Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 135


__ADS_3

Pagi hari cerah dimana Arora,Jeje,Dan Caca bangun pertama,Arora membantu Jeje,Caca dan pembantu lain nya membuat sarapan.


Seperti biasa,suara cempreng Eliza terdengar dimana,Eliza yang berteriak di kamar terdengar sampai Kebawah,itu sudah menjadi tradisi rumah,atau sebagai peramai rumah.


”Ca,lo dengar anak Gue yang paling bungsu,tiada hari tanpa meribut,tapi itu membuat suasana rumah makin ramai,Gue kalau tidak dengar suara Eliza aja sehari udah bisa hampir gila,semoga dia di lindungi oleh Allah dimana pun dari berada….” Ucap Jeje berbicara dengan Caca,dan Arora hanya tersenyum mendengar omongan Jeje,Jeje menaiki tangga dan berjalan Kekamar Eliza.


“Sayang,kenapa sih ribut-ribut pagi-pagi….” Ucap Jeje membuka pintu kamar Eliza.


“Lah emang kedengaran ya Mom,Eliza pikir engk kedengaran lo sampai bawah….” Ucap Eliza tersenyum kaku.


“Anyway,kak Arora ada dibawah Mom….” Tanya Eliza mengambil kunci motornya dan berjalan Kebawah dengan Jeje,pas Cio keluar dari kamar menggunakan baju rumah nya.


“Hey Dad,i Know,Daddy pasti sangat bosan dirumah ya,tenang Dad,Eliza akan membuat Daddy tidak akan bosan lagi dirumah dan Daddy akan kembali ke kantor seperti biasa dan kita akan menangkap pelaku nya….” Ucap Eliza asal sambil tersenyum ke arah Cio.

__ADS_1


Semua keluarga menikmati sarapan pagi,dimana akan kembali ke rutinitas biasa yang dilakukan di pagi hari.Mereka semua melewati hari tanpa ada merasakan akan terjadi sesuatu.


Mauza dan Eliza pergi bersama menggunakan satu Honda,karena papanya meminta untuk menjaga Eliza dengan baik,sedangkan edward pergi ke kantor milik daddynya,dan Arora dirumah bersama yang lain.


Setiba di kampus,Leo melihat Eliza berboncengan Mauza,disana Leo menghampiri Mauza dan Eliza seakan tidak terjadi sesuatu.


“Hey bro,kalian itu terlihat seperti bukan saudara melainkan seperti pacaran.” Ucap Leo tersenyum sinis.


“Hey bro,kalau memang Eliza adalah pacar Gue kenapa,lo mau rebut dia,ga mungkin,lo harus langkahi mayat Gue….” Jawab Mauza ketus masuk sambil menarik lengan Eliza dengan kasar.


“Eliza,sekarang taktiknya diubah,lo harus tetap berada di samping Gue dimana pun itu,jangan sampai lo jauh-jauh…” ucap Mauza duduk di kursi kampus.


“Sial tu orang,lo lihat saja Nantik sampai mana lo berlagak sombong seperti itu,atau lo akan merasakan kehilangan lagi…” Guman Leo masuk menyusuri lorong kampus dengan tersenyum palsu ke mahasiswa lain nya.

__ADS_1


......................


Di kantor Edward asik dengan komputer memantau Gerak gerik Leo yang mencoba mencari celah untuk melakukan penculikan Eliza,namun beberapa menit saat keluar dari kelas,Eliza pergi ke toilet di tunggu oleh Mauza diluar,di toilet wanita banyak perempuan yang berlalu lalang,sehingga pelacak yang di pakai Eliza terjatuh disebuah tong sampah,namun saat masih memantau tiba-tiba komputer mati secara tiba-tiba.


Edward sangat cemas,dia berlari keluar menaiki lift khusus bos,disana Edward langsung menghuni Mauza,Edward yakin kalau Mauza masih minggu Eliza diluar toilet.


Tiba-tiba ponsel Mauza berdering.


“Mauza,Eliza diculik oleh lelaki breng*** itu,dia nyamar jadi perempuan,cek toilet sekarang Gue jalan kesana….” Ucap Edward berlari keluar kantor dan mengendari motornya membuat semua karyawan terkejut.


Mauza langsung mengecek toilet wanita,ia melihat sekeliling terlihat bolongan yang besar seukuran badan manusia.


Mauza yang sangat marah karena kelalaian nya,ia berlari keluar sekuat tenaga nya.

__ADS_1


Dan benar,mobil Leo tidak ada di parkiran kampus,saat mencoba melacak cctv yang dilekatkan di jam tangan Leo,itu tidak berfungsi lagi,Edward datang dengan motornya,mereka mencoba mencari keberadaan Eliza dan Leo.


__ADS_2