HANDSOME SPOTTED

HANDSOME SPOTTED
CHAPTER 20


__ADS_3

Mike menggerutu sepanjang jalan. Ke salah pahaman ini membuat cowok itu frustasi. Mike bingung bagaimana menjelaskanya bahwa Carissa adalah adiknya. Jika Mike terus menyimpan rahasia ini, mau tidak mau ia harus menerima sikap Ella yang menjauhinya. Mike membuang napasnya dengan kasar. Ia menyandarkan tubuhnya didinding ruangan kepala sekolah. Samar-samar ia mendengar percakapan seseorang di dalam sana. Suaranya seperti tidak asing lagi. Diam-diam Mike pun berdiri mendengarkan pembicaraan. Pintu ruangan yang terbuka membuatnya bisa mendengar dengan jelas percakapan dua orang itu.


"Baiklah Carissa, hari ini kamu sudah bisa mulai belajar. Selamat datang di SMA Tunas Bangsa."


"Terimakasih, Pak."


Tidak salah lagi! Itu adalah suara Carissa!


"Carissa pindah ke SMA Tunas Bangsa?! ngapain tuh cewek pindah ke sini?! Damn! Ini bisa jadi masalah buat gue sama Ella." batin Mike.


Mike melihat adik tirinya keluar dari ruangan sambil membawa berkas-berkas penting yang berisikan surat pemindahannya ke SMA Tunas Bangsa. Mike menghela napas, kedua tangannya terkepal. Entah kenapa setiap kali melihat Carissa, Mike terus teringat pada ayahnya yang telah meninggalkannya. Dan yang paling menyakitkan Jashon sudah memiliki anak selain dirinya dan Julian. Rasanya ingin sekali Mike berteriak di depan Carissa bahwa ia sudah merebut kebahagiaannya. Tapi sekuat hati dia mencoba meredam emosinya. Mike harus melawan keegoisannya. Dia tidak mungkin membenci Carissa untuk kesalahan ayahnya. Dia tahu Carissa tidak bersalah, bahkan Carissa nggak tahu apa-apa tentang semua kebenarannya. Mike mengusap wajahnya lelah.


"Mike sedang apa kamu di sini?" Suara Pak Sardi menyadarkan Mike dari pemikirannya.


"Nggak lagi ngapai-ngapain kok, Pak. Tadi saya liat ada murid baru keluar dari ruangan Bapak. Apa dia mau pindah ke sini?


 


"Iya, dia pindahan dari SMA Venus. " Jawab Pak Sardi.


Mike hanya menganggukan kepalanya, "Saya permisi dulu, Pak." ucap Mike pamit. Ia langsung berjalan cepat.


 


-000-000-


 


Ella memperhatikan dengan saksama pelajaran yang sedang diterangkan oleh Pak Kenan. Pelajaran Matematika di siang hari membuat kepalanya pusing dan mengantuk.


"Anak-anak kalian kerjakan latihan halaman 11 satu sampai sepuluh. Bapak ada urusan sebentar. Mike, kamu tolong catat yang ribut di kelas." perintah Pak kenan sebari melipir keluar kelas.


" La, sini bentar deh." Panggil Reinan pada Ella yang sedang merebahkan kepalanya di atas meja.


"Ada apa, Rei? Ke sini aja. Gue ngantuk banget, nih. Mumpung lagi ada waktu buat tidur mending gue tidur." Jawab Ella, suaranya terdengar lemas.


"Yang ribut gue catet!" Sentak Mike.


"Yaelah, bilang aja kuping lu panas denger Reinan ama Ella ngobrol." cibir Rara pada Mike.


"Diem lo, Ra! Entar nama lo yang gue catet di sini."


"Apaan sih Mike? Lagian lu juga yang ribut dari tadi. Catet aja nama lu sendiri sono." bantah Rara.


Mike tidak mempedulikan ucapan Rara. Ia melihat Ella sekilas lalu kembali fokus dengan soal yang sedang dikerjakannya.


Baru saja beberap menit, tiba-tiba Pak Kenan kembali masuk ke dalam kelas yang di ikuti oleh seseorang di belakangnya. Kontan geng nano-nano cekrek terperangah melihat kedatangan Carissa. Terkecuali Mike!


 


"Itu kan si Carissa?" bisik Anna pada Ditto. Namun Ditto hanya terdiam kaku.


"Gila! Ngapaian tuh anak kemari!" Rara mendengus kesal.


Anak-anak perkenal kan ini Carissa pindahan dari SMA Venus. Carissa, beri salam kepada teman barumu." perintah Pak Kenan.


"Hai, kenalin nama gue Carissa Angela." Sapanya kepada seluruh murid X1 IPA 1. Tepatnya lebih menjurus pada Mike. Ella melihat arah pandang Carissa pada Mike, membuat perasaannya kesal. "Dasar cewek genit! Umpatnya dalam hati.


"Carissa, silahkan kamu duduk di samping Reinan."


"Nggak usah pak, Carissa duduk di belakang Mike aja biar si Ella pindah ke samping Reinan. Kan enah tuh mereka jadi bisa deketan terus." sindir Mike.


" Mike diam kamu! Carissa silahkan duduk disamping Reinan."


Carissa mengangguk dan berjalan ke arah tempat duduknya, tak lupa ia menayapa Mike dengan senyum termanisnya. Mike merespon hanya dengan mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"Tugas yang bapak berikan tadi apakah sudah di kerjakan?"


"Sudah pak... " seluruh murid berteriak serentak. Terkecuali Ella!


"Astaga! Mampus deh gue!" ucap Ella. Cewek itu menepuk jidatnya.


Ella mengedarkan pandangannya, dengan muka cemas dan keringat dingin ia mulai berpikir, kepada siapa ia harus menyontek? Apa mungkin ia harus menyontek pada Mike? Ella menggigit ujung kukunya, ia menggapai kursi Mike dan mengguncangkannya. "Mike.. Mike pliss noleh..." Mike menolehkan kepalanya ke arah Ella.


"Apa?" tanya Mike tanpa melihat muka Ella. Ella kesal dengan sikap Mike. Namun ini bukan waktu yang tepat untuk mengacak muka Mike.


Sekarang yang harus ia lakukan adalah mengeluarkan muka sedihnya supaya Mike mau memberikan contekan Matematika itu ketangannya.


"Mike, gue belum ngerjain tugas nih. Gue liat yah pliss... " ucap Ella sambil menyatukan kedua tangannya dan mengeluarkan pupy eyesnya. Persetan dengan semua reputasinya terhadap Mike! Yang terpenting sekarang ia harus menyudahi tugasnya dulu atau dirinya akan kembali dibuang ke wc penuh hantu itu.


Mike melihat Ella dari sudut matanya.


"Mauu?"


"Banget!"


"Kiss dulu?" ucap Mike sambil menunjukkan pipi kanannya. Ella menghela napas.


"Astaga Mike! Kalau lo nggak contekin gue pingsan nih, gue pingsan yah Mike? Ella menidurkan kepalanya di meja layaknya orang pingsan.


Mike yang melihat tingkah lucu Ella hanya tertawa dan melemparkan buku Matematikanya di depan muka cewek itu. Spontan Ella mengambil buku itu. Dengan cepat ia menyalin semua tugas yang di perintahkan Pak Kenan.


 


-000-000-


 


"Mike!" Carissa mengembangkan senyum. Cowok itu tak menghiraukan dan masih sibuk dengan aktifitas mengemas buku-bukunya.


"Mike?" ulang cewek itu.


"Apa?"


"Gue bisa pulang bareng lo nggak?"


Mike melirik Ella yang ternyata juga memperhatikan, cowok itu memiringkan senyum lalu mengangguk.


 


"Dasar Mike rese! Manusia aneh! Baru aja tadi baik sekarang ngeselin lagi! Mau-maunya dia nerima tawaran si Chili impor?"


Ella merutuk sendiri dalam hati, tanpa sadar tangannya ikut mengepal.


Panas, Ella menarik tangan Rei dan berjalan cepat menyusul Mike.


"REI NANTI SORE JADI NONTON KAN?" Ella sengaja mengeraskan suara.


"Jadi dong." balas Rei dengan sebuah rangkulan.


Ella tersenyum manis.


Sedetik ia melirik ke arah Mike dan langsung membuang muka.


Ella menaiki motor ninja bewarna hijau milik Rei. Dan tak lupa ia membuat sebuah lingkaran di pinggang cowok itu.


"Berangkat!"


 


-000-000-

__ADS_1


 


" Mike jangan cepet-cepet! Kita mau kemana?"


Mike mendengus kesal mendengar ocehan Carissa, cewek itu membuat konsentrasinya pecah. Hampir saja ia kehilangan jejak.


"Dasar ****** kecoa! Bisa-bisanya modus bawa motor kebut-kebutan." batin Mike.


" Mike gue takut!" Carissa mencengkram bahu Mike keras.


"Lo diem aja! Atau gue turunin di sini!" sergah Mike dengan nada membentak. Seketika Carissa bungkam.


Carissa merasa mual. Masalahnya ini kali pertamanya ia naik motor dengan kecepatan gila.


Mike semakin sebal dengan tingkah manja Carissa. Namun status adik tiri itu membuat Mike tak bisa membuang amarah.


 


" Mike, kita ngapain turun di sini?"


Ssstt! Mike menempelkan satu jari ke mulut cewek itu. gawat! Pengutitannya bisa-bisa ke bongkar.


"Aah... oke" Carissa mengatup kedua bibir dan melirik dengan tatapan menjijikkan.


Mike telah salah berbuat! Tindakannya tadi membuat Carissa terbawa perasaan.


"Ayo!" Mike menarik tangan Carissa. Persetan-lah dengan perasaan cewek itu, yang terpenting keberadaan Ella bersama Rei.


Mata Carissa membulat sempurna menatap restoran di depannya, rasa mualnya seketika sirna dan berganti dengan lonjakan girang.


“Mike pas banget! Ini tuh tempat favorite gue, ternyata lo stalker yah.” ucap Carissa kesenangan.


Mike mengambil meja di belakang Ella. Cowok itu menyembunyikan wajahnya di balik buku pesanan. Sesekali ia mengintip mengawasi Rei.


“Mike, lo kenapa, sih?”


“Diem.” tatapan Mike masih fokus ke arah dua orang di depannya.


Carissa ikut menatap lurus, ia masih belum mengerti apa yang sedang di lakukan manusia satu ini.


“MIKE! GUE TUH LAPER! LO APA-APAAN SIH?” teriak Carissa geram. Tentu saja suara itu terdengar oleh Rei dan Ella.


Ella terkekeh, ia yakin Mike akan membuntutinya dan ternyata benar.


“Uch Rei, lo kok makannya belepotan, sih.” Ella mengelap sisa makanan di bibir Rei.


Tentu saja cowok itu kesenangan, hari ini ia menang banyak


“La cobain ini deh, enak banget.” Rei menyuapin sesendok sushi tuna dengan romantisnya.


Fix Mike murka.


Brak! Cowok itu langsung menggebrak meja. Ia langsung menghampiri Rei dan Ella.


“Mike, lo buntutin gue?”


“Iya. Lagian lo genit banget, sih. Maluin tau nggak.”


Ella terkekeh, lalu tertawa mencemooh.


“Uww... Mike cemburu.”


Carissa dan Rei duduk menyimak adegan absurd di hadapannya.


“Pede banget sih lo jadi cewek! Gue tuh cuma gak suka lo kegenitan nempel sama si ****** kecoa. Mending sekarang lo pulang. Daripada gue aduin kelakuan lo ke tante Tina. Pulang sekolah malah keluyuran.

__ADS_1


Ella mendecak sebal, cowok ini kalau jeolus kadang kayak setan. Mike menarik lengan Ella dan mengajaknya pulang.


__ADS_2