Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti
27. Mabuk


__ADS_3

“Apakah aku harus menelponnya atau tidak yah? Atau tak usah aja? Nanti malah mengganggunya lagi. Dan dia malah marah padaku,” gumam Clara yang sedari tadi mondar-mandir di kamarnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam. Tapi, ia tak melihat keberadaan dari sang suami. Ia masih mengingat jika pembicaraannya dengan Keenan tadi sore. Pria itu mengatakan akan pulang sebentar lagi dan ingin makan masakan buatannya.


Clara yang awalnya tak mau menggubris hal itu, pada akhirnya tetap memasakkan makan malam untuk Keenan. Tapi, sejak tadi ia menunggu pria itu pulang, tak kunjung ada tanda-tanda dari Keenan.


Clara memegang ponsel yang ada di tangannya itu. Berkali-kali ia mengeluarkan helaan napas kasar.


“Apa mungkin pria itu menipuku lagi yah? Seperti yang pernah ia lakukan dulu? Ihh, dasar! Kalau kayak gitu, mending enggak usah aku masakin. Buang-buang makanan aja,” keluh Clara


Ia melempar ponselnya ke atas ranjang. Ia berjalan keluar dari kamar dan menuju ke arah meja makan.


“Padahal aku sudah capek-capek buatkan semua makanan ini. Tapi, malah kayak gini. Dasar! Pria itu tak pernah berubah!” protes Clara yang mulai membereskan makanan di atas meja.


Namun, aktivitasnya itu terhenti kala suara belum pintu terdengar.


“Apa itu Kak Keenan yah?” gumam Clara


Sebenarnya ia cukup takut jika ada yang datang ke rumah pada waktu tengah malam. Karena ia punya pengalaman buruk dengan hal itu. Tapi, ia harus melihat siapa yang datang. Untuk itu, ia meyakinkan hatinya untuk berjalan ke arah depan pintu.


Untung saja rumah Keenan adalah rumah dengan teknologi yang cukup tinggi. Sebelum membuka pintu rumah, ia lebih dulu melihat ke layar intercome. Sontak matanya melebar melihat siapa yang datang. Dengan cepat ia membuka pintu rumah. Pada saat itulah sosok Keenan masuk dengan seorang wanita yang memapahnya.


Tentu saja ia tahu wanita itu. Dia adalah Cherry, wanita yang secara terang-terangan mengejar Keenan dan berusaha agar dirinya menjauh dari suaminya sendiri.


Melihat perawakan Keenan yang nampak berantakan, disusul dengan pakaian Cherry yang sangat terbuka, membuat Clara berpikir terjadi sesuatu antara dua orang itu.


Cherry menaruh Keenan di kursi tamu. Ia memandang sinis pada Clara.


“Hei, siapkan kamar untuk kami! Aku dan Keenan ingin tidur saat ini,” ucap Cherry


Clara hanya diam saja. Wanita itu pikir dia ini bodoh hingga mau disuruh seenaknya.


Clara yang hanya diam saja, membuat Cherry jadi kesal. “Hei, apa kau tuli?! Kenapa kau tak mendengar apa yang aku katakan?!” protes Cherry

__ADS_1


Clara memutar bola matanya jengah. “Aku tak mau! Atas dasar apa kau melakukannya?” tolak Clara yang melipat kedua tangannya di dada.


“Hei, jangan belagu yah! Kau itu tak dianggap di sini. Jadi jangan membantah. Kalau aku mengadukanmu pada Keenan, kau mau kena marah darinya?” ancam Cherry dengan tatapan tajam.


Clara tertawa sarkas. “Kau sedang mengancamku, hah? Orang tempat kau mengadu ada di sampingmu saat ini. Adukan saja sana. Kau pikir aku takut. Lagian, apa Kak Keenan memilihmu kah?” tanya Clara dengan nada menyindir.


Perkataan Clara membuat Cherry berang. “Okey, aku akan membuktikannya padamu,” tulas Cherry


Cherry memeluk tubuh Keenan dan mengelus dada pria itu dengan sensual. “Keenan, aku mau menginap di sini. Tapi, wanita ini tak mengizinkanku. Apa kau mau aku pergi?” tanya Cherry dengan nada manja.


Ingin sekali Clara muntah melihat tingkah wanita itu. Ia sering menonton drama tentang para pelakor. Baru kali ini ia bisa merasakan langsung bagaimana jahatnya seorang pelakor. Apalagi pelakornya seperti Cherry yang secara terang-terangan melakukannya di depan seorang istri sah.


Keenan menyipitkan matanya menatap ke arah Cherry. Cherry yang melihat hal itu berpikir jika rencananya untuk menggoda Keenan berhasil.


Keenan melirik ke arah Clara yang menatapnya dengan datar.


“Sayang, kenapa kau hanya diam di sana? Bantu aku untuk tidur dong,” pinta Keenan dengan nada manja.


Clara tersenyum miring. Ia berjalan mendekati Keenan. Ia duduk di samping pria itu. Keenan pun langsung memeluk dengan erat tubuh Clara. Membuat Clara cukup terkejut dengan tindakan yang tiba-tiba itu.


Cherry sangat kesal melihat hal itu. “Keenan, kau salah orang! Kau harusnya memelukku tau. Ini aku, Cherry!” protes Cherry seraya menarik tubuh Keenan.


Namun, di luar dugaan, Keenan langsung menghempas tangan Cherry untuk menjauh. Bahkan, Keenan memandang tajam pada Cherry.


“Kau bukan istriku! Istriku itu Clara Gibson dan selamanya akan seperti itu. Sebaiknya kau pergi sebelum aku mengusirmu dengan paksa!” desis Keenan


Tatapan tajam Keenan membuat Cherry cukup takut.


Hal yang tak terduga kembali kalau Keenan yang tiba-tiba mencium Clara dengan menggebu. Clara melebarkan matanya itu. Tapi, entah mengapa ia menyukai hal ini. Melihat tatapan penuh amarah dari Cherry.


Untuk semakin mendramatisirnya, Clara mengalungkan tangannya pada leher Keenan. Bahkan, ia sengaja membalas perlakuan Keenan agar Cherry semakin kesal.


Hal itu tentu saja membuat Cherry kesal. Dengan cepat ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari rumah. Selepas melihat Cherry yang sudah benar-benar pergi, dengan cepat Clara mendorong tubuh Keenan untuk menjauh.

__ADS_1


“Sayang, kenapa dilepas sih? Aku kan belum puas,” keluh Keenan dengan nada rengekan, persis seperti anak kecil yang diambil permennya.


Clara sebenarnya ingin tertawa saat ini melihat ekspresi Keenan. Tapi, ia tak mau menunjukkan hal itu. Ia lebih baik menjaga image-nya saat ini.


Ia melihat tatapan mata satu dari Keenan. Bau alkohol juga sangat kentara pada tubuh pria itu.


“Apa kau mabuk?” tanya Clara


“Aku hanya minum sedikit saja,” jawab Keenan dengan senyuman idiotnya.


Clara menghela napas kasar. “Bisakah kau tak minum alkohol lagi? Aku enggak suka,” protes Clara


Keenan menganggukkan kepalanya kuat. “Iyah, aku enggak akan minum lagi. Tapi, berikan aku satu kecupan dulu,” jawab Keenan memajukan bibirnya pada Clara.


Namun, dengan cepat Clara mendorong tubuh itu agar menjauh. “Jangan! Aku enggak mau menciummu. Kau bau alkohol dan aku membencinya. Ayo, kau harus pergi ke kamarmu,” protes Clara yang membantu Keenan untuk menaiki tangga.


Sungguh, tubuh Keenan benar-benar berat! Ia harus berusaha dengan keras agar bisa sampai di kamar pria itu. Setelah sampai di kamar Keenan, ia langsung membuang tubuh Keenan ke atas ranjang. Terlihat peluh keringat di dahi Clara akibar dari kerja kerasnya mengangkat tubuh Keenan.


“Lain kali, aku harus suruh pria ini membuat lift saja di rumah ini. Agar tak susah membawanya ketika ia kembali mabuk. Atau aku harus benar-benar menyuruhnya untuk berhenti meminum alkohol itu,” gumam Clara yang mengusap keringat di dahinya.


Clara berjalan untuk membuka sepatu Keenan. Ia bahkan membuka kemeja yang dikenakan Keenan dan terpampanglah tubuh atletis pria itu yang cukup membuat Clara menelan saliva dengan kasar. Wanita manapun pasti akan tergoda dengan tubuh bagus itu. Tapi, ia tak mau berlama-lama mengagumi tubuh Keenan.


Saat ia ingin beranjak dari kamar Keenan, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Keenan hingga tubuhnya terjatuh di atas tubuh pria itu. Bahkan, Keenan langsung memeluk erat tubuh Clara.


“Ke-Keenan, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” teriak Clara


“Hmm, sayang! Ayolah tidur denganku. Aku ingin memelukmu. Aku sangat menyayangimu. Apa kau tak mau tidur dengan suamimu ini?” tanya Keenan


Clara benar-benar bingung dengan Keenan saat ini. Bagaimana bisa pria itu mengucapkan semua kalimat itu? Apa mungkin karena mabuk, makanya Keenan jadi jujur seperti ini?


Akhirnya Clara membiarkan Keenan memeluk dirinya. Hanya untuk malam ini saja. Lagian, ia tak akan bisa lepas dari pelukan yang begitu erat ini.


Mata Clara perlahan menutup dengan sempurna. Sungguh, ia benar-benar sangat mengantuk karena sedari tadi menunggu Keenan pulang. Akhirnya pasangan suami istri itu tertidur dengan keadaan saling berpelukan dan senyum di wajah mereka.

__ADS_1


__ADS_2