagi. Mungkin aja si Mike kepincut sama kecantikannya. Maybe.
Brak!
Ella menggembrak meja mendengar ucapan teman-temannya yang seperti kompor. Sejak kemarin ia sudah menahan amarahnya dan hari ini sepertinya emosi cewek itu tidak bisa tertahan lagi.
"Gue minta jangan bahas itu lagi depan gue! Ngerti!" ucap Ella. Cewek itu melipir keluar kelas yang di ikuti tanda tanya dari Anna dan Rara.
Ella berjalan sambil terus saja merutuki Mike, "Bisa-bisanya dia lembut sama cewek di depan gue, pake dibelain segala lagi. Dan maksudnya apa sih sok pake ngelindungin Carissa segala?! Argghh.. Damn! " batin Ella. Cewek itu melempar botol minumannya ke sembarang arah.
Aww... Seseorang meringis dari kejauhan.
"Astaga! Mampus gue!" Ella berlari ke arah orang itu.
__ADS_1
"Rei, lo nggak apa-apa, kan? Ya ampun Rei, Sorry.." Ella mengusap kepala Rei pelan.
"Gue nggak apa-apa, La." jawab Rei. Cowok itu memegang tangan Ella yang tengah mengusap lembut rambutnya.
Spontan Ella terdiam. Sepasang bola mata Reinan menatap mata indah milik Ella. Cowok itu memandang Ella spechless. Sepertinya ada rasa yang mulai tumbuh dihatinya.
"Ehem! Bagus! Pagi-pagi udah bikin adegan romantis!" ucap Mike tiba-tiba telah berdiri di samping Ella.
Spontan Rei dan Ella tersadar dari dunianya. Melihat kehadiran Mike suasana hati Ella kembali berubah kesal, ia mengingat lagi saat cowok itu menarik lengan tangan Carissa di hadapannya. Dan dengan seenaknya Mike mengabaikan Ella begitu saja.
"Rei, nanti sore lo ada waktu, kan? Gimana kalau kita nonton?" ajak Ella. Matanya melirik ke arah Mike dengan raut wajah sebal.
"Boleh. Jam lima gue jemput, ya." jawab Rei.
Tanpa peduli dengan jawaban Rei, secara sengaja Ella menarik lembut tangan Rei di hadapan Mike. "Ke kelas yuk, Rei." ajaknya.
Mike yang melihat itu ternganga kaget. Seorang Shiella Allycia ngajak Reinan nonton? Dan tadi itu apa? Pegangan tangan? Tatap-tatapan?
"Ada yang nggak beres nih sama Ella." batin Mike. Cowok itu berjalan cepat masuk ke dalam kelas. Dan lagi, Mike terkejut saat melihat Ella tengah mencubit kedua pipi Rei mesra.
"Apa-apan, nih?! Nggak bisa di biarin!" Mike mendengus kesal.
"Ella!" teriak Mike. Spontan penghuni kelas X1 IPA 2 menoleh ke arah Mike, mereka semua terdiam. Dan tentu saja pandangan seisi kelas fokus ke pemeran utama. Yaitu Mike Angelo!
Dada Mike naik turun, sorot matanya tajam, kedua tangannya mengepal seperti akan meninju. Cowok itu berjalan menghampiri Ella. "Gue mau ngomong sama lo!" Mike menarik paksa tangan Ella dengan kasar.
“Mike, lo apa-apan, sih? Lepasin tangan gue! Sakit!"
Mike nggak peduli Ella meringis kesakitan. Cowok itu terus saja menarik Ella dan membawanya ke ruangan dance.
"Lepasin Mike!"
Mike melepaskan cengkramannya.
"Mau lo apa, sih?!"
"Harusnya gue yang nanya, ada apa sama lo? Lo cuek sama gue, dan mesra-mesraan sama si cowok kampret itu depan gue."
"Mending lo mikir, daripada lo nanya sama gue! Apa yang udah lo lakuin kemarin di festival itu nyakitin gue!"
"Gue? ngelakuin apa?"
"Lo lupa? Kemarin lo juga pegangan tangan sama Carissakan, kan? Dan seenaknya lo ninggalin gue! Sekarang gue mau pegangan tangan sama siapa pun itu hak gue!"
"La, lo salah faham. Lo sahabat gue, harusnya lo ngertiin gue."
__ADS_1
"Apa? Gue lagi yang harus ngertiin lo? Lo tuh egois!" Ella memberi satu tatapan tajam kemudian berjalan lurus meninggalkan Mike dibelakang.