Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 126


__ADS_3

“Apa….apa,papa sudah tidak ada,ma,kenapa mama malah ketawa sih bukan nya sedih,sadar mah,mama gila apa gimana ni….” Ucap putra Alex.


“Sayang,kita harus bersyukur dengan meninggalnya papa kami,kita tidak perlu mengikuti apa kemaunan dia lagi,kita tidak perlu mengikuti permainan jahat dia,kita tidak perlu terlibat dengan niat jahat dia,kamu yang seharusnya sadar Bram….” Ucap Istri Alex kepada Bram anak mereka.


“Mama….” Pekik Bram kepada mama nya,namun istrinya malah marah kepada Bram dan menampar Bram.


“Bram,mama ingatin,jangan terlalu berlarut dalam kesedihan,anggap saja itu sudah takdir papa kamu,lagian itu juga bukan papa kandung kamu,papa kandung kamu juga sudah meninggal Bram,jadi kamu adalah anak yatim yang malang….” Ucap istri Alex memegang bahu Bram,tersenyum Kearah Bram.


Edward yang melihat pertengkaran ibu anak ini dia sangat tidak menyukai hal ini,karena Mommy nya tidak pernah berbicara seperti itu,atau hal yang membuat mental anak dwon.Edward pergi Meninggalakn mereka,istri Alex dan Bram masih dikurung di markas,namun berbeda dengan wanita suruhan Alex,dia Ditempatkan di kandang yang sama dengan binatang buas.


*


Setelah selesai membersihkan diri,Jeje menerima telpon dari Eliza kalau Daddy sudah siuman,dan kini dia menanyakan Mommy’nya,mendengar kabar tersebut Jeje meneteskan air matanya dan berlari kecil,meminta salim untuk mengantarnya ke rumah sakit Cio di rawat.

__ADS_1


Eliza juga menghubungi Edward,Adelio,Caca,dan juga Mauza,mereka sangat senang mendengar kabar kalau Cio sudah sadar dari tidur nya,Adelio dan Caca kini juga dalam perjalanan untuk ke rumah sakit.


Mauza yang masih di kampus,dia akan menyelesaikan pelajaran akhirnya,namun setelah jam pelajaran habis,Pria yang sewaktu itu,meminta Eliza untuk menemani malam nya menghampiri Mauza yang sedang di pakiran.


“Hey bro….” Sapa pria itu.


Mauza mengabaikan Pria tersebut dan memasang helm nya,namun saat Mauza ingin menghidupkan Motornya,tangan pria itu menghentikan tangan mauza yang ingin menghidupkan motor.


“Apa,apaan sih lo,kenapa….” Ucap Mauza turun dari motor dan membuka kembali helm nya.


Mauza,menerima permintaan maaf pria tersebut dan bersalaman dengan pria tersebut.


Mauza langsung Meninggalakn pria tersebut dan menuju kerumah sakit,karena dia dihubungi oleh Eliza,memberitahukan kalau Daddy nya sudah siuman.

__ADS_1


Jeje dan Edward sampai bersamaan,Edward langsung menyamai langkah kaki Mommy’nya yang berjalan cepat dan menggapai tangan Mommy’nya supaya Mommy’nya tidak terjatuh,karena Edward melihat Mommy’nya sangat bersemangat.


“Mom,pelan-pelan dong,kamar Daddy tidak sampai 1 jam kok kesana nya,ntr Mommy’nya yang jatuh,terus Daddy bisa marah sama kami karena tidak jaga Mommy’nya dan badan Mommy’nya lecet….” Ucap Edward menggenggam tangan Mommy’nya,Jeje tersenyum mendengar ucapan Anak nya yang satu ini,jeje memperlambat langkahnya dan kembali menggenggam tangan Edward.


Edward tersenyum melihat respon Mommy’nya.


Knop pintu terbuka,Jeje masuk dengan Edward,Edward tau kalau mommya sangat merindukan Daddy nya,dan juga ingin waktu untuk berdua,Edward mengajak Eliza kelua untuk menghirup udara segar.


Jeje tersenyum Kearah Cio,dia duduk di samping kasur Cio dan menggenggam tangan Cio,Cio merespon gerakan istrinya,Cio membuka matanya dan melirik ke arah Jeje,sedangkan mata Jeje sudah berkaca-kaca karena ia sangat bahagia,Tuhan masih berpihak ke mereka.


“Hey,jangan nangis dong,masa sih wanita aku lemah gini,harus kuat sayang,ntr kalau nampak anak-anak kamu malu lo,mereka aja tidak ada nangis,apa kamu sudah cinta mati kali sama aku….” Ucap Cio mencandai istrinya yang dari awal ketemu sangat cengeng.Jeje merasa kesal dengan ucapan Cio,dia mencubit Perut Cio,tapi tiba-tiba Cio kesakitan,Jeje langsung bangkit dan memeriksa dimana sakit nya,namun Jeje tidak mencubit di bekas tembakan itu,Jeje melihat Kearah Cio,Cio yang sedari tadi terlihat tenang,dia tersenyum melihat ke arah Jeje yang sudah khawatir…


“Kenapa sih,harus pura-pura gitu….” Protes Jeje masih berdiri.

__ADS_1


“Ya maaf,…” Ucap Cio lalu menarik lengan jeje,sehingga jeje jatuh kebadan Cio,kini muka mereka tak berada jauh,Cio mengkecup bibir milih istrinya ini dan memeluknya dengan erat.Jeje tersenyum dan kembali kenciumin Kening Cio.



__ADS_2