HaRima

HaRima
bagian 32. dua calon kakak ipar


__ADS_3

"Rafa, bantu mamah kumpulkan daun kering ini boleh?"


"Boleh." Anak laki-laki itu sangat bersemangat membantu mamahnya untuk mengumpulkan daun-daun kering yang berjatuhan.


Di dalam rumah, Rega sedang makan siang besama Gina, Anis dan satu wanita cantik. Rima belum tau siapa namanya, tapi yang jelas saat pertama kali dia melihat wanita itu. Kesan yang didapat sangat baik. Di tambah lagi wajah wanita itu sangat cantik dan juga dewasa, sudah pasti cocok kalau memang jodoh tuannya,Rega. Terlihat jelas juga wanita itu sudah kenal dekat dengan Rega.


Sebenarnya sih, tidak ada kegiatan lain yang harus Rima lakukan di halaman, karena memang tempat ini sudah cukup bersih kecuali, ada daun kering yang berjatuhan itu pun tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja. makanya Rima meminta tolong pada Rafa karena memang hanya tinggal sedikit lagi.


Rima pikir dia tidak akan nyaman jika masih di dalam rumah ini, ya mungkin karena pembicaraan keluarga itu terlihat serius. Mana mungkin'kan Rima masih ada di dalam rumah itu,sekalipun di kamarnya, pasti akan sangat tidak nyaman.


Ditambah lagi dengan rumah Rega yang tidak begitu besar, pasti apa yang mereka bicarakan terdengar jelas di telinga Rima Selian tidak nyaman itu juga tidak sopan kan?


"Sudah mah."


Rima melirik kearah hasil kerja Rafa, daun kering yang tadi masih ada sekitar 10- sampai 15 buah sudah terkumpul di jaring yang Rima pegang. Sial, Rima sedang memikirkan apa? Sampai-sampai tidak menyadari kalau dari tadi Rafa sudah di depannya.


"Iya, makasih ya... Rafa boleh main lagi." Anak laki-laki itu mengangguk kemudian berlalu menghilang dari pandangan Rima yang masih bergeming.


"Kak Rima!" panggil sebuah suara dari arah belakang tubuh Rima.


Rima menoleh, netranya menatap Anis dari atas sampai bawah. Gadis itu hanya memakai kameja Rega yang tampak kebesaran di tubuhnya, bahkan ujung bajunya sampai menyentuh lutut. Seingat Rima, tadi gadis ini masih mengenakan seragam sekolah. Mungkin karena gerah atau bagaimana, dia mandi dan meminjam kameja Rega.


"Kok bengong sih." Anis melambai-lambaikan tangannya tepat didepan wajah Rima sampai Rima tersadar.


"Em, maaf non. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rima ragu-ragu.


"Ish,kok panggil non lagi, Anis dong biar akrab, kan bentar lagi gadis cantik nan imut ini mau jadi adek iparnya kak Rima," ucapnya menggoda Rima.

__ADS_1


Sedangkan yang digoda tampak bingung dengan kening mengkerut. Maksudnya apa?


Adek ipar?


"Maaf, maksudnya?"


"Loh, kak Rima kok kaya orang bingung sih!" Anis ikut duduk di rumput tepat di samping Rima dengan kedua lutut di tekuk sampai kameja nya ikut terangkat setengah paha. Duh Rima jadi takut kalau ada bakteri/virus dari rumput/tanah yang Anis duduki. Tapi kali ini fokusnya hanya pada topik pembicaraan, Rima harus tahu! Suapaya dia tidak penasaran kenapa Anis menyebut dirinya sendiri dengan calon adik ipar Rima?


"Gini loh kak Gina... Eh Gina kan my mom. Nama kakak siapa tadi? Kok tiba-tiba lupa ya," Gumamnya. Padahal beberapa detik yang lalu sempat menyebutnya.


"Rima," jawab Rima halus.


"Oh iya, jadi gini kak Rima tadi tuh......"


Flashback beberapa menit yang lalu.


"Jadi gimana? Kalian kan udah sama-sama kenal, bahkan udah Deket banget." Gina menatap dua orang manusia di hadapannya penuh harap, setelah dia menyampaikan keinginannya untuk segera menikahkan keduanya.


Tapi demi menghormati Gina yang sudah dia anggap sebagi ibunya sendiri, Claviora hanya tersenyum canggung sebagai respons.


"Tidak bisa!" Suara Rega sangat pelan namun penuh penekanan, sebagai penegas kalau dia menolak apa yang Gina harapkan. Tatapannya begitu kosong mengarah pada piring serta lauk yang masih utuh.


Sepertinya pria itu juga memikirkan hal lain, bukan hanya permintaan ibunya, Gina yang sudah bisa ditebak.


"Kenapa tidak bisa!?" Wajah Gina memerah. "Kalian sudah kenal dekat!! Setidaknya turuti permintaan terakhir ibu mu, Rega."


"Rega tidak bisa," ulang Rega.

__ADS_1


Gina melirik ke arah Claviora,"Claviora, kamu mau kan?" Tanyanya penuh harap.


Tidak tau harus menjawab apa, akhirnya Claviora hanya mengangguk ragu, dan itu membuat senyuman tipis terbit di kedua sudut bibir Gina. Meskipun Claviora tidak mencintai Rega lagi. Tapi ,fisik Rega yang jauh lebih gagah dari sebelumnya menjadi pertimbangan Bagi Claviora.


"Tuh, Claviora aja setuju. Pokonya bulan depan kita lamar Claviora langsung ke keluarga besarnya!" Final Gina.


"Tidak bisa! Rega sudah ada wanita lain yang mungkin Rega akan nikahi!" Tegas Rega. Gina dan Claviora menoleh secara bersamaan.


"Siapa?"


"Ada, dia wanita yang selama beberapa bulan tinggal di rumah ini."


Anis yang tidak begitu peduli dengan topik tadi seketika ikut menoleh, menatap kakanya penuh tanda tanya.


"Apa!? Mama sama sekali gak setuju kalau kamu bawa-bawa janda itu di keluarga kita." Gina menatap Rega marah.


"Tapi Rega sudah memutuskannya. Ibu hanya mau Rega menikah dan punya cucu kan? Sekarang Rega akan turuti kemauan ibu."


Gina membuang napas gusar, "tapi Rega, masih ada gadis di sampingmu, kenapa harus wanita itu? Ibu mohon sama kamu. Sekali aja nurut sama ibu. Ibu gak mau minta yang lain." Gina menatap Rega sedih.


"Tante, kalau Rega tidak mau. Vio juga tidak akan menerima permintaan Tante. Karena setahu Vio nikah karena terpaksa itu tidak mudah. Jadi kalau Rega tidak mau sebaik-"


"Baiklah,"ucap Rega memotong kalimat. "Satu Minggu, satu Minggu Rega akan mengajak Claviora mengobrol, jika kami nyaman. Maka tiga Minggu kedepannya akan ada acara lamaran." Rega mengatakan itu dengan wajah muram. Anis dapat melihatnya begitu jelas, sangat berbeda pada saat tadi kakaknya menyebut wanita yang sudah beberapa bulan tinggal di rumah ini, terlihat begitu meyakinkan.


Merasa kalau piringnya sudah kosong, Anis keluar dari ruang itu dan menemukan sosok Rima yang sedang melamun di halaman. Anis sangat yakin, kalau kakanya sudah mempunyai ketertarikan dengan janda beranak satu itu.


Tapi yasudah lah, toh Anis sama sekali tidak di rugikan jika Rega menikah dengan siapapun. Tapi kemungkinan terbesarnya, Anis akan memiliki kakak ipar antara Claviora dan Rima, tapi bisa juga justru kakanya akan menikahi keduanya? Dan Anis akan memiliki dua kakak ipar? Hahahaha semoga saja tidak!

__ADS_1


Flashback off


...*****...


__ADS_2