Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti
29. Aku Minta Maaf!


__ADS_3

“Kau yakin aku harus melakukan hal itu?” tanya Clara menatap Aida tak percaya.


Aida menghela napas kasar. “Katanya kau mau balas dendam karena suamimu itu tak ingat dengan janjinya? Kalau kayak gini, namanya kau enggak tega tau,” protes Aida dengan tangan yang ia lipat di dada.


Clara sedikit melebarkan matanya. “Ma-Mana ada aku merasa tega. A-Aku akan melakukannya!” sanggah Clara


“Nah, gitu dong. Sekarang kau....”


Ucapan Aida terhenti kalau suara bunyi ponsel berbunyi.


“Oh, sebentar. Ponselku berbunyi,” ucap Clara segera mengambil ponsel yang ada di tas kecilnya.


Ia melihat nama ‘Mama Maya’ di sana. Segera ia mengangkat panggilan itu.


“Halo Ma!”


[“Halo sayang! Kamu ada di mana saat ini?” tanya Maya]


“Hmm, aku ada di luar saat ini, Ma. Ada apa yah?” tanya Clara hati-hati.


[“Begini, Darel, sekretaris dari Keenan tadi menghubungi Mama. Katanya Keenan itu punya penyakit maag akhir-akhir ini. Jadi harus makan dengan tepat. Keenan itu orang yang sangat suka lupa waktu kalau sudah bekerja. Bisakah kamu antarkan makan siang padanya nanti?” pinta Maya]


“Iyah, Ma. Aku akan antarkan ke sana nanti,” jawab Clara


[“Wah, baguslah! Terima kasih yah sayang,” timpal Maya]


“Mama tak perlu terima kasih. Ini sudah kewajibanku bukan. Justru aku yang harusnya terima kasih karena Mama sudah memberitahukan hal ini padaku,” balas Clara


[“Baiklah! Kalau gitu, Mama tutup dulu yah,” ujar Maya]


“Iyah Ma!” Clara menutup panggilan itu.


“Ada apa?” tanya Aida


“Tepat pada waktunya. Aku akan menjalankan rencana yang kau maksud,” jawab Clara dengan senyuman misterius.


Sebuah taksi berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit. Tak lama kemudian, keluarlah sosok Clara dari dalam taksi itu. Di tangannya nampak, sebuah paper bag yang berisi makanan untuk sang suami. Seperti permintaan dari mertuanya tadi.


Saat ia memasuki gedung bernama Gibson Group itu, nampak banyak pasang mata menatap ke arahnya.


“Eh? Itu Nyonya Muda Gibson bukan? Kenapa dia datang ke sini yah?”


“Terakhir kali dia datang dan langsung pulang dengan keadaan menangis”


“Aku mendengar jika hubungan mereka tak baik? Apa mungkin ingin bercerai kah?”


Clara tak ingin mendengar apa pun. Karena ia tak memiliki kepentingan dengan orang-orang itu. Ia berjalan menaiki lift untuk pergi ke ruangan suaminya itu.


Ia sampai di depan pintu ruangan suaminya. Ia mengetuk dengan pelan pintu ruangan itu.


Keenan yang berada di dalam langsung membuka pintu itu dengan remot karena ia berpikir mungkin itu adalah Darel.


“Darel, bawakan aku jadwal untuk hari ini. Aku tak akan makan siang karena aku harus menyelesaikan perkerjaan ini,” ucap Keenan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah berkas.


“Ini aku!”


Sontak Keenan menaikkan kepalanya kala mendengar suara yang familiar. Ia terkejut kalau melihat Clara di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Apakah dia sengaja datang ke sini untukku? Bukankah tadi dia lagi marah yah? ~ batin Keenan


Keenan segera beranjak dari kursinya. Terlihat senyum lebar di wajah pria itu. Yang membuat Clara tertegun melihatnya.


Dia sangat senang kah aku datang ke sini? ~ batin Clara


“Ternyata istriku ini datang mengantarkan makan siang untukku,” ucap Keenan meraih paper bag di tangan Clara.


“Jangan senang dulu. Aku mengantarkan makanan ini karena pinta dari Mama Maya,” timpal Clara


“Hmm, kau sangat penurut ternyata. Eh? Ini bukan makanan yang kau buat?!” tanya Keenan yang melihat label dari sebuah restoran.


“Hmm, yah begitulah. Aku tak ada waktu untuk memasak makan siang hari ini. Jadi, aku pesan aja. Kau tenang aja. Makanan itu sangat sehat dan cukup enak kok. Aku bisa menjamin hal itu,” jelas Clara


Wajah Keenan langsung berubah murung. Ia berjalan ke arah meja kerjanya dan menaruh paper bag itu di atas meja. Ia meraih telpon kantor.


“Darel, siapkan bahan-bahan masakan di dapur. Nyonya Muda akan masak di sana,” perintah Keenan


Mendengar hal itu membuat Clara terkejut. “Eihh, untuk apa aku masak? Aku sudah membawakan makanan untukmu?” tanya Clara dengan tatapan bingung.


“Aku tak mau makan masakan selain masakanmu,” jawab Keenan


“Kau....”


Clara menghela napas kasar. Ia tak ingin berdebat dengan Keenan. Ia sebenarnya tak ingin banyak bicara pada pria itu. Clara yang akhirnya tak menyanggah ucapannya, membuat Keenan puas.


Clara langsung berjalan keluar dari ruangan Keenan. “Dasar! Pria itu pilih-pilih makanan. Kalau kayak gini, rencanaku enggak berhasil dong,” keluh Clara


Langkah Clara terhenti kala sosok Cherry berada di hadapannya. Karena tak mau mengurusi wanita itu, Clara berjalan melewati tubuh Cherry.


Clara memutar bola matanya jengah. “Emang kenapa? Apa salah aku datang mengunjungi suamiku sendiri? Justru, Nona Cherry kenapa ada di sini. Anda tak bekerja di sini bukan?” timpal Clara


“Kau!”


Wanita ini semakin berani saja! Kenapa pula wanita ini sering ada di dekat Keenan saat ini? Bukankah Keenan tak suka dengannya? ~ batin Cherry


Cherry berdecih pelan. “Kau jangan sombong yah! Kau itu hanya barang pengganti. Kau emang istrinya, tapi kau tak akan pernah dianggap oleh Keenan. Karena Keenan tak akan pernah menyukai wanita sepertimu!” geram Cherry dengan tatapan tajam.


“Hentikan!”


Sontak Clara dan Cherry tertegun dengan kehadiran Keenan di tengah mereka. Dengan cepat Cherry membalikkan tubuhnya untuk menghadap Keenan.


“Keenan, lihat wanita ini! Clara tadi....”


“Kau bilang apa tadi padanya?” tanya Keenan dengan tatapan dingin.


Cherry gugup ditatap seperti itu. “A-Aku tak bilang apa-apa kok,” jawab Cherry


Aku yakin jika Keenan pasti akan membelaku. Keenan sendiri yang mengatakan padaku jika dia tak menyukai Clara sama sekali. Aku lebih unggul dari wanita itu ~ batin Cherry


Di luar dugaan, Keenan berjalan mendekati Clara. Bahkan, Keenan memeluk pinggang Clara dan mencium kening wanita itu. Membuat Clara tertegun dengan apa yang dilakukan oleh Keenan.


“Dengarkan ini baik-baik! Yang akan menjadi Nyonya Muda Gibson hanya Clara seorang. Dan istriku selamanya hanya Clara saja. Tak ada yang akan bisa mengganti posisinya,” jelas Keenan dengan tatapan tegas.


Baik Clara dan Cherry terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Keenan. Apalagi Clara yang tak pernah menyangka jika Keenan akan mengatakan hal itu.


“Ke-Kenapa begitu?!” tanya Cherry dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


“Darel!” panggil Keenan


“Iyah Tuan!” Darel berjalan menghampiri sang presdir.


“Jangan biarkan wanita ini masuk ke dalam perusahaan lagi. Aku tak mau melihat wajahnya lagi,” perintah Keenan


Cherry terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Keenan. “Keenan! Kau tak bisa....”


“Nona Cherry, silahkan keluar,” ucap Darel


Cherry menggeram kesal. Ia menghentakkan kakinya untuk keluar dari sana.


“Ayo!” Keenan menarik tangan Clara menuju ke dapur.


Melihat hal itu membuat Darel tersenyum tipis.


“Sepertinya akan ada akhir bahagia dari semuanya,” gumam Darel


Clara mulai memasakkan makanan untuk Keenan. Bisa dibilang dapur di lantai ruangan Keenan cukup lengkap dengan bahan masakan. Clara hanya membuatkan menu makanan biasa untuk suaminya itu.


Keenan memperhatikan dengan seksama bagaimana istrinya itu masak. Entah kenapa, hatinya sangat menghangat melihat itu semua.


“Ini, makanlah!” ucap Clara saat ia sudah selesai masak.


Keenan sedari tadi hanya melamun menatap Clara yang memasak, sampai ia tak sadar jika istrinya itu sudah selesai memasak.


“O-Oh, Iyah”


Keenan mulai memakan masakan buatan Clara.


“Bagaimana rasanya?” tanya Clara


Senyum lebar terbit di wajah Keenan. “Ini enak. Kau sepertinya bagus jika menjadi seorang koki,” jawab Keenan dengan nada pujian.


Clara mengulum senyum karena pujian itu. Ia tak pernah menyangka akan rasanya sesenang ini. Untuk sesaat ia berpikir apa mungkin Keenan adalah suatu kebahagiaan untuknya? Tapi, kenyataan kembali menampar nya jika dia hanyalah sebatas istri pengganti.


“Maafkan aku, Clara!” celetuk Keenan


Sontak Clara langsung menatap ke arah Keenan.


“Untuk apa?” tanya Clara dengan tatapan bingung.


“Maafkan aku karena sudah ingkar janji padamu. Harusnya aku bisa pulang cepat kemarin malam untuk memakan masakanmu. Tapi, aku tak melakukannya dengan sengaja. Aku tak tau tiba-tiba saja Cherry mengantarkanku malam itu. Aku juga tau jika kau yang membawaku ke kamar tadi malam. Jadi, kau pasti melihat Cherry yang mengantarkanku pulang. Tapi, tak terjadi apa pun antara kami,” papar Keenan dengan tatapan serius.


Clara benar-benar tertegun mendengar penjelasan Keenan. Ia sudah terkejut ketika Keenan meminta maaf padanya. Tak pernah sekalipun pria itu akan meminta maaf padanya atas kesalahan yang diperbuat. Apalagi ini Keenan mengingat dengan jelas kesalahan yang diperbuatnya.


Entah kenapa ia jadi tak enak untuk tak memaafkan pria itu.


“I-Iya, aku memaafkan padamu kok. Asal kau jangan mengulanginya lagi,” timpal Clara


Keenan menganggukkan kepalanya kuat. “Iyah, aku pasti tak akan mengulanginya. Untuk itu, aku tak akan pernah meminum alkohol lagi,” balas Keenan


Clara tersenyum tipis. Akhirnya ia bisa mendengar jawaban pasti. Tanpa adanya unsur mabuk dari pria itu.


“Bisakah aku minta sesuatu?” tanya Keenan


“Apa?”

__ADS_1


__ADS_2