
Sekitar 19 tahun yang lalu Marquess William Allan menikahi seorang putri bangsawan. Marquess begitu sangat mencintai putri cantik itu.
Setahun menikah, mereka belum juga diberikan penerus atau keturunan. Mereka melakukan berbagai cara agar dapat memiliki anak.
Akhirnya beberapa bulan kemudian istri Marquess pun dikabarkan telah mengandung. Marquess yang sangat menantikan kehadiran seorang anak sangatlah bahagia mendengar kabar itu.
Dia sampai meninggalkan medan perang karena kabar bahagia tersebut. Marquess bahkan sampai mengadakan perayaan besar-basaran atas kehamilan istrinya.
Kebahagiaan Marquess semakin lengkap setelah 9 bulan kemudian istri tercintanya rupanya melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki yang sangat tampan.
Dua bayi itu begitu mirip. Bahkan hampir tidak bisa dibedakan satu sama lain. Memiliki rambut berwarna silver berkilau dan warna bola mata yang merah tajam seperti darah yang mendidih. Mereka diberi nama Arion Allan dan adiknya, bernama Arsheon.
"Terimakasih Istriku. Kamu sudah mewujudkan keinginanku untuk memiliki anak. Aku tidak menyangka putra kita kembar. Terimakasih banyak.", kata Marquess begitu bahagia sambil menggendong seorang bayi laki-lakinya.
★ ★ ★ ★ ★ ★ ★
Tiga tahun kemudian, dua bocah kembar itu tumbuh dengan lincah dan riang gembira. Sepanjang hari mereka selalu bersama. Tidak ada satu hari pun yang tidak mereka lewati berdua.
Seperti pasangan-pasangan anak kembar lainnya, mereka juga selalu memakai pakaian dan berpenampilan sama.
Kebiasaan mereka pun sama. Mereka senang bermain pedang-pedangan dari kayu. Tak jarang mereka membuat masalah dengan menghancurkan barang-barang dirumah ketika sedang bermain pedang. Sampai membuat Ibu mereka memarahi mereka setiap hari.
Namun berbeda dengan istrinya, melihat minat dua putranya yang begitu menyukai pedang, Marquess William pun memberikan mereka sepasang pedang dengan model, warna dan ukuran yang sama pada putra-putranya. Marquess juga mendatangkan seorang guru yang sangat hebat pada mereka, yaitu Diego. Teman Marquess William sekaligus ketua pasukan ksatria kekaisaran Hiton.
Suatu ketika, Diego datang ke kediaman Marquess William untuk melatih kedua putra marquess berpedang.
Saat itu Sheon yang berusia 3 setengah tahun sudah hadir di tempat latihan. Tetapi Leon tidak tampak sama sekali. Ternyata Leon tidak mau berlatih pedang dan pura-pura masih tidur.
Semirip apapun si kembar, mereka juga punya kebiasaan yang berbeda. Sheon punya sifat yang penyayang dan selalu patuh pada Ayah Ibunya. Meski dia adik tapi dia jauh lebih dewasa dari saudara kembarnya, Leon. Sheon juga punya sisi yang sangat imut dan manis.
"Mana Saudaramu yang satunya?", tanya Diego sambil clingak-clinguk mencari Leon.
"Dia masih tidur, Paman."
"Benarkah? Kalau begitu cepat bangunkan dia dan seret kemari!", kata Diego lagi tegas.
"Baik, Paman."
Sheon segera berlari meninggalkan lapangan latihan menuju kamarnya dengan Leon. Saat dia masuk kamar, ternyata Leon masih tertidur.
__ADS_1
Sheon mendekati Leon lalu mencium pipinya sambil berkata, "Hei, Leon! Ayo, bangun! Kalau tidak nanti Paman Diego akan marah padamu."
Leon terlihat sedikit bergerak.
Sheon kembali mencium pipi kiri Leon dengan gemas seraya berkata, "Hei, bangun! Ayo, bangun, Leon!"
Leon tidak bangun juga setelah Sheon mengguncang-guncangkan tubuh Leon.
"Nanti kalau kamu mau ikut latihan, aku janji makan siangku ku berikan padamu."
Mendengar tentang makanan, Leon langsung bangun. Dia berlari kekamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Sedangkan Sheon sudah kembali ke tempat latihannya.
"Dia sudah bangun?", tanya Diego setelah Sheon sampai.
"Sudah paman."
"Bagus. Kalau tidak bangun tadinya Paman mau membangunkan anak nakal itu dengan menceburkannya kekolam ikan piranha." kata Diego lagi dengan tampang sangar yang membuat Sheon bergidik takut. Tentu saja Diego mengatakan itu untuk menakut-nakuti Sheon.
"Hiiiiyyy! Itu mengerikan sekali! Leon akan jadi santapan ikan piranha sebelum dia memakan makan siangku.", gumam Sheon takut.
Tak lama Leon datang dengan pedang di tangannya sambil bergaya dengan gagahnya seperti ksatria.
"Leon, kamu kerren banget!", teriak Sheon senang.
"Terimakasih, Sheon.", sahut Leon dengan bangga dan percaya dirinya.
"Kerren apanya? Dasar anak kecil!", gerutu Diego.
Begitu kehidupan si kembar Leon dan juga Sheon. Mereka tidak pernah sekalipun bertengkar.
★ ★ ★ ★ ★ ★ ★
Sampai usia mereka 5 tahun. Marquess membawa dua putra kembarnya ikut bersamanya ke istana kekaisaran atas perintah sang kaisar.
Leon dan Sheon kini sudah mahir menggunakan pedang dan panah. Kaisar meminta Marquess membawa kedua putranya karena ada yang ingin dia sampaikan pada dua putra Marquess itu.
Saat tahu mereka akan diajak Ayah mereka ke istana, Leon dan Sheon sangatlah senang. Mereka sangat ingin pergi ke istana kekaisaran Hiton yang megah. Tetapi Ayah mereka tidak pernah mengajak mereka.
Ketika tiba di istana kekaisaran Hiton, mereka berdua tidak mampu berkata apapun. Mereka terkagum-kagum dengan kemegahan istana.
__ADS_1
"Benar-benar kekaisaran!", kata Sheon berdecak kagum. Dia menatap kearah dinding besar yang disana ada gambar-gambar para prajurit yang gugur di medan perang. Gambar itu diukir di tembok batu besar dan di lapisi emas.
"Ini kerren! Kita beneran di istana kekaisaran." sahut Leon berdecak kagum.
Sheon berlari memdekati ukiran batu itu. Dia juga ingin wajahnya suatu saat di lukis di tembok itu.
"Leon, saat aku dewasa nanti, wajahku juga akan di lukis di tembok ini.", kata Sheon percaya diri sambil menunjuk tempat kosong di tembok itu.
"Iya. Semoga kamu nanti jadi ksatria hebat, Sheon." Leon juga senang.
Prok! Prok! Prok!
Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari seseorang.
Leon, Sheon dan Marquess Allan menoleh kearah suara tepukkan tangan itu.
Ketika mereka melihat siapa yang datang, nyali mereka langsung menciut. Mereka berlari kearah Ayah mereka.
Kaisar datang dengan atributnya sebagai kaisar. Jubahnya terlihat begitu mewah dan kerren. Kaisar sangat gagah dengan mahkota dikepalanya. Dia juga tampan.
"Ayo, beri hormat pada Baginda Kaisar!", kata Marquess Allan meminta dua putranya untuk memberi hormat pada kaisar.
Kedua putra Allan langsung berjalan dihadapan kaisar dan membungkukkan badan memberi hormat.
"Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar, Matahari kekaisaran Hiton.", kata Leon dan Sheon bersamaanmemberi hormat.
Kaisar Dimithri tersenyum.kearah Leon dan juga Sheon. Dia beralih menatap Marquess William dan berkata, "Kau punya dua orang anak yang sangat cerdas, Marquess. Aku ingin menjadikan mereka berdua ksatria terhebat di kekaisaran ini."
"Terimakasih yang Mulia."
"Kalau begitu, ayo kita bicara di tempat lain."
"Baik, Yang Mulia."
Marquess Allan dan.kedua putranya sudah berjalan mengikuti sang kaisar menuju ruang kerjanya.
Sepanjang jalan, Leon dan Sheon tak henti-hentinya mengagumi istana kekaisaran Hiton. Mereka terus berceloteh berdua sambil mengikuti langkah Ayah mereka.
★ ★ ★ ★ ★ ★ ★
__ADS_1