
Hanya kita tinggal berdua disini,apa kita akan kembali juga seperti mereka….”Tanya Cio menarik pinggang kecil Jeje.”
Jeje yang tadi terlihat seriusan kini muka nya terlihat canggung karena melihat suaminya semakij hari semakin ganteng,jantung nya tiba-tiba berdebar kencang…ini kenapa sih,padahal ketemu 24/7 terus,kenapa harus canggung gini sih Gue,ni orang satu kenapa semakin hari sekalian ganteng sih,Gabisa pasti ni orang lagi mencoba mengalihkan topik,jangan tergoda Jeje…”Batin Jeje bergundik dengan pikirannya.
Kalau kamu masih ada pekerjaan,teruskanlah,aku akan meminta supir untuk menjemput…”Ucap Jeje memundurkan badannya,akan tetapi Cio tersenyum melihat ekspresi istrinya,ia duduk dan menarik lengan Jeje supaya Jeje terduduk di pangkuan’nya.
Cio Memasukan tangannya Kedalam baju Jeje dari bawah karena Jeje memakai baju kaos bukan baju berkancing.
Namun Jeje menahan pergerakan tangan Cio dan mengeluarkan’nya.
C-cio,jangan aneh-aneh ini kantor tau tidak….”Tegur Jeje,namun Jeje lupa akan kekayaan Suaminya yang satu Ini,dan dia juga lupa akan kantor ini adalah milik suaminya sendiri.
Cio tersenyum,lalu memeluk pinggang jeje dan menggendong Jeje Kedalam ruang pribadi miliknya.
Cio meletakan tubuh Jeje keranjang yang besar.
__ADS_1
Jeje tau niat suaminya,ia langsung duduk di ranjang dan menarik Cio yang ingin membuka pakaiannya dan terduduk di samping jeje.
Cio,bagaimana kita pulang saja,lagian aku tidak bisa melalukan itu,karena aku lagi datang bulan….”Jeje berpura-pura datang bulan supaya Cio tidak melakukan hubungan suami istri ,namun Cio tidak tertipu…
Ayolah sayang,apa kamu tega melihat aku seperti orang haus begini,aku tau jadwa datang bulan kamu,jadi jangan coba untuk berbohong,lagian kamu bilang mau nambah anak….”Protes Cio membuka bajunya dan terlihat badan nya yang masih seperti roti sobek.
Jeje melihat perut cio,dia seketika terdiam dan terpaku di tempat.
Cio menarik lengan Jeje,dan mencium Jeje disana sini lalu meninggalkan bekas kepemilikannya di samping leher jeje.
Kak Edward sama kak Mauza pasti bohongin aku ya,pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku,Mommy dan aunty ya kan….”Seru Eliza menyumpit sushi nya.”
Sudahlah Eliza,makan aja yang benar masih aja anak kemarin sudah cerewet,ntr kalau tidak makan Mommy bisa marah sama kakak.”Jawab Edward meletakan sushi ke piring Eliza.”
Dan lagi,kita kesini hanya makan,tidak untuk belanja ya Eliza….”Ucao Edward selesai makan.”
__ADS_1
Ya,yaaa Eliza tau,pilit amat….”Cibir Eliza…”
Kak Mauza,apa kita harus nonton tentang pembunuhan di bioskop….”Ajak Eliza mengedipkan matanya ke arah Mauza.”
Tidak,bosan gue ke bioskop mula eliza,lagian tu bioskop punya orang tua kita juga,apa kita harus ke paris….”Saran Mauza mengunyah sushi nya..”
Jangan deh,kalian pastinya di izinkan Mommy sama aunty,lah aku mana dibolehkan Mommy…”Ucap Eliza meletakan sumpitnya..”
Boleh,gue yang bilang sama Mommy….”Jawab Edward.”
Ya ampun,kamu kakak terbaik aku,tapi aku ada pacu kuda di lapangan besar,jangan lupa datang….”Jawab Jeje membersihakn remah-remah makanan miliknya…
Za,kamu masih pacu kuda….”Tanya Edward.”
Iya,karena aku bosan dirumah jadi aku ambil latihan kuda,ya walaupun sudah terlihat pro…”Jawab Eliza sedikit somobong.
__ADS_1