Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti
15. Salah Mengira


__ADS_3

Pagi sudah menyambut pasangan suami istri yang belum terbangun dari tidurnya. Sang istri yang lebih dulu terbangun.


“Enghh!”


Sang istri, Clara , mengerjapkan matanya pelan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Saat ia sudah melihat dengan jelas, maka terpampanglah wajah tampan suaminya itu.


Clara sempat terpaku dengan wajah sempurna milik Keenan. Rahang yang tegas, sorot mata yang tajam bak elang, bibirnya yang kissable itu. Tiba-tiba saja ia teringat kala malam pertama mereka terjadi. Wajah Clara langsung memerah padam mengingat hal itu.


Tanpa sadar ia mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah itu. Namun, saat melihat mata Keenan yang akan terbuka, Clara langsung menarik tangannya kembali. Entah apa yang ia lakukan sampai harus menutup matanya kembali.


Keenan sudah membuka matanya dan melihat sang istri yang masih menutup matanya itu. Tapi, ia tahu jika itu semua hanyalah bohongan. Sebuah ide licik muncul di kepalanya.


“Ahhh! Apa itu?! Ada kecoa!” teriak Keenan


Sontak Clara membuka lebar matanya. “Apa?! Kecoa?! Ahhh! Pergikan dariku! Pergi! Pergi!” teriak Clara dengan keras.


Karena terlalu panik, ia sampai tak sadar sudah berada di atas Keenan. Keduanya saling tatap dalam diam. Baik Keenan maupun Clara tak ada yang mau memutuskan kontak itu.


Hingga tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dan menampilkan sosok Maya.


Maya melebarkan matanya atas apa yang ia lihat.


“Oh, ya ampun! Maaf yah, kalian lanjutkan saja,” ucap Maya seraya menutup pintu kamar itu kembali.


Keenan dan Clara saling pandang dengan mata yang ikut melebar.


“Mama! Ini tak seperti yang Mama kira!” teriak Clara


Clara bangkit dari tubuh Keenan. Ia langsung memandang kesal pada pria itu.


“Ini semua karena kau. Kau menipuku dengan mengatakan ada kecoa padahal enggak ada,” protes Clara seraya melipat kedua tangannya di dada.


“Siapa suruh kau pura-pura tidur tadi makanya aku langsung mengerjaimu,” timpal Keenan dengan wajah tak bersalah.


Clara yang geram langsung memukul lengan Keenan.


“Dasar nyebelin!” pekik Clara

__ADS_1


“Apa kau bilang?!” protes Keenan dengan tatapan tajam.


Sontak Clara jadi ciut kala diberikan tatapan tajam oleh Keenan. “Eng-Enggak ada. Aku enggak ada bilang apa pun,” cicit Clara


Melihat Clara yang jadi ketakutan seperti itu membuat Keenan tak kuasa untuk langsung tertawa keras.


“Hahaha, wajahmu itu sangat lucu tau. Kau seperti kucing yang ketakutan. Hahaha,” kelakar Keenan


Clara mengepalkan tangannya dengan kuat. Lagi dan lagi Keenan mengerjainya. Karena kesal, ia langsung menggigit leher Keenan.


“Ahh!” teriak Keenan yang terkesiap kala tiba-tiba Keenan yang menggigitnya.


“Rasakan itu! Huh!” timpal Clara yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Keenan masih terdiam sejak Clara yang tiba-tiba menggigit lehernya. Keenan turun dari ranjang dan berjalan menuju ke depan cermin. Ia melihat bekas gigitan dari Clara yang terlihat memerah. Bukannya kesakitan, justru Keenan merasakan degup jantungnya yang menggila.


Keenan melihat wajahnya yang memerah karena bekas gigitan itu. “Sial! Kenapa aku jadi kayak gini hanya karena digigit oleh anak kecil itu?” gumam Keenan


Sedangkan di dalam kamar mandi, terlihat Clara yang juga melihat wajahnya yang memerah di depan cermin. Ia baru menyadari apa yang telah ia lakukan tadi.


“Kok aku tadi tiba-tiba langsung menggigit lehernya sih? Aku refleks karena sangat kesal dikerjai terus olehnya. Duhh, bagaimana aku keluar nanti dan melihat wajah Kak Keenan?” keluh Clara


Sebuah dress dengan warna baby pink ada di sana. Dress itu cukup cantik. Segera ia mengenakannya dan melihat dirinya di depan cermin kamar mandi.


“Hmm, Clara yang imut!” ucapnya dengan senyum yang lebar.


Setelah mematut dirinya, Clara berjalan keluar dari kamar mandi. Saat itulah ia melihat Keenan yang telah tapi dengan setelan kasualnya. Keenan menoleh pada Clara yang baru keluar dari kamar mandi. Tatapannya jadi terpaku melihat Clara yang entah kenapa sangat cantik di matanya dengan dress yang dikenakannya.


Clara pun jadi malu karena ditatap seperti itu. “Makasih untuk dress-nya,” ucap Clara dengan suara yang pelan.


“Kau mengatakan apa? Aku tak mendengarnya,” timpal Keenan


Clara menghela napas kasar. “Aku bilang terima kasih untuk dress-nya. Aku cantik kan dengan dress ini?” tanya Clara


“Cantik”


Clara terkejut kala mendengar jawaban itu.

__ADS_1


“Iyah, dress-nya yang cantik bukan dirimu,” lanjut Keenan yang langsung membuat Clara mengerucutkan bibirnya kesal.


“Dasar nyebelin!” protes Clara


“Udahlah, ayo kita keluar. Yang lain sudah nungguin di bawah,” ajak Keenan yang menarik tangan Clara untuk keluar dari kamar.


Keenan mengarahkan tangan Clara untuk diletakkan pada lengannya. Setelahnya, mereka berjalan bersama-sama untuk menuruni anak tangga. Hingga saat sampai di meja makan, terlihat Papa Andy dan Mama Maya, serta Agler di sana. Mereka semua melihat ke arah keduanya. Senyum lebar terlihat di wajah Papa dan Mama. Kecuali Agler yang nampak memasang wajah masam karena hal itu. Tentu saja hal itu dapat ditangkap oleh Keenan yang langsung menunjukkan senyum miringnya.


Keenan menarik kursi untuk Clara yang membuat Clara terkejut dengan perlakuan tersebut.


Tenang Clara ! Tenang! Kak Keenan hanya melakukan akting saja ~ batin Clara


Maya terlihat sangat senang dengan interaksi keduanya.


Setelah mendudukkan Clara , Keenan langsung duduk di samping wanita itu.


“Maaf yah tadi Mama gangguin kalian,” celetuk Maya


Keenan maupun Clara tertegun mendengar hal itu.


“M-Ma, yang tadi itu salah paham. Ka-Kami tak melakukan hal itu. Aku terkejut karena Kak Keenan tiba-tiba mengatakan ada kecoa. Makanya hal itu terjadi,” ungkap Clara


“Iyah, Clara benar,” tambah Keenan


“Tapi yang tadi malam terjadi kan?” tanya Maya kembali dengan wajah yang berharap.


Keenan dan Clara saling tatap karena pertanyaan itu. Hingga mereka ingat kejadian di mana Clara yang tersandung. Kalau diingat-ingat memang membuat orang salah paham dengan teriakan Clara . Mengingat hal itu membuat Keenan maupun Clara jadi malu.


“Mama tenang aja yah. Mama akan segera mendengar kabar yang bahagia nanti,” jawab Keenan


“Nah, bagus itu! Ya sudah kita mulai aja yah sarapannya,” timpal Maya


Clara mendelik tajam pada Keenan. “Kenapa kau berkata seperti itu?” bisik Clara


Keenan mendekati telinga Clara . “Sudahlah. Kau tak mau kan liat Mama jadi kecewa dengan jawaban kita,” jawab Keenan


Akhirnya Clara hanya diam saja. Benar apa kata Keenan, ia tak mau membuat Mama Maya jadi sedih. Tapi, ini salah. Mereka tak melakukan hubungan itu tadi malam. Mereka memang sudah pernah melakukannya sekali. Tapi karena Keenan yang menyuruhnya meminum pil penunda hamil itu, membuat Clara langsung meminumnya tanpa ragu.

__ADS_1


Apa mungkin jika ia tak meminumnya ia pasti sudah hamil yah saat ini?


__ADS_2