HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 18


__ADS_3

"ARRRGGHHH... SHIT! *******!" Mike membanting segala barang yang ada di hadapannya. Mata cowok itu memerah perih, seketika ia merasa dadanya benar-benar sesak. Mike mengacak rambutnya dengan penuh amarah. Hancur sudah suasana hatinya hari ini. Bagaimana mungkin ia bisa mempunyai seorang adik seperti Carissa?


"Gue enggak terima! Sampai kapan pun gue enggak akan pernah anggap lo sebagai Ayah gue! Argghhh... Gue benci...!" teriak Mike.


Krek.


Tiba-tiba saja seseorang membuka knop pintu, dengan dada sesak dan jantung berdenyut, Julian melangkah mendekati Mike. Semoga tidak terjadi apa-apa, semoga tidak ada hal buruk yang menimpa adiknya.


"Mike! Apa yang udah terjadi sama lo?" ucap Julian menatap Mike sendu.


"Kenapa dunia ini nggak adil, " jawab Mike parau.


"KENAPA GUE PUNYA AYAH ******** KAYAK DIA!" Mike memekik tertahan, seketika ia terjatuh di lantai.


"Gue benci, kak. Gue benci!"


Spontan Julian merangkul Mike, "Stop Mike! Stop! Gue nggak mau liat lo kayak gini," Air mata Julian yang terbendung sejak tadi akhirnya tumpah di hadapan Mike.


"Gue nggak terima, kak. ******** itu bener-bener biadap? Kenapa dia bisa seenaknya ngelupain Bunda? Bahkan dia punya anak selain kita!"


Julian menahan napasnya untuk beberapa detik, ia tahu sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Apakah ini akhir dari rahasia yang selama ini dia simpan?


"Ma-Mike, lo nggak boleh nyalahin takdir Tuhan. Bagaimana pun dia itu Ayah kita, dia yang udah ngurusin kita selama ini!"


Mike menoleh dan menatap Julian tajam.


Cih! Cowok itu tertawa meremehkan


"Ngurusin? Maksud lo apa, Kak? Gue nggak pernah nerima apa pun dari dia. Sedikitpun gue nggak pernah nyentuh!"


Wajah Julian berubah tegang. Sekuat tenaga ia berusaha bicara, “Lo salah, Mike. Selama ini tanpa lo sadari dan tanpa lo tau, ayah yang ngurusin kita dari kecil, ayah yang jagain kita, lo pikir kita bisa hidup dari mana? Lo dan gue bisa kaya gini dari siapa? Bahkan sampe sekarang pun lo makan pake duit dia, please buka mata lo! Ayah tuh nggak salah! Lo yang terlalu dibutakan oleh kebencian, lo yang nggak pernah kasih Ayah kesempatan buat ngejelasin semuanya! Selama ini ayah selalu ada buat lo Mike... " teriak Julian, ia menumpahkan segala perasaannya.


Mike gemetar, cowok itu menggeleng tak percaya. Mike kesulitan bernapas, ia melangkah perlahan lalu berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Julian sampai ia telah benar-benar pergi dari rumah.


-000-000-


Argghhh...


Mike berteriak histeris di tengah selimut malam, di sebuah taman yang hanya terdapat dirinya. Semua ini seakan membunuh cowok itu. Bahkan ia tak bisa mencerna dengan baik peristiwa ini. Ia mengutuk siapa saja yang bisa ia kutuk. Bahkan kini ia membenci Julian karena telah menyembunyikan banyak hal dari dirinya. Bagaimana mungkin ia hidup dari pria ******** itu. Lebih baik Mike mati ketimbang hidup di bawah naungan manusia persetan itu.


Mike terkulai lemas. Ia menangkup wajah dengan kedua telapak tangannya.


Hancur! Kehidupannya terasa hancur seketika, 'Bunda, sampai kapan pun Mike nggak akan pernah ngelupain kejadian itu, kepergian Bunda adalah hal yang paling menyakitkan! Mike kangen Bunda. Bunda.." ucap Mike parau.


-000-000-


Tinggal satu hari lagi. Mike dan Ella benar-benar mempersiapkan segalanya. Sedari tadi mereka sibuk latihan. Ella ingin membuat Mike bahagia dan bangga, karena dengan cara inilah Ella bisa menyadarkan Mike akan kebaikan dirinya. Dan asal dari kebaikan tersebut, Ella ingin Mike sadar bahwa hubungan persahabatan ini di bangun atas landasan sayang dan cinta. Karena jika Ella membenci, mungkin cewek itu tidak akan sejauh ini berjuang untuk Mike.


Cewek itu melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya. Sudah jam empat sore. Ella mengambil handuk dan mengelap keringat yang mulai membanjiri pelipisnya. Saat gadis itu benar-benar meneguk sebotol air mineral. Mike dengan wajah mengenaskan mendekati Ella.


Cowok itu terduduk lemas dan menatap sayu ke arah Ella.


"Ma-Mike, lo kenapa? Lo ada masalah?" tanya Ella keheranan.


"Gue... gue boleh minta tolong sama lo?" Mike berdiri dari duduknya dan perlahan mendekati Ella dengan wajah sendunya.


"A-apa Mike? Lo-" belum sampai Ella menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Mike memeluk Ella erat.


"Ijinin gue meluk lo, sebentar aja.”


Kontan Ella terdiam kaku. Bahkan ia tak bisa berkutik saat Mike tiba-tiba memeluknya. Entah kenapa Ella merasakan sebuah rasa sakit yang ia tak mengerti akan rasa itu. Ella membiarkan Mike menenggelamkannya dalam dekapan. Mike memejamkan mata. Mencari sebuah ketenangan. Nyaman, hangat. Itulah yang dirasakan cowok itu sekarang. Tidak bisakah ia selamanya seperti ini? Berada di samping Ella, Mike ingin merasakannya lebih lama.


Ia ingin terus bersama gadis yang bisa membuatnya terus tersenyum. Gadis yang bisa membuat dirinya merasa bahagia. Gadis yang perlahan memudarkan kebenciannya terhadap cinta.


-000-000-


Sorak sorai penonton meriuhkan acara. Suaranya menggema hingga berkali kali lipat. Sebagian kelompok berteriak memanggil nama Ella dan Mike, dan sebagian kelompok lainnya memanggil Carissa dan Farel. Hari ini adalah pembuktian hasil kerja keras mereka. Selama dua pekan Ella dan Mike berlatih, dan itu harus di bayar dengan kemenangan. Ya! Ella yakin itu.


"Ella, Mike, kalian harus semangat! Optimis oke?" seru Ditto memberi semangat yang diikuti anggukan dari Mike dan Ella.

__ADS_1


"Lo jangan gugup gitu dong, senyum Shiella Allycia cantik." perintah Anna. Ella pun tersenyum kaku.


"Udah! mending sekarang kita fokus, bentar lagi tuh si mak lampir bakalan tampil, dan gua nggak mau melewatkan momen ini." ucap Rara.


Entah kenapa jantung Ella bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Jujur saja Ella merasa gugup, karena ini adalah kali pertama ia menari di atas panggung.


"Oke guys.. Kalian masih pada semangat...? Sebentar lagi kita bakal melihat penampilan dari SMA Venus. Pasti kalian udah nggak sabar kan...? Ini dia dari SMA Venus, Carissa and Farel. Beri tepuk tangan untuk mereka guys... " perintah sang pembawa acara.


Sebuah lagu dari Z featuring Fettywap yang berjudul No Boddy's Better mengiri tarian Carissa dan Farel. Mereka berdua menyanyi sambil menari dengan gaya dance yang luar biasa keren. Gerak tubuhnya energik, chemistry sepasang kekasih terlihat dari tarian mereka.


Tak dipungkiri mata Ella berbinar menatap kagum melihat penampilan Carissa dan Farel. Pantas saja orang-orang riuh membicarakan mereka karna pertunjukan ini benar-benar luar biasa. Bahkan tanpa sadar ia ikut memberi tepuk tangan saat pertunjukkan Carissa selesai.


Tiba-tiba jantung Ella berdetak kencang ketika MC memanggil namanya dan Mike.


Mike memegang kedua bahu Ella kemudian ia berbisik di telinga cewek itu, "Tema dance kita adalah cinta pertama, jadi lo anggap aja gue adalah cinta pertama lo. Begitu pun gue, untuk hari ini lo adalah cinta pertama gue, tumpahin semua perasaan lo, dan pandang gue sebagai orang yang paling lo cintai." ujar Mike menyemangati. Mendengar ucapan Mike, Ella tersenyum manis. Rasa takutnya seketika hilang saat itu juga.


Mike memang terlihat biasa karna ini bukan kali pertamanya ikut lomba. Namun apa kabar dengan Ella yang baru pertama kali tampil? Rasanya sungguh menegangkan tentunya.


Hufft... Ella menarik napas lalu memejamkan mata. Ia naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri. Musik pengiring di mulai, Ella dan Mike memasang topinya sebagai properti penampilannya. Sebuah lagu dari Little Mix yang berjudul Secret Love Song mengiringi tarian Mike dan Ella. Mereka berdua mulai menggerakkan tubuhnya.


When you hold me in the street


And you kiss me on the dance floor


I wish that it could be like that


Why can't it be like that?


'Cause I'm yours


We keep behind closed doors


Every time I see you, I die a little more


Stolen moments that we steal as the curtain falls


It'll never be enough


Every piece of you, it just fits perfectly


Every second, every thought, I'm in so deep


But I'll never show it on my face


But we know this.


We got a love that is homeless


Why can't you hold me in the street?


Why can't I kiss you on the dance floor?


I wish that it could be like that


Why can't we be like that?


'Cause I'm yours.


Jika saja penonton tahu, Mike dan Ella menari tidak hanya menggunakan tubuh tapi melebihi itu. Mereka menari menggunakan hati. Seluruh perasaan jiwa juga raga mereka tumpahkan di sana.


Teriakan penonton melengking ketika adegan Mike memeluk Ella. Tarian mereka benar-benar seperti judul lagunya. Mereka menumpahkan semua perasannya dalam sebuah gerakan yang mrmbuat para penonton terbawa perasaan. Sorakan pkencang melebihi batas maksimal. Sukses! Mike dan Ella berhasil membawa penonton dalam cerita mereka. Melalui tarian penonton bisa merasakan kisah tersirat di dalamnya.


Ella tersenyum menikmati teriakan mereka. Terlebih pada sahabat-sahabatnya yang sepenuhnya mendukung perlombaan ini. Ella tidak akan lupa bagaimana Anna, Ditto, dan Rara berjuang membangkitkan kepercayaan dirinya.


"Wooohhhhh gila! Sumpah kalian keren bangeeettttttttttt!" Anna berteriak histeris. Bahkan kini tatapan penonton beralih ke arah mereka walau pertunjukan telah usai. Tak sedikit yang memberi pujian saat Mike dan Ella turun dari pentas.


Mike melirik ke arah Carissa dengan tatapan sendu. Rasa sakit itu kembali muncul. Mike menghembus napas lelah. Bagaimana pun gadis itu adalah adiknya.


Tiga jam sudah. Akhirnya semua pertunjukan benar-benar usai. Kini para kontestan sepenuhnya menegang karena pengumuman kejuaraan akan segera di mulai.

__ADS_1


Mike menggenggam tangan Ella, kontan cewek itu menoleh.


"Kalah atau pun menang kita harus tetap bahagia."


Ella mengeratkan genggaman. Cewek itu menggigit bibir ketika host dengan sengaja memperlama waktu. Rasanya seperti berabad-abad.


"Oke guys,, Master Dance kita kali ini di menangkan oleh... SMA VENUS... " teriak sang pembawa acara sekencang-kencangnya.


Tercengang? Tentu saja. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Ella melemas, ia kecewa pada dirinya sendiri karena belum berhasil memberikan kemenangan itu untuk Mike.


Suasana menjadi heboh. Sebagian ada yang terlonjak girang dan sebagian memekik tak terima. Bagaimana pun Mike dan Ella lebih pantas menerima kejuaraan.


Teman-teman Carissa tertawa puas. Wajah-wajah menjijikkan itu menatap penuh ejekan.


"Kita harus tetap senyum." bisik Mike pada cewek di sebelahnya.


Ella mengulum senyum sambil mengangguk.


"Anak pinter!." imbuh Mike, ia mengacak rambut Ella.


"Issh... lebay! Fix kita menang! tunggu apa yang akan kalian terima." ucap Jenifer. Cewek jangkung itu mulai berulah.


Anna dan Rara naik spaning, mereka langsung menyambar ucapan Jenifer, "Mau apa lo!" Rara mendorong bahu Jenifer dengan sebal.


"Ra, jangan!" sergah Ella, ia menarik tangan Rara agar menjauh.


"Lo liat piala ini, kan? Kalian para manusia pecundang bakal jadi babu gue!" cewek itu menarik piala dan menyombongkan ke arah Mike.


Tiba-tiba saja cewek yang sedari tadi bungkam menjadi peran utama di part ini, ia merebut piala itu dengan kasar.


"Jenifer! Lo harusnya sadar! Gue malu punya temen kayak lo!"


"Maksud lo apa?!" cewek itu menatap tajam.


"Yang seharusnya dapet piala ini bukan kita! Lo nggak berhak berbuat curang."


Cewek yang baru di ketahui namanya Jenifer itu menelan ludah. Tangannya mengepal.


"Mike ini piala lo.." Carissa menyerahkan piala itu, mereka kembali beradu pandang dan Carissa merasa dadanya tidak membaik.


Mike menautkan alis tak mengerti, begitu juga dengan nano-nano cekrek.


"Sebenarnya Jennifer udah menyogok salah satu juri supaya kita menang. Dan pemenang sebenarnya adalah lo."


Spontan semua langsung menatap tak percaya.


"Lo apa-apaan, sih! Sialan lo! Cewek *******! Berani-beraninya lo ngebongkar rahasia kita! Lo harus gue kasi pelajaran!" bentak Jenifer memaki Carissa habis-habisan.


"Gue nggak peduli! Seharusnya gue nggak sebodoh ini. Selama ini gue dijajah! Kalian pikir gue lemah? Selama ini gue pikir kalian temen, ternyata kalian pisau yang nusuk gue dari belakang.


Gue bertahan karna gue sayang sama kalian, tapi ternyata gue salah! Kalian nggak pantes di anggap teman! Gue bersyukur kalian udah bangunin gue dari tidur mengenaskan ini." Carissa berteriak ke arah cewek-cewek itu, dan tiba-tiba... 'Plak!' Jeniffer menampar pipi Carissa dengan keras.


Melihat itu, spontan Mike menghampiri Jeniffer. Raut wajahnya terlihat merah padam. Mike mengacungkan jari telunjuknya ke hadapan Jeniffer, "Lo! Berani-beraninya lo nampar Carissa depan gue! Sekali lagi lo nyakitin dia, gue nggak akan segan-segan bikin perhitungan sama lo! " ucap Mike dengan tatapan tajam. Dari sorot matanya, seolah mengibarkan perang.


"Uhhh... takut," Jennifer tertawa mengejek.


"Carissa, lo nggak usah kesenengan dibela cowok ******* kayak dia! Dan mulai hari ini, fix lo resmi keluar dari The Girl Venus! Dan lo setan! Lo baru kenal sama nih cewek nggak usah sok jadi pahlawan. Norak tau nggak! Atau jangan-jangan lo naksir? Uhhh... siap-siap aja lo nyesel sama manusia parasit kayak dia."


Mike tak ingin ambil pusing dengan ucapan Jenifer, dia langsung menarik lengan Carissa dan membawanya keluar dari perseteruan konyol itu.


-000-000-


"Coba gue liat pipi lo, " ucap Mike sembari memegangi pipi kanan Carissa.


"Gue minta mulai sekarang lo jangan berurusan lagi sama mereka."


"Kenapa lo belain gue?"


"Karena gue paling nggak bisa ngeliat cewek melakukan kekerasan di depan mata gue." ucap Mike lalu pergi meninggalkan Carissa.

__ADS_1


Sikap Mike membuat perasaan Carissa tak menentu. Jujur, walau Mike sangat membenci ayahnya, namun melihat adik tirinya disakiti entah kenapa ia merasa terluka.


__ADS_2