
“Saya tidak melarang anak saya untuk disukai oleh orang,tapi yang saya takuti anak saya yang kenapa-kenapa,jadi untuk hubungan yang belum serius,bisa tanya ke Daddy dan Saudara kandung nya Eliza,karena mereka laki-laki dan pasti tau tentang gimana laki-laki tersebut,kamu boleh saja menyukai anak saya,no problem,tapi iyah suka karena kepribadian nya bukan karena dia yang di anggap anak orang terkaya di asi,tapi itu hanya hasil jerih payah Daddy nya.” Ucap Jeje memberitahu tentang keinginan nya dan juga keluarga tentang Eliza.
“Saya no problem Tan,tapi gimana dengan Eliza,apa dia menyukai saya,atau kita perlu melakukan hari pertunangan….” Ucap Leo secara terang-terangan dan itu membuat Eliza sekaligus Jeje yang mendengar terbatuk,namun Jeje sedikit tersenyum melihat cara bicara Leo,dari dia yang blak-Blakan sampai bisa menghargai yang lebih tua.
”ya ampun lagian masih kuliah,Edward kakaknya Eliza aja belum punya pasangan,dalam tradisi kami dahulukan yang lebih tau ketimbang yang muda.” Jawab Jeje tersenyum ke arah Leo,dan ya Jeje berpamit pergi karena ia sudah terlalu lama berada di kampus ini.
****
“Boleh juga tu ide lo,Yaudah selesaikan kesibukan mereka di Indonesia baru kita opor ke Amerika sama Kenzo,lagian si kenzo udah sibuk amat Gue lihat-lihat….” Jawab Adelio bangkit dari kursi dan meninggalkan ruangan kerja Cio.
“Eh Mauza dengar-dengar lo kenal dekat sama Eliza ya kampus sebelah.” Ucap teman yang duduk di bangku kampus.
__ADS_1
“Kenapa lo tanya begitu….” Tanya Mauza meletakan tas di meja kampus.
“Boleh lah ya,Gue minta dia untuk Gue dibawa ke pesta lusa malam,sebagai hiburan dan cadangan Gue.” Jawab pria tersebut.
“Maksud lo gimana anj*ng…. Lo pikir Eliza murah mau dibawa begitu,anj*ng lo,sekali lagi lo bilang begitu atau mau ajak-ajak dia,lo berurusan dengan Gue….” Tegur Mauza mengangkat kerah baju pria tersebut dan menendang kebelakang.
Pria tersebut tersenyum melihat ke arah Mauza yang telah berlalu pergi meninggalkan kelas.
ayo Eliza,Eliza bisa…. Sorak fans Eliza yang tengah menyemangati Eliza yang tengah bersiap dengan kuda kesayangan nya.
3-2-1…… Go!!!!!
__ADS_1
Semua yang melihat terlihat fokus dan mereka khawatir terhadap anak mereka yang tengah ikut lomba pacu kuda.
terutama Jeje dan caca,mereka terus memperhatikan kuda Eliza,mata mereka hanya tertuju ke arah Eliza,tapi semua keluarga Eliza berada di tempat yang telah disiapkan.
Disaat ingin mencapai titik kemenangan kuda Eliza ditembak oleh seseorang yang berpakaian serba hitam,dan alhasil Eliza jatuh terserat kuda yang tengah kesakitan,Eliza langsung berdiri mendekati kudanya dan mengelus kepala kuda milik dirinya,sedangkan Jeje,Caca,Edward,Mauza,Cio,Adelio yang menonton pacu kuda tersebut terkejut melihat kejadian Ini,Edward menangkap penampakan orang tersebut dan pas nya orang itu melihat Kearah Edward sekaligus keluarga.
“Edward,kejar dia sampai dapat,jangan sampai lolos,siapkan senjata kamu.” Perintah Cio sangat marah melihat gadisnya jatuh terseret kuda dia mengepal tangan nya hingga memerah.
Edward dan Mauza berlari dan memencar,sedangkan Cio,Adelio,Jeje dan Caca turun kebawah menyusul Eliza.
Eliza berdiri dan menaiki kuda nya kembali supaya bisa mencapai titik ke menangan,Cio menghentikan gerak Istri dan sahabatnya,karena melihat tindakan Eliza yang langsung menunggaki kuda tersebut Yah walaupun kuda milik Eliza sedikit terluka,Eliza dan kuda nya tersebut terus berusaha mencapai titik finish,Yah,lawan Eliza kini berada Disamping Eliza,ia tersenyum licik ke arah Eliza,namun Eliza tidak mau kalah,ia berusaha sehingga masuk ke garis finish,.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan,begitu juga dengan Orangtua Eliza,Jeje tersenyum melihat ketangguhan anak gadisnya yang ini,dan pemberani.