
keesokan paginya Rima sudah bersiap akan pergi ke rumah Bu Rara dengan di temani Bu Desi. sungguh Rima sangat beruntung bisa bertemu dengan bu Desi. dia sangat baik.
"Bu masa Nella yang cantik jelita ini gak di ajak sih" Rima menolehkan pandangannya
rupanya di sana ada Nella yang sedang bergelayut manja di tangan Bu Desi. hari ini hari libur jadi si kecil Nella tidak sekolah.
"Nella yang cantiknya kalah jauh dari Bu Desi. nanti kalau kamu ikut malah ngerepotin lagi" ucap bu desi
"ihh Nella gak bakalan ngerepotin kok janji deh" cengirnya dengan kedua jari yang terangkat
"yaudah kalau Nella mau ikut. ikut aja" ujar Rima
"ehhh gak!. pokonya Nella gak boleh ikut. sana mending kamu main sama temen kamu si Reren sekalian numpang sarapan di sana. kan lumayan bisa hemat nasi" titah Bu Desi. Nella yang mendengarnya hanya merenggut dengan bibir nya yang maju.
sedangkan Rima hanya meringis mendengarnya bisa-bisanya bu Desi berkata seperti itu walaupun hanya bercanda tapi kan nge jlep di hati.
"ah pokoknya Nella mau ikut titik gak pake koma" ucapnya dengan tangan yang bersedekap dada.
bu Desi yang terlanjur kesal kini mengeluarkan jurus terakhirnya. dengan wajah yang menampakan senyum lebarnya Bu Desi berkata.
"gimana nanti ibu belikan donat kesukaan Nella? hmm dengan syarat Nella gak boleh ikut kita gimana?" bujuknya dengan alis yang naik turun.
"wahhhh beneran yah. awas kalau bohong nanti Nella bakar koleksi daster ibu" ancamnya
buset serem banget ancamannya.
"kamu ini. iya ibu nanti akan belikan. awas aja koleksi daster ibu kamu bakar, kamu juga bakal ibu coret dari kartu keluarga"ancamnya balik
"emmm emang kartu keluarga itu apa Bu" tanya Nella. tangannya kini sudah menggaruk pipi
"kartu keluarga itu eng.. apa ya lah pokonya itu lah. sekarang cepat kamu main sana! bikin pusing"
__ADS_1
"yaudah deh Nella juga pusing bicara sama ibu. Bye"Nella melambaikan tangannya sambil berlari "ehhh IBUUUUU DONATNYA LOBANGNYA HARUS GEDE YA JANGAN YANG SEMPIT! DADAHH" teriakan nya yang begitu nyaring hingga membuat Bu Desi terlihat sangat kesal.
"dasar bocil minta donat kok harus pake yang lebar lubangnya padahal kan lebih enak yang sempit." Bu Desi menggerutu
Rima yang mendengar gerutuan Bu Desi hanya meringis. pikiran nya jadi kemana-mana kan.
"yaudah yu neng Rima kita berangkat. nanti kalo kesiangan bisa direbut orang lain"
Rima mengangguk sambil mengikuti Bu Desi dari belakang. dalam hati ia berdoa semoga dia bisa di terima walau hanya beberapa bulan saja.
****
"maaf tapi kalau kamu sedang hamil gimana nanti kerjaan soalnya kan ini bukan kerja ringan. kamu harus masak,nyuci,nyapu ngepel dan masih banyak lagi soalnya saya belum dapat pengganti bi sumi. jadi kamu satu-satunya yang jadi pembantu disini apa kamu sanggup" jelas Bu Rara
rumah ini memang tidak begitu luas Bu Rara juga belum memiliki anak. dia di rumah ini hanya berdua dengan suaminya.
"insyaallah saya sanggup Bu, saya juga di desa sudah terbiasa mengerjakan tugas seperti ini" ujar Rima meyakinkan.
"iya Bu gapapa saya bisa" Rima juga tidak berharap lebih yang penting lima bulan ke depan dia punya uang untuk makan dan setelah itu bisa dipikirkan lagi nanti.
" baiklah kamu saya terima selama 5 bulan bekerja disini. besok kamu ke rumah saya.dan ya saya tidak mengijinkan kamu menginap di sini. ada banyak alasan untuk itu di antaranya kamu masih muda takutnya nanti ada apa-apa sama suami saya. jadi kamu bekerja hanya dari pagi sampai jam 4 sore, mengerti?." Rima memang tidak mengharapkan untuk bisa tidur di sini jadi dia tidak keberatan akan hal itu.
"mengerti Bu" Rima menunduk ternyata Bu Rara ini sangat tegas dia kira Bu Rara ini punya kepribadian yang lembut
"baiklah sekarang kamu boleh pergi"
"sekali lagi terima kasih Bu saya permisi" pamit Rima berjalan ke luar
Bu Desi yang tadi menunggunya di depan pun bertanya apa diterima atau tidak. dengan senyuman yang lebar Rima berkata..
"Alhamdulillah di terima Bu tapi cuma sampai lima bulan saja"
__ADS_1
"Alhamdulillaah. mungkin rezeki neng Rima sampai lima bulan ke depan"
"iya Bu. sekali lagi terima kasih banyak sudah membantu saya" ucap Ra tulus. entah apa yang Terjadi padanya jika dia tidak bertemu dengan Bu Desi.
Bu Desi sudah berjanji pada Nella tadi untuk membelikannya donat yang lubangnya besar. makannya sekarang Rima dan bu Desi sedang membeli donat di toko kecil. lebih tepatnya sih Bu Desi doang yang beli sedangkan Rima hanya menunggu.
"sudah selesai Bu" tanya Rima. ketika melihat Bu Desi berjalan menghampirinya.
"sudah, untung tadi kamu ingetin kalau enggak gimana nanti nasib daster ibu. ayo kita pulang" ucapnya dengan terkekeh
ngeri juga memang kalau semua koleksi daster Bu Desi di bakar.
*******
"Ahhhh.... jangan!!!. tolong hentikan ini sakit!!" dengan sekuat tenaga Rima mendorong lelaki yang kini menggagahinya namun apa daya tenaganya tidak sekuat laki-laki itu.
malam yang kian larut,cuaca yang sangat mendung bahkan bulan pun tidak menampakan wujudnya sehingga malam yang gelap kini bertambah pekat.
keringat dan air matanya mengalir sangat deras. pikiran nya kini kosong bahkan matanya pun sedari tadi terpejam. di dalam ruko atau rumah toko yang rusak dengan keadaan gelap gulita dan juga tak berpenghuni kini di penuhi dengan Isak tangis gadis SMA itu. semua sudah hancur!!
pria yang sejak tadi berada di atas tubuhnya tak sedikitpun mengeluarkan suaranya. dia hanya ingin mendapatkan kepuasan untuk dirinya sendiri. dia tidak ada henti-hentinya untuk menggencar tubuh yang sudah terkulai tak berdaya. yang dia pikirkan hanya satu mendapatkan pelepasan.
"aku mohon hentikan lah" ucap Rima lemah. dia sudah tak berdaya tenaganya sudah habis bahkan hanya untuk menangis saja dia sudah tidak kuat.entah berapa lama laki-laki itu menyetubuhi nya yang pasti waktu begitu sangat lama saat ini dan sampai sekarang laki-laki itu belum mau berhenti melakukannya.
namun seolah tuli laki-laki yang masih saja bermain dengan tubuhnya tak berhenti malah dia semakin menjadi. tangan laki-laki itu kini meraba lehernya dan dengan sekali hentakan berhasil menarik kalung yang sangat berharga baginya.
bau alkohol yang Rima bisa cium dari bibir laki-laki itu. dan ini menandakan jika laki-laki itu juga tidak sadar dalam melakukanya. namun yang nanya kesalahan tetaplah kesalahan mau dia mabuk atau sadar sebuah kesalahan tetep lah kesalahan. kesalahan yang sangat amat besar bagi Rima dan sampai kapan pun dia tidak akan memaafkan laki-laki itu atau pun memaafkannya karna tidak bisa menjaga diri di malam itu.
tiba-tiba sekelebat bayangan orang tua nya muncul Rima yang sudah terkulai lemah pun kembali memberontak dia tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.... tapi kini sudah terlambat.
"hentikan aku mohon hentikkaaaaaannnnn!!!!!"
__ADS_1
dengan keringat membanjiri dahi dan lehernya Rima menghapus air mata yang sedari tadi mengalir dalam tidurnya,mengatur nafas yang tersenggal-senggal dengan hati yang berdebar.mimpinya kali ini benar-benar menyiksa tenaganya. mimpi yang sebenarnya adalah kenyataan yang terekam dalam memori kenangan di malam itu, kenangan yang sangat buruk hingga dia tidak akan pernah bisa melupakannya meski dia tidak tau bagaimana wajahnya dan siapa orangnya.