Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 121


__ADS_3

Disisi lain,Edward dan Mauza Mengejar seseorang yang menembak kaki kuda yang di naiki Eliza,Disaat mereka sudah memencar,mereka mendapatkan seseorang tersebut,dia seorang wanita yang menyamar menggunakan pakaian serba hitam,Disaat sudah tertangkap wanita itu hanya tersenyum melihat ke arah Edward dan Mauza,dia hanya terlihat santai saat sudah di tangan orang yang berbahaya.


Edward dan Mauza membawa orang tersebut ke markas biasa bokapnya menghukum orang.


namun wanita itu tampak kebingungan saat dibawa ke markas bukan ke rumah yang disampaikan oleh pria tersebut.Di berpikir keras,skema yang direncanakan pria tua tersebut tidak sesuai dengan ekspetasi,wanita itu di ikat dikursi.


Pintu besar terbuka,terdengar hentakan sepatu berbunyi,datang berdua orang laki-laki dengan membawa pistol dibagian belakang saku celana mereka.


Namun,saat Cio dan Adelio datang dihadapan orang tersebut,mereka terkejut yang melakukan itu adalah seorang wanita,bukan pria.


Cio menghela nafas nya secara kasar,dia berjongkok di hadapan wanita itu dan memegang dagu wanita itu dengan kasar.


“Siapa yang menyuruh anda melakukan ini….” Bentak Cio memegang kasar wanita itu.


Wanita itu hanya membalas dengan senyuman,ia tertawa kecil sesudah itu namun ia tidak menjawab Pertanyan dari Cio.


”Saya tanya sekali lagi,siapa yang meminta anda untuk melakukan ini….” Pekik Cio.

__ADS_1


“Sekasar apapun anda memperlakukan saya,saya tidak akan berbicara tentang orang yang menyuruh saya.” Jawab wanita itu kepada Cio dan didengar oleh Adelio dan juga Edward,Mauza.


“Baiklah kalau memang anda tidak ingin berbicara,saya pastikan.Saya yang menemukan jawaban itu sendiri dan bersiaplah nyawa anda akan hangus malam ini.” Ucap Cio mengancam wanita itu.


Namun saat dengar nyawa nya akan hilang disini malam ini,wanita tersebut menelan air ludahnya,kenapa dia benar-benar bisa salah prediksi,dia berteriak Kearah Cio yang sudah jauh namun,menodongkan pistol Kearah kepala wanita tersebut,dalam hitungan detik dia akan kehilangan nyawa nya.


“Stop,stop….” Pekik wanita itu sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya yang terikat diatas kursi.


Cio berjalan Kearah wanita itu masih dengan menodongkan pistol dan kini pistol tepat berada di atas kepala wanita itu.


Saya pastikan ketika saya menyebut nama orang itu,anda harus menjamin hidup saya dan keluarga saya aman dari orang itu. “Ucap wanita itu bersyarat.”


Wanita itu agak sedikit lega,dia menghela nafas dan menyebutkan nama pria yang meminta dia melakukan hal tersebut kepada eliza.Cio dan Adelio terkejut mendengar nama orang tersebut,Cio menjatuhkan pistol yang ia pegang tadi,


Cio mengaruk saku celana nya dan mengambil ponsel untuk menelepon salim dan Tesla,’ketatkan keamanan sekarang juga,jangan ada orang asing yang masuk ke kawasan rumah saya,jaga istri dan Eliza,ini perintah,jika terjadi sesuatu kepada mereka nyawa kalian saya hilangkan.


“Edward,Mauza jaga wanita Ini,Daddy akan pulang kerumah bertemu dengan Mommy’nya dan juga Eliza,jangan sampai dia lolos,dan lo Adelio,Gue percaya ke lo.” Perintah Cio langsung berlari keluar markas dan melajukan mobilnya melewati jalan-jalan yang cukup gelap.

__ADS_1


Semua lampu lalu lintas telah di riset oleh Adelio,dan keamanan rumah sudah diketatkan.


****


Jeje tengah asik menonton televisi dikamar atas,dia menonton serial yang ia cintai.


Tiba-tiba knop pintu terbuka dengan kasar itu membuat Jeje terkejut sekaligus tersedak saat tengah minum jus buatan dirinya.


“Hey,kenapa panik gitu,tenang dulu Cio,duduk dulu.” Atur Jeje meminta Cio duduk di atas kasur.


Cio terus menatap dalam Jeje dan memeluk tubuh Jeje.ia tersenyum saat melihat Jeje aman dirumah,.


”Eliza ada dikamar….” Tanya Cio pada Jeje.


“Kan kamu sendiri yang mengantar dia untuk melihat kuda yang dia naiki tadi,karena ia ingin mengobati kudanya kan….” Jawab Jeje menoleh Kearah Cio.


“Memang ada apasih Cio,kenapa kamu kelihatan begitu panik,tidak ada apa-apa bukan….” Tanya Jeje mulai ikut panik.

__ADS_1


“Je,jangan ikut panik Ok,dengar kan aku baik-baik jangan keluar kamar saat ada masalah diluar rumah,dan aku akan menjemput Eliza ke kandang kuda,jangan keluar dari rumah oke.” Ucap Cio memegang pundak Jeje lalu pergi menutup pintu kamar.



__ADS_2