
You can't make up your mind, mind, mind, mind, mind
Please don't waste my time, time, time, time, time
I'm not tryin' to rewind, wind, wind, wind, wind
I wish our hearts could come together as one
Cause shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Irama musik Sean Kingston dan Justine
Bieber yang berjudul Eenie Meenie mengiringi setiap gerakan Ella. Cewek itu meliuk ke kanan dan ke kiri, menghentakkan kakinya beriringan dengan gerakan tubuh sesuai dengan ketukan musik. Entah apa yang menyeret Ella pagi buta ke tempat ini. Sungguh! dari lubuk hatinya yang terdalam ia sangat cinta menari, terutama jenis tarian modern yang di sebut dengan ‘dance’. Di setiap gerakannya seakan ada pengungkapan jiwa yang tak di lafalkan oleh kata. Ella merasakan kebebasan, ketenangan, dan gemuruh emosi di dalam jiwanya. Seakan ingin melepaskan beban yang selama ini ia simpan. Cewek itu masih menikmati tariannya, sampai datanglah seseorang yang menarik knop pintu, papan penghalang itu pun terbuka bersamaan dengan bunyi deritan.
Ella yang terbawa suasana tak menyadari akan kehadiran sosok Mike. Beberapa menit Mike termangu menikmati pemandangan tak biasa ini. Di luar perkiraannya, tak disangka ternyata seorang Shiella Alycia pandai menari? Mungkinkah ini keajaiban dunia?
Prok-prok-prok. Tepukan itu muncul saat Ella telah benar-benar mengakhiri tariannya. Ella terbelalak begitu melihat Mike tengah berdiri sambil menyunggingkan senyum. Sebelumnya tak ada makhluk di dalam aula selain dirinya. Badan Ella kaku di liputi dengan perasaan gugup. Akankah Mike menertawainya? Ella diam di tempat saat Mike telah tepat di sampingnya.
"Ini beneran lo, kan? Ella?" Mike menatap tak percaya. Ia mencubit pipi Ella, memastikan makhluk di hadapannya adalah benar sahabatnya.
"Gila! Sakit Mike," Ella membalas, ia menarik hidung Mike yang mancung.
"Astaga! Lo anugerah gue La!"
Ella mengangkat sebelah alisnya melihat tingkah sahabatnya yang mulai terlihat idiot.
"Sumpah demi apa pun lo tadi keren banget. Nggak nyangka bekantan kayak lo bisa ngedance!"
"Terus?" ucap Ella datar.
"Gue pengin ngajak lo kerja sama."
Ella memainkan ujung rambutnya, menunggu kelanjutan ucapan Mike, "Gue pengen lo duet bareng gue di acara festival itu."
"Gue mikir-mikir dulu kali ya!" jawab Ella cuek, dan meleos pergi tanpa pamit.
"Ella! Argghhh... Bulshit!" Mike mengerang kesal.
-000-000-
Mike membersihkan mulutnya dengan kasar. Waktu istirahat sudah hampir usai. Matanya menyapu koridor sekolah di depan kantin. Ketika ia melihat sesosok cewek yang sedang dalam pencariannya, ia melambaikan tangan ke arah cewek itu.
Ella menyipitkan matanya memastikan siapa cowok yang sedang melambaikan tangan kepadanya di seberang sana. Ia mendekat, dan ternyata? Oh My God Mike! Jangan bilang dia mau nyuruh gue buat ikut festival lagi? No!
"Hoi Ella! gue nungguin lo." teriak Mike di tengah-tengah keramaian. Persetan apa tanggapan seluruh orang mengenai cara dia memanggil Ella yang notabenenya pacar Mike' menurut mereka.
__ADS_1
"Lo manggil gue yang bener, kalau didenger orang gimana?" bisik Ella seraya mengambil tempat duduk di samping Mike.
"Aku udah nungguin kamu dari tadi sayang." goda Mike yang membuat Ella ngeblushing. Kemaren aja Ella yang membuat pipi Mike memerah seperti tomat. Dan sekarang? Astaga! benar kata orang. Karma masih berlaku.
"Mau minum apa, La?" tanya Mike memecahkan suasana.
"Milk shake strawbery aja Mike." Mike memanggil pelayan kantin yang sedang sibuk melayani pembelinya dan memesan satu gelas untuk Ella.
"Mau makan apa, La?" tanyanya lagi pada Ella.
"Nggak usah repot-repot biar gue beli sendiri aja." sahut Ella. Mike mengernyitkan keningnya menandakan kebingungan,
“Emang siapa yang mau traktir elo?" Sekakmat! Ella dibuat malu oleh makhluk abstrak nan tampan yang ada di depannya ini.
Mike mendekatkan gelas berisi milk shake yang baru datang, "Lo harus ikut, La!" ucap Mike sambil sedikit menggebrak meja kantin.
Mata Ella menyipit, "Ikut apaan sih Mike?" tanyanya penasaran.
"Lo harus ikut festival duet dance sama gue." jawab Mike yang membuat Ella terperangah.
"Nggak!" jawab Ella singkat.
Mike menangis tanpa suara, susah sekali mengajak wanita ini untuk bekerja sama. Mungkin beginilah rasanya menjadi Ella yang memaksanya untuk membaca novel cinta. frustasi dan damn! Sekali lagi, karma masih berlaku!
Terdengar bel tanda jam istirahat sudah berakhir. Semua murid melangkahkan kaki mereka dengan cepat masuk ke dalam kelas. Termasuk Ella, ia buru-buru bangkit dari duduknya dan merogoh kantong kemejanya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu yang ditaruhnya diatas meja untuk membayar minuman. Cewek itu pun berjalan meninggalkan Mike yang terduduk kesal.
"Shit! " umpat Mike sambil mengacak rambutnya geram.
"Sayang. "
"Shiella Alycia sayang. Pacarnya Mike yang paling cantik dan baik, mau ya ikut lomba?”
Mike menggenggam tangan Ella dengan tatapan memohon. Percis seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.
Ella terhenyak. Kata demi kata yang diucapkan oleh Mike itu bagai ungkapan serius baginya. Tapi, ayolah Ella! jangan jatuh ke dalam pesona Mike atau kau akan kesakitan.
"Dito, Rara sama Anna mana yah? " tanya Ella mengalihkan topik. Lalu melepaskan genggaman tangan Mike. Mike menghela napas panjang dan tidak mengibakkan pertanyaan Ella.
"Gue nggak mau tau, La," Mike mengembalikan tas yang ia gandeng, "Kalau memang lo masih anggap gue sahabat, lo harus bantuin gue buat ikut lomba!" Mike meninggalkan Ella dan menyisakan kebingungan pada cewek itu.
-000-000-
Ella memperhatikan siswa-siswi yang mengambil kendaraan mereka. Cewek itu berjalan mendekati Mike yang sedang memasang helm. " Mike, gue mau ngomong sama lo." Ella memasang wajah sendunya. Kata-kata Mike sepertinya menjadi beban berat bagi Ella. Bagaimana mungkin ia mempertaruhkan persahabatannya demi sebuah perlombaan gila!
"La pulang bareng gue, yuk!" Tiba-tiba saja Reinan muncul. Ella menelan ludah dengan susah payah melihat dua orang cowok yaitu Mike dan Rei berada di hadapannya. Ella ambigu, cewek itu tak tahu harus berbuat apa.
Mike tersenyum kecut lalu berbisik tepat di telinga Ella, "Selingkuhan lo dateng. " Ella mendelik.
“Anter Ella pulang, gih." ujar Mike pada Rei dengan suara pelan sambil menghidupkan motornya dan menyapu jalanan sekolah meninggalkan Ella dan Rei yang ia tak tahu sedang apa mereka sekarang. Mungkin Rei akan memperlambat jalan motornya seperti kemarin. Mengingat itu kepala Mike menjadi pusing dan hatinya menjadi sakit. Ia menambahkan kecepatan pada motornya. Perasaan ini terasa asing baginya.
-000-000-
__ADS_1
Ella memandangi punggung Mike yang mulai menghilang ditelan jalanan. Beberapa detik ia menatap Rei, entah kenapa hatinya merasa berat. Terlebih saat Mike meninggalkannya. Tampang Mike tadi sangat.. "Ya tuhan wajah apa itu? Membuat Ella kehilangan kata-katanya.
"Rei, kayaknya gue pulang sendiri aja kali ya?" ujar Ella dengan muka bersalah, Rei mengetuk-ngetuk stang motornya, mempertimbangkan pernyataan Ella, “Lo seriusan? Terus nanti pulang naik apa?"
"Gue naik taksi aja."
Tak ingin memaksa akhirnya Rei mengangguk. "Ya udah, gue duluan." Rei tersenyum kemudian berlalu menyisakan cewek yang teramat merugi telah meninggalkan dua cowok kece.
-000-000-
Sinar matahari semakin terik, para siswa telah pulang ke rumah mereka masing-masing. Kini hanya tinggal Ella sendiri menunggu taksi yang tak kunjung muncul. Andai saja ada Mike yang tiba-tiba muncul dan menyelamatkan Ella dari kesendirian ini. Mungkin ia akan menyetujui permintaan Mike. Namun sayangnya itu hanya harapan Ella saja. Mengenaskan sekali memang.
Brumm...brumm...brumm.
Seorang cowok meng-gas kencang motornya. Kontan Ella menoleh, astaga! pucuk di cinta ulam pun tiba. Apa yang terbesit di hatinya terkabul. Keinginan konyolnya menjadi nyata.
"Masih mau berdiri di situ lo?" cowok itu menatap datar dan disambut senyum menyeringai dari Ella.
"Mike, lo kebahagiaan gue yang tak terduga."
Ella menaiki motor dan langsung memeluk erat Mike dari belakang. Tangannya melingkar di pinggang cowok itu. Mike terdiam, "Ternyata begini rasanya bahagia." Batin Mike.
Dari balik kaca spion Mike tersenyum melihat raut wajah bahagia Ella. Sebenarnya Mike juga heran kenapa tiba-tiba tadi ia ingin menguntiti Ella, dan syukurlah untitannya itu tidak sia-sia.
"Oke bos! Berangkat." ucap Ella bersemangat, tangannya menepuk bahu Mike.
Mike melajukan motornya dengan kecepatan maksimum. Dan tiba-tiba saja motornya berhenti mendadak. Bruk! Tubuh Ella terdorong ke depan, menekan punggung Mike yang tegap.
"Lo apa-apaan sih Mike!" Ella memukul Mike pelan.
"Bensinnya abis!" jawab Mike.
Ella terbelalak dengan mulut menganga, yang bahkan buaya pun muat di dalamnya. Mike turun dari motornya, dan saat Ella ingin ikut turun, motor besar itu malah oleng. Beruntung Mike bisa menahan motornya agar tidak jatuh. Jika tidak, mungkin saja kaki Ella akan patah terbelah dua tertimpa oleh motor yang beratnya seratus kali lipat dari berat tubuhnya. Dan alhasil kaki kanan Ella pun hanya terkilir.
“ Aww...," Ella meringis menahan sakit.
"Kaki lo luka?" Ekspresi Mike serius. Ia terlihat sangat khawatir. Mike memarkir motor dan membawa Ella ke pinggiran jalan. Lukanya tidak serius namun terdapat biru lebam.
Cowok itu memijit pelan kaki Ella. “Tahan ya!" Ella mengangguk pasrah.
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
Mike berhenti memijit kaki Ella. Secara tak sengaja cowok itu menatap mata Ella speechless. Ada rasa yang tidak bisa ia artikan, tapi mata indah itu seolah memberikan Mike ketenangan dan kehangatan.
Ella menatap kakinya yang sedikit membaik. kini mereka terlihat seperti orang terdampar di jalanan.
"Sekarang gimana caranya kita pulang?" Ella meringis.
__ADS_1
"Lo naik ke sini." Mike menyuruh Ella untuk naik ke atas punggungnya. Terkejut? tentu saja. Tingkah Mike yang ingin menggendong Ella tiba-tiba membuat jantung cewek itu kembali berulah. Perasaan abnormal itu Ella rasakan lagi. Dan lagi dengan kondisi Ella seperti ini sangat tidak mungkin ia berjalan. Mau tidak mau Ella pun naik ke atas punggung Mike. Mereka menyusuri jalan raya dengan perasaan tak biasa.