Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti
43. Hanya Aku yang Mau Denganmu


__ADS_3

Hanya Aku yang Mau Denganmu


Pelukan itu terlepas dan Clara langsung memandangi tepat pada wajah Keenan. “Kenapa kau bisa ada sini?” tanya Clara dengan tatapan heran.


Sungguh, ia tak menyangka melihat sosok Keenan di sini. Karena mereka baru saja berpisah, bukan? Apa mungkin Keenan menguntitnya atau menyuruh beberapa pengawalnya untuk mengikuti ke mana ia pergi?


Para wartawan yang melihat kedatangan Keenan di sana, dengan cepat mengerumuni pria itu.


“Presdir Gibson, kenapa anda bisa muncul di saat seperti sini? Apakah karena sudah mendengar isu yang terjadi?”


“Apa anda ke sini untuk membela istri anda atau justru sebaliknya? Bagaimana Presdir?”


Keenan membalikkan tubuhnya untuk menatap para wartawan yang mengajukan pertanyaan padanya.


“Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan kalian yah. Kalau kalian benar-benar wartawan, tolong tunjukkan kartu izin pers kalian,” tegas Keenan dengan tatapan tajam.


Ia sungguh tak suka ada orang yang berani menindas istrinya itu. Rasanya amarahnya langsung naik. Dia juga tak tahu kenapa dia bisa merasa seperti ini pada Clara. Padahal dulu ia tak pernah merasa seperti ini.


Sontak para wartawan itu terdiam dengan ucapan Keenan. Bahkan, terlihat beberapa dari mereka yang jadi gugup karena ketegasan yang ditunjukkan seorang presdir Gibson.


Keenan tersenyum miring melihat ketakutan di wajah para wartawan itu. Ia semakin yakin jika kumpulan wartawan di hadapannya itu, hanyalaj wartawan palsu yang memang sengaja dibayar untuk menekan Clara. Ia sangat paham akan hal seperti itu.


“Kalau kalian tak bisa menunjukkannya, aku akan melapor kalian semua ke polisi,” ancam Keenan dengan tatapan tajam.


Sontak para wartawan itu menatap semakin takut ketika mendengar mereka akan dimasukkan dalam kantor polisi.


“Darel, antar Nona Calum ke rumah sakit,” perintah Keenan pada sekretarisnya itu.


“Baik Tuan!” Darel membantu Cherry untuk bangkit. Wanita itu masih memasang wajah acting sedihnya di depan semua orang. Terutama Keenan.


“Keenan, kau tak perlu memarahi Clara. Dia pasti bukan sengaja melakukan semua ini. aku tak apa-apa kok,” lirih Cherry


Clara memutar bola matanya jengah melihat wanita itu. Ia yakin banyaknya wartawan yang datang ke sini adalah rencana licik dari Cherry.

__ADS_1


Keenan hanya menatap datar pada Cherry. Ia mengalihkan pandangannya pada darah yang ada di lantai dan kembali melihat ke arah Cherry yang memegang perutnya yang nampak berdarah.


Saat Darel akan membawa Cherry pergi, tiba-tiba Keenan buka suara yang membuat keduanya menghentikan langkah.


“Tunggu sebentar!” tahan Keenan


Keenan berjalan mendekati Cherry dan berhenti tepat di hadapan wanita itu. Cherry memandangi Keenan dengan gugup.


“A-Ada apa Keenan?” tanya Cherry


“Saat kau terjatuh tadi, perutmu tak mengenai benda yang tajam. Kenapa tiba-tiba bisa berdarah begitu banyak?” tanya Keenan dengan tatapan yang selidik.


Sontak Cherry tertegun dengan ucapan Keenan. Namun, sebisa mungkin ia tutupi reaksinya yang terkejut itu. “A-Aku juga enggak tau. Mungkin terbentur kali,” jawab Cherry yang berubah menjadi gugup.


Keenan dapat menangkap kegugupan wanita itu. Ia pun langsung tersenyum miring. Ia semakin mendekati tubuh Cherry. “Kalau begitu, ini apa? Kenapa benda ini ada pada dirimu?” tanya Keenan dengan tatapan tegas sambil menunjukkan sebuah kantung berisi cairan berwarna merah.


Cherry melebarkan matanya melihat hal itu. Kegugupannya semakin bertambah saat ini.


Keenan jadi semakin kesal dengan wanita di hadapannya ini.


Orang-orang di sekitar itu mulai bergunjing pada Cherry. Mereka menatap Cherry dengan sinis.


“Masih bilang cinta, padahal wanita itu barulah istri yang sebenarnya. Tak tau diri banget!”


“Iyah, enggak tau malu banget jadi pelakor!”


“Memang yang namanya aktris sih gitu, aktingnya lumayan bagus. Masuk ke rumah tangga orang dan menjebak istri yang sesungguhnya. Bener-bener deh!”


Cherry jadi kesal karena public berpaling darinya. Untuk itu, ia langsung mengambil langkah dengan pura-pura terjatuh pingsan.


“EH?!” Semua orang langsung menatap terkejut pada hal itu.


Sedangkan pasangan suami istri itu sudah sedari tadi pergi meninggalkan kerumunan. Malas mengurusi orang yang banyak drama.

__ADS_1


“Tunggu dulu! Kau masih belum mengatakan padaku kenapa kau bisa tau aku ada di sini,” tahan Clara yang masih diliputi kebingungan dengan kehadiran Keenan yang tiba-tiba.


Keenan berhenti tiba-tiba dan berbalik badan. Hal itu membuat Clara langsung menabrak tubuh tinggi pria itu.


“Auw!”


Ada apa sih denganku akhir-akhir ini? Kenapa setiap berhadapan dengan Mas Keenan, aku akan selalu bersikap kikuk begini? ~ batin Clara


“Kalau hari ini aku tak datang, apa yang akan kau lakukan?” tanya Keenan dengan nada protes.


Clara terdiam mendengar ucapan Keenan. Itu memang benar juga. Jika Keenan tak datang ke hadapannya, mungkin dia akan menjadi berita panas hari ini karena jebakan Cherry.


Keenan menatapi Clara yang terdiam. Sebenarnya ia masih kepikiran dengan dengan perkataan Clara yang mengatakan jika Tantri bukanlah ibu kandungnya.


Kenapa Clara bukan dilahirkan oleh Tantri? Tapi, malah dia yang dinikahkan denganku? Aku sangat ingin tau apa yang terjadi sebenarnya ~ batin Keenan


“Clara, dasar bodoh!” tukas Keenan menangkup wajah Clara.


Clara tertegun melihat wajahnya dengan Keenan yang begitu dekat. Ia jadi sangat gugup saat ini. Ia bisa merasakan degup jantungnya yang menggila.


“Kau ini kenapa sih selalu ketemu dengan masalah? Aku baru saja meninggalkanmu tadi, tapi kau sudah bertemu dengan masalah baru. Kalau kau sampai terluka nanti, siapa yang akan mau denganmu?” protes Keenan menepuk jidat Clara, yang membuat Clara kembali mengaduh kesakitan.


“Aku tak perlu orang lain menginginkanku. Jika mereka tak mau denganku, aku masih bisa menghidupi diriku sendiri,” timpal Clara yang memegangi jidatnya sambil mengalihkan pandangan dari Keenan karena malu.


Keenan menghela napas kasar. “Kau begitu hebat yah! Tidak memberikan kesempatan pada orang lain untuk menyukaimu. Apa saat masih sekolah dulu tak ada yang mengejarmu?” tanya Keenan dengan nada menyindir sambil berlalu dari hadapan Clara.


Clara mengerucutkan bibirnya dengan perkataan Keenan. Dengan cepat ia menyusul langkah pria itu.


“Kalau saat itu ada orang yang mengejarku. Apa aku masih bisa sesial ini untuk menikah denganmu?” protes Clara dengan tatapan kesal.


“Iyah, iyah! Jadi kau yang bodoh dan sial ini, hanya aku yang berani mau. Hanya aku yang mau denganmu dan hidup denganmu,” timpal Keenan sambil merangkul bahu Clara dengan erat.


Clara mencibir dengan perkataan Keenan. Walaupun, tak ayal ia sangat menyukai perkataan Keenan tersebut. Hatinya pun terasa sangat hangat saat ini. Apa mungkin hubungan pernikahannya akan berakhir bahagia?

__ADS_1


__ADS_2