
Edward menghubungi Mommnya kalau Anak gadis kesayangannya telah selamat dengan utuh,Disaat dengar kabar semacam itu,Jeje langsung mengukur senyum di mukanya,begitu juga dengan Caca,mereka saling berpelukan.
Saat gedung telah di ledakan,mereka semua menjauh dari gedung tersebut,namuj datang lagi sekumpulan orang tua bersama pengawal nya,dia langsung menarik Arora dengan kasar dan menampar Arora karena Arora telah lari dari rumah dan membuat dia kesusahan dan kehilangan banyak uang.
Arora terkejut dengan kedatangan Papa dan pengawal lain nya,Arora mencoba berlindung dibelakang tubuh Edward dan meremas baju bagian belakang Edward.
“Arora….” Pekik orang tua itu.
“Papa…” jawab Arora lirih.
Witama menarik Arora dengan kasar dan menamparnya,saat Eliza melihat itu dia merasakan kesakitan walaupun bukan dia yang di tampar.
saat Eliza ingin maju membela Arora,dia langsung di tarik oleh Mauza.
“Za,lo kenapa sih….” Ucap Eliza kesal karena dilarang.
“Za,jangan ikut campur urusan orang lain za,kecuali kita kenal dekat dengan orang itu….” Ucap Mauza lirih,namun Eliza langsung menangkis tangan Mauza dan mengatakan…. “Gue kenak dekat dengan kak Arora,dia yang nolong Gue di dalam tadi,dan dia juga merelakan dirinya untuk menyelamatkan Gue…
__ADS_1
Eliza maju Kedepan dan mendorong tubuh pria tua itu,eh orang tua,janhan kasar terhadap wanita,jangan mentang-mentang dia anak kandung anda,anda se’enaknya menampar dan bermain kasar dengan anak anda,sedangkan Daddy dan mommnya saya tidak pernah berbuat kasar dengan anak-anaknya….
“Hey anak j*l*n*!! Jangan ikut urusan keluarga saya….” Balas orang tua itu ingin menampar Eliza langsung di tahan oleh Cio…
“Jangan Brani-beraninya berbuat kasar dengan anak saya….” Ketus Cio meninju pipi pria itu..
Edward menarik Arora dan Eliza ke dekatnya,seakan Edward mencoba melindungi kedua wanita yang ada Disisi nya.Arora merasa perlakukan Edward sangat tulus dan membuat diri nya merasa salah tingkah.
“Edward bawa mereka pulang kerumah,karena Mommy sudah menunggu dirumah….” Perintah Cio menyingkirkan Papa Arora dan pengawal lainnya.
“Lalu Daddy dan Papa Adelio akan kemana….” Tanga Eliza berbalik badan menghampiri Cio.
......................
Sesampai Edward,Mauza,Eliza,Dan Arora tiba dirumah,Jeje dan caca langsung memeluk Eliza.
“Mom,aku baik-baik saja kok,lihatlah badan aku masih utuh,tapi lihatlah Mom,kak Arora yang pertama datang membantu aku melawan Bajiangan itu….” Ucap Eliza tertawa dan membalas pelukan Jeje dan caca.
__ADS_1
“Arora,Terimakasih ya sudah melindungi Eliza….” Ucap Jeje memeluk Arora,saat itu hati Arora tersentu karena dia tidak pernah merasakan pelukan yang hangat dari seorang ibu,Arora menetes air matanya membuat caca tersenyum..
“Hey jangan nangis,masalah sudah selesai,seperti yang kamu ceritakan ke kami,kami akan menjadi orang tua kamu….” Ucap caca mencium Arora dan membuat Edward dan Mauza merasa iri dan merasa ter’asingi…
“Lah,memangnya si Arora kenapa Mom….” Tanya Edward bingung karena dia belum sangat dekat dengan Arora sehingga tidak bisa bercerita banyak.
“Rahasia,ini rahasia wanita ya engk Arora….” Ujur Jeje dan caca tersenyum.
****
sedangkan di kantor
Semua karyawan terkejut dengan kedatangan tuan besar dan sahabatnya sekaligus,semua karyawan tidak berkata sepatah pun.
Cio langsung membuat pengumuman dihadapan semua karyawan,semua karyawan antara bangga dan merasa kasihan,tapi mereka tetap memuji kegantengan tuan besar meraka dan sahabatnya juga..
“Lihatlah,semenjak Edward,Mauza,Eliza yang jaga kantor,mereka merubah nuansa menjadi terang dan berwarna,apa lo akan menggantinya dengan warna gelap lagi…” tanya Adelio duduk di sofa empuk yang sudah di ganti oleh Eliza.
__ADS_1
“Tidak perlu,kalau sudah Eliza yang turun tangan,Gue tidak bakal tukar tema ruangan Gue….” Jawab Cio duduk di kursi kebanggaan nya sambil melihat wallpaper komputer nya berisi foto mereka sekeluarga…