Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 122


__ADS_3

Jeje tampak bingung ada apa dengan Cio,dia mencoba menghubungi Edward namun tidak mengangkat,Jeje turun Kebawah untuk menemui Bibik supaya Jeje tidak semakin panik,Bibik paham gimana kepanikan Jeje walaupun mereka ada masalah apa,Bibik memberi Jeje minum.


Diperjalanan Cio terus memikirkan putri yang ia sayangi itu nantiknya akan di ambil oleh Alex yaitu Papa Cio,dia terus menginjak pegal gas mobilnya.


“Hey black,Ayolah harus kuat,kamu itu harus kawanku aku sampai aku tanding final akhir oke….” Seru Eliza mengelus kepala kuda yang ia cintai.


Eliza terus berbicara dengan kuda,namun disaat ia tengah membersihkan luka kudanya,ada suara pria tua membuat Eliza sedikit terkejut,tapi Eliza tidak tau pria tua itu siapa,Eliza malah mendekati pria tua itu lalu bertanya tujuan pria itu dengan sopan tersenyum ramah.


“Maaf,ada keperluan apa ya tuan,atau anda salah tujuan….” Tanya Eliza membersihkan tangannya yang habis memegang kuda.


Alex tersenyum jahat melihat ke arah Eliza,dia menarik lengan Eliza dengan kasar dan membuat Eliza kesakitan dan meringkik kesakitan.

__ADS_1


“Awww,sakit….” Pekik Eliza mencoba melepaskan cengkeraman Alex.


“Dengar baik-baik anak kecil,saya ini kakek kamu,yaitu kakek dari Papa kamu,jadi sepertinya dengan saya melukai kamu,Daddy kamu akan menemui saya dan memberi apa yang saya mau” ucap Alex semakin mencengkam tangan Eliza dengan kuat.


Eliza tidak terkejut lagi dengan ucapan Alex,karena Mommy’nya sudah ngomong tentang orang tua daddynya ke dirinya.


Eliza malah menghela nafas dan mengeluarkan senyuman nya walaupun tengahnya terasa perih dan rasa ingin menangis sekuat mungkin,dia percaya Daddy nya tau akan hal ini,dan sedang menuju kesini.


“Eliza kamu dimana sayang,Daddy dalam perjalanan jemput kamu sayang.” Ucap Cio tanpa mendengarkan suara Yng di telpon.Namun saat terdengar suara pria,Cio ngerem mendadak mobilnya dan berhenti Dipinggir jalan,Cio tau pasti suara ini,dia langsung meremas stir mobilnya.


“Hallo Cio,Eliza ditangan Papa,kamu bisa ambil dia dirumah Papa,malam ini,Papa tunggu 15 menit,kalau kamu tidak datang tepat waktu,nyawa putri kesayangan kamu akan hilang seketika.” Ancam Alex semakin membuat eliza kesakitan dan membuat Eliza bersuara kesakitan.

__ADS_1


“Jangan lakukan hal jahat ke putri saya,tunggu saya di kandang kuda kalau tidak,Syaa pastikan putra anda sekarang akan hancur lebur malam ini…..” ancam Cio kembali dan menyetir kembali mobilnya,karena kandang kuda sudah dekat,Yah tak sampai 5 menit,lampu mobil Cio memasuki kandang kuda dengan laju,dia langsung keluar dari mobil,dan mencari keberadaan Eliza.


“El,Eliza….”Teriak Cio


“Dad,Daddy….” Pekik Eliza dengan tangan yang di ikat dan kaki yang dirantai,dan di kawal dengan Alex dan istri Alex.


“Anda memang tidak berubah Cio ablio,anda memang keras kepala,tapi tidak apa,karena saya juga begitu….” Ucap Alex kepada Cio tersenyum,namun Cio mendengar itu perkataan Alex,dia langsung jijik dan mengeluarkan pistolnya.


“Dengar baik-baik tuan Alexander ablio,nama saya bukan lah Cio ablio,tapi CIO ASLAN,cam itu,dan sekarang lepaskan putri saya,atau putra anda akan kehilangan nyawa juga malam Ini….” Ucap Cio menekan dan berjalan maju Kearah Eliza dan Alex beserta istrinya.


“Apa,putra saya,Hey Cio,putra saya tidak tau apa-apa,jangan bawa putra saya,…” Pekik istri Alex kepada Cio,namun Cio melawan dan mendekati istri Alex tersebut dan menempelkan pistol itu di kepala ibu tirinya tersebut dan itu membuat Eliza,Alexander,dan saat itu tiba Edward,Adelio,beserta Mauza datang karena dengar pengakuan wanita tersebut.

__ADS_1



__ADS_2